Kisah Anggi Switch Career Digital Marketing: Tembus Kerja Remote di Singapura
Farijihan Putri
•
05 Mei 2026
•
44
Warga Bimbingan, pernah nggak sih kamu ngerasa kalau jurusan kuliah atau pekerjaan sekarang ternyata nggak sejalan sama passion kamu? Atau mungkin kamu udah sering iseng ngurusin social media, suka mengulik tren digital, tapi bingung gimana caranya serius berkarier di bidang itu?
Kalau jawaban kamu "iya", cerita Anggi Nindia ini wajib banget kamu baca sampai habis. Kisahnya bermula dari lulusan akuntansi yang justru menemukan passion-nya di dunia digital.
Siapa sangka, keputusannya belajar digital marketing lewat bootcamp berujung pada karier remote di agensi Singapura yang punya kultur kerja berbeda 180 derajat dari perusahaan Indonesia.
Yuk, bedah tuntas perjalanannya yang super inspiratif ini!
Baca Juga: Iseng Belajar Digital Marketing, Dinda Jadi Orang Penting Pos Indonesia
Berawal dari Lulusan Akuntansi yang Tertarik Dunia Digital
Belajar dari cerita Kak Anggi, ada satu pesan kuat yang langsung ngena banget: "Jurusan kuliah bukanlah takdir yang ngebatasin karier kamu."
Kalimat ini menjadi fondasi penting buat siapa aja yang ingin berubah tapi takut karena merasa nggak punya background yang pas.
Kak Anggi ngajarin kita kalau langkah pertama itu nggak harus sempurna, yang penting ada kemauan buat mengeksplorasi hal-hal di luar zona nyaman. Sepanjang kuliah hingga awal bekerja, ia justru lebih banyak menghabiskan waktu menjelajahi bidang bisnis dan social media.
Dari sana, ia mulai menyadari ada benang merah antara data, strategi, dan kreativitas—kombinasi yang sangat cocok dengan minatnya. Ketertarikan inilah yang menjadi titik balik keputusannya untuk serius menekuni karier sebagai digital marketer.
"Dari situ gue mikir kalau emang cocok sama bidang ini karena bisa combine antara data, strategi, dan creativity," ungkapnya.
Kenapa Memilih Bootcamp untuk Asah Skill Digital Marketing?
Meski suka menganalisis campaign, Kak Anggi sadar skill yang dimiliki saat itu belum cukup untuk bekal berkarier secara serius di dunia digital marketing.
"Terus, gue suka proses analisa campaign, tapi gue sadar dengan skill yang ada tuh gak cukup buat bekal serius berkarier," tuturnya jujur.
Makanya, ia memilih buat belajar dulu dan mencari tempat yang bisa membantu mempersiapkan karier—bahkan sampai bekerja di perusahaan luar negeri. Pilihannya jatuh pada Bootcamp Digital Marketing Online Dibimbing.
1. Metode Belajar Seru: Banyak Praktik dan Real Case
Poin yang paling penting buat kamu yang mungkin takut belajar hal baru. Dibimbing memastikan materi disampaikan dengan cara yang engaging, nggak cuma teori doang. Kak Anggi mengaku kaget dengan pengalaman belajarnya.
"Jujur gue gak nyangka belajarnya bakal seseru ini. Banyak praktik, real case, plus supportive juga, enak buat diskusi deh," katanya antusias. Mentoring dan guidance yang intens juga sangat membantunya memahami setiap materi sampai tuntas.
2. Kurikulum yang Relevan dengan Tren Industri
Salah satu hal yang bikin Kak Anggi pede saat masuk kerja adalah materi selama bootcamp yang benar-benar nyambung dengan kebutuhan industri saat ini. Waktu internship, ia menangani berbagai tugas nyata seperti:
- Setup campaign ads: Dari bikin planning campaign sampai running.
- Analyze & optimasi performa: Mengecek hasil dan improve biar lebih optimal.
- Reporting & insight: Nyusun report dan kasih analisa ke tim.
"Untuknya, itu semua gak bikin gue bingung karena teori dan praktiknya sudah dipelajari di Dibimbing yang benar-relevan sama tren industri," jelasnya percaya diri.
3. Benefit Penyaluran Kerja ke Hiring Company
Nah, ini salah satu benefit paling unggul yang dirasakan langsung oleh Kak Anggi. Bootcamp nggak cuma berhenti di pelajaran aja, tapi benar-benar membantu sampai tahap penyaluran kerja.
"Plus, benefit terbesarnya adalah gue bisa disalurin kerja ke hiring company Dibimbing dan jadi Digital Marketing Intern di Right Side People Singapore," ungkapnya.
Baca Juga: Tugas Digital Marketing Intern & Cara Magang lewat Bootcamp Dibimbing
