Dibimbing - Sales and Operations Planning: Pengertian, Proses, dan Contoh
Blog
Supply Chain Management

Sales and Operations Planning: Pengertian, Proses, dan Contoh

Author

DITULIS OLEH 

Farijihan Putri

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 3 Sep 2026

Diubah pada 5 Sep 2026

21

Image Thumbnail

Di balik target penjualan yang tinggi, ada banyak hal yang harus ikut siap: stok, produksi, sampai anggaran. Sales and Operations Planning (S&OP) membantu berbagai tim menyusun rencana bersama supaya kebutuhan pasar dan kemampuan perusahaan tetap sejalan.

Konsep ini juga menarik dipelajari lewat bootcamp Supply Chain Management, terutama kalau kamu ingin memahami cara mengatur demand, supply, dan operasional dalam satu alur.

Warga Bimbingan, yuk kenalan lebih dekat dengan S&OP, mulai dari manfaat, proses, KPI, sampai contoh penerapannya di bisnis!


Apa Itu Sales and Operations Planning (S&OP)?

Sales and Operations Planning (S&OP) adalah proses perencanaan terintegrasi yang menyelaraskan permintaan pasar, kemampuan pasokan, operasional, dan perencanaan finansial dalam satu rencana bisnis. Proses ini melibatkan berbagai fungsi seperti sales, marketing, supply chain, produksi, distribusi, finance, hingga manajemen.

Secara sederhana, sales and operations planning adalah cara perusahaan memastikan target penjualan tetap masuk akal dengan kapasitas yang tersedia. Jadi, ketika tim sales memprediksi permintaan naik, tim operasional bisa mengecek apakah bahan baku, kapasitas produksi, tenaga kerja, dan distribusi mampu mengikutinya.

Hal menariknya, S&OP bukan sekadar membuat forecast atau mengadakan rapat bulanan. Proses ini menjadi ruang untuk menyatukan data dan membuat keputusan ketika terdapat perbedaan antara kebutuhan pasar dan kemampuan perusahaan.

Baca Juga: Kesempatan Supply Chain Manager Intern via Bootcamp Dibimbing


Mengapa S&OP Penting bagi Bisnis?

Ketika setiap divisi membuat rencananya sendiri, masalah kecil bisa cepat merembet ke bagian lain. Manfaat S&OP antara lain:


1. Menyeimbangkan Demand dan Supply

S&OP membantu perusahaan menyelaraskan perkiraan permintaan dengan kemampuan memasok produk. Dengan begitu, perusahaan dapat mengurangi risiko kelebihan maupun kekurangan persediaan.


2. Mengontrol Inventory

Rencana demand dan supply yang lebih sinkron membantu perusahaan menentukan persediaan secara lebih tepat. 

PQM mengutip studi yang menunjukkan perusahaan dengan S&OP berpotensi memiliki inventory investment 15% lebih rendah serta peningkatan pemenuhan pesanan pelanggan 17%. Angka tersebut merupakan hasil studi yang dikutip sumber, sehingga tidak dapat dianggap sebagai hasil yang otomatis berlaku untuk semua perusahaan.


3. Mengoptimalkan Kapasitas

Tim operasional dapat mengetahui apakah kapasitas mesin, tenaga kerja, atau supplier cukup untuk memenuhi rencana penjualan. Informasi ini membuat keputusan penambahan shift, kapasitas, atau sumber pasokan dapat dilakukan lebih awal.


4. Menghubungkan Operasional dengan Keuangan

Rencana produksi dan penjualan akhirnya tetap berdampak pada biaya dan profit. S&OP membantu finance melihat konsekuensi finansial sebelum keputusan operasional dijalankan.


5. Menyatukan Keputusan Antar Divisi

Setiap tim bekerja berdasarkan rencana yang sama sehingga konflik kepentingan bisa dibahas bersama. Inilah salah satu fungsi penting S&OP dalam menciptakan koordinasi lintas fungsi.


Bagaimana Proses Sales and Operations Planning Berjalan?

bagaimana-proses-sales-and-operations-planning-berjalan

Sumber: Magnific

S&OP umumnya dilakukan secara berkala dan melibatkan tahapan yang saling berhubungan.


1. Demand Planning

Pertama, perusahaan mengumpulkan data penjualan historis, tren pasar, promosi, dan faktor eksternal untuk menyusun forecast. Hasilnya menjadi gambaran awal mengenai kebutuhan pasar dalam periode tertentu.


2. Supply Planning

Selanjutnya, forecast dibandingkan dengan kapasitas produksi, bahan baku, inventory, supplier, tenaga kerja, dan distribusi. Tim kemudian mencari kemungkinan gap yang dapat menghambat pemenuhan demand.


3. Pre-S&OP Meeting

Pada tahap ini, berbagai alternatif solusi mulai dibahas untuk menyelesaikan gap demand dan supply. Contohnya, perusahaan dapat menambah kapasitas, mengubah jadwal produksi, meningkatkan stok, atau menyesuaikan target penjualan.


4. Executive S&OP

Manajemen meninjau opsi yang tersedia dan memilih rencana berdasarkan prioritas bisnis, biaya, risiko, serta kondisi pasar. Keputusan ini menjadi dasar bagi tim untuk menjalankan rencana bersama.


5. Implementasi dan Monitoring

Rencana yang sudah disepakati kemudian dijalankan dan dibandingkan dengan hasil aktual. Evaluasi dilakukan secara berkala sehingga forecast maupun keputusan berikutnya dapat terus diperbaiki.

Menariknya, proses S&OP modern juga dapat menggunakan scenario planning. Tim bisa mensimulasikan pertanyaan seperti, “Bagaimana jika demand naik 20%?” atau “Apa dampaknya kalau supplier utama terlambat?” sehingga keputusan dapat dibuat sebelum masalah benar-benar terjadi.

Baca Juga: Lulusan IT Sukses Tembus Supply Chain, Ini Cerita Kak Hadi


KPI dan Teknologi yang Mendukung S&OP

S&OP perlu diukur menggunakan indikator yang mencerminkan kondisi demand, supply, operasional, dan keuangan.

KPI

Yang Diukur

Forecast Accuracy

Ketepatan prediksi permintaan

Inventory Turnover

Kecepatan perputaran persediaan

Stockout Rate

Frekuensi kekurangan stok

OTIF

Ketepatan waktu dan jumlah pengiriman

Capacity Utilization

Pemanfaatan kapasitas produksi

Gross Margin

Dampak keputusan terhadap margin

Mengandalkan forecast accuracy saja belum cukup untuk menilai apakah S&OP berjalan efektif. Perusahaan juga perlu melihat apakah keputusan tersebut berhasil menjaga service level, mengendalikan inventory, menggunakan kapasitas secara efisien, dan mendukung target finansial.

Dari sisi teknologi, ERP membantu mengintegrasikan data antar fungsi, sedangkan dashboard memudahkan monitoring. AI dan analitik juga semakin relevan untuk membantu forecasting serta menguji beberapa skenario keputusan.


Contoh S&OP dalam Bisnis dan Skill yang Dibutuhkan

Supaya lebih kebayang, misalnya perusahaan FMCG memprediksi penjualan minuman meningkat 25% menjelang Ramadan. Tim sales membawa forecast tersebut ke proses S&OP, lalu supply chain mengecek ketersediaan bahan baku dan inventory.

Berikutnya, production menghitung kebutuhan tambahan kapasitas, sementara finance memperkirakan biaya tambahan untuk overtime, bahan baku, dan distribusi. Manajemen kemudian menentukan pilihan yang paling masuk akal berdasarkan target penjualan, kemampuan supply, biaya, dan risiko.

Alurnya dapat digambarkan sebagai:

Forecast → Gap Analysis → Decision → Execution → Review

Kasus seperti ini menunjukkan bahwa Sales and Operations Planning (S&OP) membutuhkan kemampuan yang cukup luas, seperti:

  1. demand forecasting;
  2. data analysis;
  3. inventory planning;
  4. supply planning;
  5. risk analysis;
  6. komunikasi lintas fungsi;
  7. decision making.

S&OP juga tidak hanya relevan bagi manufaktur. Konsepnya dapat digunakan pada perusahaan retail, distribusi, hingga bisnis jasa yang perlu menyelaraskan permintaan dengan kemampuan operasional.

Bagi kamu yang tertarik mendalami skill tersebut, bootcamp supply chain management dapat menjadi tempat untuk mempelajari demand planning, inventory, procurement, dan analisis supply chain melalui studi kasus yang lebih praktis.


Bagaimana Memulai Belajar S&OP?

Memahami Sales and Operations Planning (S&OP) dapat dimulai dengan mempelajari dasar-dasar supply chain management, kemudian dilanjutkan dengan demand planning, supply planning, inventory management, dan forecasting. Setelah memahami konsep dasarnya, biasakan membaca data, membuat forecast sederhana, serta berlatih menyelesaikan studi kasus ketika permintaan (demand) tidak sesuai dengan kapasitas supply.

Agar pemahaman tidak berhenti pada teori, mengikuti Bootcamp Supply Chain Management dapat menjadi salah satu pilihan untuk belajar secara lebih terstruktur. Melalui pembelajaran berbasis praktik dan studi kasus, kamu dapat memahami bagaimana demand, inventory, kapasitas produksi, hingga biaya saling berkaitan dalam proses pengambilan keputusan S&OP.

Semakin terbiasa menganalisis kondisi bisnis dari berbagai aspek tersebut, semakin mudah memahami bagaimana S&OP membantu perusahaan menyelaraskan penjualan, operasional, persediaan, dan keuangan untuk mencapai target bisnis.

Baca Juga: Dari Bootcamp ke MT Logistik, Ini Cerita Kak Dwiki


Rekomendasi Bootcamp Supply Chain Management Terbaik di Indonesia dengan Penyaluran Kerja!

Sales and Operations Planning (S&OP) membantu perusahaan menyelaraskan demand, supply, operasional, dan keuangan dalam satu proses pengambilan keputusan. Penerapannya membutuhkan kolaborasi lintas fungsi, pemanfaatan data, serta kemampuan melihat berbagai skenario sebelum keputusan dijalankan.

Memahami S&OP memberi gambaran pekerjaan supply chain juga membaca data, merencanakan kebutuhan, dan mengambil keputusan saat kondisi bisnis berubah. 

Kalau kamu ingin mempelajari skill tersebut melalui praktik dan studi kasus, Bootcamp Supply Chain Management Dibimbing bisa menjadi salah satu pilihan untuk mempersiapkan karier di bidang supply chain.

Benefit yang bisa kamu dapatkan:

  1. 40+ Live Class bersama praktisi ahli.
  2. 9+ Project & Final Project untuk membangun portofolio.
  3. Exam Penyaluran Kerja untuk persiapan karier.
  4. 2,5 bulan praktik magang di hiring company.
  5. Pendampingan fasilitator dan mentor 24/7.
  6. Konsultasi 1-on-1 bersama instruktur expert.
  7. Company Visit untuk mendapatkan insight industri.
  8. Program graduation & penyaluran kerja ke 840+ perusahaan.

Kalau kamu masih bertanya seperti “Apakah pemula bisa mengikuti Bootcamp Supply Chain Management?” atau “Apakah ada project yang bisa digunakan untuk membangun portofolio?”, konsultasikan bersama tim Dibimbing yang siap #BimbingSampeJadi karier impianmu!


FAQ

1. Apakah S&OP hanya digunakan oleh perusahaan manufaktur?

Tidak. S&OP juga dapat diterapkan pada retail, distribusi, FMCG, dan bisnis lain yang perlu menyeimbangkan permintaan dengan kemampuan operasional.

2. Seberapa sering proses S&OP dilakukan?

S&OP umumnya dilakukan secara berkala, sering kali dalam siklus bulanan, agar perusahaan dapat terus mengevaluasi perubahan demand dan supply.

3. Siapa yang biasanya memimpin proses S&OP?

S&OP biasanya melibatkan dan dipimpin oleh manajemen senior dengan partisipasi berbagai fungsi seperti sales, operations, supply chain, dan finance.

Share:

Penulis

Penulis Image

Farijihan Putri

Farijihan is a passionate Content Writer with 3 years of experience in crafting compelling content, optimizing for SEO, and developing creative strategies for various brands and industries.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!