Dibimbing - Sertifikasi CFA: 3 Level, Syarat, Biaya, dan Manfaat
Blog
Finance

Sertifikasi CFA: 3 Level, Syarat, Biaya, dan Manfaat

Author

DITULIS OLEH 

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 23 Okt 2026

Diubah pada 23 Okt 2026

7

Image Thumbnail

Sertifikasi CFA sering menjadi pilihan bagi kamu yang ingin berkarier di bidang keuangan dan investasi. Namun, banyak calon kandidat masih bingung mengenai persyaratan, biaya, hingga tahapan yang harus dilalui untuk mendapatkan gelar profesional ini.

Apalagi, sertifikasi CFA memiliki tiga level ujian dengan materi yang cukup kompleks dan membutuhkan persiapan matang. Nah, sebelum mengambil sertifikasi ini, kamu juga bisa memperkuat kemampuan dasar melalui Bootcamp Finance & Accounting Dibimbing.


Agar kamu nggak salah langkah, artikel ini akan membahas pengertian sertifikasi CFA, manfaat, syarat, biaya, hingga cara mendapatkannya secara lengkap.



Apa Itu Sertifikasi CFA?

Sertifikasi CFA adalah kualifikasi profesional internasional di bidang analisis investasi dan manajemen portofolio yang diselenggarakan oleh CFA Institute. 


CFA merupakan singkatan dari Chartered Financial Analyst, yaitu gelar profesional yang menunjukkan penguasaan kompetensi analisis keuangan, investasi, dan standar etika.


Program ini dirancang untuk profesional yang ingin mengembangkan keahlian dalam penilaian aset, pengelolaan investasi, serta pengambilan keputusan keuangan. 


Untuk memperoleh gelar CFA, kandidat harus menyelesaikan tiga level ujian, memenuhi pengalaman kerja relevan, dan mendapatkan keanggotaan profesional CFA

Institute.


Baca Juga: 8 Sertifikasi Manajemen di Bidang Keuangan, Terbaik


Apa Manfaat Sertifikasi CFA?

Sertifikasi CFA dapat memberikan nilai tambah bagi profesional yang ingin mengembangkan karier di bidang investasi dan keuangan. Berikut beberapa manfaat yang bisa kamu pertimbangkan.


1. Meningkatkan Kredibilitas Profesional

Gelar CFA menunjukkan bahwa seseorang telah memenuhi standar pengetahuan dan etika profesional yang ditetapkan CFA Institute. 


Kualifikasi ini dapat memperkuat kredibilitas ketika bekerja di perusahaan investasi, perbankan, maupun lembaga keuangan.


2. Membuka Peluang Karier Internasional

CFA merupakan kualifikasi yang dikenal secara global, sehingga relevan bagi profesional yang ingin mengembangkan karier di perusahaan multinasional. 


Namun, peluang bekerja di luar negeri tetap bergantung pada pengalaman, keterampilan, dan persyaratan perusahaan.


3. Mengembangkan Kemampuan Analisis Investasi

Melalui program CFA, kamu mempelajari analisis laporan keuangan, valuasi aset, manajemen risiko, hingga strategi investasi. 


Pengetahuan tersebut membantu profesional mengevaluasi kondisi keuangan perusahaan dan membuat keputusan investasi berdasarkan data.


4. Mendukung Pengembangan Karier

Sertifikasi CFA dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam seleksi maupun promosi untuk posisi tertentu di industri investasi. 


Meski demikian, memiliki sertifikasi ini tidak otomatis menjamin kenaikan gaji atau pekerjaan.


Baca Juga: Financial Analyst: Tugas, Skill, Gaji, Peluang Karier


3 Level Sertifikasi CFA dan Materi Ujiannya


3 Level Sertifikasi CFA dan Materi Ujiannya

Sumber: Desain oleh Dibimbing


Program CFA terdiri dari tiga level yang harus diselesaikan secara bertahap. Setiap level menguji kemampuan berbeda, mulai dari pemahaman konsep dasar hingga penerapan strategi investasi.


1. CFA Level I: Dasar Keuangan dan Investasi

Level I berfokus pada pemahaman konsep dasar, istilah, dan rumus yang digunakan dalam industri investasi. Kandidat akan mempelajari berbagai materi berikut:

  1. Ethical and Professional Standards
  2. Quantitative Methods dan Economics
  3. Financial Statement Analysis
  4. Equity Investments dan Fixed Income
  5. Derivatives, investasi alternatif, dan manajemen portofolio


Ujian Level I terdiri dari 180 soal pilihan ganda yang dibagi menjadi dua sesi, masing-masing selama 135 menit. Pada tahap ini, kamu perlu memahami konsep sekaligus menerapkannya dalam perhitungan keuangan sederhana.


Baca Juga: Rumus Menghitung ROA dan ROE, Lengkap dengan Contohnya


2. CFA Level II: Analisis dan Valuasi Investasi

Level II menguji kemampuan kandidat dalam menganalisis situasi keuangan dan mengevaluasi keputusan investasi. Materinya mencakup analisis laporan keuangan lanjutan, valuasi saham, obligasi, derivatif, dan pengelolaan risiko.


Ujian terdiri dari 22 kelompok soal berbasis studi kasus atau vignette, dengan total 88 pertanyaan pilihan ganda. Karena itu, kemampuan membaca informasi keuangan dan menerapkan metode analisis menjadi semakin penting.


3. CFA Level III: Manajemen Portofolio

Level III menekankan kemampuan mengintegrasikan berbagai konsep keuangan untuk menyelesaikan masalah investasi. Kandidat juga dapat memilih jalur spesialisasi Portfolio Management, Private Markets, atau Private Wealth.


Format ujiannya menggabungkan pertanyaan berbasis kasus dan jawaban tertulis atau constructed response. Pada tahap ini, kandidat harus mampu menjelaskan alasan di balik keputusan investasi secara terstruktur.


Baca Juga: Career Switch dari Lulusan Fisika ke Karier Finance Profesional


Apa Saja Syarat Mengikuti Sertifikasi CFA?

Sebelum mendaftar CFA Level I, kamu harus memenuhi persyaratan dari CFA Institute. Berikut ketentuan utama yang perlu diperhatikan.

  1. Memenuhi persyaratan pendidikan atau pengalaman kerja. Kandidat dapat memiliki gelar sarjana, berstatus mahasiswa dengan jadwal ujian Level I maksimal 23 bulan sebelum bulan kelulusan, atau memenuhi jalur pengalaman kerja dan pendidikan yang ditetapkan.
  2. Memiliki paspor internasional yang masih berlaku. Paspor dibutuhkan untuk proses identifikasi ketika mengikuti ujian CFA.
  3. Mampu mengikuti ujian berbahasa Inggris. Seluruh ujian menggunakan bahasa Inggris, tetapi TOEFL atau IELTS bukan persyaratan umum pendaftaran CFA Program.
  4. Mematuhi kebijakan dan standar etika. Kandidat wajib mengikuti peraturan ujian serta standar perilaku profesional CFA Institute.


Perlu diketahui bahwa syarat mengikuti ujian berbeda dengan syarat memperoleh gelar CFA. Untuk menjadi CFA charterholder, kandidat juga membutuhkan minimal 4.000 jam pengalaman kerja relevan selama sekurang-kurangnya 36 bulan, menyelesaikan seluruh level dan modul praktik, serta memenuhi ketentuan keanggotaan.



Berapa Biaya Sertifikasi CFA?

Biaya sertifikasi CFA bergantung pada level ujian dan periode pendaftaran yang dipilih. Berdasarkan tarif CFA Institute yang berlaku mulai ujian 2026, berikut rincian biaya registrasinya.


Level

Early Registration

Standard Registration

Level I

USD 1.140

USD 1.490

Level II

USD 1.140

USD 1.490

Level III

USD 1.240

USD 1.590

Total

USD 3.520

USD 4.570


Biaya tersebut merupakan biaya ujian apabila seluruh level berhasil diselesaikan dalam satu percobaan, belum termasuk pajak yang berlaku, materi tambahan berbayar, maupun biaya lain. CFA Institute juga telah menghapus biaya pendaftaran awal satu kali sebesar USD 350 mulai siklus ujian 2026.


Bagaimana Cara Mendapatkan Sertifikasi CFA?

Untuk mendapatkan sertifikasi CFA, kamu perlu melewati beberapa tahapan yang telah ditetapkan CFA Institute. Berikut proses yang dapat dijadikan panduan.

  1. Periksa persyaratan kandidat. Pastikan pendidikan, pengalaman, kemampuan bahasa Inggris, dan dokumen identitasmu memenuhi ketentuan.
  2. Daftar melalui CFA Institute. Buat akun pada website resmi CFA Institute dan pilih level serta periode ujian yang tersedia.
  3. Bayar dan jadwalkan ujian. Selesaikan registrasi, kemudian pilih pusat ujian dan jadwal melalui sistem yang ditentukan.
  4. Pelajari materi dan selesaikan modul praktik. Gunakan kurikulum resmi, latihan soal, dan Practical Skills Module yang diwajibkan pada setiap level.
  5. Lulus seluruh level dan ajukan keanggotaan. Setelah menyelesaikan tiga ujian dan memenuhi pengalaman kerja yang disyaratkan, ajukan keanggotaan untuk memperoleh gelar CFA.


Jadwal ujian berbeda untuk setiap level. Secara umum, Level I ditawarkan empat kali setahun, Level II tiga kali, dan Level III dua kali, sehingga kamu perlu memeriksa kalender resmi sebelum mendaftar.


Berapa Lama Waktu untuk Mendapatkan CFA?

CFA Institute menyebutkan bahwa kandidat yang berhasil biasanya menghabiskan waktu belajar lebih dari 300 jam untuk setiap level ujian. Artinya, kamu perlu merencanakan waktu belajar secara konsisten agar mampu memahami materi yang cukup luas.


Sebagai contoh, jika menargetkan 300 jam belajar selama 20 minggu, kamu membutuhkan sekitar 15 jam setiap minggu. 


Selain belajar, kandidat juga wajib menyelesaikan satu Practical Skills Module pada masing-masing level, dengan durasi sekitar 10–20 jam per modul.


Secara keseluruhan, proses memperoleh gelar CFA dapat memakan waktu beberapa tahun, tergantung kelulusan ujian dan pemenuhan pengalaman kerja.


Apa Saja Prospek Karier Setelah Sertifikasi CFA?

Sertifikasi CFA relevan untuk berbagai profesi yang berkaitan dengan analisis dan pengelolaan investasi. Beberapa jalur karier yang dapat dipertimbangkan antara lain:

  1. Investment Analyst: Menganalisis instrumen investasi dan memberikan rekomendasi berdasarkan kondisi pasar maupun fundamental aset.
  2. Equity Research Analyst: Meneliti kinerja perusahaan, valuasi saham, dan prospek industri untuk mendukung keputusan investasi.
  3. Portfolio Manager: Mengelola portofolio aset berdasarkan tujuan investasi dan toleransi risiko klien.
  4. Risk Analyst: Mengidentifikasi, mengukur, serta mengevaluasi risiko yang berhubungan dengan aktivitas keuangan.
  5. Financial Analyst: Menganalisis laporan keuangan, kinerja bisnis, dan proyeksi untuk mendukung pengambilan keputusan perusahaan.


Meskipun CFA relevan untuk seluruh profesi tersebut, tidak semua posisi mensyaratkan gelar CFA. Perusahaan juga mempertimbangkan pengalaman kerja, kemampuan analisis, dan penguasaan perangkat keuangan.


Baca Juga: Testimoni Kisah Sukses Career Switch Jadi Data Analyst FMCG


Apakah Sertifikasi CFA Cocok untuk Pemula?

Sertifikasi CFA dapat menjadi pilihan bagi pemula yang ingin mendalami investasi secara profesional. Namun, cakupan materi dan kebutuhan waktu belajarnya perlu dipertimbangkan sebelum melakukan pendaftaran.


Jika kamu masih membangun dasar keuangan, sebaiknya kuasai terlebih dahulu kemampuan membaca laporan keuangan, memahami akuntansi, serta menggunakan

Excel untuk analisis data. Fondasi tersebut akan membantu ketika mulai mempelajari materi CFA yang lebih kompleks.


Kamu juga perlu membedakan CFA dengan sertifikasi lain. CFA berfokus pada investasi dan manajemen portofolio, sedangkan CPA lebih dekat dengan profesi akuntansi dan audit, sementara FRM berfokus pada manajemen risiko keuangan.


Baca Juga: Kursus Finance Analyst Bersertifikat: Pilihan Program & Prospek Karier


Tips Mempersiapkan Sertifikasi CFA

Persiapan yang terstruktur dapat membantumu mempelajari materi CFA secara lebih efektif. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan.

  1. Buat jadwal belajar realistis. Bagi target jam belajar berdasarkan waktu yang tersedia dan tingkat kesulitan materi.
  2. Gunakan materi resmi. Manfaatkan Learning Ecosystem CFA Institute untuk mengakses kurikulum, latihan soal, dan simulasi ujian.
  3. Perkuat dasar analisis keuangan. Latih kemampuan membaca laporan keuangan, menghitung rasio, dan memahami valuasi aset.
  4. Kerjakan simulasi ujian. Gunakan mock exam untuk mengevaluasi pemahaman dan melatih manajemen waktu.
  5. Evaluasi perkembangan belajar. Identifikasi materi yang belum dikuasai dan lakukan pengulangan secara berkala.


Persiapan ini penting karena tingkat kelulusan CFA cukup menantang. Menurut CFA Institute, tingkat kelulusan Level I pada periode Mei 2026 adalah 39%, sehingga belajar secara konsisten menjadi faktor penting.


Rekomendasi Bootcamp Finance & Accounting untuk Tingkatkan Skill Keuangan

Sertifikasi CFA bisa menjadi salah satu langkah untuk mengembangkan karier di bidang investasi dan keuangan. Namun, sebelum mengambil sertifikasi tersebut, kamu juga perlu menguasai analisis laporan keuangan, akuntansi, hingga penggunaan software keuangan yang relevan dengan kebutuhan industri.


Semua kemampuan tersebut bisa kamu pelajari secara lebih terstruktur melalui Bootcamp Finance & Accounting Dibimbing. Program ini menggabungkan pembelajaran interaktif, praktik langsung, pembangunan portofolio, hingga persiapan memasuki dunia kerja.


Program Bootcamp Finance & Accounting Dibimbing:

  1. Kelas Interaktif: Ikuti 42+ live class dan 12 sesi praktik bersama praktisi ahli di bidang keuangan dan akuntansi.
  2. Portofolio Profesional: Kerjakan 20+ assignment untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun portofolio.
  3. Sertifikasi Software: Dapatkan sertifikasi penguasaan software akuntansi untuk mendukung kompetensi profesional.
  4. Pendampingan Mentor: Nikmati dukungan fasilitator dan mentor berdedikasi yang tersedia 24/7 selama proses belajar.
  5. Konsultasi 1-on-1: Diskusikan materi dan perkembangan kemampuan tanpa batas bersama instruktur ahli.
  6. Pengalaman Magang: Dapatkan kesempatan mengikuti program magang selama tiga bulan di hiring company Dibimbing.
  7. Penyaluran Kerja: Akses program persiapan dan penyaluran kerja melalui jaringan 1.100+ perusahaan mitra.
  8. Komunitas Profesional: Bangun koneksi dengan sesama peserta dan praktisi melalui komunitas Finance & Accounting.


Siap Mengembangkan Skill Finance & Accounting?

Kalau kamu tertarik berkarier sebagai Financial Analyst atau profesional keuangan, jangan hanya berfokus pada sertifikasi CFA. Perkuat juga kemampuan analisis keuangan, akuntansi, dan penggunaan software agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri.


Yuk, konsultasikan rencana belajarmu melalui Bootcamp Finance & Accounting Dibimbing dan temukan program yang sesuai dengan target kariermu!


FAQ:

1. Apakah sertifikasi CFA berlaku internasional?

Ya, gelar CFA merupakan kualifikasi profesional yang dikenal secara internasional di bidang investasi dan manajemen portofolio. Meski demikian, pengakuan profesionalnya tidak otomatis menggantikan persyaratan lisensi atau izin profesi di setiap negara.


2. Apakah lulusan S1 nonkeuangan bisa mengikuti CFA?

Bisa. CFA Institute tidak membatasi kandidat hanya dari jurusan keuangan atau akuntansi, selama persyaratan pendaftaran terpenuhi. Namun, kandidat dari jurusan lain mungkin memerlukan persiapan tambahan untuk menguasai konsep keuangan dan investasi.


3. Apakah sertifikasi CFA sulit didapatkan?

Sertifikasi CFA tergolong menantang karena mencakup materi yang luas, tiga level ujian, dan persyaratan pengalaman kerja. Kandidat perlu menyiapkan waktu belajar yang memadai serta memahami konsep secara mendalam.


4. Apakah lulus CFA Level I sudah mendapatkan gelar CFA?

Belum. Lulus Level I menunjukkan bahwa kandidat telah menyelesaikan tahap pertama program, tetapi belum berhak menggunakan gelar CFA. Gelar tersebut baru dapat digunakan setelah seluruh persyaratan CFA Institute dipenuhi.


5. Apakah sertifikasi CFA menjamin mendapatkan pekerjaan?

Tidak. Sertifikasi CFA dapat mendukung kredibilitas dan daya saing profesional, tetapi keputusan rekrutmen tetap bergantung pada kebutuhan perusahaan, kemampuan teknis, pengalaman, serta hasil seleksi kandidat.

Kategori:

Share:

Penulis

Penulis Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!