Yuk Pahami Bagaimana Pengukuran ROI Media Sosial!

Nadia L Kamila

20 January 2024

388

Image Banner

Pengukuran ROI media sosial adalah proses menganalisis seberapa efektif kampanye atau kegiatan pemasaran di platform media sosial dalam menghasilkan nilai atau keuntungan bagi perusahaan.

Proses ini juga bisa dikatakan sebagai proses akhir sebelum masuk pada evaluasi kampanye media sosial yang sedang dijalankan. Jika ROI bagus, berarti strategi kampanye bagus dan bisa dilanjutkan, namun jika nilai ROI rendah berarti ada yang harus diperbaiki dari strategi tersebut.

Seorang social media specialist memiliki tanggung jawab untuk melakukan pengukuran ROI media sosial dari seluruh campaign yang dijalankan. Hasil ROI inilah yang nantinya akan dipresentasikan ke atasan atau klien sebagai bahan evaluasi.


Pentingnya ROI Media Sosial

Mengapa seorang social media specialist harus menghitung ROI? Memang apa pentingya sih ROI bagi perusahaan? 

Berikut adalah 5 alasan mengapa mengukur ROI kampanye media sosial sangat diperlukan:


1.Alokasi Anggaran yang Lebih Efisien

Mengukur ROI membantu perusahaan memahami dengan jelas seberapa efisien setiap dolar yang diinvestasikan dalam kampanye media sosial. 

Dengan mengetahui kinerja yang baik dan kurang baik, perusahaan dapat mengalokasikan anggaran dengan lebih bijaksana, fokus pada strategi yang memberikan hasil terbaik, dan mengurangi pemborosan sumber daya pada taktik yang kurang efektif.

  1. Perbaikan Strategi Pemasaran

Data ROI memberikan insight tentang kinerja dari berbagai aspek kampanye di media sosial. Dari insight ini akan dianalisis dan perusahaan bisa mengidentifikasi kelemahan, memahami elemen-elemen yang berhasil, dan secara proaktif memperbaiki atau meningkatkan strategi pemasaran mereka. 

Dengan demikian, perusahaan bisa terus mengoptimalkan kampanye mereka untuk mencapai hasil terbaik yang diharapkan.

  1. Demonstrasi Nilai kepada Pemangku Kepentingan

ROI memberikan dasar yang kuat untuk memperlihatkan nilai kampanye media sosial kepada stakeholder atau pemangku kepentingan. 

Melalui data yang terukur, perusahaan bisa mengilustrasikan dampak positif yang dihasilkan oleh investasi mereka dalam hal pertumbuhan, peningkatan penjualan atau pencapaian tujuan bisnis lainnya. 

Adanya data ROI ini bisa membangun dukungan dan kepercayaan dari pihak-pihak yang berkepentingan.

  1. Peningkatan Targeting dan Segmentasi

Dengan adanya ROI, perusahaan bisa memahami bagaimana berbagai kelompok target audiens saat berinteraksi dengan kampanye media sosial. 

Dari data ini, maka proses targeting dan segmentasi bisa dioptimalkan dan memastikan pesan perusahaan lebih relevan dan menarik bagi target audiens. Hal ini akan meningkatkan kemungkinan konversi dan keterlibatan pelanggan.

  1. Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik

Keberadaan data ROI memberi dasar kuat bagi pengambilan keputusan yang lebih baik dalam strategi pemasaran. 

Dengan analisis data yang akurat, perusahaan dapat membuat keputusan secara lebih strategis dan cepat, membantu mengidentifikasi peluang baru, mengatasi tantangan, hingga menyesuaikan kampanye secara real-time sesuai dengan perubahan tren atau respons pelanggan.


Jika Sobat MinDi masih bingung bagaimana menghitung ROI dari sebuah campaign, MinDi merekomendasikan kamu untuk mengikuti Bootcamp Social Media Marketing dari dibimbing.id

Bootcamp ini dibuat untuk kamu yang hendak berkarir atau switch karir ke dunia marketing khususnya bidang media sosial. Kamu akan belajar sekaligus praktek langsung bagaimana merancang kampanye hingga menghitung ROI dari kampanye yang kamu lakukan.




Cara Mengukur ROI Media Sosial

Mengukur Return on Investment (ROI) media sosial melibatkan serangkaian langkah dan metode untuk mengevaluasi sejauh mana investasi tersebut menghasilkan nilai atau keuntungan bagi perusahaan. 

Berikut adalah beberapa cara untuk mengukur ROI media sosial:


1.Identifikasi KPI (Key Performance Indicators)

Pilih KPI yang sesuai dengan tujuan kampanye. KPI bisa mencakup berapa jumlah pengikut baru, tingkat interaksi (like, komentar, bagikan), lalu lintas situs web, konversi, atau metrik lainnya yang relevan dengan tujuan bisnis.

  1. Gunakan Parameter UTM pada Tautan

Gunakan parameter UTM (Urchin Tracking Module) pada tautan yang dibagikan di media sosial. Tautan ini akan membantumu melacak lalu lintas dan konversi yang berasal dari platform-media sosial secara terpisah dan dapat diintegrasikan dengan alat analitik seperti Google Analytics.

  1. Hitung Biaya Kampanye

Hitung total biaya kampanye. Biaya kampanye adalah semua investasi yang dikeluarkan untuk keberlangsungan kampanye media sosial. Biasanya  biaya pengembangan konten, biaya iklan hingga waktu yang dihabiskan. 

  1. Hitung Pendapatan dan Nilai Konversi

Hitung pendapatan yang dihasilkan langsung dari kampanye, seperti penjualan atau konversi lainnya. Tentukan nilai konversi untuk mengukur nilai setiap tindakan yang diinginkan oleh pelanggan (contohnya seperti berapa banyak pelanggan yang mendaftar newsletter).

  1. Gunakan Alat Analitik Media Sosial

Manfaatkan alat analitik internal yang disediakan oleh platform media sosial. Analisis ini akan memberikan wawasan tentang kinerja kampanye, demografi pengguna, dan interaksi pengguna dengan konten kampanye yang kamu buat.

  1. Lakukan Survei dan Pengukuran Kualitatif

Selain metrik kuantitatif, pertimbangkan juga survei atau pengukuran kualitatif untuk memahami persepsi pengguna terhadap merek yang kamu pegang di media sosial. Pengukuran ini bisa mencakup aspek kepuasan pelanggan atau tingkat kesadaran merek.

  1. Evaluasi Perubahan dalam Kinerja Bisnis

Lakukan peninjauan metrik bisnis utama di luar media sosial, mulai dari penjualan keseluruhan, pangsa pasar, dan loyalitas pelanggan. Selanjutnya lakukan identifikasi apakah terdapat perubahan positif yang berasal dari kampanye media sosial.

  1. Lakukan Analisis Selang Waktu

Sebaiknya kamu melakukan pengukuran ROI secara berkala untuk mengamati perubahan seiring waktu. Rutin melakukan pengukuran ROI media sosial secara berkala akan membantumu mengidentifikasi tren, menyesuaikan strategi, dan memastikan bahwa kampanye media sosial tetap relevan.

  1. Perhitungan Rumus ROI

Gunakan rumus ROI yang sederhana seperti: 

ROI = Pendapatan - BiayaBiaya x 100

Misalnya biaya total kampanye adalah Rp.10.000.000 dan hasil penjualan adalah Rp.25.000.000, maka ROI yang didapatkan adalah 150%. Sebaik besar nilai ROI berarti nilai investasi yang dikeluarkan berhasil memberikan untung.

Sebaliknya jika nilai ROI negatif, maka investasi kampanye media sosial lebih besar daripada hasil yang didapatkan atau merugi. 


Penting untuk dipahami bahwa nilai ROI bisa bervariasi tergantung pada tujuan bisnis dan perhitungan biaya yang diterapkan. 

Selain itu, penting untuk terus memantau kinerja kampanye, melakukan analisis tambahan, dan membuat perubahan strategi jika diperlukan untuk meningkatkan ROI seiring waktu.



Tools yang Digunakan untuk Menghitung ROI di Media Sosial

Ada banyak alat analitik dan platform pengukuran yang dapat digunakan untuk menghitung ROI media sosial. 

Berikut adalah tiga alat yang sering digunakan:

1.Google Analytics

Google Analytics adalah platform analitik web yang umum digunakan untuk melacak lalu lintas situs web, termasuk lalu lintas yang berasal dari media sosial. Situs ini menyediakan informasi yang cukup lengkap tentang perilaku pengguna, konversi hingga tingkat keterlibatan.

Sobat MinDi bisa mengukur ROI dengan menggunakan fitur pelacakan kampanye khusus untuk menetapkan parameter UTM pada tautan media sosial. Google Analytics bisa memberikan wawasan tentang kontribusi lalu lintas media sosial terhadap tujuan konversi dan pendapatan.

  1. Hootsuite

Hootsuite adalah platform manajemen media sosial yang bisa membantumu merencanakan, mengelola dan mengukur kinerja kampanye media sosial. 

Hootsuite menyediakan analisis yang merinci performa kampanye, termasuk tingkat keterlibatan, pertumbuhan pengikut, dan metrik media sosial lainnya. Dengan melacak metrik ini, kamu dapat mengevaluasi kontribusi kampanye terhadap tujuan bisnis dengan detail.

  1. Buffer

Buffer adalah alat manajemen media sosial untuk merencanakan dan mengukur kinerja konten di berbagai platform media sosial. Platform ini juga menyediakan analitik untuk membantu pengguna memahami dampak kampanye mereka.

Buffer menyediakan analisis yang mencakup tingkat keterlibatan, jumlah klik, dan reaksi terhadap setiap pos. Dengan melibatkan data ini, kamu bisa mengevaluasi efektivitas kampanye dan menyesuaikan strategi pemasaran selanjutnya.


Pemilihan tools ini tergantung pada kebutuhan spesifik dari sebuah bisnis. Selain tiga tools diatas, sebenarnya platform media sosial seperti Instagram dan TikTok juga menyediakan analitik internal yang bisa digunakan untuk mengukur ROI. 

Itulah bahasan mengenai pentingnya pengukuran ROI media sosial hingga proses serta tools yang dibutuhkan. Semoga artikel ini bisa membantu kamu untuk memahami bagaimana cara kerja ROI terhadap kampanye di media sosial ya.

MinDi memahami bahwa belajar dari artikel ini tidak akan cukup dan bisa jadi menimbulkan banyak pertanyaan. Oleh karena itu, bagi Sobat MinDi yang tertarik menjadi seorang social media specialist atau hendak berbisnis di media sosial untuk mengikuti Bootcamp Digital Marketing dari dibimbing.id

Sobat MinDi akan dibimbing langsung oleh mentor sekaligus praktisi social media marketing dari perusahaan ternama. Sehingga kamu bisa mendapatkan teori sekaligus pengalaman mereka selama menghandle kampanye di perusahaan masing-masing.

Oleh karena itu, daftar bootcamp sekarang dan mulai perjalananmu bersama dibimbing.id yuk!

Share

Author Image

Nadia L Kamila

Nadia adalah seorang penulis yang berfokus pada pengembangan dan peningkatan keterampilan di tempat kerja. Ia punya passion yang tinggi dalam memberikan konten-konten edukatif terutama di topik-topik seperti carreer preparation dan digital marketing.

Hi!👋

Kalau kamu butuh bantuan,

hubungi kami via WhatsApp ya!