dibimbing.id - Upskilling Cyber Security Meski Sudah Kerja IT

Upskilling Cyber Security Meski Sudah Kerja IT

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

10 March 2026

99

Image Banner

Sudah kerja full-time sebagai IT Support, tapi tetap merasa perlu upgrade skill di bidang cyber security. Rasa ingin berkembang itu membuatnya tidak cepat puas meski sudah lama berkarier di dunia IT.

Ia adalah Muhammad Rifqi Syah, IT Support di PT Karya Pangan Sejahtera sekaligus alumni Bootcamp Cyber Security Batch 1 Dibimbing. Dengan latar belakang Sarjana Ilmu Komunikasi, ia membuktikan bahwa proses belajar bisa dimulai dari mana saja.

Keputusan ikut bootcamp menjadi langkah serius untuk memperkuat skill dan membangun mindset security yang lebih matang. 

Yuk simak cerita lengkapnya di bawah ini dan lihat bagaimana upskilling ini berdampak pada performa kerjanya.


Perjalanan Karier di Dunia IT

Perjalanan kariernya di dunia IT dimulai dari rasa penasaran dan keinginan untuk terus berkembang. Meski latar belakang pendidikannya bukan dari jurusan teknik, ia tetap berani mengambil peluang kerja di bidang IT.

Sebelum fokus sebagai IT Support, ia sempat mencoba beberapa peran, mulai dari bidang IT hingga marketing. Pengalaman tersebut membantunya memahami cara kerja sistem sekaligus kebutuhan bisnis dari sisi yang lebih luas.

Saat menangani berbagai kendala teknis di perusahaan, ia semakin sadar bahwa dunia IT terus berkembang dan menuntut kemampuan yang lebih spesifik. Dari situlah ketertarikannya pada cyber security mulai tumbuh lebih serius.

“Walaupun sudah kerja tahunan di IT, aku merasa tetap perlu upgrade skill supaya nggak stuck dan bisa lebih paham soal keamanan sistem,” Muhammad Rifqi Syah, Alumni Cyber Security Batch 1 Dibimbing.

Baca juga: Panduan Memilih Bootcamp Cyber Security yang Tepat


Awal Ketertarikan pada Cyber Security

Ketertarikannya pada cyber security muncul meski sudah bekerja full-time di bidang IT. Ia merasa ada sisi lain dari dunia teknologi yang ingin dipahami lebih dalam, terutama soal keamanan sistem dan data.

Pengalaman paling membekas terjadi saat ia menangani kasus ransomware ketika bekerja di bidang jasa service. Saat itu, ia membantu customer untuk decrypt data mereka dengan mencari referensi dari berbagai forum cyber security.

“Waktu itu aku bantu customer decrypt data dari kasus ransomware, dan prosesnya benar-benar bikin aku penasaran gimana sebenarnya sistem keamanan itu bekerja,” ungkap Muhammad Rifqi Syah. 

Dari situ, ia mulai sadar bahwa keamanan digital bukan sekadar pelengkap, tetapi bagian penting dari sistem IT.

Pengalaman tersebut menjadi titik awal yang mendorongnya untuk belajar lebih serius. Ia tidak lagi hanya ingin memastikan sistem berjalan, tetapi juga ingin memahami risiko, celah, dan cara mengamankannya secara menyeluruh.

Baca juga: Panduan Lengkap Belajar Cyber Security dan Peluang Kerja


Keputusan Ikut Bootcamp Cyber Security Dibimbing

Setelah menyadari bahwa skill keamanan sistem tidak bisa dipelajari secara setengah-setengah, ia memutuskan untuk belajar lebih serius dan terarah. 

Ia ingin program yang tidak hanya teori, tetapi juga memberi pengalaman praktik yang relevan dengan dunia kerja. Dari situlah keputusan ikut Bootcamp Cyber Security Dibimbing semakin yakin.


1. Belajar Terstruktur dan Praktis

Ia ingin memahami cyber security secara menyeluruh, mulai dari konsep dasar hingga praktik teknis. 

Program bootcamp memberinya alur belajar yang jelas dan sistematis. Hal ini membantunya tidak lagi belajar secara acak seperti sebelumnya.


2. Latihan Hands-On dan Real Case

Ia berlatih di platform seperti TryHackMe dan Hack The Box untuk mengasah kemampuan teknis. 

Bahkan, ia membangun virtual lab sendiri untuk simulasi praktik keamanan sistem. Materi yang dikaitkan dengan real case membuat pembelajaran terasa lebih nyata dan aplikatif.


3. Dukungan Pengembangan Karier

Bootcamp ini tidak hanya fokus pada teknis, tetapi juga membantu persiapan karier. Ia mendapatkan arahan untuk meningkatkan profil LinkedIn dan memperkuat personal branding profesional. 

Dukungan tersebut membuatnya lebih percaya diri untuk berkembang di bidang cyber security.

Baca juga: Cyber Security Roadmap: Panduan Lengkap untuk Pemula


Pengalaman Belajar yang Praktis

Setelah mengikuti bootcamp, proses belajarnya terasa jauh lebih terarah dan aplikatif. Ia tidak hanya memahami konsep, tetapi juga langsung mempraktikkannya melalui berbagai simulasi dan studi kasus.

Latihan hands-on menjadi bagian penting dalam perjalanannya. Ia terbiasa menganalisis sistem, membaca log, hingga mengidentifikasi potensi celah keamanan seperti yang terjadi di dunia kerja nyata. Pendekatan ini membuatnya lebih siap menghadapi tantangan teknis secara langsung.

Materi yang selalu dikaitkan dengan real case membuatnya semakin memahami konteks keamanan secara menyeluruh. Ia tidak lagi sekadar memastikan sistem berjalan, tetapi mulai memperhatikan risiko, akses, serta potensi ancaman yang mungkin muncul.

“Sebelumnya aku cuma fokus yang penting sistemnya jalan, sekarang aku jadi lebih security-aware dan lebih kritis ngelihat setiap potensi celah,” Muhammad Rifqi Syah, Alumni Cyber Security Batch 1 Dibimbing.

Baca juga: Apa Itu Metasploit? Fungsi, Fitur, dan Cara Menggunakannya


Dampak Upgrade Skill

Setelah menjalani proses belajar yang konsisten, perubahan yang dirasakan tidak hanya pada skill teknis, tetapi juga pada pola pikir dalam bekerja. 

Upgrade skill di cyber security membawa dampak nyata dalam kesehariannya sebagai IT Support, yuk simak perubahannya berikut ini.


1. Lebih Security-Aware dalam Bekerja

Kini ia tidak lagi hanya memastikan sistem berjalan normal. Ia mulai mempertimbangkan risiko, akses, dan potensi celah keamanan sebelum mengambil keputusan. 

Setiap tindakan teknis dilakukan dengan analisis keamanan yang lebih mendalam. Hal ini membuatnya lebih waspada dan preventif dalam setiap tanggung jawab.


2. Analisis Masalah Lebih Kritis dan Terstruktur

Cara menyelesaikan masalah menjadi lebih sistematis dibanding sebelumnya. Ia terbiasa memeriksa log dan menelusuri akar permasalahan sebelum menentukan solusi. 

Proses analisis dilakukan dengan pendekatan yang lebih detail dan berbasis data. Pendekatan ini membuat hasil kerja lebih akurat dan berkelanjutan.


3. Performa Kerja Semakin Berkembang

Walaupun masih berada di perusahaan yang sama, kualitas kontribusinya meningkat. Ia tidak hanya berperan sebagai IT Support, tetapi juga membawa perspektif keamanan dalam setiap tugas. 

Kepercayaan dirinya pun ikut bertumbuh seiring peningkatan kompetensi. Hal ini membuat performanya lebih profesional dan bernilai tambah bagi perusahaan.

Baca juga: Apa Itu Nmap? Ini Penjelasan Lengkap Fungsi dan Contohnya


Ingin Jadi Cyber Security Professional?

Setelah membaca perjalanan upgrade skill di dunia IT, sekarang saatnya kamu mengambil langkah nyata untuk membangun karier di bidang cyber security!

Yuk, ikuti Bootcamp Cyber Security di dibimbing.id! Dapatkan berbagai benefit unggulan seperti:

  1. 40+ Live Class Interaktif bersama Praktisi Profesional Cyber Security
  2. Akses Gratis Virtual Lab & Tools Keamanan IT untuk Praktik Langsung
  3. Pendampingan Mentor & Fasilitator 24/7 hingga Paham
  4. 2 Final Project Berbasis Studi Kasus Nyata untuk Portfolio
  5. Layanan Persiapan Karier & Penyaluran Kerja ke 700+ Perusahaan

Dengan dukungan 840+ hiring partner dan tingkat keberhasilan alumni 96%, peluang kariermu di dunia cyber security semakin terbuka lebar!

Jadi, tunggu apa lagi? Daftar sekarang disini dan mulai perjalananmu menjadi Cyber Security Professional. #BimbingSampeJadi!

Share

Author Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!