Kenali 6 Supply Chain Model Populer hingga Cara Memilihnya

Farijihan Putri
•
15 July 2025
•
1394

Meskipun kesuksesan bisnis ritel, manufaktur, dan organisasi lainnya bergantung pada banyak faktor, memilih jenis supply chain model yang tepat mungkin menjadi yang paling penting.
Supply chain model adalah kunci utama yang wajib kamu pahami kalau mau sukses di dunia logistik dan rantai pasok, Warga Bimbingan!
Entah kamu pemula yang baru banget kenalan sama bidang ini atau lagi mikir buat switch karier ke Supply Chain Management, mengerti berbagai model yang ada itu penting banget.
Pasalnya, supply chain model adalah tentang gimana bisnis bisa lebih efisien, hemat biaya, dan tentunya, makin cuan. Yuk, cari tau model yang paling populer dan gimana cara milih yang paling pas buat bisnis bareng MinDi!
Baca Juga: Panduan Memilih Bootcamp Supply Chain Management Terbaik 2025
Apa Itu Supply Chain Model dan Mengapa Penting?
Supply chain model adalah kerangka atau pendekatan yang digunakan perusahaan untuk mengelola aliran barang, informasi, dan layanan dari pemasok hingga ke konsumen akhir.
Model ini membantu merancang bagaimana proses produksi, distribusi, hingga pengiriman dijalankan secara efisien dan terkoordinasi. Dalam praktiknya, supply chain model disesuaikan dengan jenis produk, kebutuhan pasar, serta kapasitas operasional perusahaan.
Pentingnya supply chain model terletak pada kemampuannya untuk meningkatkan efisiensi, menekan biaya, dan mempercepat respons terhadap perubahan permintaan pasar.
Tanpa model yang jelas, rantai pasok bisa menjadi tidak terstruktur, menyebabkan keterlambatan, pemborosan, hingga kerugian.
Dengan memilih model yang tepat, perusahaan bisa lebih siap menghadapi tantangan global seperti krisis bahan baku, lonjakan permintaan, atau gangguan logistik.
6 Supply Chain Model yang Populer
Sumber: Freepik
Ada beberapa supply chain model yang sering banget dipakai perusahaan besar maupun kecil. Masing-masing punya karakteristik dan keunggulannya sendiri. Yuk, bedah satu per satu!
1. Continuous Flow Model
Continuous Flow Model adalah jenis supply chain model yang paling cocok untuk bisnis dengan permintaan yang stabil dan produk yang nggak banyak berubah. Bayangkan aja aliran produksi yang terus-menerus tanpa banyak gangguan.
Model semacam ini biasanya diterapkan pada industri yang memproduksi barang secara massal dengan volume tinggi. Fokus utamanya adalah efisiensi dan konsistensi, memastikan barang selalu tersedia sesuai jadwal.
2. Fast Chain Model
Selanjutnya, ada Fast Chain Model khusus untuk produk dengan siklus hidup pendek dan tren yang berubah cepat. Pikirkan tentang industri fesyen atau teknologi yang harus selalu update model baru.
Kecepatan adalah kunci di sini, mulai dari desain, produksi, hingga distribusi harus serba cepat. Model ini meminimalkan waktu tunggu dan mengoptimalkan respon terhadap perubahan pasar yang mendadak.
3. Efficient Chain Model
Efficient Chain Model adalah supply chain model yang berpusat pada efisiensi biaya dan eliminasi pemborosan. Cocok banget buat kamu yang bergerak di industri dengan margin keuntungan tipis dan kompetisi harga yang ketat.
Seluruh proses, mulai dari pengadaan bahan baku hingga pengiriman ke pelanggan, dioptimalkan untuk menekan biaya. Model ini memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan nilai maksimal.
4. Agile Model
Kemudian, ada Agile Model yang sangat fleksibel dan responsif terhadap ketidakpastian pasar. Kalau bisnismu sering menghadapi perubahan permintaan mendadak atau gangguan tak terduga, model ini bisa menjadi penyelamat.
Kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat dan mengubah strategi menjadi fokus utama. Pengelolaan risiko dan inovasi juga menjadi bagian penting dari pendekatan ini.
5. Custom-Configured Model
Custom-Configured Model adalah supply chain model yang khusus untuk produk atau layanan yang membutuhkan kustomisasi tinggi. Contohnya, perusahaan yang membuat produk berdasarkan pesanan spesifik dari pelanggan.
Setiap tahapan rantai pasok disesuaikan dengan kebutuhan unik masing-masing pelanggan. Model ini mengutamakan presisi dan personalisasi untuk memenuhi ekspektasi individual.
6. Flexible Model
Terakhir, Flexible Model menggabungkan beberapa karakteristik dari model lain untuk menciptakan supply chain yang bisa menyesuaikan diri dengan berbagai skenario. Model ini sangat pas untuk perusahaan yang beroperasi di pasar yang dinamis dan punya beragam jenis produk.
Kemampuan untuk beralih antara strategi efisiensi dan responsif adalah kekuatan utamanya. Tujuan dari model ini adalah mencapai keseimbangan optimal antara biaya dan kecepatan.
Baca Juga: Simak Proses Bisnis Supply Chain Management, Tahapan & Contoh
Cara Memilih Supply Chain Model yang Tepat
Sumber: Freepik
Setelah tahu berbagai jenis supply chain model, sekarang gimana caranya milih yang paling pas buat bisnismu? Gampang kok, perhatiin aja 5 hal penting ini.
1. Pahami Produk dan Pasar
Langkah pertama adalah bener-bener pahami produk dan karakteristik pasar. Produk dengan permintaan stabil akan cocok dengan supply chain model yang mengutamakan efisiensi. Sementara itu, produk musiman atau yang cepat ketinggalan zaman butuh model yang lebih responsif.
2. Evaluasi Tujuan Bisnis
Berikutnya, kamu perlu mengevaluasi apa sih tujuan utama bisnismu. Apakah kamu mau jadi yang paling murah di pasar, atau justru fokus ke kecepatan pengiriman dan inovasi produk? Tujuan tersebut akan sangat memengaruhi model mana yang paling mendukung.
3. Analisis Biaya dan Risiko
Kemudian, jangan lupa analisis dengan cermat biaya dan risiko dari setiap supply chain model. Setiap model punya implikasi biaya yang berbeda, mulai dari penyimpanan, transportasi, hingga potensi kerugian. Pertimbangkan juga risiko seperti gangguan pasokan atau perubahan permintaan yang mendadak.
4. Perhatikan Kapasitas dan Infrastruktur
Penting juga untuk memperhatikan kapasitas internal dan infrastruktur yang kamu miliki. Apakah gudangmu cukup besar, atau sistem IT mendukung visibilitas rantai pasok yang tinggi? Kapasitas yang ada akan menentukan seberapa jauh kamu bisa menerapkan model tertentu.
5. Fleksibilitas dan Skalabilitas
Terakhir, pertimbangkan tingkat fleksibilitas dan skalabilitas dari model yang akan dipilih. Bisnismu mungkin akan berkembang, atau kondisi pasar bisa berubah drastis. Pastikan supply chain model yang kamu pilih bisa menyesuaikan diri dengan pertumbuhan dan perubahan di masa depan.
Baca Juga: 13 Supply Chain Management Software Pilihan untuk Bisnis
Sudah Tentukan Supply Chain Model?
Warga Bimbingan, setelah kita bedah berbagai jenis dan cara memilih supply chain model yang pas, semoga kamu udah makin tercerahkan ya. Memilih model yang tepat itu krusial banget buat kesuksesan bisnismu di era sekarang ini.
Kalau kamu makin tertarik buat mendalami seluk-beluk Supply Chain Management dan pengen banget switch karier atau jadi expert di bidang ini, yuk gabung di Bootcamp Supply Chain Management!
Di bootcamp ini, kamu bakal dibimbing langsung sama mentor berpengalaman dengan silabus terlengkap, banyak praktek nyata buat bangun portofolio keren, gratis mengulang kelas, dan yang paling penting 96% alumni udah berhasil dapat kerja berkat bantuan 840+ hiring partner yang siap menyalurkan.
Kalau ada pertanyaan, "Apakah materi tentang supply chain model ini akan diajarkan secara mendalam dengan studi kasus nyata?", atau "Bagaimana dibimbing.id membantu saya dalam proses penyaluran kerja setelah lulus?", konsultasi gratis di sini. dibimbing.id siap #BimbingSampeJadi!