dibimbing.id - Anak IT Dapat Kerja dalam 2 Bulan Setelah Lulus Bootcamp

Anak IT Dapat Kerja dalam 2 Bulan Setelah Lulus Bootcamp

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

19 November 2025

56

Image Banner

Kenalin, ini Kak Awal—seorang anak IT yang dulu sering banget ketemu penolakan setiap kali ngelamar kerja. Meski udah pegang ijazah, ia masih merasa skill-nya belum cukup buat bersaing di industri.

Kak Awal akhirnya ikut Bootcamp Back-End Developer Batch 1 dan mulai upgrade kemampuan dari nol. 

Di sini, ia belajar skill yang lebih relevan dan dapat bimbingan langsung dari mentor berpengalaman.

Dan hasilnya? Hanya dalam 2 bulan setelah lulus bootcamp, Kak Awal berhasil dapat kerja full-time sebagai Full-Stack Developer—sesuatu yang dulu terasa jauh buat dicapai. Yuk simak cerita lengkap di bawahnya ini!

Baca juga: Nekat Resign Demi Karier UI/UX Design yang Lebih Cerah


Kenapa Gagal Bukan Akhir?

Banyak orang menganggap kegagalan sebagai tanda berhenti, padahal sebenarnya itu cuma sinyal kalau kita perlu upgrade diri. Gagal bukan bukti kita tidak mampu, tapi tanda bahwa kita perlu belajar cara baru untuk maju.

Kak Awal pun sempat mengalami masa sulit penuh penolakan sebelum akhirnya bangkit. Seperti kata Kak Awal,

“Kalau gagal bukan akhir, tapi sinyal buat terus upgrade diri!” Kak Awal Student Bootcamp Back End Development Batch 1

Dari mindset itu, ia mulai memperbaiki skill dan mengambil langkah baru yang lebih terarah—yang akhirnya mengantarnya dapat kerja full-time hanya 2 bulan setelah lulus bootcamp.

Baca juga: Kisah Sukses Aditiya Fajar: Dari Teknik ke Karir di Taiwan


Apa yang Bikin Susah Dapat Kerja?

Meskipun sudah pegang ijazah, kenyataannya dunia kerja nggak sesederhana itu—apalagi di kondisi sulit seperti sekarang. 

Banyak faktor yang bikin peluang makin sempit, dan Kak Awal sendiri ngerasain semua tantangan ini sebelum akhirnya bangkit.


1. Skill yang Dipunya Belum Relevan

Banyak lulusan IT yang sebenarnya punya dasar kuat, tapi skill-nya belum sesuai dengan kebutuhan industri terkini. 

Perusahaan sekarang cari kandidat yang bisa langsung kerja, bukan yang harus diajarin dari nol. Inilah alasan Kak Awal merasa perlu “lebarin sayap” dan upgrade skill lewat bootcamp.


2. Persaingan Semakin Ketat

Kondisi Tech Winter bikin perusahaan jauh lebih selektif saat buka lowongan baru. Jumlah pelamar meningkat, tetapi posisi yang tersedia justru makin sedikit sehingga kompetisi makin berat. 

Tanpa skill yang benar-benar kuat, pelamar mudah banget tersingkir oleh kandidat lain yang sudah punya pengalaman atau portofolio lebih matang.


3. Portofolio Kurang Kuat untuk Ditunjukkan

Banyak fresh graduate cuma punya tugas kuliah yang kurang relevan dengan real project industri. 

HR butuh bukti nyata kemampuan, bukan sekadar teori atau nilai akademik. 

Kak Awal menyadari hal ini dan mulai bangun portofolio yang lebih matang lewat project bootcamp.


4. Kurang Tahu Strategi Cari Kerja

Nyari kerja bukan cuma soal kirim CV sebanyak-banyaknya. Ada strategi dan taktik yang harus dipahami—mulai dari personal branding, networking, sampai cara presentasi project. 

Sebelum ikut bootcamp, Kak Awal sering banget kirim CV tanpa hasil, tapi akhirnya terbantu setelah diarahkan dengan cara yang lebih tepat.

Baca juga: Perjalanan Ibu Rumah Tangga Jadi Profesional Data Science


Bagaimana Bootcamp Jadi Titik Balik?

Bootcamp dibimbing.id jadi titik balik untuk Kak Awal karena di sini ia nggak lagi belajar sendirian tanpa arah. Setiap langkah dipandu mentor, sehingga proses belajar terasa lebih terstruktur dan fokus ke skill yang benar-benar dibutuhkan industri.

Lewat Talent Showcase di bootcamp dibimbing.id, Kak Awal akhirnya bisa dilirik langsung oleh Hiring Partner. 

Ini jadi kesempatan besar yang sebelumnya nggak pernah ia dapatkan hanya dengan menyebar CV tanpa hasil.Selain dipertemukan dengan perusahaan, Kak Awal juga dibantu menyiapkan presentasi project agar tampil lebih profesional. 

Dukungan lengkap dari bootcamp dibimbing.id inilah yang membuatnya semakin percaya diri hingga akhirnya lolos dan diterima sebagai full-time developer.

Baca juga: Farhan Join Dibimbing 2 Kali, Sukses Jadi Marketing Director


Lalu, Hasilnya Apa?