Perbedaan CV dan Daftar Riwayat Hidup: Contoh & Cara Buat
DITULIS OLEH
Farijihan Putri
DIREVIEW OLEH
dibimbing.id
Dibuat pada 10 Jul 2026
Diubah pada 11 Jul 2026
37
Masih bingung dengan perbedaan CV dan daftar riwayat hidup saat menyiapkan dokumen lamaran kerja? Tenang, Warga Bimbingan, kamu nggak sendirian karena masih banyak orang yang menganggap keduanya memiliki fungsi yang sama. Padahal, memahami perbedaannya akan membantu memilih dokumen yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan maupun instansi.
Selain itu, pengetahuan ini juga bermanfaat bagi kamu yang ingin berkarier sebagai HR Generalist, karena memahami dokumen rekrutmen merupakan salah satu keterampilan dasar yang dipelajari di Bootcamp Human Resources Online Dibimbing.
Nah, MinDi akan jelasin perbedaan, contoh, hingga cara membuat CV dan daftar riwayat hidup agar kamu lebih siap menghadapi proses rekrutmen.
Apa Itu CV?
Curriculum Vitae atau CV adalah dokumen yang berisi ringkasan mengenai latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, keterampilan, sertifikasi, hingga pencapaian yang dimiliki seseorang. Umumnya, CV digunakan sebagai syarat utama saat melamar pekerjaan, magang, beasiswa, maupun program profesional lainnya.
Selain itu, isi CV dapat disesuaikan dengan posisi yang sedang dilamar sehingga recruiter lebih mudah melihat kompetensi yang paling relevan. Tidak heran, banyak perusahaan lebih menyukai CV yang ringkas, terstruktur, dan mudah dipahami dalam waktu singkat.
Apa Itu Daftar Riwayat Hidup?
Daftar riwayat hidup adalah dokumen yang memuat informasi mengenai identitas diri, riwayat pendidikan, pengalaman, hingga aktivitas seseorang secara lebih lengkap dan kronologis. Dokumen ini umumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan administrasi tertentu, seperti pendaftaran instansi pemerintah, organisasi, maupun persyaratan formal lainnya.
Namun, di beberapa perusahaan, daftar riwayat hidup juga masih diminta sebagai dokumen pelengkap selain CV. Oleh sebab itu, isi daftar riwayat hidup biasanya lebih bersifat informatif dan tidak selalu disesuaikan dengan posisi yang dilamar.
Baca Juga: Kelas HR Manajemen SDM Terbaik untuk Pemula Langsung Kerja
8 Perbedaan CV dan Daftar Riwayat Hidup
Agar tidak salah menggunakan dokumen saat melamar kerja, yuk simak 8 perbedaan CV dan daftar riwayat hidup berikut ini.
1. Tujuan Penggunaan
CV umumnya digunakan untuk menunjukkan kompetensi dan pengalaman yang relevan dengan posisi yang dilamar. Sementara itu, daftar riwayat hidup lebih sering digunakan sebagai dokumen administrasi yang memuat informasi pribadi secara lengkap. Oleh karena itu, pemilihan dokumen perlu disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan atau instansi.
2. Tingkat Kelengkapan Informasi
CV hanya memuat informasi yang paling relevan dengan posisi pekerjaan sehingga isinya cenderung lebih ringkas. Sebaliknya, daftar riwayat hidup biasanya mencantumkan riwayat pendidikan, pengalaman, dan data diri secara lebih menyeluruh. Dengan demikian, daftar riwayat hidup memiliki informasi yang lebih lengkap dibandingkan CV.
3. Fleksibilitas Isi Dokumen
Salah satu perbedaan CV dan daftar riwayat hidup terletak pada fleksibilitas isinya. CV dapat disesuaikan untuk setiap lowongan pekerjaan agar lebih relevan dengan kebutuhan recruiter. Namun, daftar riwayat hidup umumnya jarang mengalami perubahan karena berisi riwayat pribadi yang bersifat tetap.
4. Cara Penyajian Informasi
CV biasanya disusun menggunakan format yang lebih modern, ringkas, dan mudah dipindai oleh recruiter.
Di sisi lain, daftar riwayat hidup lebih sering menggunakan format formal dengan urutan informasi yang kronologis. Akibatnya, tampilan CV umumnya lebih sederhana tetapi tetap fokus pada informasi penting.
5. Fokus Dokumen
Fokus utama CV adalah menunjukkan kemampuan, pengalaman, serta pencapaian yang mendukung posisi yang dilamar.
Sebaliknya, daftar riwayat hidup berfokus pada perjalanan pendidikan, pengalaman, dan identitas seseorang secara keseluruhan. Oleh sebab itu, isi kedua dokumen memiliki penekanan yang berbeda.
6. Penyesuaian dengan Kebutuhan Perusahaan
Selain isi dokumen, perbedaan CV dan daftar riwayat hidup juga terlihat dari cara penggunaannya dalam proses rekrutmen. Banyak perusahaan swasta lebih memilih CV karena lebih cepat dibaca dan memudahkan proses screening kandidat.
Sementara itu, beberapa instansi masih meminta daftar riwayat hidup sebagai bagian dari persyaratan administrasi.
7. Penggunaan dalam Proses Rekrutmen
Saat ini, sebagian besar perusahaan menggunakan CV sebagai dokumen utama dalam proses seleksi awal.
Namun, daftar riwayat hidup masih sering digunakan pada seleksi CPNS, instansi pemerintah, maupun organisasi tertentu. Oleh karena itu, penting untuk membaca kembali persyaratan lowongan sebelum mengirimkan dokumen.
8. Kemudahan Memperbarui Dokumen
CV lebih mudah diperbarui karena kamu hanya perlu menambahkan pengalaman, keterampilan, atau sertifikasi yang relevan.
Sebaliknya, daftar riwayat hidup biasanya hanya diperbarui ketika ada perubahan data pribadi, pendidikan, atau pengalaman baru. Dengan demikian, CV cenderung lebih dinamis dibandingkan daftar riwayat hidup.
Tabel Perbedaan CV dan Daftar Riwayat Hidup
Aspek | CV | Daftar Riwayat Hidup |
Tujuan | Menunjukkan kompetensi sesuai posisi yang dilamar | Menyajikan riwayat pribadi secara lengkap |
Tingkat informasi | Ringkas dan relevan | Lebih lengkap dan kronologis |
Fleksibilitas | Dapat disesuaikan dengan setiap lowongan | Cenderung tetap |
Penyajian | Modern dan mudah dipindai | Formal dan sistematis |
Fokus | Pengalaman, skill, dan pencapaian | Identitas, pendidikan, dan riwayat pribadi |
Penggunaan | Rekrutmen perusahaan swasta, startup, dan BUMN | Administrasi instansi pemerintah atau organisasi tertentu |
Proses rekrutmen | Lebih sering digunakan pada seleksi awal | Umumnya sebagai dokumen pelengkap |
Pembaruan | Lebih sering diperbarui | Diperbarui jika ada perubahan data penting |
Baca Juga: 40 Contoh Keahlian di CV yang Bikin Kamu Dipilih HRD!
Contoh CV dan Daftar Riwayat Hidup
Sebelum mulai menyusun dokumen lamaran, ada baiknya kamu mengetahui seperti apa contoh CV dan daftar riwayat hidup yang benar. Nah, MinDi akan kasih contohnya berikut ini.
Sumber: Canva
Selain CV, kamu juga perlu mengetahui bentuk daftar riwayat hidup yang baik agar tidak keliru saat membuatnya. Oleh karena itu, jadikan contoh berikut sebagai referensi sebelum menyusun dokumen sendiri.
Sumber: Canva
Bagaimana Cara Membuat CV yang Baik?
Agar recruiter lebih mudah memahami kompetensimu, pastikan CV disusun secara ringkas, relevan, dan profesional.
1. Sesuaikan dengan Posisi yang Dilamar
Pertama, sesuaikan isi CV dengan posisi yang sedang kamu lamar agar informasi yang ditampilkan lebih relevan. Dengan demikian, recruiter dapat melihat kompetensi yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
2. Tampilkan Pengalaman yang Relevan
Selanjutnya, pilih pengalaman kerja, organisasi, atau proyek yang mendukung posisi yang dilamar. Selain itu, utamakan pengalaman yang benar-benar menunjukkan kemampuanmu dibandingkan pengalaman yang kurang berkaitan.
3. Gunakan Format yang Mudah Dibaca
Gunakan tata letak yang rapi dengan ukuran huruf yang nyaman dibaca. Di sisi lain, hindari desain yang terlalu ramai agar informasi penting tetap menjadi fokus.
4. Cantumkan Pencapaian, Bukan Hanya Tugas
Jangan hanya menuliskan tanggung jawab yang pernah dilakukan. Sebaliknya, tampilkan pencapaian yang dapat menunjukkan hasil atau kontribusi nyata dari pekerjaanmu.
5. Perbarui CV secara Berkala
Terakhir, jangan lupa memperbarui CV setiap kali memiliki pengalaman, sertifikasi, atau keterampilan baru. Oleh sebab itu, CV akan selalu siap digunakan ketika ada peluang karier yang menarik.
Baca Juga: Contoh CV ATS Magang Human Resources (Gratis Template)
Bagaimana Cara Membuat Daftar Riwayat Hidup?
Meskipun formatnya lebih sederhana, daftar riwayat hidup tetap perlu disusun secara sistematis agar mudah dipahami oleh pembaca.
1. Tulis Data Diri secara Lengkap
Pastikan seluruh identitas diri ditulis dengan benar dan menggunakan data terbaru. Selain itu, cantumkan informasi kontak yang aktif agar mudah dihubungi.
2. Susun Riwayat Pendidikan secara Kronologis
Kemudian, urutkan riwayat pendidikan berdasarkan jenjang atau tahun yang paling mudah dipahami. Dengan begitu, pembaca dapat melihat perjalanan pendidikan secara runtut.
3. Cantumkan Pengalaman Organisasi atau Kerja
Apabila memiliki pengalaman organisasi maupun pekerjaan, jangan ragu untuk mencantumkannya. Bahkan, pengalaman tersebut dapat menunjukkan kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, maupun tanggung jawab.
4. Gunakan Bahasa yang Jelas dan Formal
Gunakan kalimat yang ringkas, jelas, dan mudah dipahami. Namun, tetap gunakan bahasa yang formal agar dokumen terlihat profesional.
5. Periksa Kembali Sebelum Dikirim
Sebelum mengirim dokumen, lakukan pengecekan ulang terhadap seluruh isi daftar riwayat hidup. Dengan demikian, kamu dapat meminimalkan kesalahan penulisan maupun informasi yang terlewat.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Membuat CV dan Daftar Riwayat Hidup
Setelah memahami perbedaan CV dan daftar riwayat hidup, pastikan kamu juga menghindari beberapa kesalahan berikut agar dokumen lamaran terlihat lebih profesional.
- Menggunakan data yang sudah tidak diperbarui.
- Salah memilih dokumen sesuai permintaan perusahaan.
- Menuliskan informasi yang tidak relevan dengan posisi yang dilamar.
- Terlalu banyak kesalahan penulisan (typo).
- Menggunakan desain yang terlalu ramai sehingga sulit dibaca.
- Tidak mencantumkan pencapaian atau keterampilan yang relevan.
- Mengirim dokumen tanpa melakukan pengecekan ulang.
Kapan Sebaiknya Menggunakan CV dan Kapan Menggunakan Daftar Riwayat Hidup?
Pemilihan dokumen sebaiknya disesuaikan dengan persyaratan yang diminta oleh perusahaan maupun instansi. Oleh karena itu, selalu baca informasi lowongan dengan teliti sebelum mengirimkan dokumen lamaran.
- Gunakan CV saat melamar ke perusahaan swasta, startup, BUMN, atau melalui platform rekrutmen online.
- Gunakan daftar riwayat hidup jika diminta oleh instansi pemerintah, sekolah, organisasi, atau lembaga tertentu.
- Jika perusahaan meminta CV dan daftar riwayat hidup, kirimkan keduanya sesuai format yang diminta.
- Pastikan dokumen selalu diperbarui agar informasi yang diberikan tetap akurat dan relevan.
Baca Juga: Harga Job Connect Bootcamp Plus Human Resource
Mengapa Memahami Dokumen Lamaran Penting bagi Calon HR?
Memahami dokumen lamaran bukan hanya bermanfaat bagi pencari kerja, tetapi juga menjadi bekal penting bagi calon praktisi Human Resources. Dalam proses rekrutmen, HR perlu mengetahui fungsi setiap dokumen agar proses screening, administrasi, hingga komunikasi dengan kandidat berjalan lebih efektif.
Kalau Warga Bimbingan tertarik menjadi HR Generalist, kemampuan memahami dokumen lamaran hanyalah salah satu keterampilan dasar yang perlu dikuasai. Melalui Bootcamp Human Resources Online Dibimbing, kamu juga akan mempelajari berbagai materi yang dibutuhkan di dunia kerja, seperti:
- Recruitment & Talent Acquisition
- HR Administration
- Compensation & Benefit
- Payroll Management
- Performance Management
- Employee Relations
- HRIS (Human Resource Information System)
- Employment Law
- People Analytics
- Final Project
- Career Preparation
Kesimpulan
Memahami perbedaan CV dan daftar riwayat hidup akan membantumu memilih dokumen yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan maupun instansi. Selain itu, menyusun kedua dokumen secara tepat juga dapat meningkatkan kesan profesional saat proses rekrutmen.
Upgrade Skill sebagai HR Generalist di Bootcamp Human Resources Terbaik dari Dibimbing!
Kalau kamu ingin berkarier sebagai HR Generalist, memahami dokumen lamaran hanyalah salah satu langkah awal. Melalui Bootcamp Human Resources Online Dibimbing, kamu akan belajar langsung dari mentor profesional dengan kurikulum yang dirancang sesuai kebutuhan industri.
Benefit yang akan kamu dapatkan antara lain:
- 35+ Live Class interaktif bersama mentor profesional.
- 20+ Assignment & Real Case Project untuk membangun portofolio.
- Assessment & Sertifikasi sebagai bukti kompetensi.
- 1-on-1 Unlimited Personalized Session bersama instruktur expert.
- Pendampingan fasilitator dan mentor selama proses belajar.
- Program magang selama 12 minggu sebagai HR di perusahaan nyata.
- Program graduation dan penyaluran kerja ke 1.100+ perusahaan.
- Jaminan Sertifikasi BNSP untuk meningkatkan kredibilitas profesional.
- Sesi presentasi dan tugas kolaboratif untuk mengasah kemampuan komunikasi dan kerja sama.
- Terbukti 96% alumni telah berhasil berkarier di berbagai perusahaan.
Masih bingung menentukan jalur karier di bidang HR? Atau ingin tahu bagaimana proses penyaluran kerja dan praktek magang? Yuk, konsultasi gratis bersama tim Dibimbing sekarang!
FAQ
1. Apakah CV dan daftar riwayat hidup boleh dikirim bersamaan?
Boleh, selama perusahaan atau instansi memang memintanya. Namun, jika lowongan hanya meminta salah satu dokumen, sebaiknya kirim sesuai persyaratan agar proses seleksi berjalan lebih efektif.
2. Mana yang lebih sering digunakan saat melamar kerja, CV atau daftar riwayat hidup?
Saat ini, CV lebih sering digunakan dalam proses rekrutmen di perusahaan swasta, startup, maupun BUMN. Sementara itu, daftar riwayat hidup umumnya masih digunakan untuk keperluan administrasi tertentu, seperti seleksi instansi pemerintah atau organisasi.
3. Seberapa sering CV perlu diperbarui?
Sebaiknya perbarui CV setiap kali kamu memiliki pengalaman kerja baru, sertifikasi, proyek, atau pencapaian yang relevan. Dengan begitu, CV selalu siap digunakan saat ada peluang karier yang sesuai.
Kategori:
Penulis
Farijihan is a passionate Content Writer with 3 years of experience in crafting compelling content, optimizing for SEO, and developing creative strategies for various brands and industries.
Reviewer
Ditulis oleh tim diimbing.id, platform pembelajaran dan persiapan karir digital terkemuka di Indonesia. Mendapatkan penghargaan Startup Terpilih oleh Kominfo tahun 2021 dan telah mendapat akreditasi oleh KemdikbudRistek sebagai penyelenggara pendidikan. Beberapa referensi terpercaya: Media Indonesia, Dailysocial, Suara.com, Liputan6, Times Indonesia, Tribunnews, dan sebagainya.
