Dibimbing - Botnet Adalah: Arti, Cara Kerja, Jenis, dan Pencegahan
Blog
Cyber Security

Botnet Adalah: Arti, Cara Kerja, Jenis, dan Pencegahan

Author

DITULIS OLEH 

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 3 Agt 2026

Diubah pada 24 Agt 2026

61

Image Thumbnail

Botnet adalah jaringan perangkat yang terinfeksi malware dan dikendalikan penyerang tanpa diketahui pemiliknya. Perangkat ini bisa berupa komputer, ponsel, router, hingga perangkat IoT.

Ancaman botnet cukup serius, lho. Cloudflare mencatat 71% serangan HTTP DDoS pada kuartal II 2025 berasal dari botnet yang telah dikenal.

Selain itu, FBI memperingatkan bahwa BADBOX 2.0 telah menginfeksi jutaan perangkat. Perangkat tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas kejahatan siber.

Yuk, baca sampai akhir untuk memahami cara kerja, jenis, dampak, dan cara mencegah botnet! Kamu juga bisa mempelajari keamanan jaringan secara praktis melalui Bootcamp Cyber Security Dibimbing.

Baca Juga: 10 Serangan Siber di Indonesia yang Perlu Kamu Ketahui


Apa Itu Botnet?

Botnet adalah gabungan dari kata robot dan network. Istilah ini merujuk pada sekumpulan perangkat yang telah disusupi malware, kemudian dikendalikan oleh seseorang atau kelompok yang disebut botmaster maupun bot herder.

Setiap perangkat yang sudah dikuasai disebut sebagai bot atau zombie. Meskipun tetap dapat digunakan seperti biasa, perangkat tersebut dapat menjalankan perintah tersembunyi tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Menurut Cloudflare, botnet dapat digunakan untuk mengirim spam, mencuri data, melakukan penipuan klik iklan, menyebarkan ransomware, serta menjalankan serangan DDoS. Skala serangannya semakin besar ketika jumlah perangkat yang dikuasai terus bertambah.


Bagaimana Cara Kerja Botnet?

Cara kerja botnet dimulai ketika penyerang menyebarkan malware untuk mengambil alih perangkat korban. Setelah terinfeksi, perangkat akan terhubung dengan infrastruktur kendali penyerang dan menunggu instruksi berikutnya.

Secara umum, proses pembentukan dan penggunaan botnet terdiri dari beberapa tahapan berikut.


1. Penyerang Menyiapkan Malware

Penyerang terlebih dahulu membuat atau memperoleh malware yang mampu mengendalikan perangkat dari jarak jauh. Program ini biasanya dirancang agar dapat berjalan secara tersembunyi sehingga tidak mudah diketahui pemilik perangkat.

Malware juga bisa memiliki kemampuan tambahan, seperti mencuri kredensial, merekam aktivitas pengguna, atau mencari perangkat lain yang masih rentan.


2. Malware Disebarkan kepada Korban

Penyebaran dapat dilakukan melalui email phishing, aplikasi palsu, situs berbahaya, lampiran dokumen, atau eksploitasi celah keamanan. Perangkat IoT dengan kata sandi bawaan yang belum diganti juga menjadi sasaran menarik bagi pelaku.

Korban mungkin diminta membuka tautan, mengunduh berkas, atau memasang aplikasi yang tampak normal. Setelah itu, program berbahaya akan aktif di belakang layar.


3. Perangkat Terhubung ke Command and Control

Perangkat yang berhasil dikuasai akan terhubung ke sistem command and control atau C&C. Infrastruktur ini berfungsi sebagai pusat komunikasi yang digunakan botmaster untuk mengirimkan perintah kepada seluruh perangkat.

Komunikasi tersebut dapat berlangsung melalui protokol web, jaringan peer-to-peer, atau saluran lain yang telah ditentukan pelaku. Perangkat kemudian berada dalam kondisi siap menerima instruksi.


4. Botmaster Mengirimkan Perintah

Penyerang dapat memerintahkan seluruh bot untuk melakukan aktivitas secara bersamaan. Misalnya, ribuan perangkat diminta mengakses satu situs pada waktu yang sama hingga server tidak mampu menangani lalu lintas tersebut.

Karena permintaan berasal dari banyak alamat IP, serangan menjadi lebih sulit diblokir daripada serangan dari satu perangkat.


5. Botnet Dipertahankan dan Diperluas

Pelaku biasanya terus mencari perangkat baru agar jaringan botnet semakin besar. Botnet juga dapat diperbarui dengan modul tambahan atau dipindahkan ke server kendali lain agar tidak mudah dilumpuhkan.

Dalam beberapa kasus, akses ke botnet bahkan disewakan kepada pelaku kejahatan lain. Model ini memungkinkan seseorang melancarkan serangan tanpa membangun jaringan perangkat terinfeksi sendiri.


Apa Saja Jenis-Jenis Botnet?

apa-saja-jenis-jenis-botnet

Sumber: Desain oleh Dibimbing

Botnet dapat dibedakan berdasarkan bentuk infrastruktur kendali dan perangkat yang menjadi targetnya. Berikut beberapa jenis botnet yang perlu kamu pahami.


1. Botnet Terpusat

Botnet terpusat menggunakan satu atau beberapa server C&C sebagai pusat pemberian perintah. Seluruh perangkat yang terinfeksi terhubung ke server tersebut untuk menerima instruksi.

Struktur ini relatif mudah dikelola oleh botmaster. Namun, server pusat juga menjadi titik lemah karena botnet dapat terganggu jika server berhasil ditemukan dan dinonaktifkan.


2. Botnet Peer-to-Peer

Botnet peer-to-peer atau P2P tidak sepenuhnya bergantung pada satu server pusat. Setiap perangkat dapat menerima sekaligus meneruskan perintah kepada perangkat lainnya.

Struktur terdesentralisasi membuat botnet P2P lebih sulit dilumpuhkan. Penanganannya tidak cukup hanya dengan menutup satu server karena perintah masih dapat beredar melalui perangkat lain.


3. Botnet IoT

Botnet IoT terdiri dari perangkat seperti router, kamera pengawas, televisi pintar, dan alat rumah tangga yang terhubung ke internet. Perangkat tersebut sering menjadi sasaran karena menggunakan kata sandi lemah atau jarang mendapatkan pembaruan keamanan.

Mirai merupakan salah satu contoh botnet IoT yang terkenal. Botnet ini memanfaatkan perangkat dengan kredensial bawaan untuk menjalankan serangan DDoS berskala besar.


4. Botnet Berbasis Perangkat Komputer

Jenis ini menargetkan komputer atau laptop melalui malware, dokumen berbahaya, dan aplikasi bajakan. Setelah terinfeksi, sumber daya perangkat dapat digunakan untuk menyebarkan spam, mencuri data, atau menambang aset kripto.

Botnet komputer juga berpotensi memberikan akses lebih luas karena perangkat biasanya menyimpan banyak data pribadi dan kredensial pengguna.


5. Botnet Perangkat Seluler

Botnet perangkat seluler menginfeksi ponsel atau tablet melalui aplikasi palsu, tautan berbahaya, dan paket aplikasi dari sumber tidak resmi. Pelaku dapat menggunakannya untuk mencuri informasi, melakukan penipuan iklan, atau mengirim pesan tanpa izin.

Risikonya semakin tinggi jika perangkat menyimpan akses ke email, rekening, dompet digital, dan akun penting lainnya.


Untuk Apa Botnet Digunakan?

Botnet memberikan penyerang sumber daya komputasi dan koneksi internet dalam jumlah besar. Oleh sebab itu, jaringan ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas berbahaya berikut.

  1. Melancarkan serangan DDoS: Bot mengirimkan lalu lintas secara serentak untuk membuat server, situs, atau aplikasi tidak dapat diakses pengguna sah.
  2. Menyebarkan spam dan phishing: Botnet dapat mengirim email atau pesan dalam jumlah besar untuk menipu korban dan mendistribusikan malware.
  3. Mencuri informasi: Penyerang bisa mengambil kata sandi, data pribadi, informasi finansial, serta dokumen yang tersimpan dalam perangkat.
  4. Melakukan click fraud: Perangkat korban digunakan untuk mengeklik iklan secara otomatis agar pelaku memperoleh pendapatan secara tidak sah.
  5. Menambang aset kripto: Sumber daya CPU atau GPU perangkat dapat dimanfaatkan untuk aktivitas cryptojacking tanpa persetujuan pemiliknya.
  6. Menyebarkan malware lain: Botnet dapat menjadi jalur masuk bagi ransomware, spyware, atau program berbahaya tambahan.
  7. Melakukan credential stuffing: Bot mencoba kombinasi email dan kata sandi yang bocor pada berbagai platform untuk mengambil alih akun.


Apa Dampak Serangan Botnet?

Serangan botnet dapat merugikan pemilik perangkat maupun organisasi yang menjadi target. Dampaknya juga tidak selalu terlihat secara langsung karena malware bisa tetap aktif dalam waktu lama.

Bagi pemilik perangkat, botnet dapat menyebabkan beberapa dampak berikut:

  1. Performa perangkat melambat tanpa alasan yang jelas.
  2. Pemakaian internet, baterai, atau listrik meningkat.
  3. Data pribadi dan kredensial berisiko dicuri.
  4. Alamat IP masuk ke daftar blokir karena aktivitas mencurigakan.
  5. Perangkat digunakan untuk aktivitas ilegal tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Sementara itu, organisasi yang menjadi target dapat mengalami gangguan layanan, kehilangan pendapatan, biaya pemulihan, kebocoran data, dan penurunan kepercayaan pelanggan. Serangan juga bisa menghentikan aktivitas operasional apabila sistem penting tidak dapat diakses.


Apa Ciri-Ciri Perangkat Terinfeksi Botnet?

Satu gejala belum tentu membuktikan perangkat telah menjadi bagian dari botnet. Namun, kamu perlu melakukan pemeriksaan apabila beberapa tanda berikut muncul secara bersamaan.

  1. Perangkat tiba-tiba melambat: Penggunaan CPU, memori, atau penyimpanan meningkat meskipun tidak ada aplikasi berat yang sedang dijalankan.
  2. Koneksi internet tidak stabil: Perangkat mengirim atau menerima data dalam jumlah besar tanpa aktivitas yang diketahui pengguna.
  3. Muncul proses asing: Terdapat aplikasi, layanan, atau proses latar belakang yang tidak pernah dipasang sebelumnya.
  4. Baterai cepat habis: Aktivitas tersembunyi membuat perangkat terus bekerja dan menggunakan energi lebih banyak.
  5. Akun mengirim pesan sendiri: Kontak menerima email, pesan, atau tautan mencurigakan yang tidak pernah kamu kirim.
  6. Antivirus berhenti bekerja: Malware tertentu dapat menonaktifkan sistem keamanan agar aktivitasnya tidak terdeteksi.
  7. Pengaturan perangkat berubah: Perubahan pada peramban, DNS, firewall, atau akun administrator terjadi tanpa persetujuan pengguna.


Bagaimana Cara Mencegah Serangan Botnet?

Pencegahan botnet perlu dilakukan dengan menutup jalur yang biasa dipakai untuk menginfeksi perangkat. Berikut beberapa langkah yang bisa kamu terapkan.


1. Perbarui Sistem dan Aplikasi

Pasang pembaruan sistem operasi, aplikasi, firmware router, serta perangkat IoT secara rutin. Pembaruan umumnya membawa perbaikan untuk menutup celah keamanan yang dapat dieksploitasi penyerang.

Aktifkan pembaruan otomatis apabila tersedia agar perangkat tidak terlalu lama menggunakan versi yang rentan.


2. Ganti Kata Sandi Bawaan

Segera ganti nama pengguna dan kata sandi bawaan pada router, CCTV, atau perangkat IoT. Gunakan kombinasi yang panjang, unik, dan tidak dipakai pada akun lain.

Aktifkan autentikasi multifaktor pada akun yang mendukungnya. Perlindungan tambahan ini dapat mengurangi risiko pengambilalihan akun apabila kata sandi bocor.


3. Hindari Tautan dan Berkas Mencurigakan

Periksa alamat pengirim, domain, dan konteks pesan sebelum membuka tautan atau lampiran. Jangan memasang aplikasi bajakan maupun mengunduh program dari sumber yang tidak dapat dipercaya.

Kamu juga perlu berhati-hati terhadap pesan yang menciptakan rasa panik, menawarkan hadiah, atau meminta tindakan mendesak.


4. Gunakan Sistem Keamanan

Pasang antivirus atau endpoint protection yang tepercaya dan pastikan basis datanya selalu diperbarui. Firewall juga dapat membantu membatasi komunikasi mencurigakan antara perangkat dan server eksternal.

Untuk organisasi, pemantauan log, sistem deteksi intrusi, segmentasi jaringan, dan penyaringan DNS bisa memberikan lapisan perlindungan tambahan.


5. Nonaktifkan Layanan yang Tidak Diperlukan

Matikan fitur akses jarak jauh, port terbuka, atau layanan jaringan yang tidak digunakan. Semakin sedikit layanan yang terekspos, semakin kecil permukaan serangan yang dapat dimanfaatkan pelaku.

Perangkat IoT sebaiknya ditempatkan pada jaringan terpisah agar infeksi tidak mudah menyebar ke sistem utama.


Apa yang Harus Dilakukan Jika Perangkat Terkena Botnet?

Jika mencurigai adanya infeksi, segera putuskan perangkat dari internet atau jaringan lokal. Langkah ini membantu menghentikan komunikasi dengan server kendali sekaligus mencegah penyebaran ke perangkat lain.

Setelah itu, lakukan beberapa tindakan berikut:

  1. Jalankan pemindaian penuh menggunakan antivirus yang telah diperbarui.
  2. Hapus aplikasi, ekstensi, atau proses yang teridentifikasi berbahaya.
  3. Perbarui sistem operasi, aplikasi, dan firmware perangkat.
  4. Ganti kata sandi melalui perangkat lain yang dipastikan aman.
  5. Periksa aktivitas akun dan aktifkan autentikasi multifaktor.
  6. Atur ulang perangkat ke pengaturan pabrik jika infeksi tidak bisa dibersihkan.
  7. Hubungi tenaga keamanan TI apabila perangkat menyimpan data organisasi.

Khusus perangkat IoT, proses factory reset perlu diikuti dengan pembaruan firmware dan penggantian kredensial bawaan. Jika tidak, perangkat bisa kembali terinfeksi setelah tersambung ke internet.


Apa Perbedaan Bot, Botnet, dan Malware?

Bot, botnet, dan malware saling berkaitan, tetapi ketiganya memiliki arti berbeda.

  1. Bot adalah satu perangkat atau program yang menjalankan perintah otomatis.
  2. Botnet adalah jaringan yang terdiri dari banyak perangkat terinfeksi dan dikendalikan secara terkoordinasi.
  3. Malware adalah perangkat lunak berbahaya yang dapat digunakan untuk menginfeksi dan mengambil alih perangkat.

Sederhananya, malware menjadi sarana untuk menginfeksi perangkat, perangkat yang dikuasai menjadi bot, sedangkan kumpulan perangkat tersebut disebut botnet.

Baca Juga: IoT Security: Pengertian, Risiko, Perlindungan, dan Contoh


Kesimpulan

Botnet adalah jaringan perangkat yang terinfeksi malware dan dikendalikan penyerang untuk melakukan berbagai aktivitas berbahaya. Jaringan ini dapat digunakan untuk serangan DDoS, pencurian data, penyebaran spam, hingga distribusi malware lainnya.

Untuk mencegahnya, kamu perlu rutin memperbarui sistem, mengganti kata sandi bawaan, dan menghindari tautan mencurigakan. Gunakan juga antivirus serta aktifkan autentikasi multifaktor agar perangkat dan akunmu lebih terlindungi.


Rekomendasi Bootcamp Cyber Security Terbaik di Indonesia

Kalau kamu ingin berkarier di bidang keamanan siber, memahami teori saja belum cukup. Kamu juga perlu menguasai keamanan jaringan, ethical hacking, serta strategi pertahanan melalui praktik dan studi kasus nyata.

Bootcamp Cyber Security Dibimbing dirancang untuk membantu kamu membangun skill melalui live class, laboratorium virtual, tugas, dan pendampingan mentor. Program ini cocok untuk mahasiswa, fresh graduate, maupun profesional yang ingin upskill atau beralih karier ke bidang keamanan siber.


Program Bootcamp Cyber Security Dibimbing:

  1. Live Class: Ikuti 40+ live class dan 10+ extra video learning bersama mentor ahli.
  2. Virtual Lab: Dapatkan akses gratis ke laboratorium virtual dan berbagai tools keamanan IT.
  3. Pendampingan: Akses fasilitator dan mentor berdedikasi yang tersedia selama 24/7.
  4. Kurikulum: Pelajari silabus menyeluruh untuk Red Team dan Blue Team.
  5. Portofolio: Kerjakan 10+ weekly assignment dan dua final project berbasis studi kasus nyata.
  6. Konsultasi: Ikuti sesi konsultasi 1-on-1 tanpa batas bersama instruktur expert.
  7. Persiapan Karier: Dapatkan layanan persiapan karier dan penyaluran kerja ke 700+ perusahaan.
  8. Sertifikasi: Ikuti program intensif persiapan CEH serta dapatkan sertifikat CompTIA untuk program Job Connect+.


Siap Berkarier di Bidang Cyber Security?

Kalau kamu ingin meningkatkan kemampuan sekaligus membangun portofolio yang relevan, Bootcamp Cyber Security Dibimbing bisa menjadi pilihan. Yuk, mulai perjalanan kariermu untuk menjadi Cyber Security Analyst, Penetration Tester, atau profesional keamanan siber bersama Dibimbing!


FAQ

1. Apa Itu Botnet?

Botnet adalah jaringan perangkat yang telah terinfeksi malware dan dikendalikan oleh penyerang dari jarak jauh. Setiap perangkat di dalam jaringan tersebut disebut sebagai bot atau zombie.

2. Bagaimana Cara Kerja Botnet?

Cara kerja botnet dimulai ketika malware menginfeksi perangkat melalui phishing, aplikasi palsu, atau celah keamanan. Perangkat kemudian terhubung ke sistem command and control untuk menerima perintah dari penyerang.

3. Apa Saja Jenis dan Contoh Botnet?

Jenis botnet terdiri dari botnet terpusat, peer-to-peer, botnet IoT, dan botnet perangkat seluler. Contoh botnet yang pernah dikenal luas adalah Mirai, Emotet, dan TrickBot.

4. Apa Ciri-Ciri dan Dampak Botnet?

Ciri-ciri botnet antara lain perangkat melambat, konsumsi internet meningkat, baterai cepat habis, dan muncul aktivitas asing. Dampak botnet mencakup pencurian data, penyebaran spam, gangguan sistem, hingga serangan DDoS.

5. Bagaimana Cara Mencegah Serangan Botnet?

Cara mencegah botnet adalah memperbarui sistem, mengganti kata sandi bawaan, memakai antivirus, dan menghindari tautan mencurigakan. Kamu juga perlu mengaktifkan autentikasi multifaktor serta menonaktifkan layanan perangkat yang tidak digunakan.

Kategori:

Share:

Penulis

Penulis Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!