Card Sorting: Pengertian, Jenis, hingga Cara Melakukannya
DITULIS OLEH
Farijihan Putri
DIREVIEW OLEH
Sudah Direview Oleh Expert
Dibuat pada 15 Okt 2026
Diubah pada 21 Okt 2026
21
Kamu pernah kesulitan menemukan menu atau produk saat membuka aplikasi? Mungkin masalahnya bukan pada fiturnya, tapi cara informasi disusun.
Card sorting membantu desainer memahami cara pengguna mengelompokkan informasi agar navigasi terasa lebih masuk akal.
Yuk, Warga Bimbingan, pelajari teknik ini untuk memperkuat skill UI/UX dan persiapkan karier melalui Bootcamp UI/UX dengan penyaluran kerja.
Baca Juga:
- Bootcamp UI/UX dengan Jaminan Kerja Terbaik
- Panduan Switch Career ke UI/UX Design dengan Cepat
- Nekat Resign Demi Karier UI/UX Design yang Lebih Cerah
Apa Itu Card Sorting?
Card sorting adalah metode user research yang meminta pengguna mengelompokkan informasi berdasarkan kategori yang menurut mereka paling masuk akal. Informasi tersebut ditulis pada kartu, baik berupa kartu fisik maupun digital.
Misalnya, kamu sedang merancang aplikasi belanja. Pengguna mungkin mengelompokkan sabun dan sampo ke kategori perawatan diri, sedangkan panci dan spatula masuk perlengkapan dapur.
Hasilnya membantu desainer memahami pola pikir pengguna saat mencari informasi. Temuan ini bisa menjadi dasar untuk menyusun information architecture (IA), termasuk kategori, label, dan navigasi website atau aplikasi.
Tujuan dan Manfaat Card Sorting?
Card sorting bukan sekadar aktivitas mengelompokkan kartu, tetapi cara untuk mengetahui apakah struktur informasi sesuai dengan ekspektasi pengguna.
Manfaatnya meliputi:
- Membantu pengguna menemukan menu atau produk melalui navigasi yang lebih intuitif.
- Menentukan kategori informasi sesuai cara pengguna memahami dan mencari informasi.
- Mempermudah pengguna memahami label dan struktur menu.
- Membantu desainer mengambil keputusan berdasarkan hasil riset pengguna.
Jenis-Jenis Card Sorting?
Sumber: Pexels
Jenis card sorting dibedakan berdasarkan kebebasan pengguna menentukan kategori dan cara pelaksanaan riset.
1. Open Card Sorting
Pengguna mengelompokkan kartu sesuka mereka, lalu membuat nama untuk setiap kategori. Metode ini cocok ketika kamu sedang merancang struktur website baru atau belum yakin kategori apa yang paling mudah dipahami pengguna.
2. Closed Card Sorting
Pengguna mengelompokkan kartu ke dalam kategori yang sudah ditentukan desainer. Metode ini berguna untuk melihat apakah kategori yang tersedia sesuai dengan pemahaman pengguna.
3. Hybrid Card Sorting
Metode ini menggabungkan kategori yang sudah disediakan dengan kesempatan bagi pengguna untuk membuat kategori baru. Pendekatan tersebut bisa digunakan ketika sebagian struktur sudah jelas, tetapi masih ada bagian yang perlu dieksplorasi.
Bagaimana Melakukan Card Sorting?
Agar hasilnya bisa dipakai untuk mengambil keputusan desain, ikuti langkah-langkah card sorting berikut.
1. Tentukan Tujuan Riset
Tentukan bagian produk yang ingin kamu evaluasi, misalnya navigasi website, kategori produk, atau menu aplikasi keuangan.
Tujuan ini membantu kamu memilih informasi yang perlu diuji dan menentukan jenis card sorting yang sesuai.
Contohnya, jika pengguna kesulitan menemukan fitur transaksi, fokuskan riset pada pengelompokan menu keuangan.
2. Siapkan Kartu Informasi
Selanjutnya, tulis satu informasi pada setiap kartu, seperti nama fitur, halaman, produk, atau kategori konten. Gunakan label yang singkat dan mudah dipahami, misalnya “Riwayat Transaksi”, “Transfer Dana”, dan “Pembayaran Tagihan” untuk aplikasi perbankan.
Pastikan setiap kartu mewakili satu informasi agar partisipan bisa mengelompokkannya dengan jelas.
3. Pilih Partisipan yang Sesuai
Kemudian, rekrut partisipan yang mewakili target pengguna produk agar hasilnya relevan dengan kebutuhan mereka. Jika kamu merancang aplikasi belajar online, misalnya, libatkan orang yang terbiasa menggunakan platform pembelajaran digital.
Jelaskan tujuan aktivitas dan cara mengelompokkan kartu tanpa mengarahkan mereka pada kategori tertentu.
4. Minta Pengguna Mengelompokkan Kartu
Setelah itu, minta partisipan mengelompokkan kartu berdasarkan hubungan atau kesamaan informasi menurut mereka.
Pada open card sorting, mereka juga membuat nama kategori sendiri, sedangkan pada closed card sorting, mereka menggunakan kategori yang telah disediakan.
Catat alasan di balik pengelompokan tersebut untuk memahami pola pikir pengguna secara lebih mendalam.
5. Analisis Pola Hasil Card Sorting
Berikutnya, periksa kartu yang sering dikelompokkan bersama dan nama kategori yang paling banyak digunakan partisipan.
Jika banyak pengguna menempatkan “Kursus”, “Materi”, dan “Sertifikat” dalam satu kelompok, kamu bisa mengevaluasi apakah ketiganya cocok berada di bawah menu “Pembelajaran”.
Gunakan hasil tersebut untuk menemukan pola kategori, istilah yang membingungkan, dan kebutuhan navigasi yang perlu diperbaiki.
6. Terapkan Hasilnya ke Struktur Informasi
Terakhir, gunakan temuan riset untuk menyusun information architecture, termasuk hierarki menu, kategori, dan label navigasi.
Buat rancangan awal berdasarkan pola yang muncul, lalu uji melalui usability testing atau tree testing untuk mengetahui apakah pengguna bisa menemukan informasi dengan mudah.
Dengan begitu, hasil card sorting dapat diterjemahkan menjadi perbaikan desain yang lebih terukur.
Baca Juga:
- Kisah Ivan Jadi Full-Time UI/UX Designer Bersama Dibimbing
- Struktur Portfolio UI UX yang Ideal dan Contohnya Lengkap
- Kursus Desain Grafis Online Langsung Kerja Terbaik
Apa Perbedaan Open Card Sorting dan Closed Card Sorting?
Perbedaan utamanya terletak pada siapa yang menentukan kategori saat proses pengelompokan berlangsung.
Aspek | Open Card Sorting | Closed Card Sorting |
Kategori | Dibuat pengguna | Disediakan desainer |
Tujuan | Menemukan pola kategori | Mengevaluasi kategori yang tersedia |
Cocok untuk | Struktur informasi baru | Struktur dengan kategori awal |
Hasil utama | Ide kategori dan label | Kesesuaian kartu dengan kategori |
Apa Saja Alat untuk Card Sorting?
Kamu tidak harus menggunakan alat berbayar untuk mulai melakukan card sorting. Pilih alat sesuai jumlah partisipan, metode riset, dan kebutuhan analisis.
- Kartu fisik dan sticky notes: cocok untuk sesi tatap muka berskala kecil.
- Miro: bisa digunakan untuk menyusun kartu digital secara kolaboratif.
- Optimal Workshop (OptimalSort): menyediakan fitur card sorting untuk riset struktur informasi secara online.
- FigJam: membantu tim membuat aktivitas pengelompokan informasi secara visual.
Apa pun alatnya, pastikan instruksi dan label kartu mudah dipahami agar hasil riset tidak bias.
Apa Kaitan Card Sorting dengan UI/UX Design?
Card sorting membantu desainer memahami cara pengguna mengategorikan informasi sebelum struktur navigasi ditetapkan. Hasilnya dapat menjadi masukan untuk information architecture, desain menu, dan pengelompokan konten.
Namun, card sorting tidak otomatis membuktikan bahwa desain akhir mudah digunakan. Desainer tetap perlu melakukan usability testing untuk mengetahui apakah pengguna benar-benar bisa menemukan informasi dan menyelesaikan tugas dengan lancar.
Kalau kamu ingin mendalami proses riset pengguna hingga merancang antarmuka, kamu bisa mempertimbangkan kursus UI/UX Design untuk mempelajari alur kerja desain secara lebih terstruktur.
Rekomendasi Graphic Design & UI/UX dengan Penyaluran Kerja Terbaik di Indonesia
Memahami card sorting bisa menjadi langkah awal untuk mengembangkan kemampuan desain yang berpusat pada pengguna.
Warga Bimbingan ingin belajar lebih terstruktur dan membangun portofolio? Belajari di Bootcamp Graphic Design & UI/UX Online Dibimbing yuk yang menyediakan pembelajaran berbasis praktik dengan berbagai benefit!
Benefit kelas Graphic Design & UI/UX Online Dibimbing:
- 40+ live class dan 10+ sesi praktik bersama mentor ahli
- 20+ proyek dan real case untuk membangun portofolio
- Proyek akhir sesuai standar industri
- Pendampingan fasilitator dan mentor 24/7
- Program penyaluran kerja ke 1.100+ perusahaan
- Mentoring 1-on-1 tanpa batas bersama instruktur expert
- Akses komunitas Graphic Design & UI/UX Expert
- Simulasi tes rekrutmen kerja
Warga Bimbingan mungkin masih punya pertanyaan seputar project portfolio atau sistem penyaluran kerja, yuk konsultasi Bootcamp Graphic Design & UI/UX dengan tim Dibimbing yang pasti #BimbingSampeJadi karier impianmu!
FAQ
1. Berapa jumlah partisipan yang dibutuhkan untuk card sorting?
Jumlahnya bergantung pada tujuan dan kompleksitas riset. Untuk studi awal, kamu bisa memulai dengan kelompok kecil, lalu menambah partisipan jika pola hasilnya belum cukup jelas.
2. Apakah card sorting bisa dilakukan tanpa pengguna secara langsung?
Bisa. Card sorting dapat dilakukan secara remote menggunakan alat digital, baik dengan fasilitator maupun secara mandiri. Namun, sesi dengan fasilitator memungkinkan desainer menggali alasan di balik pilihan pengguna.
3. Apa perbedaan card sorting dan tree testing?
Card sorting membantu menemukan atau mengevaluasi cara pengguna mengelompokkan informasi. Sementara itu, tree testing menguji apakah pengguna dapat menemukan informasi melalui struktur navigasi yang sudah disiapkan.
Kategori:
Penulis
Farijihan Putri adalah SEO Content Writer dengan pengalaman 4+ tahun menulis dan mengoptimalkan konten untuk berbagai topik. Di Dibimbing, ia mengolah beragam insight seputar karier dan industri, mulai dari digital marketing, HR, data, finance, business, hingga technology. Melalui tulisannya, Jihan membantu pembaca memahami skill yang dibutuhkan di dunia kerja serta menemukan informasi yang relevan untuk mendukung perkembangan karier mereka.
