dibimbing.id - Contoh Portofolio Quality Assurance Engineer dan Cara Membuatnya

Contoh Portofolio Quality Assurance Engineer dan Cara Membuatnya

Farijihan Putri

29 Mei 2026

155

Image Banner

Karier di bidang Quality Assurance IT masih terus dibutuhkan karena company semakin fokus menjaga kualitas software dan user experience. Recruiter sekarang juga lebih memperhatikan kemampuan praktik dibanding hanya melihat sertifikat course saja. 

Tidak heran, banyak beginner mulai membangun portofolio sejak awal belajar supaya lebih siap menghadapi proses hiring. 

Dibimbing punya program Bootcamp Quality Assurance Online Dibimbing dengan sistem belajar intensif, live class interaktif, dan pengalaman magang supaya peserta lebih dekat dengan kebutuhan industri QA modern. 

Untuk Warga Bimbingan yang tertarik masuk dunia software testing, memahami cara membuat portofolio bisa menjadi langkah awal yang cukup penting.

Menariknya lagi, laporan terbaru Credence tahun 2026 menyebutkan, recruiter QA Engineer kini lebih tertarik pada kandidat yang memiliki bug report, automation testing, hingga dokumentasi testing dalam portofolio dibanding hanya sertifikat belajar.

Bahkan satu lowongan QA bisa menerima ratusan pelamar sehingga portofolio sering menjadi pembeda utama kandidat.

Baca Juga: Rekomendasi Bootcamp Quality Assurance dengan Cicilan


4 Contoh Portofolio QA Engineer

Supaya lebih kebayang, MinDi sudah siapkan 4 contoh portofolio Quality Assurance Engineer yang bisa menjadi inspirasi untuk membangun portfolio sendiri.


1. QA Testing Portfolio Presentation

Contoh pertama milik Selvia Tunjungsih alumni Bootcamp Quality Assurance Batch 1 Dibimbing memakai format presentation portfolio yang berisi profil, skill testing, tools yang digunakan, hingga project QA yang pernah dikerjakan.

Selain itu, terdapat dokumentasi bug report dan testing scenario yang membuat portfolio terasa lebih profesional. Tampilan slide juga cukup clean sehingga recruiter lebih mudah memahami pengalaman kandidat dalam software testing.

Menariknya lagi, portfolio tersebut menampilkan workflow testing secara runtut mulai dari planning sampai reporting. Format presentasi seperti tersebut cukup cocok dipakai sebagai Contoh portofolio QA untuk fresh graduate maupun career switcher.


2. Manual Testing Portfolio dengan Real Bug Documentation

Portfolio berikutnya milik Anita Auliani alumni Bootcamp Quality Assurance Batch 1 fokus pada manual testing dan dokumentasi bug secara detail. Candidate menampilkan test case, severity bug, expected result, actual result, sampai screenshot issue yang ditemukan selama testing berjalan.

Selain memperlihatkan kemampuan analisis, portfolio tersebut juga menunjukkan cara berpikir QA saat menemukan problem pada aplikasi. 

Recruiter biasanya menyukai portfolio yang memiliki evidence testing nyata dibanding hanya penjelasan teori semata. Karena itu, model portfolio seperti tersebut sering dipakai sebagai referensi portofolio Quality Assurance Engineer untuk pemula.


3. QA Portfolio GitHub

Contoh berikutnya dari M. Aidil Kamal Adlim memakai GitHub sebagai tempat penyimpanan project dan testing documentation. Repository tersebut berisi automation testing, test scenario, API testing, hingga berbagai hasil practice software testing yang tersusun cukup rapi.

Selain mempermudah recruiter melihat kemampuan technical, penggunaan GitHub juga menunjukkan bahwa candidate terbiasa memakai workflow developer modern. 

Menariknya lagi, portfolio berbasis GitHub terasa lebih praktis karena recruiter bisa langsung melihat file testing secara langsung tanpa harus membuka banyak dokumen tambahan. Tidak heran kalau banyak QA beginner mulai membangun Portofolio QA Engineer berbasis GitHub.


4. QA Portfolio Website Personal

Portfolio berbentuk personal website milik Anisa Nur Sekar Arum juga mulai cukup populer di kalangan QA Engineer. Selain terlihat lebih profesional, website portfolio mempermudah candidate menampilkan project, skill, tools testing, dan pengalaman belajar dalam satu halaman yang rapi. Tampilan visual yang clean biasanya membantu recruiter lebih nyaman membaca isi portfolio.

Di samping itu, personal website juga memberi kesan candidate memiliki effort lebih dalam membangun personal branding di bidang QA. Model tersebut bisa menjadi contoh portofolio QA yang menarik untuk kamu yang ingin tampil lebih standout saat melamar kerja.

Menurut laporan Software Testing and QA Services Market Forecast, sekitar 80% software team diproyeksikan mulai mengintegrasikan AI-powered testing pada akhir 2025.

Kondisi tersebut membuat portfolio QA modern semakin perlu menunjukkan kemampuan automation testing dan penggunaan tools testing modern.

Baca Juga: Rekomendasi Bootcamp QA Automation dan Tips Memilihnya