Dibimbing - Warna Sekunder: Pengertian, Contoh, & Penerapan dalam Desain
Blog
UI/UX Design

Warna Sekunder: Pengertian, Contoh, & Penerapan dalam Desain

Author

DITULIS OLEH 

Farijihan Putri

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 1 Okt 2026

Diubah pada 21 Okt 2026

81

Image Thumbnail

Warna sekunder jadi salah satu konsep dasar yang perlu kamu pahami saat mulai belajar desain grafis. Kalau ingin mengembangkan kemampuan visual sekaligus mempersiapkan karier, bootcamp desain grafis dengan penyaluran kerja bisa jadi salah satu jalur belajar yang kamu pertimbangkan.

Secara sederhana, kita mengenal hijau, oranye, dan ungu sebagai hasil campuran warna primer. Namun, ketika masuk ke dunia desain digital, kamu akan menemukan bahwa hasil pencampuran tersebut bisa berbeda tergantung sistem warna yang digunakan.

Nah, bagian ini yang sering bikin bingung. Warna sekunder adalah hasil pencampuran warna primer dalam sebuah model warna tertentu, sehingga warna yang dihasilkan perlu dilihat berdasarkan sistemnya.


Apa Itu Warna Sekunder?

Warna sekunder adalah warna yang terbentuk dari pencampuran dua warna primer dalam proporsi tertentu. Dalam teori warna dasar, campuran merah dan kuning menghasilkan oranye, merah dan biru menghasilkan ungu, sedangkan biru dan kuning menghasilkan hijau.

Konsep tersebut biasanya diperkenalkan melalui roda warna untuk membantu memahami hubungan antara warna primer, sekunder, dan tersier. Pemahaman ini berguna ketika kamu ingin membuat kombinasi warna yang harmonis atau menentukan kontras dalam sebuah desain.

Namun, hasil pencampuran tidak selalu sama di semua media. Sistem warna berbasis cahaya seperti RGB bekerja dengan prinsip berbeda dari sistem berbasis tinta seperti CMY atau model pigmen seperti RYB.

Baca Juga: Kursus Desain Grafis Online Langsung Kerja Terbaik


Bagaimana Warna Sekunder Terbentuk?

bagaimana-warna-sekunder-terbentuk

Sumber: Magnific

Untuk memahami hasil pencampurannya, kamu perlu melihat model warna primer yang digunakan terlebih dahulu.


1. Warna Sekunder RYB

RYB menggunakan Red, Yellow, dan Blue sebagai warna primer dalam konteks seni dan pembelajaran warna berbasis pigmen.

Campuran dua warna tersebut menghasilkan:

  1. Merah + kuning → oranye
  2. Kuning + biru → hijau
  3. Biru + merah → ungu

Model ini yang paling sering kamu temui ketika pertama kali belajar teori warna. RYB juga membantu kamu memahami posisi warna dalam roda warna secara intuitif.


2. Warna Sekunder RGB

RGB terdiri dari Red, Green, dan Blue serta digunakan pada layar yang menghasilkan warna melalui cahaya.

Pada sistem ini, campuran warna primer menghasilkan warna sekunder berupa:

  1. Merah + hijau → kuning
  2. Hijau + biru → cyan
  3. Biru + merah → magenta

Jadi, warna sekunder RGB berbeda dari contoh RYB yang biasanya kamu kenal sejak sekolah.


3. Warna Sekunder CMY

CMY terdiri dari Cyan, Magenta, dan Yellow dan digunakan sebagai dasar sistem warna subtraktif.

Campurannya menghasilkan:

  1. Cyan + magenta → biru
  2. Magenta + kuning → merah
  3. Kuning + cyan → hijau

CMY menjadi konsep penting untuk memahami sistem warna yang berkaitan dengan tinta dan kemudian berkembang ke sistem CMYK untuk kebutuhan percetakan.


Mengapa Hasil Campuran Warnanya Bisa Berbeda?

Perbedaan tersebut muncul dari cara sistem warna menghasilkan warna, terutama apakah menggunakan cahaya atau pigmen.


1. Sistem Aditif: RGB

Pada sistem aditif, warna terbentuk dari penambahan cahaya. RGB digunakan oleh layar dan perangkat digital, sehingga semakin banyak cahaya yang digabungkan, semakin terang hasilnya.

Ketika merah dan hijau digabungkan dengan intensitas tertentu, misalnya, mata kita menangkapnya sebagai kuning.


2. Sistem Subtraktif: CMY

Sistem subtraktif bekerja dengan penyerapan cahaya oleh pigmen atau tinta. CMY menjadi dasar penting untuk memahami proses warna pada media fisik.

Cyan, magenta, dan yellow bekerja dengan menyerap bagian tertentu dari cahaya yang mengenai permukaan. Hasilnya kemudian terlihat sebagai warna tertentu oleh mata.

Itulah alasan perbedaan model warna aditif dan subtraktif perlu dipahami desainer. Layar dan media cetak menghasilkan warna melalui mekanisme yang berbeda.

Baca Juga: Switch Career dari Pertanian, Sukses Jadi UI/UX Designer


Apa Karakteristik Warna Sekunder?

Selain menjadi hasil pencampuran warna primer, warna sekunder memiliki karakter visual yang bisa dimanfaatkan dalam komposisi desain.

Beberapa karakteristik warna sekunder yang perlu kamu kenali:

  1. Berada di antara warna primer pada roda warna.
  2. Terbentuk dari kombinasi dua warna primer.
  3. Dapat menjadi jembatan antara warna primer dan tersier.
  4. Bisa digunakan sebagai warna utama maupun aksen.
  5. Karakternya dapat berubah sesuai tingkat kecerahan dan saturasi.

Kamu juga bisa mengubah karakter warna sekunder dengan mengatur tingkat terang, gelap, atau kejenuhannya. Proses tersebut membuat satu warna sekunder dapat memiliki banyak variasi visual.


Bagaimana Psikologi Warna Sekunder dalam Desain?

Makna warna tidak selalu bersifat mutlak, tetapi beberapa warna sekunder sering diasosiasikan dengan kesan tertentu dalam konteks desain.


1. Hijau

Hijau sering dikaitkan dengan alam, pertumbuhan, kesegaran, dan keseimbangan. Warna ini banyak digunakan dalam visual yang berhubungan dengan lingkungan, kesehatan, finansial, dan produk alami.


2. Oranye

Oranye cenderung terasa hangat, energik, dan ekspresif. Warna ini dapat digunakan sebagai aksen untuk menarik perhatian tanpa memberikan kesan sekeras beberapa penggunaan warna merah.


3. Ungu

Ungu sering diasosiasikan dengan kreativitas, imajinasi, kemewahan, atau kesan eksperimental. Karakternya dapat berubah cukup jauh tergantung tingkat kecerahan dan warna pendampingnya.

Saat menerapkan teori warna, jangan menganggap arti tersebut sebagai aturan wajib. Konteks brand, budaya, audiens, kombinasi warna, dan desain secara keseluruhan tetap mempengaruhi persepsi.


Bagaimana Penerapan Warna Sekunder dalam Desain?

Warna sekunder dapat digunakan untuk membangun hierarki visual, menarik perhatian, atau menciptakan hubungan antar-elemen dalam sebuah desain.

Beberapa contoh penerapan warna sekunder:

  1. Media sosial: Oranye cocok dijadikan aksen pada tombol atau informasi penting.
  2. Branding: Hijau dapat masuk ke palet visual brand yang ingin memberikan kesan segar.
  3. Ilustrasi: Ungu membantu membangun suasana yang lebih imajinatif dan ekspresif.
  4. UI/UX: Warna sekunder dapat berfungsi sebagai aksen agar elemen interaktif lebih mudah dikenali.
  5. Poster: Kombinasi warna sekunder membuat komposisi visual terasa lebih hidup.
  6. Presentasi: Satu warna sekunder bisa dipakai untuk menandai informasi penting tanpa memenuhi halaman dengan warna mencolok.

Kuncinya bukan memakai sebanyak mungkin warna. Pilih warna berdasarkan fungsi setiap elemen supaya desain tetap punya hierarki dan mudah dipahami.

Baca Juga: Kisah Sukses Redha: Dari Staf TU, Dadakan Jadi Graphic Designer


Apa Hubungan Warna Sekunder dengan Desain Grafis?

Memahami warna sekunder membantu kamu membuat keputusan visual dengan lebih sadar. Kamu jadi punya alasan ketika memilih hijau sebagai aksen, menentukan oranye untuk tombol, atau menggunakan ungu sebagai bagian dari identitas visual.

Buat Warga Bimbingan yang baru belajar desain, mulai saja dari memahami hubungan warna primer dan sekunder melalui roda warna. Setelah itu, kamu bisa mengeksplorasi kombinasi komplementer, analog, triadik, serta variasi tone dan saturation.

Skill tersebut akan semakin terasa manfaatnya ketika kamu mulai mengerjakan proyek nyata. Desain yang bagus bukan cuma soal “warnanya enak dilihat”, tetapi juga soal apakah warna tersebut membantu audiens memahami pesan.


Kesimpulan

Warna sekunder terbentuk dari pencampuran warna primer, tetapi hasilnya dapat berbeda sesuai sistem warna seperti RYB, RGB, dan CMY. Memahami cara kerja setiap sistem membuat kamu lebih mudah memilih dan menerapkan warna sesuai kebutuhan desain.


Bootcamp Desain Grafis Langsung Kerja Terpercaya dan Terbaik di Indonesia

Kalau Warga Bimbingan ingin belajar desain secara lebih terarah sekaligus membangun portofolio untuk kebutuhan profesional, kamu bisa mengikuti Bootcamp Graphic Design & UI/UX Dibimbing.

Benefit di Kelas Graphic Design & UI/UX

  1. 40+ Live Class & 10+ Sesi Praktik Bersama Mentor Ahli
  2. Bangun Portfolio dari 20+ Project & Real Case
  3. Proyek Akhir Sesuai Standar Industri
  4. 24/7 Dampingan Fasilitator & Mentor
  5. Program Penyaluran Kerja 1.100+ Perusahaan
  6. Mentoring 1-on-1 Tanpa Batas dengan Instruktur Expert
  7. Akses Komunitas Graphic Design & UI/UX Expert
  8. Simulasi Tes Rekrutmen Kerja

Kalau kamu ingin memperdalam skill desain dan mempersiapkan karier di industri kreatif, konsultasikan Bootcamp Desain Grafis ke tim Dibimbing yang pasti #BimbingSampeJadi karier impianmu!


FAQ

1. Apakah warna sekunder selalu hijau, oranye, dan ungu?

Tidak selalu. Ketiga warna tersebut merupakan hasil pencampuran yang umum dalam model RYB, sedangkan RGB dan CMY menghasilkan warna sekunder yang berbeda.

2. Apa perbedaan warna sekunder dan tersier?

Warna sekunder berasal dari pencampuran dua warna primer, sedangkan warna tersier umumnya terbentuk dari kombinasi warna primer dengan warna sekunder.

3. Apakah warna sekunder bisa menjadi warna primer?

Dalam satu sistem warna, warna sekunder tetap dikategorikan sebagai sekunder. Sebuah warna dapat menjadi komponen primer dalam model warna tertentu, sehingga kategorinya perlu dilihat berdasarkan sistem yang digunakan.

Kategori:

Share:

Penulis

Penulis Image

Farijihan Putri

Farijihan Putri adalah SEO Content Writer dengan pengalaman 4+ tahun menulis dan mengoptimalkan konten untuk berbagai topik. Di Dibimbing, ia mengolah beragam insight seputar karier dan industri, mulai dari digital marketing, HR, data, finance, business, hingga technology. Melalui tulisannya, Jihan membantu pembaca memahami skill yang dibutuhkan di dunia kerja serta menemukan informasi yang relevan untuk mendukung perkembangan karier mereka.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!