Dibimbing - Dekarbonisasi Adalah: Pengertian, Strategi, dan Penerapannya
Blog
ESG

Dekarbonisasi Adalah: Pengertian, Strategi, dan Penerapannya

Author

DITULIS OLEH 

Farijihan Putri

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 17 Sep 2026

Diubah pada 29 Sep 2026

43

Image Thumbnail

Dekarbonisasi adalah proses untuk mengurangi atau menghilangkan emisi karbon dan gas rumah kaca dari berbagai aktivitas. Penerapannya semakin dekat dengan dunia bisnis, mulai dari penggunaan energi, proses produksi, sampai rantai pasok. 

Buat Warga Bimbingan yang ingin berkarier di bidang sustainability, memahami konsep ini juga penting, termasuk lewat bootcamp ESG dengan penyaluran kerja. Lantas, seperti apa strategi dekarbonisasi dan penerapannya di perusahaan? Yuk, simak bareng MinDi!


Apa Itu Dekarbonisasi?

Dekarbonisasi adalah upaya sistematis untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, terutama karbon dioksida (COâ‚‚), dari aktivitas ekonomi dan operasional. 

Caranya bisa berupa efisiensi energi, elektrifikasi, penggunaan energi rendah karbon, sampai perubahan proses bisnis. Emisi yang sulit dihilangkan juga perlu dikelola dengan teknologi atau mekanisme tertentu. 

Jadi, apa itu dekarbonisasi bukan sekadar mengganti bahan bakar, tetapi bagian dari transformasi bisnis jangka panjang.


Mengapa Dekarbonisasi Semakin Penting?

Perubahan iklim membuat perusahaan perlu lebih serius mengelola emisi sekaligus melihat dampaknya terhadap bisnis. Di sisi lain, pengurangan emisi karbon juga bisa mendorong efisiensi energi dan inovasi operasional.

  1. Mengurangi dampak perubahan iklim
  2. Mengurangi ketergantungan pada energi fosil
  3. Meningkatkan efisiensi operasional
  4. Mendorong inovasi teknologi
  5. Mendukung target net zero
  6. Menjawab tuntutan stakeholder

Baca Juga: Panduan Sukses Switch Career ke ESG: Skill & Cara Belajar


7 Strategi Dekarbonisasi yang Bisa Diterapkan Perusahaan

strategi-dekarbonisasi-yang-bisa-diterapkan-perusahaan

Sumber: Pexels

Strateginya bisa berbeda di tiap perusahaan, tergantung sumber emisi, sektor industri, dan kondisi operasionalnya. Nah, kamu bisa coba terapkan 7 strategi di bawah ini!


1. Meningkatkan Efisiensi Energi

Perusahaan bisa mulai dengan mengecek konsumsi energi pada mesin, HVAC, pencahayaan, gedung, dan kendaraan operasional.

Setelah itu, sistem monitoring dapat digunakan untuk menemukan pemborosan dan menentukan aset yang perlu dioptimalkan. Langkah sederhana seperti mengganti peralatan boros energi juga bisa membantu menekan konsumsi sekaligus biaya operasional.


2. Melakukan Elektrifikasi

Elektrifikasi berarti mengganti proses berbahan bakar fosil dengan sistem berbasis listrik jika memang memungkinkan.

Contohnya dapat berupa kendaraan listrik atau peralatan operasional yang sebelumnya menggunakan bahan bakar konvensional. Namun, perusahaan tetap perlu melihat sumber listriknya agar manfaat pengurangan emisinya lebih optimal.


3. Beralih ke Energi Rendah Karbon

Penggunaan energi surya, angin, hidro, atau sumber rendah karbon lainnya dapat membantu menurunkan ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Perusahaan bisa memulainya dengan memetakan kebutuhan energi dan melihat sumber energi yang paling realistis untuk diterapkan. Selanjutnya, transisi dapat dilakukan bertahap tanpa mengganggu aktivitas utama bisnis.


4. Mengurangi Emisi Scope 3

Emisi perusahaan juga bisa berasal dari pemasok, distribusi, penggunaan produk, dan aktivitas lain di sepanjang rantai nilai.

Perusahaan dapat memetakan supplier dengan kontribusi emisi besar, lalu membuat standar pengadaan atau target bersama. Kolaborasi seperti ini penting karena Scope 3 sering berada di luar kontrol langsung perusahaan.


5. Mengembangkan Teknologi dan Proses Rendah Karbon

Teknologi dapat membantu mengubah proses yang menghasilkan emisi tinggi menjadi lebih efisien. Contohnya mencakup kendaraan listrik, energy storage, teknologi produksi yang lebih bersih, dan sistem monitoring energi.

Sebelum berinvestasi, perusahaan perlu melihat biaya, kesiapan teknologi, dan dampaknya terhadap emisi.


6. Mengubah Desain Operasi dan Supply Chain

Dekarbonisasi tidak cuma soal listrik dan mesin. Perusahaan juga bisa mengevaluasi procurement, material, packaging, rute logistik, hingga lokasi fasilitas untuk menemukan proses yang lebih efisien. 

Dengan begitu, pengurangan emisi karbon masuk ke keputusan bisnis sehari-hari, bukan hanya menjadi tugas tim sustainability.


7. Mengelola Emisi Residual

Sebagian emisi mungkin tetap sulit dihilangkan meskipun berbagai upaya sudah dilakukan. Untuk kondisi tersebut, perusahaan dapat mempertimbangkan carbon capture atau carbon removal sesuai kebutuhan dan kelayakannya.

Meski begitu, solusi ini sebaiknya digunakan untuk emisi yang benar-benar sulit dihindari, bukan menggantikan upaya pengurangan emisi langsung.

Baca Juga: Contoh Portofolio Student Bootcamp ESG & Sustainability Management Dibimbing


Dekarbonisasi vs Net Zero: Apa Bedanya?

Keduanya memang sering disebut bersamaan, tetapi konsepnya berbeda. Dekarbonisasi adalah proses untuk menurunkan emisi, sedangkan net zero berfokus pada keseimbangan antara emisi yang dilepaskan dan emisi yang dihilangkan.

Aspek

Dekarbonisasi

Net Zero

Fokus

Mengurangi emisi

Menyeimbangkan emisi

Proses

Efisiensi, elektrifikasi, energi rendah karbon

Pengurangan + penanganan emisi residual

Posisi

Bagian dari perjalanan

Target kondisi akhir

Contoh

Menggunakan energi terbarukan

Mengurangi emisi lalu menangani emisi tersisa


Apa Peran ESG dalam Strategi Dekarbonisasi?

Dekarbonisasi paling dekat dengan aspek Environmental, tetapi penerapannya tetap membutuhkan dukungan Social dan Governance. Perusahaan perlu punya data, target, pembagian tanggung jawab, dan pelaporan yang jelas agar strategi tidak berhenti sebagai komitmen.

  1. Environmental: Mengelola emisi, energi, dan sumber daya
  2. Social: Memperhatikan dampak transisi terhadap pekerja dan masyarakat
  3. Governance: Menetapkan target, mengelola data, dan memastikan transparansi
  4. ESG reporting: Memantau serta melaporkan perkembangan secara konsisten


Contoh Penerapan Dekarbonisasi dalam Bisnis

Setiap industri punya sumber emisi yang berbeda, sehingga strategi yang diterapkan juga tidak bisa disamaratakan.


1. Manufaktur

Perusahaan dapat memulai dari audit energi pada mesin, HVAC, dan fasilitas produksi. Proses yang memungkinkan bisa dielektrifikasi dan sumber listriknya dialihkan ke energi rendah karbon. Material serta desain produksi juga dapat dievaluasi untuk mengurangi penggunaan energi dan limbah.


2. Transportasi dan Logistik

Efisiensi rute, pengurangan perjalanan kosong, dan monitoring konsumsi bahan bakar bisa menjadi langkah awal.

Untuk kebutuhan tertentu, perusahaan dapat mulai menggunakan kendaraan listrik atau armada dengan emisi lebih rendah. Data perjalanan kemudian dapat dipakai untuk menentukan armada dan rute yang perlu dioptimalkan.


3. Perbankan dan Jasa Keuangan

Sektor keuangan tidak hanya perlu melihat emisi dari operasional kantor. Perusahaan juga dapat mempertimbangkan dampak emisi dari portofolio pembiayaan dan investasi. Dengan begitu, aspek keberlanjutan bisa masuk ke kebijakan pembiayaan dan manajemen risiko.


4. Pertambangan

Efisiensi alat berat dan kendaraan operasional menjadi salah satu area yang dapat diperhatikan. 

Perusahaan selanjutnya bisa mengevaluasi teknologi rendah karbon sesuai kondisi tambang dan infrastrukturnya. Data emisi operasional juga perlu dicatat secara konsisten untuk melihat progres target.


5. Perusahaan Digital

Perusahaan digital dapat melihat konsumsi energi data center, perangkat kerja, dan infrastruktur teknologi.

Penggunaan energi terbarukan serta optimalisasi sistem pendingin dan server dapat membantu mengurangi konsumsi energi. Selain itu, umur perangkat bisa diperpanjang untuk mengurangi limbah elektronik.

Baca Juga: Bootcamp ESG vs Belajar Mandiri: Mana Lebih Worth It?


Kesimpulan

Dekarbonisasi adalah proses untuk menurunkan emisi melalui efisiensi, perubahan energi, teknologi, dan transformasi operasional. Supaya hasilnya nyata, perusahaan membutuhkan data, target, strategi yang terukur, dan keterlibatan berbagai fungsi bisnis.


Rekomendasi Bootcamp ESG & Sustainability Management Terbaik di Indonesia

Kebutuhan dekarbonisasi juga membuka peluang karier bagi profesional yang memahami ESG, sustainability, dan strategi keberlanjutan. Buat kamu yang ingin membangun kompetensi di bidang tersebut, Bootcamp ESG & Sustainability Management Dibimbing bisa jadi pilihan untuk belajar secara lebih terarah.

Benefit Kursus ESG & Sustainability Management Dibimbing

  1. 40+ Live Class bersama praktisi ahli
  2. 20+ Weekly Assignment untuk portfolio building
  3. Case study dari berbagai industri
  4. Pendampingan fasilitator dan mentor 24/7
  5. Konsultasi 1-on-1 tanpa batas
  6. Final project dan exam untuk persiapan karier
  7. Program graduation & penyaluran kerja ke 1.100+ perusahaan
  8. Career Preparation Service: Review CV, LinkedIn, dan Career Class
  9. Komunitas expert ESG & Sustainability Management

Masih bingung soal penyaluran kerja dan jadwal kelas? Konsultasi Bootcamp ESG bersama tim Dibimbing yang pasti #BimbingSampeJadi karier impianmu!


FAQ

1. Bagaimana perusahaan mengukur keberhasilan dekarbonisasi?

Perusahaan dapat membandingkan emisi aktual dengan baseline dan target yang sudah ditentukan. Pengukurannya bisa mencakup total emisi, intensitas emisi, dan konsumsi energi.

2. Dari Mana Emisi Perusahaan Berasal?

Emisi dapat berasal dari operasional langsung, energi yang dibeli, serta aktivitas di sepanjang rantai nilai. Karena itu, perusahaan perlu melihat Scope 1, Scope 2, dan Scope 3.

3. Bagaimana cara mengukur keberhasilan dekarbonisasi?

Tentukan baseline, tetapkan target, lalu pantau perubahan emisi secara berkala. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan target untuk melihat apakah strategi yang dijalankan efektif.

Kategori:

ESG

Share:

Penulis

Penulis Image

Farijihan Putri

Farijihan Putri adalah SEO Content Writer dengan pengalaman 4+ tahun menulis dan mengoptimalkan konten untuk berbagai topik. Di Dibimbing, ia mengolah beragam insight seputar karier dan industri, mulai dari digital marketing, HR, data, finance, business, hingga technology. Melalui tulisannya, Jihan membantu pembaca memahami skill yang dibutuhkan di dunia kerja serta menemukan informasi yang relevan untuk mendukung perkembangan karier mereka.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!