Apa Itu Infografis? Fungsi, Jenis, dan Cara Membuatnya
DITULIS OLEH
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
DIREVIEW OLEH
Sudah Direview Oleh Expert
Dibuat pada 10 Agt 2026
Diubah pada 10 Agt 2026
21
Pernah melihat informasi rumit yang terasa lebih mudah dipahami karena disajikan melalui gambar, ikon, dan grafik? Nah, format visual tersebut dikenal sebagai infografis.
Apa itu infografis? Infografis adalah media komunikasi visual yang memadukan teks, data, ilustrasi, dan elemen grafis untuk menyampaikan informasi secara ringkas serta menarik.
Kemampuan membuat infografis dapat menjadi bekal penting bagi kamu yang ingin menekuni bidang kreatif. Kamu bisa mempelajarinya secara lebih terarah melalui Bootcamp Graphic Design & UI/UX Dibimbing dengan pembelajaran berbasis proyek dan pendampingan mentor.
Lantas, apa saja fungsi dan jenis infografis serta bagaimana cara membuatnya? Yuk, simak penjelasan MinDi berikut agar Warga Bimbingan bisa menghasilkan infografis yang informatif dan mudah dipahami!
Baca Juga:
- Desain Grafis Adalah: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya
- Apa Itu Visualisasi Data? Definisi, Manfaat, dan Cara Membuat
- Jenis Visualisasi Data dan Fungsinya yang Wajib Kamu Tahu
Apa Itu Infografis?
Infografis adalah media komunikasi visual yang menyajikan informasi, data, atau pengetahuan melalui perpaduan teks singkat dan elemen grafis. Elemen tersebut dapat berupa ikon, ilustrasi, diagram, grafik, peta, maupun tipografi.
Istilah infografis berasal dari gabungan kata bahasa Inggris information dan graphics. Dalam bahasa Indonesia baku, KBBI menggunakan istilah “infografik”, tetapi kata “infografis” juga sangat umum digunakan oleh masyarakat.
Tujuan utama infografis bukan sekadar membuat informasi terlihat lebih cantik. Desainnya harus membantu audiens menemukan pesan utama, memahami hubungan antardata, dan mengingat informasi secara lebih mudah.
Misalnya, laporan penjualan selama satu tahun akan cukup melelahkan jika hanya ditampilkan sebagai deretan angka. Data tersebut dapat diubah menjadi grafik garis, persentase pertumbuhan, ikon produk, dan beberapa kesimpulan singkat agar lebih cepat dipahami.
Apa Fungsi Infografis?
Setelah memahami apa itu infografis, kamu perlu mengetahui alasan format visual ini banyak digunakan. Infografis dapat mendukung kegiatan pendidikan, pemasaran, jurnalistik, penelitian, hingga komunikasi internal perusahaan.
Berikut lima fungsi utama infografis:
1. Menyederhanakan Informasi Kompleks
Infografis memecah informasi panjang menjadi beberapa bagian yang lebih kecil. Susunan visual yang terstruktur membantu audiens menemukan inti pembahasan dengan lebih cepat. Dengan begitu, informasi dapat dipahami tanpa harus membaca teks yang terlalu padat.
2. Menampilkan Data Secara Visual
Angka, persentase, dan hasil survei terkadang sulit dipahami jika hanya ditampilkan dalam bentuk teks.
Infografis mengubah data tersebut menjadi grafik, diagram, ikon, atau bentuk visual lainnya. Audiens pun bisa melihat pola, tren, dan perbedaan data dengan lebih mudah.
3. Menarik Perhatian Audiens
Kombinasi warna, ilustrasi, dan tipografi dapat membuat informasi terlihat lebih menarik. Tampilan visual juga membantu konten menonjol di tengah banyaknya informasi yang diterima audiens.
Fungsi ini sangat berguna untuk konten media sosial, presentasi, dan kampanye pemasaran.
4. Meningkatkan Daya Ingat
Informasi dengan petunjuk visual umumnya lebih mudah dikenali dan diingat kembali. Penggunaan ikon, warna, serta bentuk tertentu membantu audiens menghubungkan pesan dengan konteksnya.
Oleh karena itu, infografis cocok digunakan untuk menyampaikan informasi penting maupun materi edukasi.
5. Mendukung Penyampaian Cerita
Infografis dapat menyusun informasi menjadi alur yang runtut, mulai dari masalah, data pendukung, hingga solusi.
Penggunaan elemen visual membantu audiens mengikuti setiap bagian cerita tanpa merasa kebingungan. Teknik penyampaian informasi melalui visual ini dikenal sebagai visual storytelling.
Apa Saja Unsur dalam Infografis?
Infografis yang baik tidak hanya bergantung pada ilustrasi menarik. Dibutuhkan beberapa unsur yang bekerja bersama agar pesan bisa tersampaikan dengan jelas.
Berikut unsur-unsur penting dalam infografis:
- Judul: Menjelaskan topik utama secara singkat dan menarik.
- Data atau informasi: Menjadi dasar pesan yang ingin disampaikan kepada audiens.
- Hierarki visual: Mengatur informasi berdasarkan tingkat kepentingannya.
- Teks: Memberikan konteks tanpa membuat desain terlalu padat.
- Grafik atau diagram: Menampilkan angka, perbandingan, dan tren data.
- Ikon dan ilustrasi: Membantu audiens mengenali konsep secara visual.
- Warna: Membedakan kategori dan membangun suasana tertentu.
- Tipografi: Menjaga tulisan tetap nyaman dibaca.
- Sumber data: Menunjukkan asal informasi dan meningkatkan kredibilitas.
- Identitas pembuat: Dapat berupa nama organisasi, akun, atau logo merek.
Semua unsur tersebut tidak harus dimasukkan sekaligus. Pemilihan elemen perlu disesuaikan dengan tujuan, karakter audiens, jenis informasi, dan media publikasinya.
Apa Saja Jenis Infografis?
Sumber: Desain oleh Dibimbing
Infografis dapat dibedakan berdasarkan format penyajian dan tujuan komunikasinya. Pemilihan jenis yang tepat akan membantu audiens mengikuti informasi tanpa merasa kebingungan.
Berikut beberapa jenis infografis yang umum digunakan:
1. Infografis Statistik
Infografis statistik digunakan untuk menyajikan angka, persentase, atau hasil penelitian. Data biasanya ditampilkan menggunakan grafik batang, grafik lingkaran, maupun diagram.
Penyajian tersebut membantu audiens membandingkan data dan menemukan pola dengan lebih cepat.
2. Infografis Informasional
Infografis informasional digunakan untuk menjelaskan suatu konsep atau topik kepada audiens.
Kontennya memadukan teks singkat, ikon, ilustrasi, dan elemen visual lainnya. Jenis ini cocok digunakan untuk konten edukasi, panduan, atau rangkuman informasi.
3. Infografis Linimasa
Infografis linimasa atau timeline menunjukkan perkembangan peristiwa berdasarkan urutan waktu.
Setiap peristiwa biasanya disusun berdasarkan tanggal, tahun, atau tahapan tertentu. Contohnya dapat berupa sejarah perusahaan, perjalanan karier, maupun perkembangan teknologi.
4. Infografis Proses
Infografis proses menjelaskan tahapan melakukan suatu kegiatan secara berurutan. Setiap tahapan dapat dilengkapi nomor, tanda panah, garis penghubung, maupun ikon. Jenis ini membantu audiens mengikuti prosedur tanpa melewatkan langkah penting.
5. Infografis Perbandingan
Infografis perbandingan digunakan untuk menunjukkan persamaan dan perbedaan antara dua pilihan atau lebih.
Informasinya dapat disajikan dalam bentuk dua kolom, tabel, grafik, atau diagram. Dengan format tersebut, audiens dapat menilai setiap pilihan secara lebih mudah.
6. Infografis Geografis
Infografis geografis menggunakan peta untuk menyampaikan informasi berdasarkan lokasi atau wilayah.
Warna, simbol, dan ukuran tertentu biasanya digunakan untuk menunjukkan perbedaan data. Contohnya adalah persebaran penduduk, hasil pemilu, atau jumlah pelanggan di setiap provinsi.
7. Infografis Hierarkis
Infografis hierarkis memperlihatkan informasi berdasarkan tingkatan, prioritas, atau hubungan tertentu.
Data biasanya disusun dalam bentuk piramida, bagan organisasi, atau pohon keputusan. Susunan tersebut membantu audiens memahami posisi dan hubungan antarelemen secara jelas.
8. Infografis Daftar
Infografis daftar menyampaikan informasi melalui rangkaian poin yang tersusun secara teratur. Setiap poin biasanya dilengkapi ikon, angka, atau ilustrasi agar terlihat lebih menarik. Jenis ini cocok digunakan untuk menyajikan tip, rekomendasi, fakta, maupun daftar langkah sederhana.
Berdasarkan format medianya, infografis juga dapat dibagi menjadi statis, animasi, dan interaktif. Infografis statis berbentuk gambar tetap, sedangkan infografis animasi memiliki elemen bergerak. Sementara itu, infografis interaktif memungkinkan pengguna mengeklik atau mengeksplorasi data secara langsung.
Apa Perbedaan Infografis dan Visualisasi Data?
Infografis dan visualisasi data sering dianggap sama karena keduanya menggunakan elemen visual. Padahal, fokus dan cakupan keduanya memiliki sedikit perbedaan.
Visualisasi data berfokus pada representasi data melalui grafik, diagram, atau peta. Tujuannya adalah membantu audiens melihat pola, korelasi, perbandingan, dan anomali dalam kumpulan data.
Sementara itu, infografis memiliki cakupan lebih luas karena dapat menggabungkan visualisasi data, teks, ilustrasi, ikon, dan narasi. Dengan kata lain, visualisasi data bisa menjadi salah satu bagian dari sebuah infografis.
Sebagai contoh, grafik pertumbuhan pengguna selama lima tahun merupakan visualisasi data. Jika grafik tersebut dilengkapi judul, penjelasan penyebab pertumbuhan, ilustrasi, dan kesimpulan, keseluruhan desainnya dapat disebut infografis.
Contoh Penggunaan Infografis
Infografis dapat digunakan dalam berbagai bidang, baik untuk kebutuhan profesional maupun personal. Format dan isinya perlu disesuaikan dengan siapa yang akan membaca informasi tersebut.
Beberapa contoh penggunaan infografis antara lain:
- Pendidikan: Menjelaskan siklus air, sistem tata surya, atau rangkuman materi pelajaran.
- Bisnis: Menampilkan laporan tahunan, proses kerja, dan pencapaian perusahaan.
- Pemasaran: Menyampaikan hasil survei pelanggan, keunggulan produk, atau tren industri.
- Kesehatan: Menjelaskan gejala penyakit, langkah pencegahan, dan pola hidup sehat.
- Media sosial: Membagikan fakta, tip, daftar rekomendasi, atau informasi terkini.
- Jurnalistik: Merangkum kronologi peristiwa atau menyajikan data pendukung berita.
- Portofolio: Menampilkan kemampuan, pengalaman, dan pencapaian seseorang.
- Komunikasi internal: Menjelaskan prosedur kerja dan kebijakan perusahaan.
Contohnya, sebuah perusahaan dapat membuat infografis mengenai hasil kampanye pemasaran. Desain tersebut dapat memuat jumlah tayangan, tingkat interaksi, pertumbuhan pengikut, dan saluran dengan performa terbaik.
Bagaimana Cara Membuat Infografis?
Membuat infografis tidak seharusnya dimulai dengan memilih warna atau ilustrasi. Kamu perlu memahami pesan yang ingin disampaikan sebelum menentukan tampilan visualnya.
Berikut tujuh tahapan membuat infografis yang bisa kamu ikuti:
1. Tentukan Tujuan Infografis
Tentukan informasi atau tindakan yang diharapkan setelah audiens melihat infografis. Tujuan tersebut akan menjadi dasar dalam memilih data dan elemen visual.
Sebaiknya, satu infografis hanya berfokus pada satu pesan utama. Dengan begitu, pembahasannya tetap terarah dan tidak membingungkan audiens.
2. Kenali Target Audiens
Cari tahu siapa yang akan membaca infografis, mulai dari usia, latar belakang, hingga tingkat pemahamannya. Informasi tersebut akan memengaruhi gaya bahasa dan tampilan desain.
Infografis untuk siswa sekolah tentu berbeda dari laporan visual untuk jajaran manajemen. Oleh karena itu, sesuaikan tingkat kerumitan informasi dengan kebutuhan audiens.
3. Kumpulkan dan Pilih Informasi Utama
Kumpulkan data yang relevan, akurat, dan berasal dari sumber tepercaya. Catat sumbernya sejak awal agar bisa dicantumkan pada bagian bawah infografis.
Setelah itu, pilih fakta, angka, atau informasi yang paling mendukung pesan utama. Hindari memasukkan semua hasil riset karena dapat membuat desain terlalu padat.
4. Tentukan Jenis Infografis
Pilih jenis infografis berdasarkan karakter informasi yang akan disampaikan. Gunakan infografis statistik untuk data angka, timeline untuk urutan waktu, dan infografis proses untuk menjelaskan tahapan.
Pemilihan jenis yang tepat akan memperkuat struktur informasi. Audiens pun bisa mengikuti isi infografis secara lebih mudah.
5. Buat Kerangka dan Hierarki Visual
Susun wireframe untuk menentukan posisi judul, teks, grafik, ilustrasi, dan sumber data. Kerangka ini membantu menjaga alur baca sebelum desain dibuat secara detail.
Bangun hierarki visual menggunakan perbedaan ukuran, warna, dan ketebalan huruf. Pastikan informasi terpenting menjadi elemen yang pertama kali dilihat audiens.
6. Gunakan Desain yang Konsisten
Batasi jumlah warna dan jenis huruf agar infografis tidak terlihat terlalu ramai. Gunakan gaya ikon, ilustrasi, serta tipografi yang konsisten pada seluruh bagian.
Perhatikan juga jarak antarelemen agar desain memiliki ruang yang cukup. Tampilan yang rapi akan membuat informasi lebih nyaman dibaca.
7. Periksa dan Sesuaikan Format Publikasi
Periksa kembali angka, ejaan, sumber data, kontras warna, dan ukuran tulisan sebelum infografis dipublikasikan. Kamu juga dapat meminta orang lain membaca desain untuk memastikan pesannya sudah jelas.
Terakhir, sesuaikan ukuran infografis dengan media publikasinya, seperti blog, Instagram, LinkedIn, atau presentasi. Pastikan kualitas gambar tetap tajam dan seluruh tulisan dapat terbaca dengan baik.
Apa Saja Aplikasi untuk Membuat Infografis?
Kamu tidak selalu membutuhkan kemampuan ilustrasi tingkat lanjut untuk membuat infografis. Saat ini, tersedia berbagai aplikasi dengan template yang dapat disesuaikan.
Beberapa aplikasi untuk membuat infografis adalah:
- Canva: Cocok untuk pemula karena menyediakan banyak template dan fitur drag-and-drop.
- Visme: Memiliki fitur presentasi, visualisasi data, dan infografis interaktif.
- Piktochart: Berfokus pada pembuatan infografis, laporan, dan presentasi berbasis data.
- Adobe Illustrator: Cocok untuk membuat desain vektor yang lebih kompleks dan fleksibel.
- Figma: Mendukung kolaborasi tim dan pembuatan desain dalam satu ruang kerja.
- Adobe Express: Menyediakan template praktis untuk kebutuhan konten digital.
Aplikasi hanyalah alat bantu. Kualitas infografis tetap bergantung pada ketepatan data, struktur informasi, prinsip desain, dan kemampuan memahami kebutuhan audiens.
Bagaimana Ciri-Ciri Infografis yang Baik?
Infografis yang menarik belum tentu efektif. Desain yang baik harus tetap menjalankan fungsi utamanya, yaitu menyampaikan informasi dengan jelas.
Berikut ciri-ciri infografis yang efektif:
- Memiliki satu pesan utama yang mudah dikenali.
- Menggunakan data akurat dan mencantumkan sumber.
- Mempunyai alur baca yang runtut.
- Menyeimbangkan teks dan elemen visual.
- Tidak menggunakan terlalu banyak warna atau jenis huruf.
- Memiliki kontras yang cukup agar tulisan mudah dibaca.
- Menggunakan jenis grafik sesuai karakter data.
- Tidak memanipulasi ukuran grafik untuk menyesatkan audiens.
- Sesuai dengan karakter dan kebutuhan target pembaca.
- Tetap nyaman dilihat melalui perangkat yang dituju.
Sebelum dipublikasikan, coba lihat infografis dari sudut pandang orang yang belum memahami topiknya. Jika orang tersebut dapat menangkap pesan utama dalam waktu singkat, struktur infografis kemungkinan sudah bekerja dengan baik.
Baca Juga:
- Apa Itu Visual Storytelling? Pengertian dan Manfaat
- Visme Adalah Alat Desain Grafis: Fungsi, Fitur, dan Keunggulan
- Motion Graphic: Definisi, Sejarah, Fungsi, Jenis, dan Cara Membuat
Rekomendasi Bootcamp Graphic Design & UI/UX Terbaik di Indonesia: Dibimbing
Membuat infografis profesional tidak cukup hanya menguasai aplikasi desain. Kamu juga perlu memahami prinsip visual, hierarki informasi, tipografi, warna, dan penyampaian data.
Bootcamp Graphic Design & UI/UX Dibimbing dirancang untuk membantu kamu mengembangkan keterampilan melalui pembelajaran interaktif, praktik, dan pendampingan mentor. Program ini cocok untuk mahasiswa, fresh graduate, maupun profesional yang ingin upskill atau beralih karier.
Benefit Bootcamp Graphic Design & UI/UX Dibimbing:
- Kelas Interaktif: Mengikuti lebih dari 40 live class dan 10 sesi praktik bersama mentor ahli.
- Portofolio: Membangun portofolio melalui lebih dari 20 proyek dan kasus nyata.
- Proyek Akhir: Mengerjakan proyek akhir sesuai standar industri.
- Pendampingan: Mendapatkan dukungan fasilitator dan mentor selama 24/7.
- Penyaluran Kerja: Memperoleh kesempatan terhubung dengan lebih dari 1.100 perusahaan.
- Mentoring: Mengikuti sesi one-on-one mentoring tanpa batas bersama instruktur ahli.
- Komunitas: Mendapatkan akses ke komunitas praktisi Graphic Design dan UI/UX.
- Persiapan Karier: Mengikuti simulasi tes rekrutmen kerja.
Siap Berkarier sebagai Desainer Grafis?
Kalau ingin menguasai desain grafis sekaligus membangun portofolio yang relevan dengan kebutuhan industri, Bootcamp Graphic Design & UI/UX Dibimbing bisa menjadi pilihan yang tepat. Yuk, mulai perjalanan kariermu di dunia desain bersama Dibimbing!
Kesimpulan
Jadi, apa itu infografis? Infografis adalah media visual yang memadukan teks, data, grafik, dan ilustrasi agar informasi lebih menarik serta mudah dipahami. Pembuatannya perlu memperhatikan tujuan, audiens, kualitas data, dan hierarki visual.
Kalau ingin mengembangkan kemampuan desain, kamu bisa mengikuti Bootcamp Graphic Design & UI/UX Dibimbing. Yuk, pelajari desain berbasis industri dan bangun portofolio bersama mentor profesional!
FAQ
1. Apa Pengertian Infografis?
Pengertian infografis adalah penyajian informasi melalui teks dan elemen visual. Media komunikasi visual ini menerapkan desain informasi agar pesan mudah dipahami.
2. Apa Fungsi dan Manfaat Infografis?
Fungsi infografis adalah menyederhanakan informasi dan menarik perhatian audiens. Manfaat infografis lainnya adalah membuat visualisasi data lebih ringkas dan mudah diingat.
3. Apa Saja Jenis Infografis?
Jenis infografis meliputi informasional, proses, linimasa, perbandingan, infografis statistik, dan infografis interaktif. Setiap jenis digunakan sesuai data dan tujuan penyampaiannya.
4. Apa Saja Unsur Infografis?
Unsur infografis mencakup judul, data, teks, warna, tipografi, dan ilustrasi. Elemen tersebut perlu disusun dengan hierarki visual yang jelas.
5. Bagaimana Cara Membuat Infografis?
Cara membuat infografis dimulai dengan menentukan tujuan, audiens, data, dan format visual. Kamu juga bisa mempelajari contoh infografis sebagai inspirasi desain.
Kategori:
Penulis
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
