Dibimbing - Strategi Branding CHAGEE: 5 Rahasia di Balik Kesuksesannya
Blog
Case Study Bisnis

Strategi Branding CHAGEE: 5 Rahasia di Balik Kesuksesannya

Author

DITULIS OLEH 

Farijihan Putri

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 13 Okt 2026

Diubah pada 23 Okt 2026

39

Image Thumbnail

Strategi branding CHAGEE menarik untuk dibahas, apalagi di tengah persaingan bisnis minuman yang semakin ketat. Brand teh asal Tiongkok ini berhasil membangun identitas premium melalui produk, desain toko, hingga pengalaman pelanggan.

Menariknya, pendekatan mereka juga mencakup digital marketing dan pengelolaan karyawan. 

Buat Warga Bimbingan yang ingin berkarier di bidang digital marketing, belajar melalui bootcamp digital marketing terbaik Indonesia menjadi opsi yang menarik dan layak dipertimbangkan.

Lantas, strategi apa saja yang membuat pendekatan branding CHAGEE menarik untuk dipelajari?


Mengenal CHAGEE


CHAGEE adalah brand teh asal Tiongkok yang didirikan oleh Junjie Zhang pada 2017. Zhang bukan langsung membangun bisnis besar sejak awal; sebelum mendirikan CHAGEE, ia lebih dulu punya pengalaman di industri minuman dan pernah menjadi regional deputy manager serta franchise partner di Yunnan David’s Beverage. 

Saat ini, Zhang menjabat sebagai Founder, Chairman of the Board, sekaligus CEO CHAGEE.

Cerita pendirinya juga menjadi bagian menarik dari identitas CHAGEE. Dari latar belakang sederhana, Zhang berkembang melalui berbagai pengalaman kerja di industri teh hingga akhirnya membangun brand sendiri dengan ambisi membawa budaya teh Oriental ke gaya hidup modern. 

CHAGEE kemudian membuka gerai pertamanya di Yunnan pada November 2017 dan mengembangkan konsep teh premium yang menggabungkan budaya, produk, desain, teknologi, serta pengalaman pelanggan. 

Jadi, CHAGEE tidak sekadar menjual minuman teh. Brand ini membangun cerita tentang bagaimana teh tradisional bisa dikemas menjadi pengalaman modern dan punya daya tarik global. Dari sinilah strategi branding CHAGEE menarik untuk dibedah lebih jauh.

Baca Juga: Strategi Digital Marketing Wardah Bangun Hype Sebelum Product Launching


5 Strategi Branding CHAGEE yang Menarik Dipelajari


Sumber: CHAGEE

Kesuksesan membangun identitas merek melibatkan berbagai strategi yang saling mendukung, mulai dari produk hingga hubungan dengan pelanggan.


1. Menjual Pengalaman Premium, Bukan Sekadar Minuman

CHAGEE mengembangkan identitas melalui produk berbasis teh, kemasan elegan, dan desain toko modern. Pendekatan tersebut membantu menciptakan pengalaman premium sekaligus membedakannya dari kompetitor.

Strategi ini menunjukkan pentingnya positioning yang konsisten pada setiap titik interaksi pelanggan.


2. Menggunakan Emotional Branding dan Storytelling Budaya

CHAGEE memanfaatkan cerita budaya untuk membangun hubungan emosional dengan pelanggan.

Salah satu contohnya adalah BO·YA Jasmine Green Milk Tea, yang namanya terinspirasi dari kisah persahabatan dan saling memahami dalam budaya Tiongkok.

Melalui emotional branding, produk memiliki cerita yang bisa memperkuat identitas merek sekaligus menciptakan kedekatan dengan pelanggan.


3. Mengoptimalkan WhatsApp Marketing untuk Customer Engagement

Strategi digital marketing CHAGEE juga menarik karena tidak berhenti ketika pelanggan menyelesaikan pembelian.

Dalam proyek bersama YCloud di Hong Kong, CHAGEE menggunakan QR code di toko untuk mengajak pelanggan bergabung ke grup WhatsApp.

Pelanggan kemudian menerima rekomendasi produk, promo eksklusif, hingga informasi membership melalui WhatsApp Business.

Brand ini juga menerapkan segmentasi berdasarkan lokasi toko dan riwayat pesanan untuk menjalankan kampanye yang lebih personal.

Hasil implementasi yang dilaporkan YCloud meliputi:

  1. 20% peningkatan pembelian ulang melalui interaksi komunitas WhatsApp.
  2. 54% tingkat pembukaan pesan melalui kampanye yang ditargetkan.
  3. 30% pengurangan waktu tunggu pesanan berkat otomatisasi notifikasi pengambilan.

Hasil tersebut berasal dari implementasi di Hong Kong, bukan keseluruhan operasional global CHAGEE.

Strategi customer engagement ini memperlihatkan bagaimana marketing automation dapat mendukung loyalitas pelanggan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.


4. Membangun Employer Branding Melalui Karyawan

Menariknya, CHAGEE juga melibatkan karyawan dalam proses pembaruan identitas mereknya.

Melalui pendekatan CHAGEE Together, perusahaan mengumpulkan masukan karyawan untuk meningkatkan kenyamanan seragam dan memberikan ruang bagi ekspresi individu.

Contohnya, masukan mengenai seragam putih yang mudah terkena noda teh mendorong perusahaan menghadirkan pilihan warna yang lebih praktis.

Pendekatan employer branding tersebut membantu perusahaan membangun identitas yang tidak hanya menarik bagi pelanggan, tetapi juga calon karyawan.


5. Mempertahankan Identitas Global dengan Sentuhan Lokal

CHAGEE menjaga konsistensi identitas merek di berbagai pasar tanpa mengabaikan karakteristik lokal.

Keseragaman identitas tetap dipertahankan melalui elemen visual utama, sementara lingkungan toko, merchandise, dan storytelling dapat menghadirkan kedekatan budaya.

Strategi ini membantu brand mempertahankan ciri khasnya ketika berekspansi ke pasar internasional.

Baca Juga: Kisah Anggi Switch Career Digital Marketing: Tembus Kerja Remote di Singapura


Apa yang Bisa Dipelajari dari Strategi Branding CHAGEE?

Kalau dibawa ke konteks digital marketing, ada pelajaran yang cukup menarik nih bagi Warga Bimbingan.

  1. Buat identitas yang gampang dikenali: Jangan hanya mengejar konten viral.
  2. Bangun cerita di balik produk: Konsumen lebih mudah mengingat brand yang punya konteks.
  3. Jadikan produk sebagai hero: Punya produk utama membantu positioning lebih tajam.
  4. Manfaatkan pengalaman offline: Toko bisa menjadi bagian dari media branding.
  5. Gunakan komunitas dan social sharing: Pengalaman yang menarik punya peluang lebih besar dibicarakan konsumen.

Kalau ingin mempraktikkan strategi serupa, kamu bisa mengembangkan kemampuan melalui kursus dengan penyaluran kerja yang menggabungkan pembelajaran dan studi kasus industri.


Mengapa Strategi Branding Chagee Terasa Kuat?

Ada satu hal menarik dari pendekatan Chagee: branding-nya terasa di banyak titik sekaligus, bukan hanya di Instagram.

Mulai dari packaging, desain toko, produk, merchandise, sampai pengalaman karyawan ikut membentuk persepsi brand. Bahkan, pengembangan seragam dan pengalaman frontline juga melibatkan feedback karyawan agar identitas brand tetap nyaman dipakai dalam pekerjaan sehari-hari.

Hal ini menunjukkan bahwa brand storytelling nggak harus selalu hadir dalam bentuk caption panjang. Cerita bisa muncul dari desain, ruang, produk, bahkan cara sebuah perusahaan memperlakukan orang-orang di dalamnya.

Baca Juga: Cerita Lusi: Raih 3 Tawaran Kerja Sampai Malaysia Bareng Dibimbing


Rekomendasi Bootcamp Digital Marketing dengan Penyaluran Kerja Terbaik di Indonesia

Strategi CHAGEE memperlihatkan bahwa membangun brand membutuhkan kemampuan branding, analisis data, dan pengelolaan kampanye digital.

Buat Warga Bimbingan yang ingin menguasai kemampuan tersebut, Bootcamp Digital Marketing Dibimbing menyediakan pilihan kelas online dan offline Jakarta.

Keunggulan Bootcamp Digital Marketing Online:

  1. 60+ live class dan 15+ video pembelajaran tambahan.
  2. 20+ assignment dan studi kasus bersama UMKM.
  3. Pendanaan campaign ads hingga Rp1 juta.
  4. Sesi konsultasi personal 1-on-1 tanpa batas.
  5. Pendampingan fasilitator dan mentor 24/7.
  6. Kesempatan magang selama 2,5 bulan.
  7. Program penyaluran kerja ke 1.100+ perusahaan.

Keunggulan Bootcamp Digital Marketing Offline Jakarta:

  1. 100+ kelas offline dan 24+ video pembelajaran tambahan.
  2. 20+ kelas bahasa Inggris untuk persiapan karier.
  3. 20+ assignment dan studi kasus bersama UMKM.
  4. Pendanaan campaign ads hingga Rp1,7 juta.
  5. Konsultasi tanpa batas bersama instruktur.
  6. Pendampingan mentor dan fasilitator 24/7.
  7. Program magang selama tiga bulan dan penyaluran kerja ke 1.100+ perusahaan.
  8. Fasilitas ruang kelas yang nyaman dan modern.

Warga Bimbingan punya pertanyaan seputar pendampingan pembuatan portofolio atau sistem penyaluran kerja? Konsultasi Bootcamp Digital Marketing dengan tim Dibimbing sekarang yang pasti #BimbingSampeJadi karier impianmu!


FAQ

1. Apa perbedaan branding dan digital marketing?

Branding berfokus pada pembentukan identitas dan persepsi merek, sedangkan digital marketing memanfaatkan kanal digital untuk menjangkau, menarik, dan mempertahankan pelanggan.

2. Apakah WhatsApp marketing cocok untuk bisnis kecil?

Ya. Bisnis kecil dapat memanfaatkan WhatsApp Business untuk memberikan informasi produk, melayani pelanggan, dan menjalankan promosi dengan tetap memperhatikan persetujuan penerima pesan.

3. Apa indikator keberhasilan strategi branding?

Beberapa indikator yang bisa digunakan adalah brand awareness, persepsi pelanggan, loyalitas, tingkat pembelian ulang, dan rekomendasi pelanggan.

Kategori:

Share:

Penulis

Penulis Image

Farijihan Putri

Farijihan Putri adalah SEO Content Writer dengan pengalaman 4+ tahun menulis dan mengoptimalkan konten untuk berbagai topik. Di Dibimbing, ia mengolah beragam insight seputar karier dan industri, mulai dari digital marketing, HR, data, finance, business, hingga technology. Melalui tulisannya, Jihan membantu pembaca memahami skill yang dibutuhkan di dunia kerja serta menemukan informasi yang relevan untuk mendukung perkembangan karier mereka.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!