Tipe Data Numerik: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Irhan Hisyam Dwi Nugroho
•
04 December 2024
•
923

Warga Bimbingan, pernah nggak sih kepikiran kalau angka itu punya "wadah" khusus di dunia pemrograman? Yup, angka nggak cuma satu jenis, ada yang bulat, ada yang pecahan—semua itu termasuk dalam tipe data numerik.
Tapi kenapa sih tipe data numerik penting banget? Salah pilih tipe data bisa bikin program kamu error. Misalnya, nyimpen angka desimal di tipe data yang cuma ngerti angka bulat—bisa berabe, kan?
Di artikel ini, MinDi bakal bahas semua hal tentang tipe data numerik, mulai dari pengertian, jenis-jenisnya, sampai contohnya. Yuk, simak terus!
Baca juga: Tipe Data String: Arti, Kelebihan, Jenis, dan Contoh Lengkap
Apa itu Tipe Data Numerik?
Tipe data numerik adalah jenis tipe data yang digunakan untuk menyimpan angka dalam pemrograman.
Ada dua jenis utama tipe data numerik: integer (angka bulat) dan floating point (angka desimal).
Tipe data ini sangat penting karena digunakan dalam perhitungan matematika, statistik, dan berbagai aplikasi lainnya.
Dengan tipe data numerik, kamu bisa melakukan operasi matematika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian di dalam program.
Baca juga: Apa Itu JSON? Definisi, Fungsi, Tipe Data, & Kelebihannya
Jenis Tipe Data Numerik​
Sumber: Canva
Warga Bimbingan, udah tahu kan kalau tipe data numerik itu penting banget dalam pemrograman?
Nah, di bawah ini MinDi bakal jelasin beberapa jenis tipe data numerik yang sering kamu temui dalam dunia coding. Yuk, simak!
Tipe Data | Deskripsi | Rentang Nilai | Contoh |
Integer (int) | Digunakan untuk menyimpan angka bulat (tanpa desimal). | -2,147,483,648 hingga 2,147,483,647 | 12, -104, 77 |
Floating Point (float) | Digunakan untuk menyimpan angka desimal atau pecahan. | -3.4E+38 hingga 3.4E+38 | 3.14, -0.001, 99.99 |
Fixed Point | Digunakan untuk angka dengan presisi tertentu, menentukan jumlah digit sebelum dan setelah koma. | Tergantung pada spesifikasi (M,D) | 123.45, 0.005, 99.99 |
Short | Tipe data numerik untuk bilangan bulat dengan jangkauan lebih kecil daripada integer. | -32,768 hingga 32,767 | 12, -256, 1024 |
SByte | Tipe data untuk bilangan bulat dengan rentang kecil. | -128 hingga 127 | 100, -50, 0 |
Long | yang lebih besar dari integer. | -9,223,372,036,854,775,808 hingga 9,223,372,036,854,775,807 | 10000000000, -4500000000 |
1. Tipe Data Integer (int)
Tipe data integer digunakan untuk menyimpan angka bulat tanpa desimal atau pecahan. Misalnya, angka seperti 12, -104, atau 77 adalah contoh tipe data ini.
Integer sering dipakai untuk menghitung jumlah, usia, atau data lain yang nggak butuh angka desimal. Jadi, kalau angka kamu nggak punya koma atau pecahan, berarti ini saatnya pakai tipe data integer!
Baca juga: Apa itu Siklus Pemrosesan Data? Pengertian & Tahapannya!
2. Tipe Data Floating Point (float)
Floating point atau float adalah tipe data yang digunakan untuk menyimpan angka desimal atau pecahan. Contohnya adalah 3.14, -0.001, atau 99.99.
Tipe data ini sangat penting untuk perhitungan yang memerlukan angka dengan tingkat ketelitian tinggi, seperti harga barang, suhu, atau nilai rata-rata. Jadi, buat yang sering berurusan dengan angka pecahan, float adalah pilihan yang tepat!
3. Tipe Data Fixed Point
Nah, fixed point sedikit lebih kompleks, Warga Bimbingan! Tipe data ini mengatur angka dengan cara yang lebih terstruktur, yaitu dengan menentukan jumlah total digit (M) dan jumlah digit di belakang koma (D).
Biasanya digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan presisi lebih tinggi, seperti kalkulasi keuangan atau data ilmiah. Jadi, kalau kamu lagi ngoding aplikasi yang butuh angka dengan format khusus, tipe data fixed point bisa jadi solusi.
4. Tipe Data Short
Tipe data short menyimpan bilangan bulat dengan jangkauan yang lebih kecil dibandingkan dengan integer. Rentang nilainya adalah dari -32.768 hingga 32.767.
Biasanya digunakan ketika kamu butuh menyimpan angka kecil, seperti kode status atau penghitungan yang nggak memerlukan nilai terlalu besar. Jadi, jika kamu lagi kerja di proyek yang cuma butuh angka kecil, short bisa jadi pilihan hemat memori!
5. Tipe Data SByte
SByte adalah tipe data yang juga menyimpan angka bulat, tapi dengan jangkauan yang lebih kecil dibandingkan short. Tipe data ini menyimpan angka antara -128 hingga 127.
Biasanya dipakai untuk data yang benar-benar kecil, seperti penghitungan sederhana dalam program atau ketika kamu butuh menyimpan data dalam range terbatas. Jadi, kalau kamu ingin lebih efisien dalam penyimpanan angka kecil, SByte bisa jadi pilihan.
6. Tipe Data Long
Tipe data long digunakan untuk menyimpan angka bulat yang lebih besar daripada tipe data integer.
Angka yang dapat disimpan di tipe data ini jauh lebih besar, cocok untuk aplikasi yang membutuhkan nilai besar, seperti pengolahan data keuangan atau angka statistik besar. Jadi, kalau kamu perlu menyimpan angka yang lebih besar dari 2 milyar, tipe data long adalah solusi terbaik!
Baca juga: 6 Tipe Data Integer dalam Bahasa Pemrograman, Yuk Simak!
Contoh Tipe Data Numerik​
Sumber: Canva
Nah, Warga Bimbingan, setelah kita belajar tentang berbagai jenis tipe data numerik, sekarang saatnya kita lihat bagaimana penerapannya dalam kode nyata!
MinDi bakal kasih beberapa contoh tipe data numerik yang sering dipakai dalam pemrograman, supaya kamu lebih paham. Yuk, simak!
1. Contoh Tipe Data Integer (int)
Tipe data integer menyimpan angka bulat, tanpa ada desimalnya.
Contoh penggunaan dalam C++:
int usia = 25; int saldo = -5000; |
Penjelasan:
Di sini, variabel usia menyimpan nilai bulat 25, dan saldo menyimpan angka -5000, keduanya merupakan tipe data integer.
Tipe data ini sering digunakan untuk menyimpan angka yang tidak memerlukan presisi desimal, seperti usia, jumlah barang, atau status penghitungan.
2. Contoh Tipe Data Floating Point (float)
Tipe data floating point digunakan untuk angka yang memiliki desimal.
Contoh dalam C++:
float suhu = 36.5; float harga = 99.99; |
Penjelasan:
Variabel suhu menyimpan angka desimal 36.5, sedangkan harga menyimpan angka 99.99. Tipe data float digunakan saat kita perlu angka dengan ketelitian lebih tinggi, seperti nilai suhu, harga barang, atau hasil pembagian yang tidak menghasilkan angka bulat.
3. Contoh Tipe Data Fixed Point
Tipe data fixed point digunakan ketika kita ingin mengatur jumlah total digit dan digit setelah koma.
Dalam C++, tipe data ini lebih jarang digunakan secara langsung, tetapi sering ditemukan dalam aplikasi keuangan atau sistem yang memerlukan presisi tinggi. Biasanya, ini digunakan untuk mengontrol angka dengan dua bagian—seperti jam atau mata uang.
4. Contoh Tipe Data Short
Tipe data short menyimpan angka bulat dengan rentang lebih kecil dari integer.
Berikut contoh dalam C++:
short saldoBank = 1500; short suhuTinggi = -10; |
Penjelasan:
Variabel saldoBank dan suhuTinggi menyimpan nilai dalam jangkauan lebih kecil, yaitu antara -32,768 hingga 32,767.
Biasanya digunakan untuk data yang tidak membutuhkan angka terlalu besar, sehingga lebih hemat memori.
5. Contoh Tipe Data SByte
SByte digunakan untuk menyimpan angka bulat kecil, misalnya antara -128 hingga 127.
Berikut contoh dalam C++:
signed char grade = 85; // Bisa juga menggunakan sbyte untuk nilai kecil |
Penjelasan:
Di sini, grade menyimpan nilai 85 yang berada dalam rentang tipe data SByte.
Biasanya tipe data ini digunakan dalam situasi yang membutuhkan angka kecil dan signifikansi terbatas, seperti status indikator atau data sensor.
6. Contoh Tipe Data Long
Tipe data long digunakan untuk menyimpan angka bulat yang sangat besar.
Berikut contoh dalam C++:
long populasi = 7800000000; long jarakKeMatahari = 149600000; |
Penjelasan:
Variabel populasi menyimpan angka besar 7,8 miliar, dan jarakKeMatahari menyimpan nilai besar untuk jarak antara bumi dan matahari.
Tipe data long sering digunakan untuk angka yang lebih besar dari yang dapat ditampung oleh integer, seperti angka statistik besar atau perhitungan ilmiah.
Baca juga: Macam-Macam Tipe Data & Contoh Lengkap untuk Belajar
Tertarik Menjadi Web Developer Handal?
Ingin menguasai web development dan membuat website profesional? Bergabunglah dengan Bootcamp Web Development di dibimbing.id!
Di sini, kamu akan dibimbing oleh mentor berpengalaman, belajar HTML, CSS, JavaScript, hingga framework populer seperti React dan Node.js.
Bonusnya, kamu bisa mengulang kelas secara gratis dan mendapatkan materi terbaru yang selalu update. Dengan lebih dari 700+ hiring partner dan tingkat keberhasilan alumni 95%, peluang kariermu semakin terbuka!
Hubungi kami di sini dan daftar sekarang untuk konsultasi gratis seputar materi atau karier! Saatnya #BimbingSampeJadi profesional web developer!
Referensi:
- Numeric Data Types - Actian Corporation [Buka]
Tags

Irhan Hisyam Dwi Nugroho
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.