7 Perbedaan Phishing dan Pharming yang Harus Diketahui
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
•
15 Mei 2026
•
113
Serangan siber semakin berkembang, dan dua yang paling umum adalah phishing dan pharming. Keduanya bertujuan untuk mencuri data pribadi, namun dengan metode yang berbeda.
Warga Bimbingan, phishing menggunakan email atau pesan palsu untuk menipu korban, sementara pharming mengalihkan korban ke situs palsu tanpa mereka sadari, melalui perubahan sistem atau DNS.
Kedua serangan ini berbahaya jika tidak diwaspadai. Memahami perbedaan antara keduanya sangat penting untuk melindungi diri dari ancaman ini.
Artikel ini akan membahas tujuh perbedaan utama antara phishing dan pharming serta cara-cara yang dapat membantu mencegah serangan tersebut.
Baca juga : Panduan Memilih Bootcamp Cyber Security yang Tepat
Apa Itu Phishing?
Phishing adalah jenis serangan siber di mana penyerang mencoba menipu korban untuk memberikan informasi pribadi atau sensitif, seperti kata sandi, nomor kartu kredit, atau informasi login.
Serangan ini biasanya dilakukan melalui email, pesan teks, atau situs web palsu yang tampaknya berasal dari sumber yang tepercaya, seperti bank atau perusahaan besar.
Penyerang sering kali membuat pesan yang sangat meyakinkan, yang mengarahkan korban untuk mengklik tautan atau membuka lampiran yang berisi malware.
Meskipun phishing sangat efektif, kewaspadaan dan pengetahuan mengenai tanda-tanda serangan dapat membantu korban menghindarinya.
Baca juga : Panduan Lengkap Belajar Cyber Security dan Peluang Kerja
Apa Itu Pharming?
Pharming adalah jenis serangan siber di mana penyerang mengarahkan korban ke situs web palsu tanpa sepengetahuan mereka, meskipun korban mengetikkan alamat situs yang benar di browser.
Serangan ini biasanya dilakukan dengan memanipulasi pengaturan DNS (Domain Name System) atau dengan memasang malware pada perangkat korban untuk mengalihkan lalu lintas internet.
Tujuan dari pharming adalah untuk mencuri data sensitif, seperti informasi login atau data kartu kredit, dengan memanfaatkan kepercayaan korban terhadap situs yang terlihat asli.
Berbeda dengan phishing, pharming tidak memerlukan interaksi langsung dari korban, sehingga lebih sulit untuk dideteksi.
Baca juga : Cyber Security Roadmap: Panduan Lengkap untuk Pemula
Perbedaan Utama antara Phishing dan Pharming
Sumber: Desain oleh dibimbing.id
Meskipun phishing dan pharming bertujuan untuk mencuri informasi pribadi, mereka menggunakan teknik yang sangat berbeda.
Berikut adalah tujuh perbedaan utama yang perlu diketahui untuk memahami kedua jenis serangan ini.
1. Metode Serangan
Phishing biasanya dilakukan dengan mengirimkan email atau pesan palsu yang menyamar sebagai sumber tepercaya, seperti bank atau perusahaan besar.
Serangan ini mengandalkan penipuan untuk meminta korban mengklik tautan atau memberikan informasi sensitif.
Sementara itu, pharming adalah serangan yang lebih teknis, di mana penyerang mengubah pengaturan DNS atau menggunakan malware untuk mengarahkan korban ke situs palsu tanpa mereka sadari.
2. Pengalihan Lalu Lintas
Dalam phishing, penyerang secara langsung mengelabui korban untuk melakukan tindakan, seperti mengklik tautan atau membuka lampiran.
Biasanya, situs palsu akan terlihat persis seperti situs yang asli. Pada pharming, pengalihan lalu lintas terjadi di tingkat sistem atau DNS, membuat korban diarahkan ke situs palsu tanpa mengetahui bahwa mereka telah terjebak.
3. Interaksi Langsung dengan Korban
Phishing memerlukan interaksi langsung dari korban, seperti mengisi formulir atau memberikan informasi pribadi melalui email atau website palsu.
Dalam serangan pharming, tidak ada interaksi langsung yang terlihat; korban hanya mengunjungi situs palsu tanpa sadar karena perubahan yang terjadi di tingkat sistem.
4. Tanda-Tanda Serangan
Phishing sering kali lebih mudah dikenali karena pesan atau emailnya mungkin mengandung kesalahan penulisan atau alamat URL yang mencurigakan.
Selain itu, pesan phishing biasanya mendesak korban untuk segera mengambil tindakan. Di sisi lain, pharming lebih sulit dideteksi, karena perubahan terjadi di tingkat sistem dan pengalihan ke situs palsu terjadi secara otomatis tanpa sepengetahuan korban.
5. Tujuan Serangan
Phishing umumnya bertujuan untuk mendapatkan informasi pribadi seperti nama pengguna, kata sandi, atau nomor kartu kredit. Penyerang akan berusaha untuk meyakinkan korban agar memberikan data tersebut secara sukarela.
Pharming, sementara itu, bertujuan untuk mencuri data dalam jumlah besar dengan mengarahkan banyak korban ke situs palsu tanpa mereka sadari.
6. Kerentanannya
Phishing sangat bergantung pada kesadaran dan kewaspadaan pengguna. Jika korban tidak hati-hati dengan email atau tautan yang diterima, mereka bisa menjadi sasaran.
Pharming, di sisi lain, lebih sulit untuk dihindari karena mengubah pengaturan perangkat atau jaringan, yang membuatnya lebih berbahaya bagi pengguna yang tidak terlalu paham teknologi.
7. Pencegahan
Untuk mencegah phishing, pengguna perlu menghindari mengklik tautan yang mencurigakan, memeriksa alamat URL, dan menggunakan otentikasi dua faktor (2FA).
Pencegahan pharming lebih memerlukan perlindungan perangkat yang lebih kuat, termasuk pembaruan perangkat lunak dan penggunaan antivirus yang dapat mendeteksi perubahan pengaturan DNS atau malware.
Baca juga : Apa Itu Metasploit? Fungsi, Fitur, dan Cara Menggunakannya
Cara Mencegah Phishing dan Pharming
Sumber: Canva
Phishing dan pharming adalah dua serangan siber yang sering digunakan oleh peretas untuk mencuri informasi pribadi.
Meskipun keduanya bertujuan untuk memperoleh data sensitif, mereka menggunakan teknik yang sangat berbeda. Berikut ini adalah empat perbedaan utama antara phishing dan pharming.
1. Metode Serangan
Phishing dilakukan dengan mengirimkan email, pesan teks, atau tautan palsu yang tampaknya berasal dari sumber tepercaya, seperti bank atau platform sosial media.
Penyerang mencoba untuk menipu korban agar mereka mengklik tautan atau memasukkan informasi pribadi ke dalam form yang terpasang.
Di sisi lain, pharming lebih bersifat teknis, mengubah pengaturan DNS atau menyebarkan malware untuk mengarahkan korban ke situs web palsu tanpa disadari.
2. Interaksi Langsung dengan Korban
Phishing membutuhkan interaksi langsung dengan korban melalui pesan atau email yang berisi instruksi untuk mengklik tautan atau memberikan informasi.
Serangan ini mengandalkan manipulasi psikologis untuk meyakinkan korban agar mereka memberikan data mereka.
Sementara itu, pharming mengubah alur lalu lintas web korban, mengarahkan mereka ke situs palsu secara otomatis tanpa adanya interaksi langsung yang terlihat.
3. Tanda-Tanda Serangan
Phishing biasanya lebih mudah dikenali, karena email atau pesan sering mengandung tanda-tanda mencurigakan, seperti alamat email yang salah atau URL yang tidak sesuai.
Jika pengguna berhati-hati dan memeriksa dengan teliti, mereka dapat menghindari serangan ini.
Sebaliknya, pharming lebih sulit dideteksi karena perubahan terjadi di tingkat sistem atau DNS, yang berarti korban bisa terjebak tanpa mengetahui bahwa mereka mengunjungi situs palsu.
4. Cara Mencegah Serangan
Untuk mencegah phishing, pengguna perlu waspada terhadap email atau pesan mencurigakan dan tidak mengklik tautan yang tidak diketahui.
Menggunakan otentikasi dua faktor (2FA) juga dapat meningkatkan keamanan akun. Untuk mencegah pharming, penting untuk menjaga perangkat tetap terbarui, menggunakan perangkat lunak keamanan yang dapat mendeteksi perubahan DNS, serta memverifikasi pengaturan sistem dan jaringan secara rutin.
Baca juga : Apa Itu Nmap? Ini Penjelasan Lengkap Fungsi dan Contohnya
Ingin Menjadi Ahli Cyber Security?
Tantangan dunia maya semakin kompleks dengan meningkatnya serangan siber yang terus berkembang. Kini saatnya untuk mengasah keterampilan dan menjadi bagian dari solusi untuk melindungi data dan sistem digital dari ancaman.
Yuk, ikuti Bootcamp Cyber Security di dibimbing! Di sini, kamu akan belajar cara mengidentifikasi ancaman, mengamankan sistem, dan mengatasi serangan siber secara langsung melalui kasus dunia nyata.
Belajar langsung dari mentor berpengalaman dengan kurikulum praktis yang siap mengasah kemampuanmu di bidang keamanan siber. Dengan lebih dari 1.100+ hiring partners dan tingkat keberhasilan alumni 96%, peluang kariermu di dunia Cyber Security terbuka lebar!
Jadi, tunggu apa lagi? Daftar sekarang di sini dan mulai perjalananmu menjadi seorang Cyber Security Professional. #BimbingSampeJadi!
FAQ
1. Apa itu Phishing dan Pharming?
Phishing adalah serangan yang menggunakan email atau pesan palsu untuk menipu korban agar memberikan informasi pribadi, seperti kata sandi atau nomor kartu kredit. Sementara itu, pharming adalah serangan yang mengalihkan pengguna ke situs palsu tanpa disadari, melalui perubahan pengaturan DNS atau malware, untuk mencuri data sensitif.
2. Apa perbedaan utama antara phishing dan pharming?
Perbedaan utama antara phishing dan pharming terletak pada metode serangan. Phishing bergantung pada penipuan langsung melalui email atau pesan yang mencurigakan, sementara pharming mengubah pengaturan sistem atau DNS untuk mengalihkan korban ke situs palsu tanpa mereka ketahui.
3. Apa yang lebih berbahaya, phishing atau pharming?
Meskipun keduanya berbahaya, pharming bisa lebih sulit dideteksi karena pengalihan ke situs palsu terjadi secara otomatis tanpa interaksi langsung dengan korban. Phishing lebih mudah diidentifikasi jika pengguna berhati-hati terhadap pesan yang mencurigakan.
4. Bagaimana cara mencegah phishing dan pharming?
Untuk mencegah phishing, penting untuk selalu memeriksa URL dan tidak mengklik tautan yang mencurigakan. Sedangkan untuk mencegah pharming, pastikan perangkat dilindungi dengan perangkat lunak keamanan terbaru dan periksa pengaturan DNS secara berkala.
Tags
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
