Dibimbing - Non-Disclosure Agreement: Fungsi, Jenis, dan Contohnya
Blog
Legal & Policy

Non-Disclosure Agreement: Fungsi, Jenis, dan Contohnya

Author

DITULIS OLEH 

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Dibuat pada 14 Jul 2024

Diubah pada 27 Jul 2026

7091

Image Thumbnail

Catatan Redaksi:

Artikel ini pertama kali diterbitkan pada Juli 2024 dan diperbarui pada 7 Juli 2026 untuk memastikan informasi tetap akurat dan relevan.

Saat bekerja atau menjalin kerja sama bisnis, tidak semua informasi boleh dibagikan kepada orang lain. Data pelanggan, strategi perusahaan, hingga rancangan produk sering kali bersifat rahasia dan perlu mendapatkan perlindungan.

Warga Bimbingan, untuk menjaga kerahasiaan informasi tersebut, perusahaan biasanya menggunakan Non-Disclosure Agreement (NDA). Dokumen ini membantu memastikan setiap pihak memahami tanggung jawabnya dalam menjaga informasi yang bersifat rahasia.

Nah, pada artikel ini MinDi akan membahas Non-Disclosure Agreement, mulai dari pengertian, fungsi, jenis, komponen penting, hingga contoh penerapannya. Yuk, simak penjelasannya sampai selesai!


Apa Itu Non-Disclosure Agreement (NDA)?

Non-Disclosure Agreement (NDA) adalah perjanjian hukum yang dibuat untuk menjaga kerahasiaan informasi antara dua pihak atau lebih agar tidak diungkapkan kepada pihak lain tanpa izin. 

Informasi yang dilindungi dapat berupa data pelanggan, strategi bisnis, rahasia dagang, rancangan produk, hingga informasi keuangan perusahaan. 

Dalam praktiknya, NDA sering digunakan saat proses rekrutmen, kerja sama bisnis, pengembangan produk, maupun proyek yang melibatkan informasi sensitif. 

Oleh karena itu, NDA berperan penting dalam melindungi aset informasi perusahaan sekaligus memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat.

Baca juga: Panduan Memilih Bootcamp Legal & Policy Terbaik 2026


Fungsi Non-Disclosure Agreement

Non-Disclosure Agreement tidak hanya berfungsi menjaga kerahasiaan informasi, tetapi juga memberikan perlindungan hukum bagi pihak yang terlibat. Warga Bimbingan, berikut beberapa fungsi utama Non-Disclosure Agreement yang perlu kamu ketahui.


1. Melindungi Informasi Rahasia

NDA membantu melindungi informasi penting agar tidak diakses atau disebarluaskan oleh pihak yang tidak berwenang. 

Informasi tersebut dapat berupa rahasia dagang, data pelanggan, hingga strategi bisnis. Dengan begitu, perusahaan dapat menjaga keunggulan kompetitifnya.


2. Mencegah Kebocoran Data

Melalui NDA, setiap pihak memiliki kewajiban untuk menjaga kerahasiaan informasi yang diterimanya. 

Hal ini dapat mengurangi risiko penyalahgunaan maupun penyebaran data tanpa izin. Keamanan informasi pun menjadi lebih terjamin.


3. Memberikan Kepastian Hukum

NDA menjelaskan hak dan kewajiban setiap pihak dalam menjaga informasi rahasia. Jika terjadi pelanggaran, perjanjian ini dapat menjadi dasar penyelesaian secara hukum. Dengan demikian, setiap pihak memiliki perlindungan yang lebih jelas.


4. Menjaga Kepercayaan Antar Pihak

Adanya NDA menunjukkan komitmen setiap pihak untuk menjaga kerahasiaan informasi selama bekerja sama. 

Hal ini dapat meningkatkan rasa percaya dalam hubungan profesional maupun bisnis. Kerja sama pun dapat berlangsung dengan lebih aman.


5. Mengurangi Risiko Sengketa

NDA memuat aturan mengenai informasi yang harus dirahasiakan beserta konsekuensi jika terjadi pelanggaran. 

Ketentuan tersebut membantu mengurangi potensi kesalahpahaman di kemudian hari. Akibatnya, risiko sengketa selama kerja sama dapat diminimalkan.

Baca juga: Gaji Analis Kebijakan di Indonesia Terbaru (PNS & Swasta)


3 Jenis Utama Non-Disclosure Agreement (NDA)

jenis-utama-non-disclosure-agreement (NDA)

Sumber: Desain oleh Dibimbing

Non-Disclosure Agreement dapat disesuaikan dengan jumlah pihak yang terlibat dan tujuan kerja sama yang dilakukan. Berikut tiga jenis utama NDA yang paling umum digunakan.


1. Unilateral Non-Disclosure Agreement

Unilateral Non-Disclosure Agreement adalah NDA yang melibatkan satu pihak sebagai pemberi informasi rahasia dan pihak lainnya sebagai penerima informasi. Pihak penerima berkewajiban menjaga kerahasiaan informasi sesuai ketentuan yang telah disepakati.

Jenis NDA ini paling sering digunakan dalam proses rekrutmen, hubungan kerja, atau ketika perusahaan bekerja sama dengan konsultan maupun vendor. Tujuannya adalah memastikan informasi perusahaan tidak disebarluaskan tanpa izin.


2. Mutual Non-Disclosure Agreement

Mutual Non-Disclosure Agreement merupakan NDA yang mewajibkan kedua belah pihak untuk saling menjaga kerahasiaan informasi yang dipertukarkan. Dengan demikian, masing-masing pihak memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam melindungi informasi rahasia.

Jenis ini umumnya digunakan saat dua perusahaan menjalin kerja sama, merger, pengembangan produk, atau proyek bersama. Karena kedua pihak saling berbagi informasi, perlindungan hukum juga berlaku secara timbal balik.


3. Multilateral Non-Disclosure Agreement

Multilateral Non-Disclosure Agreement adalah NDA yang melibatkan tiga pihak atau lebih dalam satu perjanjian. Seluruh pihak yang terlibat memiliki kewajiban untuk menjaga kerahasiaan informasi sesuai kesepakatan yang berlaku.

Jenis ini biasanya digunakan pada proyek besar yang melibatkan banyak perusahaan, investor, maupun mitra bisnis. Dibandingkan membuat beberapa NDA terpisah, multilateral NDA lebih efisien karena seluruh ketentuan diatur dalam satu dokumen.

Baca juga: Gaji Legal Drafter Terbaru & Faktor yang Mempengaruhi


Komponen Penting dalam Dokumen NDA

Agar memiliki kekuatan hukum dan dapat melindungi informasi rahasia secara efektif, sebuah Non-Disclosure Agreement perlu memuat beberapa komponen penting. Berikut isi yang umumnya terdapat dalam dokumen NDA.


1. Identitas Para Pihak

Dokumen NDA harus mencantumkan identitas seluruh pihak yang terlibat dalam perjanjian. Informasi ini biasanya meliputi nama individu atau perusahaan beserta data pendukung lainnya. Dengan begitu, hak dan kewajiban setiap pihak menjadi lebih jelas.


2. Definisi Informasi Rahasia

NDA perlu menjelaskan jenis informasi yang termasuk rahasia dan harus dijaga kerahasiaannya. 

Informasi tersebut dapat berupa data pelanggan, strategi bisnis, rahasia dagang, atau dokumen internal perusahaan. Penjelasan yang jelas dapat mengurangi perbedaan penafsiran di kemudian hari.


3. Kewajiban Para Pihak

Dokumen NDA memuat kewajiban setiap pihak dalam menjaga dan menggunakan informasi rahasia. 

Umumnya, informasi tersebut hanya boleh digunakan untuk tujuan yang telah disepakati. Pihak penerima juga tidak diperbolehkan membagikan informasi kepada pihak lain tanpa izin.


4. Jangka Waktu Perjanjian

NDA harus menjelaskan berapa lama kewajiban menjaga kerahasiaan informasi tetap berlaku. 

Jangka waktu ini dapat berlangsung selama kerja sama berlangsung maupun setelah hubungan kerja berakhir. Ketentuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan para pihak.


5. Pengecualian Informasi

Tidak semua informasi termasuk dalam kategori rahasia. NDA biasanya menjelaskan informasi yang boleh diungkapkan, misalnya informasi yang sudah tersedia untuk publik atau diwajibkan oleh hukum untuk dipublikasikan. Bagian ini membantu memperjelas batasan kerahasiaan.


6. Sanksi Pelanggaran

Dokumen NDA juga memuat konsekuensi apabila salah satu pihak melanggar isi perjanjian. Sanksinya dapat berupa ganti rugi, penghentian kerja sama, atau penyelesaian melalui jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku. 

Dengan adanya sanksi, setiap pihak memiliki tanggung jawab yang lebih jelas dalam menjaga informasi rahasia.

Baca juga: Apa Itu Legal Compliance? Tugas, Contoh, dan Gaji Profesional


Contoh Penerapan Non-Disclosure Agreement

Non-Disclosure Agreement digunakan dalam berbagai situasi yang melibatkan pertukaran informasi rahasia. Berikut beberapa contoh penerapan NDA yang sering ditemui di dunia kerja dan bisnis.


1. Proses Rekrutmen Karyawan

Perusahaan dapat meminta calon karyawan menandatangani NDA sebelum memperoleh akses ke informasi internal. 

Hal ini bertujuan untuk melindungi data perusahaan selama proses seleksi maupun setelah seseorang diterima bekerja. Dengan demikian, informasi rahasia tetap terjaga dari potensi penyalahgunaan.


2. Kerja Sama Bisnis

NDA sering digunakan ketika dua perusahaan atau lebih menjalin kemitraan dan saling berbagi informasi penting. 

Informasi tersebut dapat berupa strategi bisnis, data pelanggan, maupun rencana pengembangan produk. Adanya NDA membantu membangun kepercayaan sekaligus memberikan perlindungan hukum bagi seluruh pihak.


3. Pengembangan Produk

Saat mengembangkan produk baru, perusahaan biasanya melibatkan vendor, konsultan, atau mitra eksternal yang memerlukan akses ke informasi rahasia. 

NDA memastikan seluruh pihak menjaga kerahasiaan desain, spesifikasi, maupun teknologi yang sedang dikembangkan. Dengan begitu, risiko kebocoran informasi dapat diminimalkan sebelum produk resmi diluncurkan.


4. Pendanaan Startup

Dalam proses mencari pendanaan, startup sering membagikan informasi bisnis kepada calon investor. 

Informasi tersebut dapat berupa model bisnis, laporan keuangan, hingga rencana ekspansi perusahaan. Melalui NDA, informasi tersebut tetap terlindungi sehingga tidak digunakan atau disebarluaskan tanpa persetujuan.

Baca juga: Pekerjaan Notaris: Tugas, Fungsi, dan Keahlian Utama


Bootcamp Legal & Policy Dibimbing untuk Persiapan Karier

Kalau kamu ingin memahami berbagai aspek hukum yang banyak diterapkan di dunia kerja dan bisnis, mulai dari Non-Disclosure Agreement (NDA), kontrak kerja, perlindungan data pribadi, kepatuhan (compliance), hingga penyusunan dokumen hukum, Bootcamp Legal & Policy Dibimbing bisa menjadi pilihan yang tepat. 

Program ini dirancang untuk membantumu membangun keterampilan yang dibutuhkan industri melalui pembelajaran berbasis praktik, studi kasus, dan bimbingan langsung dari mentor berpengalaman.

Program Bootcamp Legal & Policy Dibimbing:

Durasi: Belajar melalui live class interaktif bersama praktisi hukum dan kebijakan.

Project & Portofolio: Mengerjakan studi kasus dan proyek yang relevan dengan kebutuhan industri.

Final Project: Menyelesaikan proyek akhir berbasis kasus nyata sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Mentoring: Unlimited 1-on-1 mentoring bersama instruktur expert serta pendampingan fasilitator dan mentor 24/7.

Dukungan Karier: Simulasi proses rekrutmen dan akses ke jaringan hiring partner untuk memperluas peluang karier.

Benefit Tambahan: Bergabung dengan komunitas Legal & Policy untuk berdiskusi, memperluas relasi, dan belajar bersama praktisi.


Siap Berkarier di Bidang Legal & Policy?

Kalau kamu ingin memahami penyusunan kontrak, regulasi bisnis, hingga berbagai aspek hukum yang berlaku di dunia profesional, Bootcamp Legal & Policy Dibimbing siap membantumu belajar dari dasar hingga siap kerja. Program ini cocok untuk mahasiswa, fresh graduate, maupun profesional yang ingin upskill atau beralih karier ke bidang Legal & Policy.

Tertarik untuk bergabung? Yuk, kunjungi Bootcamp Legal & Policy Dibimbing untuk melihat kurikulum lengkap, jadwal kelas, dan informasi pendaftarannya. Mulai perjalanan kariermu di bidang Legal & Policy bersama Dibimbing!


FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan Non-Disclosure Agreement (NDA)?

Non-Disclosure Agreement (NDA) adalah perjanjian hukum yang mengharuskan para pihak menjaga kerahasiaan informasi tertentu agar tidak disebarluaskan kepada pihak lain tanpa izin.

2. Apa fungsi Non-Disclosure Agreement?

NDA berfungsi melindungi informasi rahasia, mencegah kebocoran data, menjaga kepercayaan antar pihak, serta memberikan kepastian hukum jika terjadi pelanggaran.

3. Apa saja jenis-jenis Non-Disclosure Agreement?

Secara umum, terdapat tiga jenis NDA, yaitu Unilateral NDA, Mutual NDA, dan Multilateral NDA. Masing-masing digunakan sesuai jumlah pihak dan kebutuhan kerja sama.

4. Apa saja komponen penting dalam dokumen Non-Disclosure Agreement?

Dokumen NDA biasanya memuat identitas para pihak, definisi informasi rahasia, kewajiban menjaga kerahasiaan, jangka waktu perjanjian, pengecualian informasi, serta sanksi jika terjadi pelanggaran.

5. Kapan Non-Disclosure Agreement digunakan?

NDA umumnya digunakan saat proses rekrutmen, kerja sama bisnis, pengembangan produk, investasi, maupun proyek yang melibatkan pertukaran informasi rahasia.

Kategori:

Share:

Penulis

Penulis Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!