Dibimbing - Lead Time Adalah: Manfaat, Jenis, hingga Cara Menghitungnya
Blog
Supply Chain Management

Lead Time Adalah: Manfaat, Jenis, hingga Cara Menghitungnya

Author

DITULIS OLEH 

Farijihan Putri

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 13 Agt 2026

Diubah pada 13 Agt 2026

11

Image Thumbnail

Lead time adalah salah satu indikator penting yang menentukan seberapa cepat suatu produk dapat sampai ke tangan pelanggan. 

MinDi sudah menyiapkan pembahasan lengkap supaya Warga Bimbingan lebih mudah memahami konsep, jenis, hingga cara menghitung lead time dalam proses bisnis. 

Nah, pengelolaan lead time yang baik juga menjadi salah satu keterampilan penting di bidang supply chain dan logistik. 

Kamu juga bisa belajar supply chain dari nol dan dapat benefit penyaluran kerja di Bootcamp Supply Chain Management Dibimbing bagi kamu yang ingin berkarier di bidang tersebut.


Apa Itu Lead Time?

Secara sederhana, lead time adalah waktu yang dibutuhkan sejak proses pemesanan dilakukan hingga produk diterima oleh pelanggan atau siap digunakan dalam proses produksi. Rentang waktu tersebut mencakup berbagai aktivitas, mulai dari pemesanan bahan baku, produksi, pengemasan, hingga distribusi.

Selain itu, waktu tunggu tersebut sering dijadikan acuan perusahaan untuk mengukur efisiensi operasional. Semakin singkat waktu yang dibutuhkan, semakin cepat pula perusahaan memenuhi permintaan pelanggan.

Namun, lead time bukan sekadar soal kecepatan pengiriman. Pengelolaan waktu yang tepat juga membantu perusahaan merencanakan produksi, mengendalikan persediaan, dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Baca Juga: Berapa Biaya Bootcamp Supply Chain Management?


Mengapa Lead Time Penting?

Waktu tunggu yang terlalu panjang dapat menghambat proses operasional dan mempengaruhi pengalaman pelanggan. Sebaliknya, lead time yang efisien membantu perusahaan bekerja lebih cepat tanpa mengorbankan kualitas produk maupun layanan.


1. Menjaga Kelancaran Operasional

Lead time membantu perusahaan mengatur jadwal produksi, pengadaan bahan baku, hingga distribusi barang secara lebih terencana. Akibatnya, proses bisnis dapat berjalan lebih lancar dan risiko keterlambatan pengiriman dapat diminimalkan.


2. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Pelanggan tentu berharap pesanan diterima tepat waktu. Selain itu, lead time yang konsisten juga meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan sehingga peluang pembelian ulang menjadi lebih besar.


3. Mendukung Kinerja Supply Chain

Menariknya, penelitian Kimwaki (2024) menunjukkan adanya strategi manajemen lead time, seperti kolaborasi dengan pemasok, otomatisasi proses, dan pengelolaan transportasi yang efisien, memberikan dampak positif terhadap kinerja supply chain

Praktik tersebut terbukti membantu mengurangi waktu tunggu, meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus memperbaiki performa rantai pasok secara keseluruhan.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa waktu tunggu tidak hanya mempengaruhi kecepatan pengiriman, tetapi juga menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing perusahaan.


Manfaat Lead Time bagi Perusahaan

Pengelolaan lead time yang baik memberikan berbagai keuntungan, baik dari sisi operasional maupun bisnis secara keseluruhan.


1. Mempercepat Proses Produksi

Lead time yang terkendali membantu perusahaan menyusun jadwal produksi secara lebih efektif. Selain itu, koordinasi antarbagian menjadi lebih mudah sehingga potensi keterlambatan dapat dikurangi.


2. Mengurangi Biaya Operasional

Proses yang lebih efisien membuat perusahaan dapat menekan biaya penyimpanan, transportasi, maupun aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah.


3. Meningkatkan Perencanaan Persediaan

Lead time menjadi salah satu acuan dalam menentukan kapan perusahaan perlu melakukan pemesanan bahan baku atau produk. Akibatnya, risiko kehabisan maupun kelebihan stok dapat diminimalkan.


4. Mendukung Pengambilan Keputusan

Data lead time membantu perusahaan mengevaluasi performa pemasok, proses produksi, hingga distribusi. Selanjutnya, informasi tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Baca Juga: Dari Bootcamp ke MT Logistik, Ini Cerita Kak Dwiki


Jenis-Jenis Lead Time

jenis-jenis-lead-time

Sumber: Magnific

Setiap perusahaan memiliki proses operasional yang berbeda sehingga jenis lead time yang digunakan pun dapat bervariasi. Nah, berikut jenis lead time yang paling umum diterapkan.


1. Customer Lead Time

Customer lead time adalah waktu yang dibutuhkan sejak pelanggan melakukan pemesanan hingga produk diterima. Jenis lead time ini menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan. 

Semakin singkat customer lead time, semakin besar peluang perusahaan memberikan pengalaman berbelanja yang lebih baik.

Contoh customer lead time meliputi:

  1. Waktu konfirmasi pesanan
  2. Proses pengemasan barang
  3. Waktu pengiriman ke pelanggan


2. Manufacturing Lead Time

Manufacturing lead time merupakan total waktu yang diperlukan untuk menghasilkan suatu produk, mulai dari persiapan bahan baku hingga barang selesai diproduksi. Lead time ini membantu perusahaan menyusun jadwal produksi agar lebih efisien dan sesuai target.

Selain itu, evaluasi manufacturing lead time dapat membantu mengidentifikasi hambatan selama proses produksi.

Tahapan manufacturing lead time meliputi:

  1. Persiapan bahan baku
  2. Proses produksi
  3. Quality control sebelum produk dikirim


3. Procurement Lead Time

Procurement lead time adalah waktu yang dibutuhkan sejak perusahaan melakukan pemesanan bahan baku kepada pemasok hingga barang diterima di gudang.

Durasi procurement lead time dipengaruhi oleh ketersediaan stok pemasok, proses administrasi, serta pengiriman. Akibatnya, perusahaan perlu menjalin koordinasi yang baik dengan pemasok agar proses pengadaan berjalan lancar.

Faktor yang mempengaruhi procurement lead time antara lain:

  1. Kinerja pemasok
  2. Proses pembelian
  3. Jarak dan metode pengiriman


4. Delivery Lead Time

Delivery lead time mengacu pada waktu yang diperlukan untuk mengirim produk dari gudang hingga sampai ke pelanggan. Lead time ini sering menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan pengalaman pelanggan saat menerima pesanan.

Selain itu, perusahaan dapat mempersingkat delivery lead time melalui optimasi rute distribusi dan kerja sama dengan layanan logistik yang andal.

Beberapa faktor yang mempengaruhi delivery lead time yaitu:

  1. Jarak pengiriman
  2. Kondisi transportasi
  3. Proses distribusi dan kurir

Baca Juga: Kursus Manajemen Logistik Online Terbaik, Bantu Siap Kerja


Faktor yang Mempengaruhi Lead Time

Durasi lead time tidak selalu sama pada setiap perusahaan. Beberapa faktor berikut dapat mempengaruhi lamanya proses tersebut.


1. Kapasitas Produksi

Kapasitas produksi yang terbatas dapat memperpanjang waktu penyelesaian pesanan, terutama ketika permintaan meningkat.


2. Kinerja Pemasok

Selain itu, keterlambatan pemasok dalam mengirim bahan baku juga akan berdampak pada proses produksi secara keseluruhan.


3. Proses Distribusi

Kondisi transportasi, jarak pengiriman, maupun hambatan logistik menjadi faktor lain yang mempengaruhi lead time.


4. Pemanfaatan Teknologi

Perusahaan yang menggunakan sistem digital biasanya mampu memantau proses secara real-time sehingga pengambilan keputusan menjadi lebih cepat. Nah, kemampuan tersebut juga banyak dipelajari dalam kursus supply chain management untuk meningkatkan efisiensi operasional.


Cara Menghitung Lead Time

Setelah memahami pengertiannya, Warga Bimbingan juga perlu mengetahui cara menghitung lead time agar lebih mudah mengelola proses operasional. Nah, perhitungan ini membantu perusahaan memperkirakan kapan produk dapat diproduksi maupun dikirim kepada pelanggan.

Secara umum, rumus cara menghitung lead time adalah:

Lead Time = Waktu Penyelesaian − Waktu Pemesanan

Sebagai contoh, perusahaan menerima pesanan pada 1 Agustus dan produk selesai dikirim pada 8 Agustus. Artinya, lead time yang dibutuhkan adalah 7 hari.

Selain itu, beberapa perusahaan juga memecah perhitungan lead time menjadi beberapa tahap, seperti waktu pengadaan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi. Cara tersebut membuat proses evaluasi menjadi lebih akurat apabila terjadi keterlambatan.

Baca Juga: Mahasiswa Teknik Industri Ini Sukses Magang Supply Chain di GMF AeroAsia


Cara Mengurangi Lead Time

Mengurangi lead time bukan berarti mempercepat proses tanpa perencanaan. Sebaliknya, perusahaan perlu mengidentifikasi aktivitas yang masih kurang efisien agar setiap tahapan dapat berjalan lebih optimal.


1. Perkuat Kolaborasi dengan Pemasok

Hubungan yang baik dengan pemasok membantu perusahaan memperoleh bahan baku tepat waktu. Selain itu, komunikasi yang lebih efektif juga meminimalkan kesalahan selama proses pengadaan.


2. Gunakan Sistem Otomatis

Penerapan teknologi mampu mempercepat pencatatan, pemantauan stok, hingga proses administrasi. Akibatnya, pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual dapat diselesaikan dengan lebih efisien.


3. Evaluasi Proses Secara Berkala

Setiap proses operasional perlu dievaluasi untuk mengetahui penyebab keterlambatan. Selanjutnya, perusahaan dapat menentukan langkah perbaikan berdasarkan data, bukan sekadar asumsi.

Menariknya, penelitian Ivanov (2024) memperkenalkan konsep lead time sensitivity, yaitu besarnya pengaruh perubahan lead time terhadap ketersediaan produk dalam rantai pasok.

Hasil penelitiannya menunjukkan peningkatan lead time dapat menurunkan tingkat pemenuhan permintaan (demand fulfilment) sekaligus meningkatkan risiko kekurangan stok saat terjadi gangguan. 

Bahkan, penelitian tersebut menegaskan bahwa pengelolaan lead time adalah salah satu faktor penting dalam membangun supply chain resilience atau ketahanan rantai pasok.


Bagaimana Hubungan Lead Time dengan Supply Chain?

Pengelolaan lead time adalah salah satu aspek penting dalam supply chain management. Semakin singkat dan konsisten lead time, semakin mudah perusahaan mengatur produksi, persediaan, hingga distribusi barang.

Di samping itu, lead time yang stabil membantu perusahaan merespons perubahan permintaan pasar dengan lebih cepat. 

Nah, kemampuan tersebut menjadi salah satu kompetensi yang banyak dicari perusahaan pada bidang logistik dan supply chain, termasuk melalui program bootcamp penyaluran kerja yang menggabungkan pembelajaran praktis dengan persiapan karier.


Kesimpulan

Lead time adalah indikator penting yang membantu perusahaan mengukur efisiensi proses mulai dari pemesanan hingga produk diterima pelanggan. Pengelolaan lead time yang optimal juga mendukung kelancaran operasional, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan memperkuat kinerja supply chain.

Baca Juga: Kesempatan Supply Chain Manager Intern via Bootcamp Dibimbing


Rekomendasi Bootcamp Supply Chain Management Terbaik dengan Penyaluran Kerja

Ingin memahami supply chain, logistik, inventory, hingga pengelolaan lead time langsung dari praktisi industri? Bootcamp Supply Chain Management Dibimbing siap membantu kamu menguasai skill yang dibutuhkan perusahaan sekaligus mempersiapkan karier di bidang supply chain.

Benefit yang bisa kamu dapatkan:

  1. 40+ Live Class bersama praktisi ahli
  2. Exam penyaluran kerja untuk persiapan karier
  3. 9+ Project & Final Project untuk portfolio building
  4. Praktik magang 2,5 bulan di hiring company dibimbing.id
  5. Pendampingan fasilitator & mentor yang tersedia 24/7
  6. Program graduation & penyaluran kerja ke 1.100+ perusahaan
  7. Konsultasi 1-on-1 tanpa batas bersama instruktur expert
  8. Company Visit eksklusif untuk insight industri terkini

Masih punya pertanyaan seputar proses membangun portofolio selama bootcamp atau program penyaluran kerja setelah lulus? Yuk, konsultasi Bootcamp Supply Chain Management Dibimbing yang siap #BimbingSampeJadi impianmu!


FAQ

1. Contoh lead time adalah?

Contoh lead time adalah waktu yang dibutuhkan sejak perusahaan memesan bahan baku hingga bahan tersebut diterima di gudang. Misalnya, pemasok membutuhkan 7 hari untuk mengirim barang, maka lead time pengadaannya adalah 7 hari.

2. Apa bedanya lead time dan cycle time?

Lead time mengukur seluruh waktu sejak permintaan dibuat hingga proses selesai diterima pelanggan. Sementara itu, cycle time hanya menghitung waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proses produksi atau pengerjaan suatu aktivitas.

3. Kenapa harus menghitung lead time?

Menghitung lead time membantu perusahaan merencanakan produksi, mengelola persediaan, memperkirakan waktu pengiriman, serta meningkatkan efisiensi operasional sehingga risiko keterlambatan dapat diminimalkan.


Referensi

  1. Supply Chain Performance in the Manufacturing Sector: The Role of Lead-Time Management Strategies [Buka]
  2. Lead time sensitivity of product availability in supply chain resilience analysis [Buka]

Share:

Penulis

Penulis Image

Farijihan Putri

Farijihan is a passionate Content Writer with 3 years of experience in crafting compelling content, optimizing for SEO, and developing creative strategies for various brands and industries.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!