Riset Pemasaran Adalah: Tujuan, Jenis, dan Metodenya
DITULIS OLEH
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
DIREVIEW OLEH
Sudah Direview Oleh Expert
Dibuat pada 11 Sep 2026
Diubah pada 11 Sep 2026
8
Pernah kepikiran bagaimana perusahaan tahu produk apa yang dibutuhkan konsumen, Warga Bimbingan? Nah, riset pemasaran membantu bisnis memahami pasar dan perilaku konsumen berdasarkan data.
Hasilnya juga bisa mendukung perkiraan permintaan, stok, hingga distribusi. Kalau ingin mempelajarinya lebih jauh, MinDi rekomendasikan Bootcamp Supply Chain Management Dibimbing.
Di artikel ini, MinDi akan membahas pengertian riset pemasaran, tujuan, jenis, dan metodenya. Yuk, pahami konsepnya supaya keputusan bisnis bisa lebih tepat.
Baca Juga: Inventory Control: Fungsi, Manfaat, dan Cara Kerjanya
Apa Itu Riset Pemasaran?
Riset pemasaran adalah proses mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang pasar, konsumen, serta kondisi bisnis. Data ini membantu perusahaan mengambil keputusan berdasarkan fakta, bukan sekadar asumsi.
Melalui riset pemasaran, perusahaan bisa memahami kebutuhan konsumen, perilaku pembelian, kompetitor, hingga potensi suatu produk. Hasilnya dapat digunakan untuk menyusun strategi harga, promosi, distribusi, dan pengembangan produk.
Misalnya, perusahaan ingin meluncurkan minuman baru. Sebelum produksi dalam jumlah besar, perusahaan dapat melakukan survei untuk mengetahui rasa, harga, dan ukuran kemasan yang paling diminati.
Dengan begitu, keputusan bisnis menjadi lebih relevan dengan kondisi pasar. Risiko menghadirkan produk yang kurang sesuai kebutuhan konsumen pun dapat dikurangi.
Apa Tujuan Riset Pemasaran?
Tujuan riset pemasaran bukan hanya mengetahui apakah konsumen menyukai suatu produk. Proses ini membantu perusahaan memahami pasar secara lebih luas sebelum menentukan strategi bisnis.
Berikut beberapa tujuan utama riset pemasaran.
1. Memahami Kebutuhan Konsumen
Riset pemasaran membantu perusahaan mengetahui kebutuhan, masalah, dan preferensi calon pelanggan. Informasi tersebut bisa digunakan untuk menyesuaikan produk agar lebih relevan dengan target pasar.
Misalnya, konsumen mungkin lebih mempertimbangkan harga, kualitas, ukuran, atau kemudahan memperoleh produk. Perusahaan dapat menggunakan temuan tersebut sebagai dasar pengembangan produk.
2. Mengidentifikasi Peluang Pasar
Data pasar dapat membantu perusahaan menemukan segmen konsumen atau kebutuhan yang belum terpenuhi. Peluang tersebut kemudian bisa dikembangkan menjadi produk, layanan, atau strategi baru.
Perusahaan juga dapat mempelajari perubahan perilaku konsumen dari waktu ke waktu. Dengan begitu, bisnis bisa lebih cepat merespons tren yang muncul.
3. Mengevaluasi Produk
Riset dapat dilakukan sebelum maupun setelah produk diluncurkan. Perusahaan bisa mengetahui bagaimana konsumen menilai kualitas, harga, fitur, hingga pengalaman menggunakan produk.
Hasil evaluasi tersebut membantu menentukan bagian mana yang perlu dipertahankan atau diperbaiki. Produk pun dapat dikembangkan berdasarkan masukan yang lebih terukur.
4. Memahami Kompetitor
Selain konsumen, perusahaan perlu mengetahui siapa saja pemain lain dalam pasar yang sama. Riset kompetitor dapat mencakup harga, produk, positioning, promosi, hingga keunggulan yang mereka tawarkan.
Informasi tersebut membantu perusahaan menentukan posisi yang lebih jelas di pasar. Strategi bisnis juga bisa disusun tanpa sekadar meniru kompetitor.
5. Mengurangi Ketidakpastian Bisnis
Setiap keputusan bisnis tetap memiliki risiko, tetapi riset membantu mengurangi keputusan yang hanya didasarkan pada dugaan. Data memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi pasar sebelum sumber daya digunakan.
Misalnya, perusahaan bisa menguji permintaan terlebih dahulu sebelum meningkatkan kapasitas produksi. Cara ini membantu mengurangi risiko kelebihan produk yang sulit terjual.
Baca Juga: Manajemen Logistik: Pengertian, Manfaat, dan Contohnya
Apa Saja Jenis Riset Pemasaran?
Sumber: Desain oleh Dibimbing
Jenis riset pemasaran dapat dibedakan berdasarkan sumber data maupun tujuan penelitian. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan informasi yang ingin diperoleh perusahaan.
Berikut beberapa jenis yang umum digunakan.
1. Riset Primer
Riset primer menggunakan data yang dikumpulkan langsung dari sumber pertama. Perusahaan biasanya memperoleh informasi melalui survei, wawancara, observasi, atau diskusi kelompok.
Keuntungannya, data dapat disesuaikan dengan kebutuhan penelitian yang sedang dilakukan. Namun, proses pengumpulan datanya biasanya membutuhkan waktu dan sumber daya lebih besar.
2. Riset Sekunder
Riset sekunder menggunakan data yang sebelumnya sudah tersedia. Sumbernya bisa berasal dari laporan industri, publikasi pemerintah, jurnal, laporan perusahaan, atau sumber terpercaya lainnya.
Metode ini dapat digunakan untuk memperoleh gambaran awal mengenai kondisi pasar. Setelah itu, perusahaan bisa menentukan apakah masih membutuhkan riset primer yang lebih spesifik.
3. Riset Eksploratif
Riset eksploratif digunakan ketika perusahaan masih ingin memahami suatu masalah secara lebih luas. Tujuannya adalah menemukan pola, ide, atau kemungkinan faktor yang perlu diteliti lebih lanjut.
Contohnya, penjualan produk tiba-tiba menurun tanpa penyebab yang jelas. Perusahaan dapat melakukan wawancara pelanggan untuk mencari faktor yang mungkin mempengaruhinya.
4. Riset Deskriptif
Riset deskriptif digunakan untuk menggambarkan kondisi pasar atau karakteristik konsumen. Hasilnya dapat berupa data usia, lokasi, preferensi, frekuensi pembelian, hingga tingkat kepuasan.
Jenis riset ini cocok ketika perusahaan sudah mengetahui informasi apa yang ingin diukur. Survei menjadi salah satu metode yang sering digunakan dalam riset deskriptif.
5. Riset Kausal
Riset kausal bertujuan mengetahui hubungan sebab dan akibat antara beberapa variabel. Perusahaan dapat menguji apakah perubahan pada suatu faktor benar-benar memengaruhi hasil tertentu.
Misalnya, perusahaan ingin mengetahui apakah perubahan harga memengaruhi jumlah pembelian. Eksperimen dapat digunakan untuk membandingkan respons konsumen dalam beberapa kondisi.
Baca Juga: Dari Bootcamp ke MT Logistik, Ini Cerita Kak Dwiki
Apa Saja Metode Riset Pemasaran?
Setelah menentukan jenis penelitian, perusahaan perlu memilih metode pengumpulan data yang sesuai. Setiap metode mempunyai karakteristik dan kegunaan yang berbeda.
Berikut beberapa metode yang dapat digunakan.
1. Survei
Survei dilakukan dengan memberikan sejumlah pertanyaan kepada responden. Metode ini cocok untuk mengumpulkan data dari banyak orang dengan format yang relatif terstruktur.
Pertanyaan dapat mencakup preferensi produk, harga, kepuasan, hingga kebiasaan membeli. Survei bisa dilakukan secara langsung maupun melalui platform digital.
2. Wawancara
Wawancara memungkinkan peneliti menggali jawaban responden secara lebih mendalam. Metode ini cocok ketika perusahaan ingin mengetahui alasan di balik perilaku atau keputusan konsumen.
Pertanyaan juga dapat dikembangkan berdasarkan jawaban responden. Karena itu, wawancara biasanya memberikan informasi yang lebih detail dibandingkan pertanyaan tertutup.
3. Focus Group Discussion
Focus group discussion atau FGD melibatkan beberapa peserta dalam satu sesi diskusi. Moderator akan mengarahkan pembicaraan berdasarkan topik yang sedang diteliti.
Metode ini dapat membantu perusahaan melihat berbagai perspektif dalam waktu bersamaan. Respons antarpeserta juga dapat memunculkan informasi baru yang sebelumnya belum terpikirkan.
4. Observasi
Observasi dilakukan dengan mengamati langsung perilaku konsumen. Peneliti tidak hanya bergantung pada apa yang dikatakan responden, tetapi juga melihat tindakan yang benar-benar dilakukan.
Contohnya, bisnis ritel dapat mengamati bagaimana pelanggan bergerak di dalam toko. Informasi tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi tata letak maupun penempatan produk.
5. Eksperimen
Eksperimen digunakan untuk menguji bagaimana perubahan tertentu mempengaruhi respons konsumen. Biasanya terdapat beberapa kondisi yang kemudian dibandingkan hasilnya.
Contohnya adalah menguji dua harga atau desain kemasan yang berbeda. Hasilnya dapat membantu perusahaan memilih alternatif yang memberikan respons lebih baik.
Bagaimana Langkah Melakukan Riset Pemasaran?
Riset pemasaran perlu dilakukan secara terstruktur agar data yang diperoleh benar-benar menjawab kebutuhan bisnis. Prosesnya dimulai dari menentukan masalah hingga mengubah hasil analisis menjadi rekomendasi.
Berikut tahapan yang dapat dilakukan.
1. Tentukan Masalah Riset
Mulailah dengan menentukan masalah atau pertanyaan yang ingin dijawab. Tujuannya harus cukup spesifik agar proses penelitian tidak terlalu luas.
Contohnya, perusahaan ingin mengetahui penyebab penjualan menurun di kelompok konsumen usia 18–25 tahun. Fokus seperti ini akan mempermudah penentuan data yang dibutuhkan.
2. Tentukan Target Responden
Selanjutnya, tentukan siapa yang paling relevan untuk memberikan informasi. Responden dapat berupa pelanggan aktif, calon konsumen, pelanggan lama, atau kelompok tertentu sesuai tujuan riset.
Pemilihan responden perlu sesuai dengan target pasar perusahaan. Data dari kelompok yang tidak relevan bisa menghasilkan kesimpulan yang kurang tepat.
3. Pilih Metode Penelitian
Tentukan apakah data akan dikumpulkan melalui survei, wawancara, FGD, observasi, atau metode lainnya. Kamu juga dapat menggabungkan beberapa metode jika membutuhkan data yang lebih lengkap.
Metode sebaiknya disesuaikan dengan jenis informasi yang dicari. Survei cocok untuk data terstruktur, sedangkan wawancara lebih sesuai untuk menggali alasan secara mendalam.
4. Kumpulkan Data
Setelah instrumen penelitian siap, proses pengumpulan data dapat dimulai. Pastikan prosedurnya konsisten agar hasil dari setiap responden dapat dibandingkan.
Kualitas data lebih penting daripada sekadar jumlahnya. Pertanyaan yang ambigu atau responden yang tidak sesuai target dapat memengaruhi hasil penelitian.
5. Analisis Hasil Riset
Data yang terkumpul kemudian dikelompokkan dan dianalisis untuk menemukan pola. Analisis dapat mencakup preferensi konsumen, perubahan perilaku, masalah, atau peluang yang ditemukan.
Hindari mengambil kesimpulan hanya dari satu jawaban yang terlihat menarik. Perhatikan keseluruhan data agar rekomendasinya lebih representatif.
6. Buat Rekomendasi
Tahap terakhir adalah menerjemahkan hasil riset menjadi rekomendasi yang bisa dilakukan. Rekomendasi dapat berkaitan dengan produk, harga, pemasaran, jumlah produksi, maupun distribusi.
Misalnya, hasil riset menunjukkan permintaan lebih tinggi di wilayah tertentu. Perusahaan dapat menggunakan informasi tersebut untuk menyesuaikan jumlah stok dan strategi distribusi.
Baca Juga: Procurement vs Supply Chain: Apa Perbedaannya?
Apa Hubungan Riset Pemasaran dengan Supply Chain?
Riset pemasaran dan supply chain management memiliki fungsi berbeda, tetapi informasi yang dihasilkan keduanya dapat saling mendukung. Data mengenai kebutuhan dan permintaan konsumen dapat membantu tim operasional merencanakan aliran barang dengan lebih baik.
Hubungan tersebut dapat terlihat dalam beberapa aktivitas berikut.
1. Membantu Demand Forecasting
Data pasar membantu perusahaan memperkirakan jumlah permintaan pada periode tertentu. Informasi ini dapat menjadi salah satu masukan dalam proses demand forecasting.
Perkiraan permintaan yang lebih baik membantu perusahaan menyusun rencana produksi dan persediaan. Risiko kekurangan maupun kelebihan barang pun bisa lebih terkontrol.
2. Mendukung Perencanaan Persediaan
Informasi mengenai produk yang paling diminati dapat membantu menentukan kebutuhan stok. Perusahaan bisa memprioritaskan persediaan berdasarkan pola permintaan yang ditemukan.
Sebaliknya, produk dengan permintaan rendah dapat dievaluasi sebelum perusahaan menambah stok. Hal ini membantu penggunaan ruang dan modal kerja menjadi lebih efisien.
3. Membantu Proses Pengadaan
Perkiraan kebutuhan pasar juga berkaitan dengan jumlah bahan atau produk yang perlu dibeli. Tim procurement dapat menggunakan informasi tersebut saat menyusun rencana pengadaan.
Dengan perencanaan yang lebih baik, pembelian dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional. Perusahaan tidak hanya membeli berdasarkan perkiraan tanpa dasar.
4. Menentukan Strategi Distribusi
Riset dapat menunjukkan lokasi konsumen dan wilayah dengan potensi permintaan lebih tinggi. Data ini dapat digunakan untuk mengevaluasi strategi distribusi barang.
Misalnya, peningkatan permintaan di suatu wilayah mungkin membutuhkan stok atau kapasitas distribusi tambahan. Perusahaan kemudian dapat menyesuaikan proses logistik berdasarkan kebutuhan tersebut.
5. Mengurangi Risiko Operasional
Perubahan tren pasar bisa mempengaruhi produksi, persediaan, hingga distribusi. Informasi dari riset pemasaran membantu tim supply chain mengetahui perubahan tersebut lebih awal.
Namun, data pasar tetap perlu dikombinasikan dengan data internal perusahaan. Keputusan operasional yang baik biasanya mempertimbangkan permintaan, kapasitas, biaya, dan ketersediaan barang secara bersamaan.
Selain mendukung pemasaran, data riset juga bisa membantu proses demand forecasting, persediaan, pengadaan, hingga distribusi. Karena itu, riset pemasaran punya peran penting dalam mendukung keputusan bisnis dan supply chain.
Rekomendasi Bootcamp Supply Chain Management Terbaik: Dibimbing
Riset pemasaran adalah proses untuk memahami pasar, konsumen, dan kondisi bisnis melalui data yang relevan. Hasilnya dapat membantu perusahaan menyusun strategi yang lebih tepat dan mengurangi keputusan berbasis asumsi.
Kalau kamu ingin berkarier di bidang supply chain, memahami teori saja belum cukup. Kamu juga perlu menguasai perencanaan permintaan, pengadaan, persediaan, logistik, hingga proses distribusi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Bootcamp Supply Chain Management Dibimbing dirancang untuk membantu kamu mengembangkan kemampuan tersebut melalui live class, proyek, praktik magang, serta pendampingan mentor. Program ini cocok untuk mahasiswa, fresh graduate, profesional, maupun kamu yang ingin beralih karier ke bidang supply chain.
Program Bootcamp Supply Chain Management Dibimbing:
- 40+ Live Class: Belajar langsung bersama praktisi ahli di bidang supply chain.
- 9+ Project & Final Project: Mengerjakan proyek untuk membangun portofolio dan kemampuan praktis.
- Pendampingan 24/7: Mendapatkan dukungan dari fasilitator dan mentor selama proses belajar.
- Konsultasi 1-on-1 Tanpa Batas: Berdiskusi langsung bersama instruktur expert untuk memperdalam materi.
- Exam Penyaluran Kerja: Mengikuti evaluasi untuk membantu mempersiapkan proses penyaluran kerja.
- 2,5 Bulan Praktik Magang: Mendapatkan pengalaman praktik langsung di hiring company Dibimbing.
- Graduation & Penyaluran Kerja: Mendapatkan akses penyaluran kerja ke 840+ perusahaan.
- Company Visit Eksklusif: Mendapatkan insight langsung mengenai praktik dan perkembangan terbaru di industri.
Siap Berkarier di Bidang Supply Chain?
Kalau kamu ingin memperkuat kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman melalui proyek dan praktik langsung, Bootcamp Supply Chain Management Dibimbing bisa menjadi pilihan untuk mempersiapkan kariermu.
Yuk, cek kurikulum, jadwal kelas, biaya, dan informasi pendaftarannya untuk mulai membangun karier di bidang Supply Chain Management bersama Dibimbing!
FAQ
1. Apa yang Dimaksud dengan Riset Pemasaran?
Riset pemasaran adalah proses mengumpulkan dan menganalisis data pasar untuk memahami kebutuhan konsumen. Proses ini membantu perusahaan mengambil keputusan bisnis berdasarkan informasi yang lebih relevan.
2. Apa Perbedaan Riset Pemasaran dan Market Research?
Riset pemasaran dan market research sering digunakan dalam konteks yang mirip, tetapi riset pemasaran biasanya mencakup aspek yang lebih luas. Selain pasar, prosesnya juga dapat membahas produk, harga, promosi, distribusi, dan perilaku konsumen.
3. Apa Hubungan Riset Pemasaran dengan Segmentasi Pasar?
Riset pemasaran membantu perusahaan mengidentifikasi karakteristik dan kebutuhan konsumen. Data tersebut dapat digunakan untuk membuat segmentasi pasar berdasarkan demografi, perilaku, lokasi, atau preferensi tertentu.
4. Apa Saja Metode Riset yang Bisa Digunakan?
Metode riset dapat berupa survei, wawancara, observasi, focus group discussion, hingga eksperimen. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan tujuan penelitian dan jenis data pasar yang ingin diperoleh.
5. Apa Hubungan Riset Pemasaran dengan Demand Forecasting dan Supply Chain?
Data dari riset pemasaran dapat membantu perusahaan memperkirakan pola permintaan melalui demand forecasting. Informasi tersebut kemudian dapat mendukung perencanaan stok, pengadaan, produksi, hingga distribusi dalam supply chain.
Kategori:
Penulis
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
