Dibimbing - Mengenal Git dan GitHub: Fungsi, Cara Kerja, dan Tips
Blog
Full Stack Web Development

Mengenal Git dan GitHub: Fungsi, Cara Kerja, dan Tips

Author

DITULIS OLEH 

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 24 Sep 2026

Diubah pada 10 Okt 2026

57

Image Thumbnail

Kalau mulai belajar coding, kamu pasti akan sering mendengar Git dan GitHub. Keduanya membantu developer mengelola perubahan kode agar proyek tetap rapi dan terstruktur.

Nah, Warga Bimbingan, Git berfungsi sebagai version control system, sedangkan GitHub memudahkan penyimpanan repository dan kolaborasi secara online. Dengan memahami keduanya, kamu juga akan lebih terbiasa dengan workflow pengembangan aplikasi.

Kalau ingin belajar coding lebih terarah, kamu bisa mengikuti Bootcamp Full-Stack Web Development Dibimbing. Yuk, baca sampai akhir untuk memahami fungsi, cara kerja, dan tips menggunakan Git dan GitHub!


Apa Itu Git?

Git adalah distributed version control system yang digunakan untuk mencatat dan mengelola perubahan file dalam sebuah proyek. Developer dapat melihat riwayat perubahan, membuat branch, menggabungkan kode, hingga kembali ke versi sebelumnya ketika dibutuhkan.

Git bekerja di komputer lokal sehingga tidak selalu membutuhkan koneksi internet. Kamu tetap bisa melakukan commit, membuat branch, atau melihat riwayat perubahan selama repository sudah tersedia di perangkat.

Sebagai contoh, kamu sedang mengembangkan fitur login pada aplikasi. Kamu bisa membuat branch terpisah sehingga perubahan tersebut tidak langsung memengaruhi kode utama yang sedang digunakan.

Baca Juga: Kisah Switch Career: Dari Magister Bisnis ke Full-Stack Developer


Apa Itu GitHub?

GitHub adalah platform berbasis web yang digunakan untuk menyimpan dan mengelola repository Git secara online. Platform ini menyediakan berbagai fitur kolaborasi seperti pull request, issue, branch, dan code review.

Dengan GitHub, repository yang awalnya hanya tersedia di laptop bisa diakses oleh anggota tim lainnya. Perubahan kode dari beberapa developer pun dapat dikumpulkan dan ditinjau dalam satu tempat.

GitHub juga bisa dimanfaatkan sebagai portofolio developer. Kamu dapat menampilkan proyek coding yang pernah dikerjakan sehingga recruiter atau developer lain dapat melihat kemampuan teknis yang kamu miliki.

Baca Juga: Perjalanan Subhan: Dari Tukang Fotokopi ke Front-End Engineer


Apa Perbedaan Git dan GitHub?

Git dan GitHub saling berkaitan, tetapi sebenarnya merupakan dua hal berbeda. Git digunakan untuk mengelola versi dan riwayat kode, sedangkan GitHub menjadi platform online untuk menyimpan sekaligus berkolaborasi menggunakan repository Git.

Berikut perbedaannya:

Aspek

Git

GitHub

Jenis

Version control system

Platform berbasis web

Fungsi utama

Melacak perubahan kode

Menyimpan dan mengelola repository

Penggunaan

Dapat berjalan secara lokal

Digunakan secara online

Fitur utama

Commit, branch, merge

Pull request, issue, code review

Kolaborasi

Mengelola perubahan kode

Mempermudah kolaborasi tim

Internet

Tidak selalu diperlukan

Diperlukan untuk sinkronisasi

Sederhananya, Git bisa digunakan tanpa GitHub. Namun, GitHub membuat penggunaan Git menjadi lebih praktis ketika proyek dikerjakan secara online atau bersama beberapa developer.


Apa Fungsi Git dan GitHub bagi Developer?

apa-fungsi-git-dan-github-bagi-developer

Sumber: Desain oleh Dibimbing

Setelah mengenal Git dan GitHub, kamu juga perlu mengetahui kenapa kedua tools ini banyak digunakan dalam pengembangan aplikasi. Fungsinya bukan sekadar menyimpan kode, tetapi juga menjaga proses pengembangan tetap terstruktur.


1. Melacak Perubahan Kode

Git mencatat perubahan melalui commit sehingga developer bisa melihat riwayat pengembangan suatu proyek. Jika muncul masalah setelah perubahan tertentu, riwayat tersebut dapat membantu mencari sumber masalah.

Fitur ini juga mengurangi kebiasaan menyimpan banyak file seperti project-final, project-final-baru, hingga project-final-fix. Semua versi dapat dikelola melalui satu repository.


2. Membuat Versi Pengembangan Terpisah

Developer dapat menggunakan branch saat ingin mengembangkan fitur atau memperbaiki bug. Kode utama tidak harus langsung diubah selama proses pengerjaan berlangsung.

Setelah pekerjaan selesai dan sudah diperiksa, perubahan dari branch tersebut dapat digabungkan kembali menggunakan merge.


3. Mempermudah Kolaborasi

GitHub memungkinkan beberapa developer bekerja dalam satu proyek yang sama. Masing-masing anggota tim dapat mengembangkan bagian berbeda tanpa harus mengirim file proyek secara manual.

Perubahan dari tiap developer kemudian dapat dikirim ke repository dan digabungkan dengan kode yang sudah ada.


4. Melakukan Code Review

GitHub menyediakan fitur pull request untuk meninjau perubahan sebelum digabungkan ke branch utama. Anggota tim bisa memberikan komentar atau meminta perbaikan pada bagian kode tertentu.

Proses ini membantu tim menjaga kualitas kode sebelum perubahan diterapkan pada proyek utama.


5. Menyimpan Proyek Secara Online

Repository GitHub memungkinkan proyek disimpan secara online dan diakses melalui perangkat berbeda. Kamu juga bisa memilih repository dalam mode publik atau privat sesuai kebutuhan.

Hal ini memudahkan developer ketika ingin melanjutkan proyek dari perangkat lain atau berkolaborasi dengan anggota tim.


6. Membangun Portofolio Developer

Repository publik dapat digunakan untuk menunjukkan kemampuan coding kepada orang lain. Kamu bisa mengunggah proyek website, aplikasi, API, hingga berbagai mini project yang pernah dibuat.

GitHub pun bisa menjadi pelengkap CV atau portofolio ketika kamu ingin melamar pekerjaan sebagai developer.

Baca Juga: Anak IT Dapat Kerja dalam 2 Bulan Setelah Lulus Bootcamp


Apa Saja Istilah Penting dalam Git dan GitHub?

Ketika mulai menggunakan Git dan GitHub, kamu akan menemukan beberapa istilah yang sering muncul. Memahami istilah dasarnya terlebih dahulu akan membuat proses belajar terasa lebih mudah.


1. Repository

Repository atau repo merupakan tempat untuk menyimpan seluruh file proyek beserta riwayat perubahannya. Repository dapat berada secara lokal di komputer maupun secara online melalui GitHub.


2. Commit

Commit adalah catatan perubahan yang dibuat pada repository. Biasanya, setiap commit disertai pesan singkat agar developer mengetahui perubahan apa yang dilakukan.


3. Branch

Branch merupakan jalur pengembangan terpisah dari kode utama. Developer dapat mengembangkan fitur baru melalui branch tanpa langsung mengubah versi utama aplikasi.


4. Merge

Merge adalah proses menggabungkan perubahan dari satu branch ke branch lainnya. Proses ini biasanya dilakukan setelah fitur selesai dikembangkan dan sudah diperiksa.


5. Clone

Clone merupakan proses menyalin repository dari GitHub ke komputer lokal. Dengan begitu, kamu dapat membuka dan mengembangkan proyek tersebut melalui perangkat sendiri.


6. Push

Push merupakan proses mengirim perubahan dari repository lokal ke repository remote seperti GitHub. Setelah melakukan push, perubahan kode akan terlihat pada repository online.


7. Pull

Pull digunakan untuk mengambil perubahan terbaru dari repository online ke komputer lokal. Perintah ini penting ketika beberapa developer bekerja pada proyek yang sama.


8. Pull Request

Pull request digunakan untuk mengusulkan perubahan sebelum kode digabungkan ke branch utama. Tim dapat melakukan review dan berdiskusi terlebih dahulu sebelum perubahan disetujui.


Bagaimana Cara Daftar GitHub dan Push Kode dari VS Code?

Kalau baru pertama kali menggunakan GitHub, alurnya mungkin terlihat cukup panjang. Sebenarnya, proses dasarnya bisa dimulai dari membuat akun, menginstal Git, membuka proyek melalui VS Code, lalu melakukan push.

Berikut langkah-langkahnya.


1. Buat Akun GitHub

Pertama, buka website GitHub dan pilih Sign Up. Masukkan alamat email, password, dan username, kemudian ikuti proses verifikasi hingga akun berhasil dibuat.

Username perlu diperhatikan karena akan menjadi bagian dari alamat profil dan repository GitHub milikmu.


2. Install Git di Komputer

Selanjutnya, install Git pada komputer yang kamu gunakan. Git diperlukan agar perubahan proyek di VS Code dapat dicatat dan dikirimkan ke GitHub.

Setelah proses instalasi selesai, buka terminal VS Code dan jalankan:

git --version

Jika nomor versi Git muncul, berarti instalasi sudah berhasil.


3. Buka Proyek Menggunakan VS Code

Buka folder proyek yang ingin kamu unggah melalui Visual Studio Code. Setelah itu, buka Terminal > New Terminal untuk menjalankan perintah Git.

Pastikan terminal berada pada direktori proyek yang benar sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.


4. Inisialisasi Repository Git

Jalankan perintah:

git init

Perintah tersebut akan membuat folder proyek mulai dikelola menggunakan Git. Kamu kemudian bisa memeriksa kondisi repository menggunakan:

git status

Perintah git status akan menunjukkan file baru, file yang berubah, atau perubahan yang belum dimasukkan ke commit.


5. Tambahkan File ke Staging Area

Untuk memasukkan seluruh perubahan ke staging area, jalankan:

git add .

Tanda titik berarti semua file yang mengalami perubahan akan dimasukkan ke tahap berikutnya sebelum commit.

Kalau hanya ingin menambahkan satu file, kamu juga bisa menggunakan:

git add index.html


6. Buat Commit Pertama

Setelah file masuk ke staging area, buat commit menggunakan:

git commit -m "Initial commit"

Pesan commit sebaiknya menjelaskan perubahan yang dilakukan. Nantinya, kebiasaan ini akan membantu ketika kamu harus membaca riwayat proyek yang sudah panjang.


7. Buat Repository Baru di GitHub

Masuk ke akun GitHub, kemudian pilih New Repository. Masukkan nama repository sesuai proyek, misalnya website-portfolio.

Kamu juga dapat menentukan repository sebagai Public atau Private. Untuk proyek yang sudah tersedia di VS Code, kamu bisa membiarkan README, .gitignore, dan license kosong terlebih dahulu.


8. Hubungkan Repository Lokal dengan GitHub

Setelah repository GitHub dibuat, salin URL repository yang tersedia. Kemudian jalankan perintah berikut melalui terminal VS Code:

git remote add origin https://github.com/username/nama-repository.git

Ganti username dengan username GitHub kamu dan nama-repository sesuai repository yang sudah dibuat.

Kamu dapat memastikan repository remote sudah tersambung menggunakan:

git remote -v


9. Ubah Branch Utama Menjadi Main

GitHub saat ini umumnya menggunakan main sebagai nama branch utama. Kamu bisa mengaturnya melalui:

git branch -M main

Setelah itu, repository lokal sudah siap dikirim ke GitHub.


10. Push Kode dari VS Code ke GitHub

Untuk mengirim kode pertama kali, jalankan:

git push -u origin main

GitHub mungkin meminta proses login atau otorisasi. Ikuti instruksi yang muncul melalui VS Code atau browser hingga proses autentikasi selesai.

Setelah berhasil, buka repository GitHub dan refresh halaman. File proyek dari VS Code seharusnya sudah muncul.

Baca Juga: Alumni Dibimbing Sukses Switch Career dari Astronomi ITB ke IT


Bagaimana Cara Push Perubahan Berikutnya ke GitHub?

Setelah repository lokal dan GitHub terhubung, proses selanjutnya menjadi jauh lebih singkat. Kamu tidak perlu mengulang git init atau menambahkan remote setiap kali mengubah kode.

Setelah melakukan perubahan, cukup jalankan:

git add .

git commit -m "Update halaman login"

git push

Alurnya adalah menambahkan perubahan ke staging area, membuat catatan melalui commit, kemudian mengirimkannya ke GitHub dengan push.

Sebelum mulai bekerja pada proyek bersama tim, kamu juga bisa menjalankan:

git pull

Tujuannya untuk mengambil perubahan terbaru dari GitHub sehingga repository lokal mengikuti versi terbaru proyek.


Kenapa Developer Perlu Belajar Git dan GitHub?

Git dan GitHub penting dipahami karena proyek software terus mengalami perubahan. Semakin besar proyek dan tim yang mengerjakannya, semakin sulit pula mengelola kode tanpa version control.

Menguasai Git juga membantu kamu mengikuti workflow pengembangan software yang lebih profesional. Mulai dari membuat branch, melakukan commit, hingga mengirim pull request, semuanya sering digunakan dalam aktivitas developer.

Selain itu, GitHub dapat menjadi tempat untuk menunjukkan proyek yang sudah kamu kerjakan. Recruiter bisa melihat repository, dokumentasi, hingga struktur proyek sebagai salah satu gambaran kemampuan teknis yang dimiliki.


Tips Belajar Git dan GitHub untuk Pemula

Kamu nggak harus langsung menghafalkan puluhan perintah Git. Mulai saja dari perintah yang paling sering digunakan kemudian terapkan langsung pada proyek kecil.

Beberapa tips yang bisa kamu coba:

  1. Pelajari git init, git add, git commit, git push, dan git pull.
  2. Gunakan Git pada setiap proyek latihan.
  3. Biasakan membuat pesan commit yang jelas.
  4. Pelajari penggunaan branch secara bertahap.
  5. Coba membuat pull request pada proyek latihan.
  6. Pelajari cara menyelesaikan merge conflict.
  7. Gunakan GitHub untuk menyimpan proyek portofolio.

Semakin sering menggunakan Git dan GitHub, alur tersebut akan terasa lebih natural. Kamu juga akan lebih mudah memahami bagaimana developer berkolaborasi dalam proyek yang lebih besar.


Kesimpulan

Mengenal Git dan GitHub membantu kamu mengelola perubahan kode dengan lebih rapi. Git berfungsi sebagai version control system, sedangkan GitHub memudahkan penyimpanan dan kolaborasi proyek.

Mulailah dari commit, push, pull, dan branch. Dengan rutin mempraktikkannya, kamu akan lebih terbiasa dengan workflow developer.


FAQ

1. Apa itu Git dan GitHub?

Git dan GitHub adalah dua tools yang sering digunakan dalam pengembangan software. Git berfungsi sebagai version control, sedangkan GitHub digunakan untuk menyimpan dan mengelola repository secara online.

2. Apa perbedaan Git dan GitHub?

Perbedaan Git dan GitHub terletak pada fungsinya. Git digunakan untuk melacak perubahan kode secara lokal, sementara GitHub menjadi platform untuk menyimpan kode dan berkolaborasi dengan developer lain.

3. Apa fungsi Git bagi developer?

Fungsi Git mencakup mencatat perubahan kode, membuat branch, melakukan merge, hingga mengembalikan proyek ke versi sebelumnya. Karena itu, Git untuk developer penting dalam menjaga proses pengembangan tetap terstruktur.

4. Apa fungsi GitHub dalam proyek coding?

Fungsi GitHub adalah menyimpan repository GitHub secara online dan mendukung kolaborasi tim. Kamu juga bisa menggunakan fitur seperti pull request, issue, dan code review untuk mengelola proyek.

5. Bagaimana cara menggunakan GitHub untuk pemula?

Cara menggunakan GitHub bisa dimulai dengan membuat akun, membuat repository, lalu menghubungkannya dengan proyek lokal menggunakan Git. Setelah itu, kamu bisa melakukan commit dan push untuk mengirim perubahan kode ke GitHub.

Share:

Penulis

Penulis Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!