Apa Itu ROI? Pengertian, Rumus, Fungsi, dan Contohnya
DITULIS OLEH
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
DIREVIEW OLEH
Sudah Direview Oleh Expert
Dibuat pada 27 Agt 2026
Diubah pada 4 Sep 2026
21
Apa itu ROI dan kenapa metrik ini penting untuk bisnis, Warga Bimbingan? Nah, ROI atau Return on Investment adalah cara untuk mengukur apakah modal yang kamu keluarkan sudah menghasilkan keuntungan yang sepadan.
Dengan menghitung ROI, kamu bisa tahu apakah investasi, strategi pemasaran, atau keputusan bisnis yang dijalankan sudah efektif atau belum. Menurut MinDi, metrik ini penting dipahami karena bisa membantu kamu mengambil keputusan yang lebih berbasis data.
Lantas, bagaimana cara menghitung ROI dan seperti apa contohnya dalam bisnis? Yuk, simak penjelasan lengkap tentang pengertian ROI, rumus, fungsi, dan contohnya di artikel ini!
Baca Juga: NPV Adalah: Pengertian, Rumus, Cara Hitung dan Contoh Soal
Apa Itu ROI (Return on Investment)?
ROI (Return on Investment) adalah metrik untuk mengukur tingkat keuntungan dari suatu investasi dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. Dalam bisnis, ROI sering digunakan untuk menilai apakah suatu keputusan, strategi, atau penggunaan modal sudah memberikan hasil yang sepadan.
Melalui ROI, perusahaan bisa melihat apakah dana yang dikeluarkan untuk iklan, pembelian aset, pengembangan produk, atau aktivitas bisnis lainnya benar-benar menghasilkan keuntungan. Jika nilai ROI tinggi, artinya investasi tersebut cenderung efektif dan layak untuk dipertahankan.
Sebaliknya, jika ROI rendah atau negatif, hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa investasi perlu dievaluasi ulang. Karena itu, ROI penting dipahami oleh pelaku bisnis, investor, maupun marketer agar keputusan yang diambil lebih terukur dan berbasis data.
Definisi ROI Menurut Para Ahli
- Kotler dan Keller (2016): ROI menggambarkan sejauh mana aktivitas pemasaran menghasilkan keuntungan dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan.
- Brigham dan Houston (2006): Tingkat pengembalian adalah selisih antara jumlah yang diterima dan jumlah yang diinvestasikan, lalu dibagi dengan jumlah yang diinvestasikan.
- Gitman dan Zutter (2012): ROI berkaitan dengan kemampuan investasi atau aset dalam menghasilkan pengembalian atas dana yang digunakan.
- Hery (2016): ROI adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari total aset atau investasi yang digunakan.
Apa Fungsi dan Manfaat ROI?
Setelah memahami pengertian ROI, Warga Bimbingan juga perlu mengetahui fungsi dan manfaatnya dalam bisnis maupun investasi.
Dengan memahami ROI, kamu dapat mengevaluasi efektivitas penggunaan modal sekaligus mengambil keputusan yang lebih tepat berdasarkan data.
1. Fungsi ROI dalam Bisnis
ROI memiliki berbagai fungsi yang membantu perusahaan mengukur keberhasilan investasi dan menyusun strategi bisnis yang lebih efektif. Berikut beberapa fungsi utama ROI:
- Mengukur tingkat keuntungan investasi: Mengetahui seberapa besar keuntungan yang diperoleh dibandingkan dengan biaya yang telah dikeluarkan.
- Membantu pengambilan keputusan bisnis: Menjadi dasar dalam menentukan apakah suatu proyek atau investasi layak dilanjutkan.
- Mengevaluasi efektivitas strategi pemasaran: Mengukur apakah biaya pemasaran mampu menghasilkan pendapatan yang sesuai.
- Membandingkan beberapa alternatif investasi: Memudahkan perusahaan memilih investasi yang memberikan potensi keuntungan terbaik.
- Mendukung perencanaan anggaran: Membantu mengalokasikan dana ke aktivitas yang memberikan nilai paling tinggi bagi bisnis.
2. Manfaat ROI dalam Bisnis
Selain memiliki berbagai fungsi, ROI juga memberikan manfaat yang dapat membantu perusahaan maupun investor dalam mengelola investasi secara lebih efektif.
- Meningkatkan efisiensi penggunaan modal: ROI membantu mengidentifikasi investasi yang memberikan hasil terbaik sehingga penggunaan anggaran menjadi lebih optimal.
- Mengurangi risiko kerugian: Dengan mengevaluasi hasil investasi secara berkala, perusahaan dapat menghindari keputusan yang kurang menguntungkan.
- Mendorong pengambilan keputusan berbasis data: Nilai ROI memberikan dasar yang objektif dalam menentukan strategi bisnis maupun investasi.
- Mempermudah evaluasi kinerja bisnis: Perusahaan dapat membandingkan performa berbagai proyek, divisi, atau kampanye berdasarkan tingkat pengembaliannya.
- Mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang: Evaluasi ROI yang konsisten membantu perusahaan menyusun strategi investasi yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Rumus ROI dan Cara Menghitung ROI
Warga Bimbingan, memahami rumus ROI akan memudahkan kamu dalam mengevaluasi apakah suatu investasi memberikan keuntungan yang sepadan dengan modal yang telah dikeluarkan. Perhitungan ini banyak digunakan oleh pelaku bisnis, investor, hingga tim pemasaran untuk menilai efektivitas suatu strategi.
Meskipun terdengar rumit, cara menghitung ROI sebenarnya cukup sederhana. Kamu hanya perlu mengetahui besarnya keuntungan bersih dan total biaya investasi, lalu memasukkannya ke dalam rumus berikut.
1. Rumus ROI
Rumus dasar untuk menghitung Return on Investment (ROI) adalah sebagai berikut:
Keterangan:
- Keuntungan Bersih: Total pendapatan yang diperoleh setelah dikurangi seluruh biaya.
- Biaya Investasi: Total dana yang dikeluarkan untuk menjalankan investasi atau proyek.
- 100%: Digunakan untuk mengubah hasil perhitungan menjadi persentase agar lebih mudah dianalisis.
2. Cara Menghitung ROI
Agar lebih mudah dipahami, kamu bisa menghitung ROI dengan mengikuti langkah-langkah berikut.
- Hitung total biaya investasi: Jumlahkan seluruh biaya yang dikeluarkan, seperti biaya operasional, pemasaran, pembelian aset, atau modal awal.
- Hitung keuntungan bersih: Kurangi total pendapatan dengan seluruh biaya yang telah dikeluarkan selama investasi berlangsung.
- Masukkan ke dalam rumus ROI: Bagi keuntungan bersih dengan biaya investasi, kemudian kalikan hasilnya dengan 100% untuk memperoleh nilai ROI.
- Interpretasikan hasilnya: ROI yang bernilai positif menunjukkan investasi menghasilkan keuntungan, sedangkan ROI negatif menandakan investasi mengalami kerugian atau belum memberikan hasil sesuai harapan.
Contoh Perhitungan ROI
Sumber: Desain oleh Dibimbing
Memahami rumus ROI saja belum cukup jika belum melihat penerapannya secara langsung. Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh perhitungan ROI dalam investasi dan bisnis yang sering ditemui.
1. Contoh ROI Investasi
Misalnya, seorang investor menginvestasikan dana sebesar Rp20.000.000 untuk membeli saham. Setelah satu tahun, investasi tersebut menghasilkan keuntungan bersih sebesar Rp5.000.000.
Perhitungannya adalah sebagai berikut:
Diketahui:
- Biaya investasi: Rp20.000.000
- Keuntungan bersih: Rp5.000.000
Rumus:
Perhitungan:
Hasil:
ROI sebesar 25% berarti investor memperoleh keuntungan sebesar 25% dari total modal yang telah diinvestasikan. Semakin tinggi nilai ROI, semakin besar tingkat pengembalian yang diperoleh dari investasi tersebut.
2. Contoh ROI Bisnis
Sebuah perusahaan mengeluarkan biaya Rp50.000.000 untuk menjalankan kampanye digital marketing. Dari kampanye tersebut, perusahaan memperoleh keuntungan bersih sebesar Rp20.000.000.
Diketahui:
- Biaya investasi: Rp50.000.000
- Keuntungan bersih: Rp20.000.000
Rumus:
Perhitungan:
Hasil:
ROI sebesar 40% menunjukkan bahwa setiap Rp100 yang dikeluarkan perusahaan menghasilkan keuntungan sebesar Rp40. Hasil ini dapat menjadi dasar bagi perusahaan untuk melanjutkan, meningkatkan, atau mengevaluasi strategi pemasaran yang telah dijalankan.
Faktor yang Mempengaruhi ROI
Nilai ROI tidak hanya dipengaruhi oleh besarnya keuntungan yang diperoleh, tetapi juga berbagai faktor lain yang berkaitan dengan pengelolaan investasi maupun bisnis.
Dengan memahami faktor-faktor ini, Warga Bimbingan dapat menyusun strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan tingkat pengembalian investasi. Berikut beberapa faktor utama yang mempengaruhi ROI.
1. Besarnya Biaya Investasi
Biaya investasi menjadi salah satu komponen utama dalam perhitungan ROI. Semakin besar modal yang dikeluarkan, semakin besar pula keuntungan yang harus diperoleh agar nilai ROI tetap tinggi.
Oleh karena itu, perusahaan perlu mengelola biaya investasi secara efisien tanpa mengurangi kualitas hasil yang ingin dicapai.
2. Keuntungan Bersih yang Diperoleh
Keuntungan bersih merupakan hasil akhir yang diperoleh setelah seluruh pendapatan dikurangi dengan berbagai biaya operasional.
Semakin besar keuntungan bersih yang dihasilkan, semakin tinggi pula nilai ROI yang diperoleh. Karena itu, bisnis perlu terus meningkatkan penjualan sekaligus mengendalikan biaya agar profit tetap optimal.
3. Efisiensi Operasional
Efisiensi operasional berpengaruh langsung terhadap kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dari sumber daya yang dimiliki.
Proses kerja yang lebih efisien dapat menekan biaya produksi, distribusi, maupun operasional sehari-hari. Dengan biaya yang lebih rendah dan pendapatan yang tetap atau meningkat, nilai ROI pun akan menjadi lebih baik.
4. Strategi Pemasaran dan Penjualan
Strategi pemasaran yang tepat dapat meningkatkan penjualan tanpa harus mengeluarkan biaya yang berlebihan.
Misalnya, perusahaan dapat mengoptimalkan digital marketing, SEO, atau media sosial untuk menjangkau lebih banyak pelanggan dengan anggaran yang lebih efisien. Ketika biaya pemasaran terkendali dan pendapatan meningkat, ROI juga akan mengalami peningkatan.
Kelebihan dan Kekurangan ROI
ROI memang praktis digunakan untuk menilai hasil investasi atau strategi bisnis. Namun, Warga Bimbingan juga perlu memahami kelebihan dan kekurangannya agar analisis yang dibuat lebih tepat.
1. Kelebihan ROI
- Mudah dihitung: ROI menggunakan rumus sederhana, sehingga mudah dipahami oleh pemula maupun pelaku bisnis.
- Membantu evaluasi investasi: ROI menunjukkan apakah investasi menghasilkan keuntungan atau justru merugikan.
- Memudahkan perbandingan: ROI bisa digunakan untuk membandingkan beberapa investasi atau strategi bisnis.
- Mendukung keputusan bisnis: Nilai ROI dapat menjadi dasar untuk menentukan apakah suatu proyek layak dilanjutkan.
2. Kekurangan ROI
- Tidak mempertimbangkan waktu: ROI tidak menunjukkan berapa lama investasi menghasilkan keuntungan.
- Tidak mengukur risiko: ROI hanya melihat hasil keuntungan, bukan tingkat risiko dari investasi tersebut.
- Bergantung pada data: Jika data biaya atau keuntungan tidak akurat, hasil ROI juga bisa keliru.
- Mengabaikan manfaat non finansial: ROI tidak menghitung manfaat seperti brand awareness, loyalitas pelanggan, atau kepuasan konsumen.
Tips Meningkatkan ROI
Meningkatkan ROI bisa dilakukan dengan mengoptimalkan keuntungan dan menekan biaya yang kurang efektif. Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan.
1. Optimalkan Pengeluaran
Pastikan setiap biaya yang dikeluarkan memberikan dampak nyata bagi bisnis. Hindari pengeluaran yang tidak mendukung pencapaian tujuan investasi. Dengan biaya yang lebih efisien, nilai ROI akan lebih mudah meningkat.
2. Tingkatkan Pendapatan
Cari cara untuk meningkatkan penjualan melalui produk, layanan, atau strategi pemasaran yang lebih efektif. Pendapatan yang lebih tinggi akan meningkatkan keuntungan bersih. Hal ini secara langsung berdampak pada kenaikan ROI.
3. Evaluasi Kinerja Secara Berkala
Lakukan evaluasi terhadap investasi atau proyek yang sedang berjalan. Perhitungan ROI secara rutin membantu mengetahui strategi mana yang paling efektif. Dengan begitu, kamu dapat segera melakukan perbaikan jika diperlukan.
4. Manfaatkan Data untuk Mengambil Keputusan
Gunakan data penjualan, pemasaran, dan keuangan sebagai dasar dalam mengambil keputusan bisnis. Analisis yang tepat dapat membantu memilih strategi dengan potensi keuntungan terbesar. Hasilnya, investasi yang dilakukan menjadi lebih optimal dan ROI meningkat.
Baca Juga: Kisah Switch Career Kak Robby lewat Bootcamp Dibimbing
Kesimpulan
ROI adalah metrik penting untuk mengukur seberapa besar keuntungan yang diperoleh dari suatu investasi dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. Dengan memahami rumus, fungsi, dan cara menghitung ROI, Warga Bimbingan bisa menilai apakah sebuah investasi atau strategi bisnis sudah berjalan efektif.
Meski begitu, ROI sebaiknya tidak digunakan sebagai satu-satunya indikator pengambilan keputusan. Kamu tetap perlu mempertimbangkan faktor lain, seperti risiko, jangka waktu investasi, dan manfaat non finansial agar hasil analisis lebih akurat.
Rekomendasi Bootcamp Digital Marketing Terbaik di Indonesia: Dibimbing
Kalau kamu tertarik berkarier di bidang digital marketing, memahami konsep seperti ROI saja belum cukup. Kamu juga perlu menguasai berbagai keterampilan praktis, mulai dari SEO, Google Ads, Meta Ads, content marketing, email marketing, hingga analisis performa kampanye yang banyak digunakan di dunia kerja.
Melalui Bootcamp Digital Marketing Dibimbing, kamu akan belajar langsung dari mentor berpengalaman dengan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan industri. Program ini cocok untuk mahasiswa, fresh graduate, maupun profesional yang ingin upskill atau switch career ke bidang digital marketing.
Program Bootcamp Digital Marketing Dibimbing:
- 60+ Live Class: Belajar secara interaktif bersama mentor praktisi industri.
- 20+ Real Case: Bangun portofolio melalui studi kasus dan proyek bersama UMKM.
- Campaign Ads: Praktik membuat campaign iklan dengan budget hingga Rp1 juta.
- Akses Materi Selamanya: Rekaman kelas dan materi pembelajaran dapat diakses kapan saja.
- Unlimited 1-on-1 Mentoring: Konsultasikan proses belajar dan pengembangan karier langsung dengan mentor.
- Career Preparation: Dapatkan review CV dan LinkedIn, simulasi interview, hingga sesi showcase.
- Job Connector: Kesempatan penyaluran kerja ke 1.100+ perusahaan mitra Dibimbing.
Siap Berkarier di Bidang Digital Marketing?
Memahami cara menghitung ROI merupakan salah satu keterampilan penting bagi seorang digital marketer untuk mengukur keberhasilan kampanye dan strategi pemasaran. Yuk, tingkatkan kemampuanmu bersama Bootcamp Digital Marketing Dibimbing dan bangun portofolio yang siap bersaing di dunia kerja!
FAQ
1. ROI adalah apa?
ROI (Return on Investment) adalah metrik untuk mengukur keuntungan atau kerugian dari suatu investasi dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan.
2. Bagaimana rumus ROI?
Rumus ROI adalah:
ROI = (Keuntungan Bersih / Biaya Investasi) × 100%
Hasilnya menunjukkan persentase pengembalian dari modal yang sudah diinvestasikan.
3. Apa contoh ROI dalam bisnis?
Contoh ROI bisnis, perusahaan mengeluarkan biaya pemasaran Rp20.000.000 dan mendapat keuntungan bersih Rp8.000.000.
ROI = (Rp8.000.000 / Rp20.000.000) × 100% = 40%
Artinya, perusahaan memperoleh pengembalian sebesar 40%.
4. Apa fungsi dan manfaat ROI?
Fungsi ROI adalah mengukur efektivitas investasi dan membantu pengambilan keputusan bisnis. Manfaat ROI yaitu membantu mengevaluasi penggunaan anggaran agar lebih efisien.
5. Apa perbedaan ROI investasi dan ROI bisnis?
ROI investasi digunakan untuk menilai pengembalian dari saham, reksa dana, atau properti. ROI bisnis digunakan untuk mengevaluasi aktivitas seperti pemasaran, pembelian aset, atau pengembangan produk.
Kategori:
Penulis
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
