dibimbing.id - 15 Virus Komputer Terbaru yang Perlu Diwaspadai

15 Virus Komputer Terbaru yang Perlu Diwaspadai

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

04 Juni 2026

435

Image Banner

Pernahkah Warga Bimbingan mengalami komputer yang tiba-tiba melambat, muncul iklan aneh, atau file penting sulit diakses? Kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa perangkat telah terinfeksi virus komputer.

Jika dibiarkan, virus komputer dapat mencuri data pribadi, merusak sistem, hingga menyebabkan kerugian yang tidak sedikit. Sayangnya, banyak pengguna yang baru menyadari ancaman tersebut setelah perangkat mengalami masalah.

Kabar baiknya, ada berbagai jenis virus komputer yang dapat dikenali sejak dini agar risikonya bisa diminimalkan. Yuk, simak 15 virus komputer terbaru yang akan MinDi bahas berikut ini!

Baca juga : Panduan Memilih Bootcamp Cyber Security yang Tepat


Apa Itu Virus Komputer?

Virus komputer adalah program berbahaya yang dirancang untuk menginfeksi, merusak, atau mengganggu kinerja perangkat tanpa sepengetahuan pengguna. 

Virus ini dapat menyebar melalui berbagai media, seperti file yang diunduh, lampiran email, tautan mencurigakan, hingga perangkat penyimpanan eksternal. 

Setelah berhasil masuk ke sistem, virus dapat memperlambat kinerja komputer, merusak file, atau bahkan mencuri data penting yang tersimpan di dalamnya. 

Oleh karena itu, penting bagi Warga Bimbingan untuk memahami virus komputer agar dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat.

Baca juga : Panduan Lengkap Belajar Cyber Security dan Peluang Kerja


15 Virus Komputer Paling Berbahaya di 2026

Sumber: Canva

Virus komputer terus berkembang dan dapat mengancam keamanan data maupun perangkat pengguna. Berikut 15 virus komputer terbaru 2026 yang perlu kamu ketahui dan waspadai.


1. LockBit

LockBit merupakan salah satu ransomware paling aktif yang menyebar secara global melalui model Ransomware-as-a-Service (RaaS). Malware ini dikenal karena kemampuannya menginfeksi jaringan dan mengenkripsi data korban dalam waktu yang sangat cepat.

Setelah berhasil masuk ke sistem, LockBit dapat mengunci file penting dan meminta tebusan kepada korban. Dalam banyak kasus, kelompok ini juga mencuri data terlebih dahulu sebelum melakukan enkripsi sebagai bentuk tekanan tambahan.


2. Akira

Akira adalah ransomware yang banyak menargetkan jaringan perusahaan dan infrastruktur digital penting. Malware ini sering menyerang layanan VPN dan sistem backup virtual yang digunakan organisasi.

Salah satu alasan Akira berbahaya adalah kemampuannya menghapus cadangan data sebelum mengenkripsi file korban. Akibatnya, proses pemulihan data menjadi jauh lebih sulit dilakukan.


3. Qilin

Qilin menjadi salah satu ransomware yang mengalami peningkatan aktivitas dalam beberapa tahun terakhir. Malware ini sering menargetkan sektor publik dan infrastruktur penting yang memiliki banyak data sensitif.

Serangan Qilin dapat menyebabkan gangguan operasional dalam skala besar dan membuat layanan penting tidak dapat digunakan. Karena itu, organisasi perlu meningkatkan sistem keamanan mereka terhadap ancaman ini.


4. RansomHub

RansomHub merupakan kelompok ransomware generasi baru yang dikenal sangat agresif dalam menjalankan aksinya. Malware ini sering menyerang organisasi yang sebelumnya pernah menjadi korban serangan siber.

Pelaku biasanya memanfaatkan celah keamanan yang belum sepenuhnya diperbaiki oleh korban. Hal tersebut membuat RansomHub menjadi ancaman yang cukup sulit diatasi jika sistem keamanan tidak diperbarui secara berkala.


5. Black Basta

Black Basta dikenal sebagai ransomware yang bekerja secara diam-diam sebelum melancarkan serangan utama. Malware ini dapat berada di dalam jaringan korban selama beberapa hari tanpa terdeteksi.

Selama periode tersebut, pelaku akan memetakan data dan sistem yang dianggap paling berharga. Setelah itu, mereka akan melakukan enkripsi massal dan meminta tebusan kepada korban.


6. Play

Play merupakan ransomware yang menggunakan teknik Living-off-the-Land (LotL) untuk menghindari deteksi. Teknik ini memanfaatkan alat resmi bawaan sistem operasi sehingga aktivitasnya terlihat normal.

Karena menggunakan komponen yang sah, Play sering kali sulit dideteksi oleh antivirus tradisional. Hal ini membuat malware tersebut menjadi salah satu ancaman yang perlu diwaspadai.


7. Lumma (LummaC2)

Lumma merupakan malware pencuri data atau infostealer yang banyak diperjualbelikan di forum gelap. Malware ini berfokus pada pencurian informasi akun dan sesi login pengguna.

Kemampuannya mencuri cookie sesi membuat pelaku dapat masuk ke akun korban tanpa perlu mengetahui password atau kode 2FA. Oleh karena itu, Lumma menjadi ancaman serius bagi keamanan akun digital.


8. Vidar

Vidar merupakan infostealer yang sering disembunyikan dalam software bajakan atau file crack aplikasi. Malware ini bekerja dengan mengumpulkan berbagai data penting yang tersimpan di perangkat korban.

Data yang dicuri dapat berupa informasi browser, dompet kripto, hingga riwayat komunikasi pengguna. Akibatnya, korban berisiko mengalami kebocoran data pribadi maupun finansial.


9. SnakeStealer

SnakeStealer merupakan malware yang dirancang untuk mencuri kredensial dan informasi autentikasi pengguna. Popularitasnya meningkat karena mudah dimodifikasi dan digunakan oleh berbagai kelompok peretas.

Malware ini sering menargetkan data perbankan dan informasi perusahaan yang bersifat sensitif. Jika berhasil mencuri data tersebut, pelaku dapat menggunakannya untuk berbagai tindakan kriminal.


10. Mamba2FA

Mamba2FA merupakan malware modern yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk mencuri token autentikasi. Malware ini bekerja secara real-time saat korban melakukan proses login.

Ketika korban memasukkan kode OTP atau token keamanan, Mamba2FA dapat mencegat informasi tersebut dan mengirimkannya kepada pelaku. Akibatnya, akun korban dapat dibajak meskipun telah menggunakan autentikasi dua faktor.


11. Agent Tesla

Agent Tesla merupakan Trojan dan keylogger yang telah lama beredar, tetapi terus berkembang hingga saat ini. Malware ini mampu merekam setiap aktivitas yang dilakukan pengguna pada perangkat.

Selain mencatat ketikan keyboard, Agent Tesla juga dapat mengambil tangkapan layar dan mencuri informasi login. Hal tersebut membuatnya menjadi ancaman serius bagi keamanan data pribadi.


12. SombRAT

SombRAT merupakan backdoor yang digunakan untuk memberikan akses jarak jauh kepada pelaku kejahatan siber. Malware ini memungkinkan peretas mengendalikan sistem korban tanpa diketahui.

Setelah berhasil masuk, SombRAT dapat digunakan untuk mengunduh malware tambahan dan memanipulasi berbagai proses sistem. Kemampuannya yang fleksibel membuat malware ini sangat berbahaya bagi organisasi.


13. Calendaromatic

Calendaromatic merupakan malware yang menyamar sebagai file kalender atau pembaruan aplikasi resmi. Malware ini banyak menyebar melalui teknik SEO Poisoning yang memanipulasi hasil pencarian internet.

Korban biasanya mengunduh malware tersebut karena mengira file yang diperoleh berasal dari sumber terpercaya. Setelah diinstal, malware dapat memberikan akses kepada pelaku untuk melakukan serangan lanjutan.


14. SocGholish

SocGholish merupakan malware downloader yang menyebar melalui website yang telah diretas. Malware ini sering menampilkan pesan palsu seperti peringatan pembaruan browser untuk mengelabui korban.

Ketika pengguna mengikuti instruksi tersebut, SocGholish akan mengunduh malware tambahan ke dalam perangkat. Dalam banyak kasus, malware ini menjadi pintu masuk bagi ransomware dan ancaman lainnya.


15. CoinMiner

CoinMiner adalah malware yang membajak sumber daya komputer untuk menambang mata uang kripto secara diam-diam. Berbeda dengan ransomware, malware ini tidak mengunci atau merusak data pengguna.

Namun, CoinMiner dapat menyebabkan komputer menjadi sangat lambat, cepat panas, dan mengonsumsi daya listrik lebih besar. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, performa perangkat dapat menurun secara signifikan.

Baca juga : Cyber Security Roadmap: Panduan Lengkap untuk Pemula


Bagaimana Virus Komputer Menyebar?

Virus komputer dapat menyebar melalui berbagai cara tanpa disadari oleh pengguna. Dengan memahami metode penyebarannya, kamu dapat lebih waspada dan mengurangi risiko infeksi pada perangkat. Berikut beberapa cara virus komputer paling sering menyebar.


1. Mengunduh File dari Sumber Tidak Resmi

File yang diunduh dari website atau platform tidak terpercaya sering menjadi media penyebaran virus. 

Virus biasanya disisipkan ke dalam aplikasi, dokumen, atau software yang terlihat aman. Oleh karena itu, pastikan kamu hanya mengunduh file dari sumber resmi dan terpercaya.


2. Membuka Lampiran Email Berbahaya

Pelaku kejahatan siber sering menyebarkan virus melalui lampiran email yang tampak meyakinkan.

Lampiran tersebut biasanya menyamar sebagai dokumen penting, tagihan, atau file pekerjaan. Jika dibuka, virus dapat langsung menginfeksi perangkat dan mencuri data pengguna.


3. Mengklik Tautan Phishing

Tautan phishing biasanya digunakan untuk mengarahkan pengguna ke website palsu atau halaman yang mengandung virus. 

Link semacam ini sering dibagikan melalui email, media sosial, maupun aplikasi pesan instan. Karena itu, selalu periksa alamat URL sebelum mengklik tautan yang mencurigakan.


4. Menggunakan Software Bajakan

Software bajakan sering dimodifikasi oleh pihak tertentu dan dapat disisipi virus tanpa sepengetahuan pengguna. 

Selain membahayakan perangkat, software ilegal juga tidak mendapatkan pembaruan keamanan dari pengembang resmi. Oleh karena itu, gunakan software legal untuk mengurangi risiko infeksi virus komputer.

Baca juga : Apa Itu Metasploit? Fungsi, Fitur, dan Cara Menggunakannya


Ingin Jadi Cyber Security Professional?

Setelah mengetahui berbagai virus komputer terbaru dan cara penyebarannya, kini saatnya meningkatkan kemampuan keamanan siber agar lebih siap menghadapi berbagai ancaman digital yang terus berkembang.

Yuk, ikuti Bootcamp Cyber Security di Dibimbing! Di sini, kamu akan mempelajari berbagai materi penting seperti network security, penetration testing, vulnerability assessment, incident response, hingga teknik keamanan yang banyak digunakan di dunia industri.

Belajar langsung dari mentor berpengalaman dengan kurikulum yang aplikatif dan praktis sehingga kamu tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan keterampilan cyber security pada studi kasus dan proyek nyata.

Dengan lebih dari 1.100+ hiring partner dan 96% tingkat keberhasilan alumni, peluang kariermu di bidang cyber security dan teknologi semakin terbuka lebar!

Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi kami di sini dan daftar sekarang di Dibimbing untuk memulai perjalananmu menjadi seorang Cyber Security Professional. #BimbingSampeJadi!

Share

Author Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!