Apa Itu Deposito Bank? Kenali Manfaat, Jenis, dan Risikonya
DITULIS OLEH
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
DIREVIEW OLEH
Sudah Direview Oleh Expert
Dibuat pada 11 Sep 2026
Diubah pada 11 Sep 2026
5
Pernah kepikiran menyimpan uang di bank dengan bunga yang lebih terukur, Warga Bimbingan? Nah, deposito bank bisa menjadi pilihan untuk kamu yang ingin menyimpan dana dalam jangka waktu tertentu.
Berbeda dari tabungan biasa, deposito punya tenor, bunga, dan tanggal jatuh tempo yang perlu dipahami sejak awal. Kalau ingin mengenal dunia investasi dan perbankan lebih dalam, MinDi juga rekomendasikan kamu belajar lewat Bootcamp Investment & Banking Dibimbing.
Di artikel ini, MinDi akan membahas apa itu deposito bank, cara kerja, jenis, manfaat, hingga risikonya. Yuk, pahami dulu sebelum memilih deposito yang sesuai dengan kebutuhan kamu.
Apa Itu Deposito Bank?
Deposito bank adalah simpanan yang pencairannya dilakukan pada waktu tertentu sesuai perjanjian antara nasabah dan bank. Ketentuan ini juga tercantum dalam regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sederhananya, kamu menyimpan dana selama tenor tertentu dan mendapatkan bunga dari bank. Misalnya, deposito Rp20 juta dengan tenor enam bulan baru dicairkan saat jatuh tempo sesuai ketentuan yang berlaku.
Beberapa karakteristik deposito yang membedakannya dari rekening biasa antara lain:
- memiliki jangka waktu atau tenor;
- menawarkan bunga sesuai ketentuan bank;
- memiliki tanggal jatuh tempo;
- pencairan sebelum jatuh tempo mengikuti kebijakan bank;
- dapat tersedia dalam pilihan perpanjangan otomatis.
Karena karakteristik tersebut, deposito umumnya digunakan untuk dana yang belum akan digunakan dalam waktu dekat. Kamu tetap perlu memastikan bahwa uang untuk kebutuhan sehari-hari dan dana darurat tersedia di instrumen yang lebih mudah dicairkan.
Baca Juga: Panduan Sukses Switch Career ke Investment Banking Dibimbing
Bagaimana Cara Kerja Deposito Bank?
Cara kerja deposito cukup sederhana. Kamu menyimpan dana dalam tenor tertentu, lalu bank memberikan bunga sesuai nominal dan ketentuan yang berlaku.
Berikut tahapan yang perlu kamu pahami sebelum membuka deposito.
1. Menentukan Nominal Deposito
Pertama, kamu perlu menentukan berapa dana yang ingin ditempatkan. Setiap bank dapat menetapkan minimum pembukaan deposito yang berbeda sehingga nominalnya perlu disesuaikan dengan ketentuan produk.
Hindari menggunakan seluruh uang yang dimiliki untuk deposito. Sisakan dana yang mudah dicairkan untuk membayar kebutuhan rutin maupun menghadapi kondisi darurat.
2. Memilih Tenor Deposito
Selanjutnya, kamu memilih jangka waktu penyimpanan atau tenor. Deposito berjangka tersedia dalam periode tertentu sesuai produk yang disediakan masing-masing bank.
Pemilihan tenor sebaiknya disesuaikan dengan rencana penggunaan uang. Misalnya, jika dana akan digunakan enam bulan lagi, jangan langsung memilih tenor yang jauh lebih panjang hanya karena menawarkan bunga menarik.
3. Mengetahui Tingkat Bunga
Bank akan menetapkan bunga deposito berdasarkan kebijakan dan produk yang dipilih. Tingkat bunga ini dapat berubah dari waktu ke waktu sehingga penawaran yang kamu temukan hari ini belum tentu sama beberapa bulan kemudian.
Selain melihat persentase bunganya, periksa ketentuan lain seperti cara pembayaran bunga, pajak, hingga syarat pencairan sebelum jatuh tempo.
4. Menyimpan Dana hingga Jatuh Tempo
Setelah deposito aktif, dana ditempatkan hingga mencapai tanggal jatuh tempo. Inilah salah satu perbedaan utama deposito dengan tabungan yang lebih fleksibel untuk transaksi sehari-hari.
Apabila deposito dicairkan lebih cepat, bank dapat menerapkan kebijakan tertentu. Ketentuannya perlu diperiksa pada masing-masing bank karena tidak selalu sama.
5. Menerima Pokok dan Bunga Deposito
Ketika deposito jatuh tempo, nasabah dapat menerima kembali pokok beserta bunga sesuai perjanjian. Deposito juga dapat diperpanjang apabila produk yang dipilih menyediakan mekanisme Automatic Roll Over (ARO).
Sebagai ilustrasi sederhana, deposito Rp50 juta dengan bunga 4% per tahun menghasilkan bunga kotor sekitar Rp2 juta apabila ditempatkan selama satu tahun.
Rp50.000.000 × 4% = Rp2.000.000
Namun, angka tersebut belum memperhitungkan pajak. Untuk Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap, bunga deposito pada kondisi yang memenuhi ketentuan perpajakan dikenai PPh final sebesar 20% dari jumlah bruto.
Terdapat pula pengecualian tertentu, sehingga perhitungan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing nasabah.
Baca Juga: Panduan Lengkap Investment Banking Roadmap untuk Pemula
Apa Saja Jenis Deposito Bank?
Sumber: Desain oleh Dibimbing
Deposito tidak hanya tersedia dalam satu bentuk. Terdapat beberapa jenis deposito dengan mekanisme pencairan dan karakteristik yang berbeda sehingga kamu perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan.
Berikut beberapa jenis deposito yang umum dikenal dalam produk perbankan.
1. Deposito Berjangka
Deposito berjangka merupakan simpanan yang penarikannya dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian antara nasabah dan bank. OJK juga menggunakan istilah time deposit untuk menjelaskan produk ini.
Kamu dapat menempatkan dana sesuai tenor yang disediakan bank, kemudian mencairkannya setelah mencapai tanggal jatuh tempo.
Karena memiliki periode penyimpanan yang jelas, deposito berjangka cocok dipertimbangkan untuk dana yang belum akan digunakan dalam waktu dekat.
2. Sertifikat Deposito
Sertifikat deposito merupakan simpanan berbentuk deposito yang bukti sertifikat penyimpanannya dapat dipindahtangankan. Karakteristik inilah yang membedakannya dari deposito berjangka biasa.
Sebelum menggunakan produk ini, kamu tetap perlu memeriksa mekanisme penerbitan, bunga, jangka waktu, hingga ketentuan pencairannya. Jangan menganggap semua produk deposito memiliki mekanisme yang identik.
3. Deposit on Call
Deposit on call atau deposito dengan pemberitahuan merupakan simpanan yang penarikannya dilakukan dengan memberikan pemberitahuan terlebih dahulu kepada bank.
OJK mendefinisikannya sebagai simpanan yang hanya dapat ditarik dengan syarat pemberitahuan sebelumnya.
Produk ini mempunyai mekanisme yang berbeda dibandingkan deposito berjangka reguler. Nominal penempatan dan periode pemberitahuannya juga mengikuti perjanjian antara nasabah dengan bank.
Baca Juga: Perbankan Investasi: Manfaat hingga Perbedaan dengan Bank Komersial
Apa Keuntungan dan Risiko Deposito Bank?
Deposito memiliki keuntungan, tetapi juga risiko yang perlu dipertimbangkan. Berikut beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum memilih deposito.
1. Imbal Hasil Lebih Mudah Diperkirakan
Deposito menawarkan tingkat bunga berdasarkan ketentuan yang sudah ditetapkan bank. Hal tersebut membuat calon nasabah relatif lebih mudah menghitung potensi bunga dibandingkan instrumen yang nilainya berubah setiap hari.
Meski demikian, bunga yang besar bukan satu-satunya indikator deposito yang baik. Kamu juga perlu mengecek ketentuan penjaminan, pajak, dan kebutuhan likuiditas.
2. Membantu Menyimpan Dana Lebih Disiplin
Adanya tenor membuat dana deposito tidak digunakan dengan pola yang sama seperti saldo tabungan sehari-hari. Hal ini bisa membantu kamu memisahkan uang untuk kebutuhan tertentu agar tidak mudah terpakai.
Misalnya, kamu memiliki uang yang baru akan digunakan untuk biaya pendidikan satu tahun mendatang. Deposito dapat menjadi salah satu pilihan untuk memisahkan dana tersebut dari rekening transaksi.
3. Memiliki Pilihan Jangka Waktu
Bank biasanya menyediakan deposito dengan beberapa pilihan tenor. Fleksibilitas dalam memilih periode tersebut memungkinkan kamu menyesuaikan waktu jatuh tempo dengan rencana keuangan.
Namun, pilihlah tenor berdasarkan kebutuhan, bukan hanya mengejar tingkat bunga. Semakin lama dana terkunci, semakin penting kamu memastikan tidak membutuhkan uang tersebut dalam waktu dekat.
4. Simpanan Dapat Dijamin LPS
Deposito termasuk simpanan yang dapat memperoleh penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) selama memenuhi ketentuan yang berlaku. Maksimum nilai simpanan yang dijamin adalah Rp2 miliar per nasabah per bank.
Nasabah juga perlu memperhatikan syarat penjaminan, termasuk simpanan tercatat dalam pembukuan bank, bunga yang diterima tidak melebihi Tingkat Bunga Penjaminan LPS, serta ketentuan lain terkait kelayakan pembayaran klaim.
Tingkat Bunga Penjaminan dapat berubah, sehingga sebaiknya selalu cek ketentuan terbaru sebelum membuka deposito.
5. Likuiditasnya Lebih Terbatas
Risiko utama deposito adalah dana tidak sefleksibel tabungan untuk dicairkan. Kamu perlu menunggu sampai tanggal jatuh tempo apabila ingin memperoleh manfaat sesuai dengan ketentuan awal.
Pencairan sebelum jatuh tempo dapat mengikuti ketentuan berbeda pada setiap bank. Karena itu, deposito kurang ideal untuk seluruh dana darurat yang sewaktu-waktu harus dapat digunakan.
6. Bunga Dapat Tergerus Pajak dan Inflasi
Bunga yang ditampilkan bank biasanya perlu dilihat kembali berdasarkan hasil bersih setelah pajak. Seperti dijelaskan sebelumnya, bunga deposito tertentu dapat dikenai PPh final sesuai ketentuan perpajakan.
Selain itu, ada risiko daya beli apabila tingkat inflasi lebih tinggi dibandingkan bunga bersih yang kamu peroleh. Jadi, deposito tetap perlu dipilih berdasarkan tujuan finansial dan bukan semata-mata karena dianggap tanpa risiko.
Baca Juga: 7 Strategi Investasi Minim Risiko agar Tetap Untung
Apa Perbedaan Deposito dan Tabungan?
Deposito dan tabungan sama-sama merupakan produk simpanan bank, tetapi tujuan penggunaannya berbeda.
Tabungan lebih ditujukan untuk menyimpan sekaligus menggunakan uang secara relatif fleksibel, sedangkan deposito memiliki jangka waktu berdasarkan perjanjian dengan bank.
Berikut gambaran perbedaannya.
Aspek | Deposito | Tabungan |
Jangka waktu | Memiliki tenor tertentu | Umumnya tidak memiliki tenor |
Penarikan | Mengikuti tanggal jatuh tempo dan ketentuan produk | Relatif lebih fleksibel |
Penggunaan | Menyimpan dana dalam periode tertentu | Transaksi dan penyimpanan sehari-hari |
Bunga | Mengikuti ketentuan bunga deposito | Mengikuti ketentuan bunga tabungan |
Transaksi | Tidak ditujukan untuk transaksi rutin | Dapat digunakan untuk berbagai transaksi |
Pencairan awal | Bisa memiliki konsekuensi sesuai kebijakan bank | Umumnya dapat ditarik selama saldo tersedia |
Jadi, deposito bukan pengganti seluruh fungsi tabungan. Kamu tetap membutuhkan rekening yang likuid untuk kebutuhan sehari-hari, sedangkan deposito lebih cocok dipertimbangkan untuk uang yang belum akan digunakan selama periode tertentu.
Baca Juga: Kisah Sukses Ulya: Dalam 3 Bulan Udah Jadi Fulltime Digital Marketer!
Bagaimana Cara Memilih Deposito Bank yang Tepat?
Tawaran bunga tinggi memang menarik, tetapi jangan menjadikannya sebagai satu-satunya pertimbangan. Memilih deposito perlu melihat keamanan bank, kebutuhan dana, tenor, hingga hasil bersih yang akan diterima.
Nah, berikut beberapa langkah yang dapat kamu lakukan.
1. Periksa Legalitas Bank
Pastikan bank yang kamu pilih memiliki izin serta berada dalam pengawasan otoritas yang berwenang. Kamu juga bisa mengecek kepesertaan bank dalam program penjaminan LPS sebelum menempatkan dana.
Langkah ini penting terutama jika kamu menemukan tawaran deposito dari lembaga yang belum familiar. Jangan hanya tergiur promosi bunga tanpa mengetahui siapa pihak yang mengelola uang tersebut.
2. Sesuaikan Tenor dengan Tujuan
Tentukan kapan uang tersebut akan digunakan kembali. Setelah itu, kamu dapat memilih tenor yang paling mendekati kebutuhan tersebut.
Cara ini membantu mengurangi kemungkinan kamu harus mencairkan deposito lebih cepat karena ternyata dana dibutuhkan sebelum jatuh tempo.
3. Bandingkan Bunga dan Ketentuan LPS
Kamu boleh membandingkan tingkat bunga antarbank, tetapi tetap perhatikan Tingkat Bunga Penjaminan LPS yang berlaku. Bunga yang lebih tinggi belum tentu selalu menjadi pilihan terbaik jika kemudian memengaruhi terpenuhinya syarat penjaminan simpanan.
Karena Tingkat Bunga Penjaminan dievaluasi secara berkala, cek informasi terbaru langsung dari LPS ketika hendak membuka atau memperpanjang deposito.
4. Hitung Potensi Bunga Bersih
Jangan berhenti pada angka bunga yang dipromosikan bank. Perkirakan berapa hasil yang diterima setelah memperhitungkan pajak dan ketentuan lain yang berlaku.
Dengan begitu, kamu dapat membandingkan deposito secara lebih objektif dengan alternatif penyimpanan atau instrumen keuangan lainnya.
5. Periksa Ketentuan Pencairan
Baca syarat mengenai pencairan sebelum tanggal jatuh tempo. Informasi ini penting karena kondisi keuangan dapat berubah dan kamu mungkin membutuhkan dana lebih cepat daripada rencana awal.
Selain penalti, periksa apakah pencairan lebih awal berpengaruh pada bunga yang sudah berjalan. Ketentuan masing-masing bank dapat berbeda.
6. Tentukan ARO atau Non-ARO
Beberapa deposito menawarkan fitur Automatic Roll Over (ARO), yaitu mekanisme perpanjangan deposito secara otomatis setelah jatuh tempo. Fitur ini praktis jika kamu memang ingin melanjutkan penempatan dana.
Sebaliknya, pilih non-ARO apabila dana akan digunakan setelah deposito selesai. Selalu periksa kembali bunga dan ketentuan yang berlaku ketika deposito diperpanjang.
Deposito cocok untuk dana yang belum akan digunakan dalam waktu dekat. Tetap sesuaikan dengan tujuan keuangan dan sisakan dana yang lebih fleksibel untuk kebutuhan harian.
Baca Juga: Cerita Sukses Dini, Alumni Bootcamp Business Intelligence
Rekomendasi Bootcamp Investment & Banking Terbaik: Dibimbing
Deposito bank adalah simpanan berjangka dengan tenor tertentu yang memberikan bunga sesuai ketentuan bank. Sebelum memilihnya, perhatikan bunga, pajak, likuiditas, dan ketentuan LPS.
Kalau kamu ingin berkarier di bidang investasi dan perbankan, memahami deposito saja belum cukup. Kamu juga perlu mengembangkan kemampuan analisis dan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri.
Melalui Bootcamp Investment & Banking Dibimbing, kamu bisa belajar lewat 50+ live class, 7 sesi praktik bersama mentor ahli, weekly assignment, study case, hingga final project berbasis kasus nyata di bidang investasi.
Beberapa benefit Bootcamp Investment & Banking Dibimbing:
- 50+ Live Class & 7 Sesi Praktik: Belajar langsung bersama mentor ahli.
- Proyek dan Portofolio: Mengerjakan weekly assignment, study case, dan final project untuk membangun portofolio.
- Konsultasi 1-on-1: Konsultasi tanpa batas bersama instruktur expert.
- Pendampingan 24/7: Didampingi fasilitator dan mentor selama proses belajar.
- Persiapan Karier: Kurikulum terstruktur untuk mempersiapkan karier sebagai Investment & Banking Analyst.
- Penyaluran Kerja: Mendapatkan akses program graduation dan penyaluran kerja ke 1.100+ perusahaan.
- Komunitas: Bergabung dengan komunitas expertise Investment & Banking.
Siap Berkarier di Bidang Investment & Banking?
Kamu bisa mempelajari konsep sekaligus mengerjakan studi kasus nyata untuk memperkuat portofolio dan mempersiapkan karier di industri.
Yuk, cek Bootcamp Investment & Banking Dibimbing untuk melihat kurikulum, jadwal, biaya, dan informasi pendaftarannya!
FAQ
1. Apa Itu Deposito Bank?
Deposito bank adalah simpanan yang ditempatkan dalam jangka waktu tertentu dan memberikan imbal hasil berupa bunga deposito. Berbeda dari tabungan, dana deposito umumnya dicairkan setelah mencapai jatuh tempo.
2. Apa yang Dimaksud Deposito Berjangka?
Deposito berjangka adalah jenis deposito yang memiliki tenor deposito tertentu, misalnya 1, 3, 6, atau 12 bulan. Dana dapat dicairkan sesuai waktu jatuh tempo dan ketentuan bank.
3. Apakah Bunga Deposito Dikenai Pajak?
Ya, bunga deposito dapat dikenai pajak deposito sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. Karena itu, kamu sebaiknya menghitung bunga bersih setelah pajak, bukan hanya melihat bunga kotor.
4. Apa Saja Risiko Deposito?
Risiko deposito antara lain dana kurang fleksibel untuk dicairkan, kemungkinan penalti jika ditarik sebelum jatuh tempo, serta bunga yang dapat tergerus inflasi. Karena itu, pilih tenor sesuai kebutuhan dana.
5. Apakah Semua Deposito Dijamin LPS?
Tidak semua deposito otomatis dijamin LPS. Simpanan harus memenuhi ketentuan penjaminan, termasuk batas nilai simpanan dan tingkat bunga yang berlaku, sehingga penting mengecek ketentuan LPS terbaru.
Kategori:
Penulis
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
