Dibimbing - Pengertian Kurikulum Merdeka: Tujuan, Ciri & Contohnya!
Blog
Bootcamp

Pengertian Kurikulum Merdeka: Tujuan, Ciri & Contohnya!

Author

DITULIS OLEH 

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 27 Okt 2026

Diubah pada 27 Okt 2026

0

Image Thumbnail

Pengertian Kurikulum Merdeka sering dikaitkan dengan kebebasan siswa dalam belajar dan memilih mata pelajaran. Namun, masih banyak yang belum memahami tujuan, sistem pembelajaran, hingga perbedaannya dengan Kurikulum 2013.


Warga Bimbingan, penasaran bagaimana Kurikulum Merdeka diterapkan di sekolah? Kurikulum ini dirancang untuk memberikan pembelajaran yang lebih fleksibel sesuai kebutuhan dan kemampuan siswa.


Nah, selain memahami sistem pendidikan, kamu juga bisa mengembangkan keterampilan melalui Bootcamp Dibimbing. Yuk, simak pengertian, tujuan, karakteristik, manfaat, hingga contoh penerapan Kurikulum Merdeka!



Apa Itu Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum pendidikan yang memberikan fleksibilitas kepada guru dan sekolah untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan, minat, serta kemampuan peserta didik. Kurikulum ini berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan penguatan kompetensi siswa.


Menurut Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kurikulum Merdeka memiliki pembelajaran intrakurikuler yang beragam sehingga siswa mempunyai waktu lebih banyak untuk memahami konsep secara mendalam.


Secara umum, Kurikulum Merdeka memiliki tiga karakteristik utama:

  1. Fokus Materi Esensial: Mengutamakan kompetensi penting agar pembelajaran lebih mendalam.
  2. Pembelajaran Fleksibel: Guru dapat menyesuaikan metode dengan kemampuan dan kebutuhan siswa.
  3. Pengembangan Karakter: Mendorong siswa mengembangkan nilai, sikap, dan keterampilan melalui kegiatan pembelajaran.


Kurikulum Merdeka mulai diperkenalkan secara luas pada 2022 dan ditetapkan melalui Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024. 


Selanjutnya, pemerintah menerbitkan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 untuk memperkuat penerapannya tanpa mengganti kurikulum tersebut.


Baca Juga: 7 Contoh Karya Ilmiah Tentang Pendidikan yang Baik & Benar


Tujuan Kurikulum Merdeka

Tujuan utama Kurikulum Merdeka adalah menciptakan pembelajaran yang bermakna, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Kurikulum ini juga mendorong pengembangan kompetensi serta karakter untuk menghadapi tantangan masa depan.


Berikut beberapa tujuan penerapannya:

  1. Meningkatkan Kualitas Pembelajaran: Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami materi secara lebih mendalam.
  2. Mengembangkan Minat dan Bakat: Membantu siswa mengenali potensi serta mengembangkan kemampuan sesuai kebutuhannya.
  3. Membangun Karakter: Menanamkan nilai tanggung jawab, kemandirian, kepedulian, dan kerja sama.
  4. Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis: Melatih siswa menganalisis informasi dan menyelesaikan masalah.
  5. Memberikan Fleksibilitas kepada Guru: Memungkinkan pendidik memilih pendekatan belajar sesuai kondisi kelas.
  6. Menghubungkan Teori dan Praktik: Mendorong penerapan pengetahuan melalui kegiatan dan permasalahan nyata.


Dengan tujuan tersebut, pembelajaran diharapkan tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga membantu siswa mengembangkan keterampilan hidup.


Baca Juga: 7 Cara Meningkatkan Kemampuan dan Melatih Diri untuk Berpikir Kritis


Apa Saja Karakteristik Kurikulum Merdeka?

Kurikulum Merdeka memiliki sejumlah karakteristik yang membedakannya dari pendekatan kurikulum sebelumnya.


Berikut tiga karakteristik utamanya.


1. Fokus pada Materi Esensial

Kurikulum Merdeka mengutamakan materi penting agar siswa memiliki waktu cukup untuk memahami konsep secara mendalam. 


Guru tidak hanya berfokus menyelesaikan materi, tetapi juga memastikan kompetensi siswa berkembang. Pendekatan ini membantu mengurangi pembelajaran yang sekadar menghafal informasi.


2. Pembelajaran yang Fleksibel

Guru dapat menyesuaikan strategi pembelajaran berdasarkan kemampuan, kebutuhan, dan karakteristik peserta didik. 


Misalnya, siswa yang membutuhkan pendampingan dapat memperoleh kegiatan belajar berbeda dari siswa yang sudah menguasai materi. Dengan begitu, proses pembelajaran menjadi lebih sesuai dengan kesiapan masing-masing siswa.


3. Penguatan Karakter dan Kompetensi

Kurikulum Merdeka mendorong pengembangan karakter melalui pembelajaran di kelas, kegiatan kokurikuler, dan ekstrakurikuler. 


Siswa dapat belajar bekerja sama, berpikir kritis, serta menyelesaikan masalah melalui kegiatan nyata. Penguatan karakter ini juga disesuaikan dengan dimensi profil lulusan yang berlaku.


Komponen Penting Kurikulum Merdeka

Dalam penerapannya, Kurikulum Merdeka memiliki beberapa komponen yang menjadi pedoman bagi guru untuk merencanakan pembelajaran.


Berikut komponen yang perlu dipahami:

  1. Capaian Pembelajaran (CP): Kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa pada akhir suatu fase pembelajaran.
  2. Tujuan Pembelajaran (TP): Rumusan kemampuan yang perlu dicapai siswa melalui kegiatan belajar.
  3. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP): Rangkaian tujuan pembelajaran yang disusun secara sistematis dalam satu fase.
  4. Perencanaan Pembelajaran: Rancangan kegiatan, materi, metode, dan penilaian sesuai kebutuhan siswa.
  5. Asesmen: Proses mengumpulkan informasi untuk mengetahui perkembangan dan ketercapaian pembelajaran.


Komponen tersebut membantu guru menentukan materi, kegiatan, dan cara mengevaluasi hasil belajar. Sekolah juga dapat menyesuaikan pelaksanaannya dengan karakteristik lingkungan pendidikan.


Perbedaan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013

Perbedaan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 terlihat pada struktur kompetensi, fleksibilitas pembelajaran, dan pengorganisasian materi.


Berikut perbandingan keduanya secara umum.


Aspek

Kurikulum Merdeka

Kurikulum 2013

Acuan kompetensi

Capaian Pembelajaran per fase

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar

Fokus

Materi esensial dan kompetensi

Kompetensi sesuai struktur K13

Pembelajaran

Fleksibel sesuai kebutuhan siswa

Mengikuti kerangka pembelajaran K13

Pengorganisasian

Menggunakan fase pembelajaran

Menggunakan kompetensi per kelas

Penilaian

Menekankan asesmen formatif dan sumatif

Penilaian pengetahuan, keterampilan, dan sikap

Penguatan karakter

Terintegrasi dalam berbagai kegiatan

Terintegrasi dalam pembelajaran dan kegiatan sekolah


Perbandingan tersebut menunjukkan perbedaan penekanan, bukan berarti Kurikulum 2013 tidak mendukung kreativitas atau pembelajaran aktif. Keduanya tetap bertujuan mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan karakter siswa.


Perbedaan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013

Sumber: Desain oleh Dibimbing


Bagaimana Pembagian Fase dalam Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka menggunakan pembagian fase untuk menggambarkan perkembangan kompetensi peserta didik. Setiap fase mencakup rentang kelas tertentu sehingga pembelajaran dapat direncanakan secara berkelanjutan.


Berikut pembagian fase yang umum digunakan:


Fase

Jenjang Pendidikan

Fondasi

PAUD

Fase A

Kelas 1–2 SD

Fase B

Kelas 3–4 SD

Fase C

Kelas 5–6 SD

Fase D

Kelas 7–9 SMP

Fase E

Kelas 10 SMA/SMK

Fase F

Kelas 11–12 SMA dan tingkat lanjutan SMK sesuai program


Pembagian fase memungkinkan guru menyesuaikan pembelajaran berdasarkan perkembangan kompetensi siswa. 


Namun, penerapannya tetap mengikuti ketentuan yang berlaku pada setiap jenjang dan jenis satuan pendidikan.


Baca Juga: Kisah Nabila: Mahasiswi Semester 7 Teknik Komputer Dapat Kerja di Surabaya



Contoh Penerapan Kurikulum Merdeka


Contoh Penerapan Kurikulum Merdeka

Sumber: Desain oleh Dibimbing


Kurikulum Merdeka dapat diterapkan melalui pembelajaran yang melibatkan pengalaman dan pemecahan masalah nyata.


Berikut beberapa contoh penerapannya.


1. Projek Pengelolaan Sampah di Sekolah

Siswa melakukan pengamatan terhadap jumlah, jenis, dan sumber sampah yang dihasilkan di lingkungan sekolah. 


Mereka kemudian bekerja sama untuk merancang kegiatan pemilahan dan pengolahan sampah menjadi kompos. Kegiatan ini melatih kepedulian lingkungan, kreativitas, dan kerja sama tim.


2. Pembelajaran Matematika melalui Aktivitas Jual Beli

Guru mengajak siswa melakukan simulasi jual beli untuk memahami konsep matematika secara langsung. 


Siswa belajar menghitung harga barang, uang kembalian, hingga keuntungan dari transaksi sederhana. Metode ini membantu mengembangkan kemampuan berhitung dan berpikir kritis dalam kehidupan sehari-hari.


3. Projek Kewirausahaan Siswa

Siswa diajak membuat produk sederhana, seperti makanan ringan atau kerajinan tangan untuk dijual. 


Mereka belajar menghitung biaya produksi, menentukan harga, dan menyusun strategi pemasaran. Kegiatan ini membantu mengembangkan kreativitas, komunikasi, dan jiwa kewirausahaan.


4. Pembelajaran Teknologi Digital

Guru mengajak siswa menggunakan aplikasi digital untuk membuat presentasi atau mengolah informasi. 


Siswa dapat belajar mengevaluasi sumber informasi serta memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab. Kegiatan ini juga mendukung pengembangan literasi digital.


Baca Juga: Project Based Learning Adalah: Tahapan, Contoh, dan Manfaat


Bagaimana Sistem Asesmen dalam Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka menggunakan asesmen untuk memahami perkembangan siswa dan mengevaluasi keberhasilan pembelajaran. Penilaian tidak hanya dilakukan melalui ujian akhir, tetapi juga selama proses belajar.


Secara umum, terdapat tiga penggunaan asesmen yang penting:

  1. Asesmen Awal: Membantu guru mengetahui kemampuan awal dan kebutuhan belajar siswa sebelum pembelajaran.
  2. Asesmen Formatif: Dilakukan selama proses belajar untuk memberikan umpan balik dan memperbaiki strategi pembelajaran.
  3. Asesmen Sumatif: Digunakan untuk menilai ketercapaian tujuan pembelajaran pada periode tertentu.


Asesmen awal dapat menggunakan pendekatan diagnostik, sedangkan asesmen formatif dan sumatif memiliki tujuan yang berbeda. Hasilnya membantu guru mengambil keputusan pembelajaran berdasarkan perkembangan siswa.


Baca Juga: Asynchronous Learning Adalah: Pengertian, Manfaat, Contoh


Apa Perkembangan Kurikulum Merdeka pada 2026

Kurikulum Merdeka tetap menjadi bagian dari kebijakan pendidikan nasional yang pelaksanaannya diperkuat melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025. Peraturan tersebut tidak memperkenalkan kurikulum pengganti, tetapi memberikan sejumlah penyesuaian.


Beberapa perkembangan penting meliputi:

  1. Pembelajaran Mendalam: Menekankan proses belajar berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
  2. Kokurikuler Lebih Fleksibel: Kegiatan dapat dirancang secara tematik dan berbasis projek sesuai kebutuhan sekolah.
  3. Koding dan Kecerdasan Artifisial: Diperkenalkan sebagai mata pelajaran pilihan sesuai kesiapan satuan pendidikan.
  4. Delapan Dimensi Profil Lulusan: Meliputi keimanan dan ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.


Sesuai masa transisi dalam Permendikbud Ristek Nomor 12 Tahun 2024, sekolah yang belum menggunakan Kurikulum Merdeka dijadwalkan mulai menerapkannya paling lambat tahun ajaran 2026/2027. 


Sementara itu, satuan pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) mendapat masa transisi hingga tahun ajaran 2027/2028.


Baca Juga: Kisah Haifa Dari Bootcamp Dibimbing hingga ke detikcom


Apa Kelebihan dan Tantangan Kurikulum Merdeka?

Kurikulum Merdeka menawarkan berbagai manfaat, tetapi penerapannya tetap membutuhkan kesiapan guru, sekolah, dan peserta didik.


Kelebihan Kurikulum Merdeka:

  1. Materi pembelajaran lebih berfokus pada kompetensi esensial.
  2. Guru memiliki fleksibilitas dalam menentukan metode belajar.
  3. Siswa mendapatkan kesempatan mengembangkan minat dan potensi.
  4. Kegiatan pembelajaran dapat dikaitkan dengan permasalahan nyata.
  5. Pengembangan karakter mendapat perhatian dalam proses pendidikan.


Tantangan penerapannya:

  1. Guru membutuhkan waktu untuk menyesuaikan perencanaan pembelajaran.
  2. Ketersediaan fasilitas pendidikan berbeda antarwilayah.
  3. Sebagian siswa memerlukan pendampingan dalam pembelajaran mandiri.
  4. Pelaksanaan projek membutuhkan koordinasi dan pengelolaan waktu.
  5. Evaluasi pembelajaran perlu dilakukan secara berkelanjutan.


Oleh karena itu, penerapan Kurikulum Merdeka memerlukan dukungan semua pihak. Pelatihan pendidik, penyediaan fasilitas, dan evaluasi sekolah menjadi faktor penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.


Baca Juga: Apa Itu Skill? Definisi, Jenis, & Tips Mengembangkannya


Rekomendasi Program Bootcamp Dibimbing untuk Tingkatkan Skill dan Jaminan Kerja di Indonesia

Kurikulum Merdeka menekankan pentingnya pengembangan kompetensi, karakter, dan pembelajaran berbasis praktik. Setelah menempuh pendidikan formal, kamu juga bisa melanjutkan pengembangan keterampilan sesuai bidang karier yang ingin ditekuni.


Melalui program Bootcamp Dibimbing, kamu dapat mempelajari keterampilan profesional bersama mentor melalui materi terstruktur, praktik, dan proyek sesuai pilihan program.


Pilihan Program Bootcamp Dibimbing:


Berikut beberapa program yang dapat kamu pertimbangkan berdasarkan minat:

  1. Bootcamp Data Analyst: Mempelajari pengolahan data, analisis, dan visualisasi untuk kebutuhan bisnis.
  2. Bootcamp Digital Marketing: Mengembangkan keterampilan SEO, pemasaran media sosial, serta strategi iklan digital.
  3. Bootcamp Full-Stack Web Development: Mempelajari pengembangan aplikasi web dari sisi tampilan hingga sistem.
  4. Bootcamp Graphic Design & UI/UX: Mengembangkan kemampuan desain visual dan pengalaman pengguna.
  5. Bootcamp Human Resources: Mempelajari pengelolaan SDM, rekrutmen, dan administrasi kepegawaian.


Keunggulan Belajar melalui Bootcamp Dibimbing

Selain mendapatkan materi pembelajaran, peserta dapat memperoleh berbagai fasilitas sesuai program yang dipilih, seperti:

  1. Kelas Terstruktur: Materi disusun secara bertahap sesuai kompetensi yang ingin dikuasai.
  2. Mentor Berpengalaman: Belajar bersama praktisi yang memahami kebutuhan industri.
  3. Proyek Praktik: Menerapkan pengetahuan melalui tugas, studi kasus, dan pengembangan portofolio.
  4. Pendampingan Karier: Mendapatkan dukungan persiapan memasuki dunia profesional pada program yang menyediakan fasilitas tersebut.
  5. Komunitas Belajar: Memperluas relasi bersama peserta dan alumni dari berbagai bidang.


Siap Mengembangkan Skill untuk Karier Masa Depan?

Warga Bimbingan, memahami sistem pembelajaran merupakan langkah awal untuk mengenali pentingnya pengembangan kompetensi. Kalau kamu ingin meningkatkan keterampilan setelah sekolah atau kuliah, mengikuti program belajar yang sesuai minat bisa menjadi pilihan.


Yuk, jelajahi seluruh program Bootcamp Dibimbing dan temukan bidang keterampilan yang sesuai dengan tujuan kariermu!


FAQ:

1. Apa yang Dimaksud dengan Kurikulum Merdeka?

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberikan fleksibilitas kepada guru dan sekolah dalam menyelenggarakan pembelajaran sesuai kebutuhan siswa. Kurikulum ini berfokus pada materi esensial, kompetensi, dan pengembangan karakter.


2. Apa Saja Tiga Karakteristik Kurikulum Merdeka?

Tiga karakteristik utamanya adalah fokus pada materi esensial, pembelajaran yang fleksibel, serta pengembangan karakter dan kompetensi siswa. Ketiganya bertujuan menciptakan proses belajar yang lebih bermakna.


3. Apa Perbedaan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013?

Kurikulum Merdeka menggunakan Capaian Pembelajaran berdasarkan fase dan memberikan fleksibilitas dalam perencanaan pembelajaran. Sementara itu, Kurikulum 2013 menggunakan kerangka Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar.


4. Apakah Kurikulum Merdeka Diganti pada 2026?

Tidak ada pergantian Kurikulum Merdeka melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025. Kebijakan tersebut memperkuat implementasi dengan penyesuaian pembelajaran mendalam, kokurikuler, dan mata pelajaran pilihan.


5. Apa Contoh Kegiatan Kurikulum Merdeka?

Contohnya meliputi projek pengelolaan sampah, simulasi kegiatan jual beli, pembuatan produk kewirausahaan, dan pembelajaran berbasis teknologi. Kegiatan tersebut dapat disesuaikan dengan jenjang dan kebutuhan siswa.

Kategori:

Share:

Penulis

Penulis Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!