Newsletter Adalah: Fungsi, Jenis, dan Cara Membuatnya
DITULIS OLEH
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
DIREVIEW OLEH
Sudah Direview Oleh Expert
Dibuat pada 24 Agt 2026
Diubah pada 21 Sep 2026
80
Pernahkah kamu menerima email berisi promo, artikel, atau informasi terbaru dari sebuah brand? Nah, jenis email seperti itu biasanya disebut newsletter.
Newsletter adalah media komunikasi yang dikirim secara berkala untuk menyampaikan informasi, edukasi, maupun promosi kepada audiens.
Dalam digital marketing, newsletter juga bisa membantu menjaga hubungan dengan pelanggan hingga mendorong konversi.
Warga bimbingan yang ingin mempelajari strategi seperti ini bisa mengikuti Bootcamp Digital Marketing Dibimbing. Yuk, simak pembahasan MinDi tentang newsletter mulai dari fungsi, jenis, contoh, hingga cara membuatnya.
Baca Juga: 5 Kesalahan yang Umum dalam Membuat Newsletter
Apa Itu Newsletter?
Newsletter adalah publikasi yang dikirim secara berkala kepada kelompok audiens tertentu. Kontennya dapat berupa berita terbaru, artikel edukatif, informasi perusahaan, promosi, rekomendasi, maupun pembaruan produk.
Dalam pemasaran digital, newsletter paling sering dikirim dalam bentuk email newsletter. Audiens yang menerimanya biasanya telah mendaftarkan alamat email atau memberikan persetujuan untuk menerima komunikasi dari sebuah perusahaan.
Karena dikirim langsung kepada audiens, newsletter dapat menjadi salah satu kanal komunikasi yang lebih personal dibandingkan konten di media sosial.
Apa Tujuan Newsletter?
Tujuan newsletter bergantung pada kebutuhan perusahaan atau pihak yang mengirimkannya. Namun, secara umum newsletter digunakan untuk mempertahankan komunikasi dengan audiens secara konsisten.
Beberapa tujuan newsletter meliputi:
- Membagikan informasi terbaru.
- Memberikan konten edukatif kepada audiens.
- Mengenalkan produk atau layanan baru.
- Mengarahkan audiens ke website.
- Menjaga hubungan dengan pelanggan.
- Meningkatkan brand awareness.
- Mendorong pembelian atau konversi.
- Meningkatkan loyalitas pelanggan.
Sebagai contoh, perusahaan edukasi dapat mengirim newsletter yang berisi informasi karier, materi pembelajaran, dan kelas terbaru. Sementara itu, perusahaan e-commerce bisa menggunakannya untuk memberikan rekomendasi produk maupun promo.
Baca Juga: Email Marketing: Definisi, Manfaat, Jenis, Contoh, & Tipsnya
Apa Fungsi Newsletter?
Newsletter memiliki beberapa fungsi dalam strategi komunikasi dan pemasaran digital. Berikut beberapa di antaranya.
1. Menjaga Komunikasi dengan Audiens
Newsletter membantu perusahaan berkomunikasi secara rutin dengan pelanggan atau audiens.
Komunikasi yang konsisten membuat audiens tetap mengetahui perkembangan perusahaan dan lebih mudah mengingat sebuah brand.
2. Meningkatkan Brand Awareness
Newsletter juga dapat membantu meningkatkan brand awareness. Jika audiens rutin mendapatkan informasi yang relevan dan bermanfaat, mereka akan lebih familiar dengan nama, produk, maupun layanan yang ditawarkan perusahaan.
3. Mengarahkan Traffic ke Website
Newsletter dapat digunakan untuk mengarahkan pembaca menuju halaman tertentu di website.
Misalnya, perusahaan dapat menambahkan call to action seperti:
- Baca Selengkapnya.
- Pelajari Sekarang.
- Lihat Program.
- Daftar Sekarang.
CTA tersebut dapat mengarah ke artikel, landing page, produk, maupun layanan tertentu.
4. Membangun Hubungan dengan Pelanggan
Newsletter nggak harus selalu berisi promosi. Perusahaan juga dapat mengirim konten edukasi, tips, informasi industri, atau rekomendasi yang sesuai dengan kebutuhan audiens. Dengan begitu, hubungan dengan pelanggan dapat dibangun secara lebih natural.
5. Mendukung Strategi Marketing
Dalam digital marketing, newsletter bisa menjadi bagian dari strategi pemasaran yang lebih luas.
Newsletter dapat digunakan bersama SEO, content marketing, media sosial, iklan digital, dan kanal pemasaran lainnya untuk menjangkau audiens dari berbagai sisi.
Baca Juga: 10 Contoh Penulisan Email Marketing Plus Penjelasan Lengkap
Apa Saja Jenis Newsletter?
Sumber: Desain oleh Dibimbing
Newsletter memiliki beberapa jenis berdasarkan tujuan dan konten yang disampaikan.
1. Promotional Newsletter
Promotional newsletter digunakan untuk menawarkan produk, layanan, maupun program tertentu.
Kontennya biasanya berupa:
- Diskon.
- Promo khusus.
- Peluncuran produk.
- Informasi program baru.
- Penawaran dalam periode tertentu.
Jenis ini banyak digunakan oleh bisnis e-commerce, perusahaan jasa, hingga penyedia layanan digital.
2. Educational Newsletter
Educational newsletter berfokus pada penyampaian pengetahuan atau informasi yang bermanfaat bagi audiens.
Kontennya bisa berupa:
- Tips.
- Tutorial.
- Panduan.
- Rekomendasi.
- Analisis industri.
- Informasi karier.
Jenis newsletter ini dapat membantu perusahaan membangun kepercayaan audiens dalam jangka panjang.
3. Company Newsletter
Company newsletter digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai perkembangan perusahaan.
Isinya dapat berupa:
- Berita perusahaan.
- Pencapaian bisnis.
- Aktivitas karyawan.
- Informasi organisasi.
- Pembaruan perusahaan.
Jenis newsletter ini dapat digunakan untuk kebutuhan komunikasi internal maupun eksternal.
4. Curated Newsletter
Curated newsletter berisi kumpulan informasi atau konten yang telah dipilih dari beberapa sumber.
Contohnya, sebuah newsletter tentang teknologi dapat merangkum berita teknologi penting dalam satu minggu.
Format tersebut dapat membantu pembaca mendapatkan informasi tanpa perlu mencarinya dari banyak sumber.
5. Product Update Newsletter
Product update newsletter biasanya digunakan untuk memberikan informasi mengenai perkembangan sebuah produk.
Kontennya dapat mencakup:
- Fitur baru.
- Perbaikan sistem.
- Pembaruan aplikasi.
- Tutorial penggunaan.
- Perubahan kebijakan layanan.
Jenis ini banyak digunakan oleh perusahaan teknologi atau penyedia aplikasi.
Apa Manfaat Newsletter bagi Bisnis?
Selain berfungsi sebagai media komunikasi, newsletter juga dapat memberikan berbagai manfaat bagi bisnis.
1. Memiliki Kanal Komunikasi Langsung
Media sosial sangat dipengaruhi oleh algoritma yang menentukan apakah sebuah konten akan muncul kepada audiens atau tidak.
Sementara itu, newsletter dikirim secara langsung ke alamat email audiens. Hal ini membuat perusahaan memiliki kanal komunikasi yang relatif lebih terkontrol.
2. Menjangkau Audiens yang Sudah Tertarik
Orang yang berlangganan newsletter biasanya sudah memiliki ketertarikan terhadap suatu topik, perusahaan, atau produk.
Artinya, perusahaan dapat berkomunikasi dengan audiens yang cenderung lebih relevan dibandingkan orang yang sama sekali belum mengenal brand tersebut.
3. Meningkatkan Peluang Konversi
Newsletter juga dapat digunakan untuk mendorong audiens melakukan tindakan tertentu.
Contohnya:
- Membeli produk.
- Mengikuti kelas.
- Mendaftar acara.
- Membaca artikel.
- Mengunduh materi.
- Menghubungi perusahaan.
Agar efektif, CTA yang diberikan harus sesuai dengan tujuan utama newsletter.
4. Membantu Customer Retention
Selain mencari pelanggan baru, bisnis juga perlu mempertahankan hubungan dengan pelanggan yang sudah ada.
Newsletter dapat digunakan untuk terus memberikan informasi, rekomendasi, dan konten yang relevan sehingga pelanggan tetap berinteraksi dengan sebuah brand.
Apa Perbedaan Newsletter dan Email Marketing?
Newsletter dan email marketing sering dianggap sama, padahal keduanya memiliki cakupan yang berbeda.
Email marketing adalah strategi pemasaran yang menggunakan email sebagai kanal komunikasi. Strategi ini dapat mencakup berbagai jenis email, seperti:
- Welcome email.
- Promotional email.
- Transactional email.
- Newsletter.
- Abandoned cart email.
Sementara itu, newsletter adalah salah satu format yang dapat digunakan dalam strategi email marketing.
Newsletter biasanya dikirim secara rutin dan lebih berfokus pada informasi atau konten, sedangkan email marketing memiliki tujuan yang lebih luas, termasuk promosi dan konversi.
Bagaimana Cara Membuat Newsletter?
Membuat newsletter yang efektif membutuhkan perencanaan. Kamu nggak cukup hanya menulis informasi lalu mengirimkannya kepada pelanggan.
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.
1. Tentukan Tujuan Newsletter
Pertama, tentukan tujuan utama newsletter.
Misalnya, apakah newsletter dibuat untuk:
- Meningkatkan traffic.
- Mendapatkan penjualan.
- Membagikan informasi.
- Membangun komunitas.
- Meningkatkan engagement.
- Mengenalkan layanan baru.
Tujuan tersebut akan menentukan isi, format, dan CTA yang digunakan.
2. Kenali Target Audiens
Newsletter akan lebih relevan jika dikirim kepada audiens yang sesuai.
Kamu dapat melakukan segmentasi berdasarkan:
- Minat.
- Lokasi.
- Profesi.
- Riwayat pembelian.
- Perilaku pengguna.
- Tahapan pelanggan.
Segmentasi membantu perusahaan menyusun pesan yang lebih sesuai dengan kebutuhan penerima.
3. Buat Subject Email yang Menarik
Subject email menjadi salah satu bagian pertama yang dilihat penerima.
Gunakan subject yang singkat, jelas, dan mampu memberikan gambaran mengenai isi newsletter. Hindari penggunaan judul yang terlalu berlebihan atau clickbait.
4. Susun Konten yang Mudah Dibaca
Newsletter sebaiknya memiliki struktur yang mudah dipindai.
Kamu dapat menyusunnya menggunakan:
- Judul.
- Pembuka singkat.
- Visual.
- Informasi utama.
- CTA.
Hindari memasukkan terlalu banyak informasi dalam satu email karena dapat membuat pembaca kehilangan fokus.
5. Gunakan Call to Action yang Jelas
CTA memberi arahan kepada pembaca mengenai tindakan selanjutnya.
Contoh CTA antara lain:
- Baca Selengkapnya.
- Daftar Sekarang.
- Pelajari Program.
- Unduh Panduan.
- Konsultasikan Sekarang.
Sebaiknya, satu newsletter memiliki satu tujuan utama agar pembaca nggak bingung menentukan tindakan.
6. Evaluasi Performa Newsletter
Setelah newsletter dikirim, evaluasi performanya menggunakan data.
Beberapa metrik newsletter yang dapat diperhatikan antara lain:
- Open rate.
- Click-through rate.
- Conversion rate.
- Bounce rate.
- Unsubscribe rate.
Data tersebut bisa digunakan untuk memperbaiki topik, format, waktu pengiriman, hingga CTA newsletter berikutnya.
Baca Juga: Memahami Mailchimp: Fitur, Manfaat, & Cara Menggunakannya
Seperti Apa Contoh Newsletter?
Sebagai gambaran, perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan digital dapat membuat newsletter mingguan dengan struktur berikut.
Subject: 5 Skill Digital yang Banyak Dicari Perusahaan
Pembuka: Penjelasan singkat mengenai perubahan kebutuhan skill di dunia kerja.
Isi newsletter:
- Data Analytics.
- Digital Marketing.
- UI/UX Design.
- Artificial Intelligence.
- Cyber Security.
CTA: Pelajari Program Bootcamp.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa newsletter tidak harus langsung menawarkan produk. Perusahaan bisa memberikan konten edukatif terlebih dahulu sebelum mengarahkan pembaca menuju layanan yang tersedia.
Apa Ciri-Ciri Newsletter yang Efektif?
Newsletter yang efektif bukan hanya memiliki tampilan menarik, tetapi juga memberikan informasi yang relevan kepada penerima.
Beberapa karakteristik newsletter yang baik antara lain:
- Memiliki tujuan yang jelas.
- Ditujukan kepada audiens yang tepat.
- Menggunakan subject email yang relevan.
- Kontennya ringkas dan mudah dibaca.
- Tidak terlalu banyak memuat promosi.
- Memiliki CTA yang jelas.
- Nyaman dibaca melalui perangkat mobile.
- Dikirim secara konsisten.
- Memiliki opsi unsubscribe.
- Performa pengiriman dievaluasi menggunakan data.
Kamu juga perlu memperhatikan frekuensi pengiriman. Newsletter yang terlalu sering dikirim tanpa memberikan manfaat dapat membuat penerima merasa terganggu dan memilih berhenti berlangganan.
Kesimpulan
Newsletter adalah media komunikasi berkala untuk menyampaikan informasi, edukasi, maupun promosi kepada audiens. Dalam digital marketing, newsletter dapat membantu menjaga hubungan dengan pelanggan dan mendorong konversi.
Agar efektif, newsletter perlu memiliki tujuan yang jelas, konten relevan, dan CTA yang tepat. Strategi ini juga penting dipahami jika kamu ingin mendalami email marketing dan digital marketing.
Rekomendasi Bootcamp Digital Marketing Terbaik di Indonesia: Dibimbing
Kalau kamu ingin berkarier di bidang digital marketing, memahami teori pemasaran saja belum cukup. Kamu juga perlu menguasai content marketing, iklan digital, analisis data, hingga praktik menjalankan kampanye secara langsung.
Bootcamp Digital Marketing Dibimbing dirancang untuk membantumu meningkatkan kemampuan melalui kelas interaktif, tugas berbasis kasus nyata, serta pendampingan mentor profesional.
Program Bootcamp Digital Marketing Dibimbing:
- Video Learning: 100+ offline class dan 24+ video pembelajaran tambahan untuk memperdalam materi.
- Real Case Assignment: 20+ tugas dan studi kasus bersama UMKM untuk melatih kemampuan secara praktis.
- Campaign Ads Funding: Dukungan dana hingga Rp1,7 juta untuk praktik menjalankan kampanye iklan.
- 1-on-1 Consultation: Konsultasi personal tanpa batas bersama instruktur.
- Mentor Support: Pendampingan fasilitator dan mentor selama 24/7 selama proses belajar.
- English Class: 20+ kelas Bahasa Inggris untuk membantu persiapan karier.
- Internship Program: Kesempatan magang selama tiga bulan di perusahaan rekanan.
- Job Placement: Akses penyaluran kerja ke lebih dari 840 perusahaan.
- Modern Classroom: Fasilitas kelas yang nyaman dan modern untuk mendukung pembelajaran.
- Digital Marketing Community: Bergabung dengan komunitas untuk membangun relasi dan berbagi wawasan seputar digital marketing.
Siap Berkarier di Bidang Digital Marketing?
Kalau kamu ingin menguasai strategi pemasaran digital secara lebih terarah, Bootcamp Digital Marketing Dibimbing bisa menjadi pilihan untuk meningkatkan kemampuanmu.
Yuk, mulai pelajari content marketing, iklan digital, analisis performa kampanye, dan berbagai skill lainnya bersama Dibimbing!
FAQ
1. Apa Pengertian Newsletter?
Pengertian newsletter adalah media komunikasi yang dikirim secara berkala kepada audiens, biasanya melalui email. Isinya dapat berupa informasi, edukasi, promosi, maupun pembaruan dari perusahaan.
2. Apa Fungsi dan Manfaat Newsletter?
Fungsi newsletter adalah menjaga komunikasi dengan audiens, meningkatkan brand awareness, dan mengarahkan pembaca ke website. Manfaat newsletter lainnya yaitu membantu bisnis membangun hubungan dengan pelanggan dan mendukung konversi.
3. Apa Saja Jenis Newsletter?
Jenis newsletter cukup beragam, seperti email newsletter, newsletter perusahaan, newsletter edukasi, newsletter promosi, hingga product update newsletter. Pemilihannya dapat disesuaikan dengan tujuan komunikasi dan target audiens.
4. Bagaimana Cara Membuat Newsletter?
Cara membuat newsletter dimulai dengan menentukan tujuan dan target audiens, menyusun konten yang relevan, membuat subject email menarik, serta menambahkan CTA yang jelas. Setelah dikirim, performanya dapat dievaluasi melalui metrik seperti open rate dan click-through rate.
5. Apa Perbedaan Newsletter Marketing dan Email Marketing?
Newsletter marketing merupakan penggunaan newsletter sebagai bagian dari strategi pemasaran untuk membangun hubungan dengan audiens. Sementara itu, email marketing memiliki cakupan lebih luas karena mencakup newsletter, promotional email, welcome email, hingga transactional email.
Kategori:
Penulis
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
