Kisah Ivan Jadi Full-Time UI/UX Designer Bersama Dibimbing
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
•
30 April 2026
•
22
Pernah merasa ingin upgrade skill, tetapi bingung harus mulai dari mana? Kalau kamu juga sedang ada di fase itu, kisah Kak Ivan jadi full-time UI/UX Designer bersama Dibimbing bisa jadi cerita yang relate untuk kamu.
Awalnya, Kak Ivan juga belajar sendiri dan mencoba mengembangkan skill secara mandiri. Namun, seiring waktu ia merasa belajar tanpa arah yang jelas membuat progres jadi lebih lambat dan kurang terhubung dengan kebutuhan industri.
Lewat program Dibimbing, Kak Ivan mulai belajar secara lebih terstruktur, langsung dari mentor berpengalaman, dan mendapatkan praktik yang relevan dengan dunia kerja. Yuk, simak perjalanan Kak Ivan sampai akhirnya berhasil menjadi full-time UI/UX Designer.
Mengapa Perlu Upgrade Skill Sejak Awal?
Sumber: Kisah Kak Ivan x Dibimbing
Di dunia kerja yang terus berubah, upgrade skill sejak awal jadi langkah penting agar tidak tertinggal. Banyak orang merasa cukup dengan kemampuan yang dimiliki, padahal kebutuhan industri terus berkembang dan menuntut standar yang lebih tinggi.
Salah satu contohnya datang dari Kak Ivan Setyanto, alumni UI/UX & Desain Grafis Batch 29 Dibimbing yang berhasil berkarier sebagai UI/UX Designer. Ia membagikan pengalamannya,
“Aku tuh emang tertarik sama UI/UX sejak lulus kuliah dan udah sempet berkarier juga. So, bisa dibilang aku tuh upgrade career sih~” Kak Ivan Setyanto, alumni UI/UX & Desain Grafis Batch 29
Pernyataan ini menunjukkan bahwa upgrade skill bukan hanya untuk pemula, tetapi juga penting bagi yang ingin berkembang ke level berikutnya.
Dengan melakukan upskill sejak awal, seseorang bisa lebih siap menghadapi perubahan dan peluang karier yang lebih besar. Pengalaman Kak Ivan Setyanto membuktikan bahwa belajar secara terarah dapat membantu mempercepat perkembangan karier dan membuka jalan ke industri yang diinginkan.
Baca Juga: Panduan Switch Career ke UI/UX Design dengan Cepat
Apa Tantangan yang Dihadapi Saat Ingin Berkarier?
Sumber: Kisah Kak Ivan x Dibimbing
Saat ingin berkarier di bidang baru, tantangannya sering kali lebih besar dari yang dibayangkan. Belajar sendiri memang bisa jadi langkah awal, tetapi banyak orang tetap merasa belum cukup siap saat harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri.
“Awalnya aku PD aja belajar UI/UX dari YouTube. Tapi makin ke sini, standar kerjaan makin rumit.” ujar Kak Ivan Setyanto, alumni UI/UX & Desain Grafis Batch 29 Dibimbing.
Dari pengalamannya tersebut, Kak Ivan menjelaskan bahwa ada tantangan saat berkarier di bidang UI/UX. Jika dirangkum, ada 3 hal utama yang perlu diperhatikan.
1. Belajar Mandiri Belum Cukup
Banyak orang memulai dengan belajar dari YouTube, artikel, atau platform gratis. Namun, materi yang dipelajari sering kali belum tersusun secara sistematis sesuai kebutuhan industri.
Akibatnya, skill yang dimiliki terasa belum cukup kuat saat ingin masuk atau berkembang di dunia kerja.
2. Standar Industri Makin Tinggi
Dunia kerja terus berubah, termasuk ekspektasi terhadap skill dan kualitas kerja. Apa yang terasa cukup hari ini bisa jadi sudah tidak relevan beberapa waktu kemudian. Hal ini membuat banyak orang perlu terus upgrade skill agar tidak tertinggal.
3. Tantangannya adalah Bertahan
Banyak orang fokus pada cara masuk ke industri baru, tetapi lupa bahwa tantangan sebenarnya adalah bagaimana bisa tetap relevan di dalamnya.
Untuk bertahan, seseorang perlu terus belajar, beradaptasi, dan memahami perkembangan industri. Inilah yang membuat proses pengembangan skill menjadi sangat penting sejak awal.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Kursus UI/UX Terbaik yang Wajib Dicoba
Mengapa Memilih Belajar di Dibimbing?
Sumber: Kisah Kak Ivan x Dibimbing
Saat ingin upgrade skill secara serius, memilih tempat belajar yang tepat jadi langkah penting. Dibimbing hadir sebagai platform yang menyediakan pembelajaran terstruktur, langsung dari mentor berpengalaman di industri, sehingga materi yang dipelajari relevan dengan kebutuhan kerja.
Selain itu, proses belajar di Dibimbing tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga praktik nyata. Peserta mendapatkan pengalaman seperti pengerjaan studi kasus, sesi 1-on-1, hingga insight langsung dari mentor yang membantu memahami bagaimana dunia kerja sebenarnya berjalan.
Hal ini juga dirasakan oleh Kak Ivan Setyanto, alumni UI/UX & Desain Grafis Batch 29 Dibimbing, yang mengatakan, “Yang bikin aku tertarik, mentornya dari top company dan materinya lengkap banget. Jadi aku bisa belajar lebih terarah.”
Pengalaman ini menunjukkan bahwa belajar di lingkungan yang tepat dapat membantu mempercepat perkembangan skill dan kesiapan karier.
Apa yang Didapat Setelah Mengikuti Bootcamp?
Sumber: Kisah Kak Ivan x Dibimbing
Setelah mengikuti bootcamp, hasil yang didapat biasanya tidak hanya berupa tambahan materi, tetapi juga perubahan cara belajar dan kesiapan kerja yang lebih nyata.
Proses belajar yang terarah membantu peserta memahami skill apa yang benar-benar dibutuhkan industri dan bagaimana cara menggunakannya. Dari pengalaman Kak Ivan, ada 3 hal utama yang bisa didapat setelah mengikuti bootcamp.
1. Skill Lebih Terarah
Menurut Kak Ivan, bootcamp membantu proses belajar menjadi lebih terstruktur dan tidak lagi terasa acak.
Peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami alur kerja dari awal hingga akhir. Materi yang diberikan pun lebih relevan dengan kebutuhan industri sehingga lebih mudah diterapkan.
2. Lebih Siap Kerja
Dari pengalaman Kak Ivan, pembelajaran di bootcamp terasa lebih dekat dengan realitas dunia kerja.
Peserta dibiasakan dengan studi kasus, praktik, dan gambaran workflow yang digunakan di industri. Hal ini membuat kesiapan kerja meningkat, bukan hanya dari sisi skill, tetapi juga dari cara berpikir.
3. Lebih Percaya Diri
Kak Ivan juga merasakan bahwa skill yang berkembang membuat rasa percaya diri ikut meningkat.
Saat seseorang lebih paham dengan proses kerja dan hasil yang dibuat, ia akan lebih yakin saat menghadapi project atau peluang kerja. Inilah yang membuat bootcamp tidak hanya membantu belajar, tetapi juga membantu membangun kesiapan karier.
Bagaimana Upskilling Bisa Membantu Karier?
Sumber: Kisah Kak Ivan x Dibimbing
Upskilling bisa membantu karier karena membuat seseorang lebih siap menghadapi perubahan kebutuhan industri.
Saat skill yang dimiliki terus diperbarui, peluang untuk berkembang, pindah jalur karier, atau mengambil peran baru juga menjadi lebih besar.
Hal ini juga terlihat dari pengalaman Kak Ivan Setyanto, alumni UI/UX & Desain Grafis Batch 29 Dibimbing. Ia mengatakan, “Setelah ikut bootcamp, aku jadi lebih paham skill yang dibutuhkan industri dan lebih siap buat apply kerja sebagai UI/UX Designer.”
Pengalaman Kak Ivan menunjukkan bahwa upskilling bukan hanya soal menambah ilmu, tetapi juga membangun kesiapan dan kepercayaan diri untuk melangkah ke level berikutnya.
Dengan belajar yang lebih terarah, proses berkembang dalam karier pun bisa terasa lebih jelas, lebih cepat, dan lebih relevan dengan tujuan profesional.
Ingin Jadi Desainer Grafis atau UI/UX Professional?
Setelah membaca kisah Ivan, sekarang saatnya kamu mengambil langkah untuk upgrade skill dan menyiapkan karier yang lebih terarah di industri kreatif.
Kalau kamu ingin belajar desain secara lebih terstruktur, Bootcamp Graphic Design & UI/UX di Dibimbing bisa jadi pilihan yang tepat.
Di program ini, kamu akan mempelajari berbagai skill penting mulai dari Visual Design, Figma, UI Design, UX Writing, hingga Product Design langsung dari mentor berpengalaman.
Kurikulumnya dirancang aplikatif dan praktis agar kamu tidak hanya paham teori, tetapi juga siap membangun portofolio dan menghadapi kebutuhan industri.
Dibimbing juga telah meraih rating 4,9/5 di SwitchUp, memiliki 4K+ lulusan student, 91% alumni dapat kerja, dan didukung oleh 1.100+ hiring partners. Ini menunjukkan bahwa peluangmu untuk berkembang dan masuk ke dunia kerja kreatif semakin terbuka lebar.
Yuk, konsultasi gratis dan daftar sekarang di Dibimbing untuk mulai perjalananmu menjadi desainer grafis atau UI/UX professional. #BimbingSampeKerja!
Tags
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
