Apa Itu Sustainability Framework? Fungsi dan Jenisnya
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
•
29 Mei 2026
•
22
Pernah mendengar istilah sustainability framework, Warga Bimbingan? Istilah ini cukup sering digunakan dalam dunia bisnis dan ESG karena berkaitan dengan strategi keberlanjutan perusahaan.
Sustainability framework adalah panduan yang digunakan perusahaan untuk menjalankan bisnis yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab. Framework ini membantu perusahaan mengukur dampak lingkungan, sosial, hingga tata kelola bisnis.
Saat ini, banyak perusahaan mulai menerapkan sustainability framework untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan stakeholder.
Nah, kalau Warga Bimbingan ingin memahami konsep sustainability framework dengan lebih mudah, MinDi sudah merangkumnya di artikel ini. Simak sampai akhir, ya!
Apa Itu Sustainability Framework?
Sustainability framework adalah kerangka atau panduan yang digunakan perusahaan untuk menjalankan strategi bisnis yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Framework ini membantu perusahaan mengelola dampak lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan atau yang sering dikenal dengan ESG.
Dengan adanya sustainability framework, perusahaan dapat memiliki acuan yang lebih jelas dalam membuat kebijakan, mengukur kinerja keberlanjutan, hingga meningkatkan transparansi kepada stakeholder.
Saat ini, sustainability framework semakin banyak diterapkan karena perusahaan tidak hanya dituntut mengejar keuntungan, tetapi juga menjaga dampak bisnis terhadap lingkungan dan masyarakat.
Baca Juga: Panduan Sukses Switch Career ke K3: Skill & Materi Terupdate
Fungsi Sustainability Framework
Sumber: Canva
Sustainability framework tidak hanya digunakan sebagai panduan keberlanjutan perusahaan, Warga Bimbingan.
Framework ini juga membantu perusahaan menjalankan bisnis yang lebih terarah, transparan, dan sesuai dengan prinsip ESG.
1. Membantu Menyusun Strategi Keberlanjutan
Sustainability framework membantu perusahaan menyusun strategi bisnis yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.
Dengan framework yang jelas, perusahaan dapat menentukan tujuan dan langkah yang ingin dicapai terkait ESG. Hal ini membuat proses pengambilan keputusan menjadi lebih terarah dan terukur.
2. Mengukur Dampak Lingkungan dan Sosial
Framework ini digunakan perusahaan untuk melihat dampak bisnis terhadap lingkungan dan masyarakat.
Perusahaan dapat memantau penggunaan energi, emisi karbon, hingga program sosial yang dijalankan. Dengan begitu, perusahaan dapat melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkala.
3. Meningkatkan Transparansi Perusahaan
Sustainability framework membantu perusahaan menyampaikan informasi keberlanjutan secara lebih terbuka kepada stakeholder.
Transparansi ini penting untuk meningkatkan kepercayaan investor, pelanggan, dan masyarakat. Selain itu, laporan keberlanjutan juga menjadi lebih terstruktur dan mudah dipahami.
4. Mendukung Penerapan ESG
Banyak perusahaan menggunakan sustainability framework untuk membantu penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG).
Framework ini membantu perusahaan memahami standar dan indikator ESG yang perlu diterapkan. Dengan penerapan ESG yang baik, perusahaan juga dapat meningkatkan reputasi bisnisnya.
5. Membantu Perusahaan Memenuhi Regulasi
Saat ini, banyak regulasi yang mendorong perusahaan untuk menjalankan bisnis secara lebih berkelanjutan.
Sustainability framework membantu perusahaan mengikuti standar dan aturan yang berlaku terkait ESG dan sustainability reporting. Dengan begitu, perusahaan dapat mengurangi risiko pelanggaran dan menjaga kepatuhan bisnis.
Baca Juga: 10 Panduan Memilih Bootcamp HSE/K3 Terbaik di 2026
Jenis Sustainability Framework
Saat ini, ada berbagai jenis sustainability framework yang digunakan perusahaan untuk mendukung strategi keberlanjutan dan penerapan ESG.
Setiap framework memiliki fokus dan fungsi yang berbeda, sehingga perusahaan biasanya memilih framework sesuai kebutuhan bisnis dan industri mereka.
1. ESG Framework
ESG Framework adalah framework yang berfokus pada aspek Environmental, Social, and Governance dalam perusahaan.
Framework ESG Framework ini membantu perusahaan mengukur dampak lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola bisnis. Saat ini, ESG framework menjadi salah satu standar yang paling banyak digunakan dalam dunia bisnis modern.
2. GRI Standards
GRI Standards atau Global Reporting Initiative merupakan framework yang digunakan untuk membuat laporan keberlanjutan perusahaan.
Framework GRI Standards ini membantu perusahaan menyampaikan informasi ESG secara lebih transparan dan terstruktur. Karena standar pelaporannya cukup lengkap, GRI sering digunakan oleh perusahaan besar di berbagai industri.
3. SDGs Framework
SDGs Framework mengacu pada Sustainable Development Goals yang dibuat oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Framework ini memiliki tujuan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di berbagai bidang seperti lingkungan, pendidikan, dan ekonomi. Banyak perusahaan menggunakan SDGs sebagai acuan dalam menjalankan program sustainability mereka.
4. SASB Framework
SASB atau Sustainability Accounting Standards Board adalah framework yang membantu perusahaan melaporkan informasi sustainability berdasarkan sektor industrinya.
Framework ini fokus pada data dan risiko sustainability yang relevan terhadap kondisi bisnis perusahaan. Dengan SASB, perusahaan dapat membuat laporan yang lebih spesifik dan sesuai kebutuhan investor.
5. TCFD Framework
TCFD atau Task Force on Climate-related Financial Disclosures adalah framework yang berfokus pada risiko perubahan iklim terhadap bisnis perusahaan.
Framework ini membantu perusahaan memahami dan melaporkan dampak finansial yang berkaitan dengan perubahan iklim. Saat ini, TCFD semakin banyak digunakan karena isu climate change menjadi perhatian global.
Baca Juga: Berapa Harga Bootcamp HSE/K3 di Indonesia? dan Faktornya
Contoh Penerapan Sustainability Framework
Sumber: Canva
Sustainability framework saat ini sudah banyak diterapkan oleh perusahaan di berbagai industri untuk mendukung strategi ESG dan keberlanjutan bisnis.
Penerapannya juga dapat berbeda tergantung tujuan perusahaan, mulai dari pengelolaan lingkungan hingga pelaporan sustainability perusahaan.
1. Sustainability Framework di Perusahaan Teknologi
Perusahaan teknologi biasanya menggunakan sustainability framework untuk mengurangi dampak lingkungan dari operasional bisnis mereka.
Contohnya seperti penggunaan energi terbarukan, pengurangan emisi karbon, hingga pengelolaan limbah elektronik. Framework ini membantu perusahaan menjalankan strategi sustainability secara lebih terukur dan transparan.
2. Sustainability Framework di Industri Manufaktur
Di industri manufaktur, sustainability framework sering digunakan untuk mengelola penggunaan energi, bahan baku, dan limbah produksi.
Perusahaan juga memanfaatkan framework ini untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi dampak terhadap lingkungan.
Dengan penerapan sustainability framework, perusahaan dapat mendukung proses produksi yang lebih ramah lingkungan.
3. Sustainability Framework untuk ESG Reporting
Banyak perusahaan menggunakan sustainability framework sebagai panduan dalam membuat laporan ESG atau sustainability report.
Framework seperti GRI Standards dan SASB membantu perusahaan menyusun laporan yang lebih terstruktur dan mudah dipahami stakeholder.
Hal ini penting untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan investor terhadap perusahaan.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Bootcamp HSE/K3 Terbaik di Indonesia
Tips Memilih Sustainability Framework
Memilih sustainability framework yang tepat penting agar strategi ESG perusahaan berjalan lebih terarah.
Framework yang sesuai juga membantu perusahaan membuat program dan pelaporan sustainability dengan lebih mudah.
1. Sesuaikan dengan Tujuan Perusahaan
Setiap perusahaan memiliki tujuan sustainability yang berbeda sesuai kebutuhan bisnisnya. Karena itu, penting memilih framework yang mendukung target keberlanjutan perusahaan secara jelas.
Dengan framework yang tepat, strategi sustainability juga akan lebih terarah dan mudah diterapkan.
2. Perhatikan Standar Industri
Beberapa industri biasanya memiliki sustainability framework yang lebih umum digunakan dibanding industri lainnya.
Misalnya, perusahaan keuangan sering menggunakan framework ESG dan TCFD untuk pelaporan risiko bisnis. Memahami standar industri dapat membantu perusahaan memilih framework yang lebih relevan.
3. Pilih Framework yang Mudah Diukur
Framework yang baik sebaiknya memiliki indikator dan pengukuran yang jelas agar hasilnya dapat dievaluasi secara berkala.
Hal ini membantu perusahaan memantau perkembangan program sustainability yang dijalankan. Dengan data yang terukur, perusahaan juga lebih mudah membuat laporan keberlanjutan.
4. Sesuaikan dengan Kebutuhan ESG Reporting
Jika perusahaan ingin membuat sustainability report, penting memilih framework yang mendukung proses pelaporan ESG.
Framework seperti GRI Standards dan SASB sering digunakan untuk membantu penyusunan laporan yang lebih terstruktur. Dengan framework yang sesuai, laporan sustainability juga akan lebih mudah dipahami stakeholder.
Tertarik Belajar ESG dan Sustainability, Warga Bimbingan?
Setelah memahami sustainability framework dan penerapan ESG, sekarang saatnya meningkatkan skill kamu agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri modern.
ESG kini menjadi salah satu aspek penting yang banyak diterapkan perusahaan dalam menjalankan bisnis berkelanjutan.
Yuk, ikuti Bootcamp ESG di Dibimbing dan pelajari berbagai materi mulai dari sustainability, ESG reporting, corporate sustainability, hingga implementasi framework ESG di perusahaan. Semua materi dirancang sesuai kebutuhan industri dan dipandu langsung oleh mentor berpengalaman.
Dengan real case project, kurikulum aplikatif, serta lebih dari 1.100+ hiring partner dan tingkat keberhasilan alumni 96%, peluang kariermu di bidang ESG dan sustainability semakin terbuka lebar!
Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi di sini dan daftar sekarang di Dibimbing untuk mulai perjalananmu di bidang ESG dan sustainability. #BimbingSampeJadi!
FAQ
1. Apa itu sustainability framework?
Sustainability framework adalah panduan yang digunakan perusahaan untuk menjalankan bisnis yang lebih berkelanjutan dan sesuai prinsip ESG.
2. Apa fungsi sustainability framework?
Framework ini membantu perusahaan menyusun strategi sustainability dan mengukur dampak lingkungan maupun sosial bisnis.
3. Apa saja jenis sustainability framework?
Beberapa framework yang sering digunakan adalah ESG Framework, GRI Standards, SDGs, SASB, dan TCFD.
4. Mengapa sustainability framework penting?
Sustainability framework membantu perusahaan menjalankan bisnis yang lebih transparan, terarah, dan berkelanjutan.
Tags
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
