Perbedaan GET, POST, PUT, dan DELETE Lengkap dan Contohnya
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
•
25 Mei 2026
•
129
Pernah melihat istilah GET, POST, PUT, atau DELETE saat belajar API dan backend development, Warga Bimbingan? Istilah ini sering digunakan developer untuk mengatur proses pertukaran data antara aplikasi dan server.
Meski terlihat mirip, setiap method API sebenarnya memiliki fungsi yang berbeda dalam pengembangan website maupun aplikasi modern. Ada yang digunakan untuk mengambil data, menambahkan data, memperbarui data, hingga menghapus data dari server.
Karena itu, memahami perbedaan GET, POST, PUT, dan DELETE menjadi hal penting bagi calon web developer maupun backend developer. Yuk, kenali fungsi dan contohnya bareng Mindi lewat penjelasan berikut ini!
Baca juga: 15 Website Belajar Coding Gratis Terbaik 2026 untuk Pemula
Apa Itu Method API?
Method API adalah perintah yang digunakan untuk mengatur komunikasi antara aplikasi dan server dalam proses pertukaran data.
Dalam pengembangan website maupun aplikasi modern, method API membantu developer menentukan tindakan apa yang ingin dilakukan terhadap data pada server, seperti mengambil, menambahkan, memperbarui, atau menghapus data.
Setiap method memiliki fungsi yang berbeda agar proses pengolahan data menjadi lebih terstruktur dan mudah dipahami dalam sistem backend.
Beberapa method API yang paling sering digunakan dalam REST API adalah GET, POST, PUT, dan DELETE.
Baca juga: Panduan Memilih Bootcamp Back-End Development Terbaik 2026
Perbedaan GET, POST, PUT, dan DELETE dalam API
Sumber: Canva
Dalam pengembangan API, setiap method memiliki fungsi dan cara kerja yang berbeda sesuai kebutuhan sistem.
Berikut beberapa perbedaan utama GET, POST, PUT, dan DELETE dalam API yang perlu Warga Bimbingan ketahui!
1. Fungsi Utama
GET digunakan untuk mengambil data dari server tanpa mengubah isi data tersebut. Method ini biasanya digunakan ketika pengguna ingin melihat informasi seperti daftar produk, data akun, atau artikel pada website.
Sementara itu, POST digunakan untuk menambahkan data baru ke server. Contohnya seperti proses registrasi akun, upload data, atau menambahkan komentar pada aplikasi.
Berbeda dengan POST, PUT digunakan untuk memperbarui data yang sudah ada pada server, sedangkan DELETE digunakan untuk menghapus data tertentu dari sistem. Keempat method ini memiliki fungsi utama yang berbeda agar pengelolaan data dalam API menjadi lebih terstruktur.
2. Cara Kerja Request
GET biasanya mengirim data melalui URL sehingga parameter request dapat terlihat langsung di browser. Karena itu, GET lebih sering digunakan untuk mengambil data dengan request sederhana.
Berbeda dengan GET, POST dan PUT mengirim data melalui request body sehingga data tidak tampil langsung di URL browser. Cara ini membuat proses pengiriman data menjadi lebih rapi dan aman dibanding GET.
Sementara DELETE bekerja dengan mengirim request untuk menghapus data tertentu berdasarkan parameter atau ID tertentu pada server. Method ini biasanya digunakan dalam sistem manajemen data seperti dashboard admin atau aplikasi berbasis database.
3. Pengaruh terhadap Data
GET tidak memberikan perubahan terhadap data pada database karena hanya berfungsi mengambil informasi dari server. Karena itu, method ini termasuk aman digunakan untuk proses membaca data.
Sementara POST akan menambahkan data baru pada server sehingga isi database berubah setelah request berhasil dijalankan. PUT juga memengaruhi database karena digunakan untuk memperbarui data yang sudah ada sebelumnya.
Berbeda lagi dengan DELETE yang berfungsi menghapus data dari sistem sehingga data tersebut tidak lagi tersedia pada database. Karena memengaruhi data secara langsung, method selain GET biasanya memerlukan validasi tambahan pada sistem backend.
4. Tingkat Keamanan Data
GET cenderung kurang aman untuk mengirim data sensitif karena parameter request terlihat langsung di URL browser. Hal ini membuat GET kurang cocok digunakan untuk mengirim password atau data penting lainnya.
Sementara POST dan PUT lebih aman karena data dikirim melalui request body sehingga tidak terlihat langsung pada URL. Karena itu, kedua method ini lebih sering digunakan dalam proses login, registrasi, atau update data pengguna.
DELETE juga biasanya membutuhkan autentikasi tambahan agar tidak sembarang pengguna bisa menghapus data pada server. Sistem keamanan seperti token dan authorization sering digunakan untuk menjaga keamanan API.
5. Penggunaan dalam Website dan API
GET sering digunakan untuk menampilkan data pada website seperti daftar produk, artikel, atau informasi akun pengguna. Method ini menjadi salah satu request yang paling sering digunakan dalam pengembangan website modern.
POST biasanya digunakan ketika pengguna mengirim data baru seperti membuat akun, mengisi formulir, atau upload file pada aplikasi. Sementara PUT digunakan untuk memperbarui data seperti mengganti foto profile atau mengedit informasi akun.
Sedangkan DELETE digunakan untuk menghapus data seperti komentar, akun pengguna, atau produk tertentu dalam sistem. Karena itu, setiap method API memiliki peran penting dalam proses pengelolaan data aplikasi.
6. Idempotent dan Non-Idempotent
GET termasuk idempotent karena hasil request akan tetap sama meski dijalankan berkali-kali tanpa mengubah data pada server. PUT dan DELETE juga termasuk idempotent karena hasil akhirnya tetap sama walaupun request diulang.
Berbeda dengan itu, POST termasuk non-idempotent karena setiap request baru biasanya akan membuat data baru pada server. Contohnya seperti proses registrasi akun yang dapat menghasilkan banyak data jika request dilakukan berulang kali.
Konsep ini penting dipahami developer agar proses pengelolaan data pada API menjadi lebih aman dan efisien. Dengan memahami perbedaan tersebut, penggunaan method API dalam pengembangan aplikasi juga akan menjadi lebih tepat.
Baca juga: Panduan Golang Array: Konsep, Implementasi & Contoh Script
Tabel Perbedaan GET, POST, PUT, dan DELETE
Sumber: Desain oleh Dibimbing
Agar lebih mudah dipahami, perbedaan GET, POST, PUT, dan DELETE dalam API juga bisa dilihat melalui tabel perbandingan berikut.
Dengan memahami fungsi setiap method API, developer dapat menentukan request yang tepat saat membangun website maupun aplikasi modern.
Method | Fungsi Utama | Pengaruh ke Data | Contoh Penggunaan |
GET | Mengambil data dari server | Tidak mengubah data | Menampilkan daftar produk atau artikel |
POST | Menambahkan data baru | Menambah data pada database | Registrasi akun atau upload data |
PUT | Memperbarui data yang sudah ada | Mengubah data pada database | Update profile atau edit data pengguna |
DELETE | Menghapus data dari server | Menghapus data pada database | Menghapus akun atau komentar pengguna |
Melalui tabel di atas, terlihat bahwa setiap method API memiliki fungsi yang berbeda dalam proses pengelolaan data. Karena itu, memahami penggunaan GET, POST, PUT, dan DELETE menjadi skill penting bagi backend developer maupun web developer.
Baca juga: Apa Itu Golang Clean Code Architecture dan Manfaatnya
Contoh Penggunaan Method API
Sumber: Canva
Dalam pengembangan website dan aplikasi modern, setiap method API digunakan sesuai kebutuhan pengelolaan data pada sistem.
Mulai dari mengambil data hingga menghapus data, semuanya memiliki fungsi yang berbeda agar proses komunikasi antara aplikasi dan server berjalan dengan baik. Berikut beberapa contoh penggunaan method API yang sering digunakan developer!
1. GET untuk Mengambil Data
GET biasanya digunakan untuk mengambil atau menampilkan data dari server tanpa mengubah isi database.
Contohnya seperti menampilkan daftar produk pada website e-commerce atau mengambil data artikel pada blog. Method ini menjadi salah satu request yang paling sering digunakan dalam pengembangan website.
2. POST untuk Menambahkan Data
POST digunakan ketika pengguna ingin menambahkan data baru ke server atau database. Contohnya seperti proses registrasi akun, upload file, atau menambahkan komentar pada aplikasi. Setelah request berhasil dijalankan, data baru akan tersimpan pada sistem.
3. PUT untuk Memperbarui Data
PUT digunakan untuk memperbarui data yang sudah ada pada server. Contohnya seperti mengganti foto profile, mengedit informasi akun, atau memperbarui data produk pada dashboard admin. Method ini membantu developer mengelola perubahan data dengan lebih terstruktur.
4. DELETE untuk Menghapus Data
DELETE digunakan untuk menghapus data tertentu dari database atau server aplikasi. Contohnya seperti menghapus akun pengguna, komentar, atau produk pada sistem website.
Karena memengaruhi data secara langsung, request DELETE biasanya memerlukan autentikasi tambahan untuk menjaga keamanan sistem.
Ingin Jadi Backend Developer Profesional?
Setelah memahami perbedaan GET, POST, PUT, dan DELETE dalam API, kini saatnya mulai mengembangkan skill backend development untuk membangun website dan aplikasi modern!
Yuk, ikuti Bootcamp Backend Development di Dibimbing! Di sini, kamu akan belajar berbagai materi penting mulai dari API, database, server, authentication, hingga pengembangan sistem backend sesuai kebutuhan industri teknologi saat ini.
Belajar langsung dari mentor berpengalaman dengan kurikulum aplikatif dan praktik nyata yang membantu kamu memahami alur kerja backend developer secara lebih terarah. Tidak hanya teori, kamu juga akan mengerjakan real project untuk membangun portfolio profesional.
Dengan lebih dari 1.100+ hiring partner dan tingkat keberhasilan alumni mencapai 96%, peluang kariermu di dunia IT semakin terbuka lebar!
Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi disini dan daftar sekarang di Dibimbing untuk mulai perjalananmu menjadi Backend Developer profesional. #BimbingSampeJadi!
FAQ
1. Apa perbedaan GET, POST, PUT, dan DELETE dalam API?
GET digunakan untuk mengambil data, POST untuk menambahkan data baru, PUT untuk memperbarui data, dan DELETE untuk menghapus data pada server atau database.
2. Kapan method GET digunakan?
Method GET biasanya digunakan ketika aplikasi ingin menampilkan atau mengambil data dari server tanpa mengubah isi database, seperti daftar produk atau artikel website.
3. Apa fungsi POST dan PUT dalam API?
POST digunakan untuk menambahkan data baru ke server, sedangkan PUT digunakan untuk memperbarui data yang sudah ada pada sistem atau database.
4. Mengapa developer perlu memahami method API?
Karena method API menjadi dasar penting dalam proses komunikasi antara aplikasi dan server saat membangun website maupun aplikasi modern.
Tags
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
