Dibimbing - Latency Adalah: Arti, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasi
Blog
DevOps

Latency Adalah: Arti, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasi

Author

DITULIS OLEH 

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 2 Okt 2026

Diubah pada 2 Okt 2026

8

Image Thumbnail

Latency adalah waktu tunda yang terjadi saat data berpindah dari satu titik ke titik lain dalam jaringan. Jika nilainya tinggi, koneksi bisa terasa lambat, lag, atau kurang responsif.

Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh jarak server, kemacetan jaringan, perangkat, hingga performa aplikasi. Karena itu, memahami penyebab dan dampaknya penting untuk menjaga sistem tetap stabil.

Kalau ingin mendalami jaringan, cloud, dan performa sistem, kamu bisa belajar melalui Bootcamp DevOps Engineering Dibimbing. Yuk, pahami arti latency, penyebab, dampak, dan cara mengatasinya!

Baca Juga: Apa Itu Network Engineer? Tugas, Skill, dan Perannya


Apa Itu Latency?

Latency adalah waktu yang dibutuhkan sebuah paket data untuk berpindah dari sumber menuju tujuan melalui jaringan. Nilainya umumnya dinyatakan dalam milidetik atau ms.

AWS menjelaskan bahwa jaringan dengan waktu tunda lebih panjang memiliki latency tinggi, sedangkan jaringan dengan respons cepat mempunyai latency rendah. 

Misalnya, kamu mengklik sebuah tombol pada aplikasi yang mengambil informasi dari server. Permintaan tersebut perlu dikirim ke server, diproses, kemudian hasilnya dikirim kembali sebelum muncul di layar.

Kalau proses tersebut membutuhkan waktu lama, pengguna akan merasakan adanya jeda atau lag. Nah, kondisi inilah yang sering dikaitkan dengan latency.

Baca Juga: Pekerjaan Network Engineer: Tugas, Skill, dan Prospek Karier


Apa Saja Jenis Latency?

Latency dapat muncul pada berbagai tahap komunikasi antara perangkat, jaringan, dan aplikasi. Karena itu, sumber keterlambatannya nggak selalu berasal dari koneksi internet.


1. Network Latency

Network latency adalah waktu tunda yang terjadi ketika data dikirim melalui jaringan. Faktor seperti jarak server, perangkat jaringan, hingga rute yang dilewati dapat memengaruhi nilainya.

Jenis ini sering menjadi perhatian dalam gaming, video conference, layanan cloud, dan aplikasi yang membutuhkan komunikasi secara real-time.


2. Disk Latency

Disk latency menunjukkan waktu yang dibutuhkan perangkat penyimpanan untuk membaca atau menulis data. Kecepatan HDD dan SSD, misalnya, dapat menghasilkan waktu akses yang berbeda.

Keterlambatan pada penyimpanan bisa berdampak pada performa aplikasi, terutama ketika sistem perlu mengambil banyak data dalam waktu singkat.


3. Application Latency

Application latency adalah keterlambatan yang muncul ketika aplikasi memproses permintaan pengguna. Penyebabnya dapat berasal dari kode, database, API, atau proses komputasi lainnya.

Jadi, koneksi internet yang cepat belum tentu membuat aplikasi selalu responsif apabila proses di sisi aplikasi membutuhkan waktu lama.


4. Cloud Latency

Cloud latency berkaitan dengan keterlambatan komunikasi antara pengguna dengan infrastruktur cloud. Lokasi pusat data hingga arsitektur jaringan dapat memengaruhi waktu perjalanan data.

Karena itu, penyedia layanan biasanya menggunakan beberapa wilayah server agar layanan berada lebih dekat dengan pengguna.

Baca Juga: Seperti Apa Jaringan Komputer Itu?


Apa Penyebab Latency Tinggi?

Latency tinggi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor dalam perjalanan data. Bahkan, jarak fisik antara pengguna dan server tetap berpengaruh karena data membutuhkan waktu untuk melintasi jaringan. 


1. Jarak antara Perangkat dan Server

Semakin jauh lokasi server dari pengguna, semakin panjang perjalanan yang harus ditempuh data. Paket data juga dapat melewati berbagai perangkat jaringan sebelum mencapai tujuan.

Inilah salah satu alasan lokasi data center penting dalam menentukan performa layanan digital.


2. Kemacetan Jaringan

Jaringan yang digunakan banyak pengguna secara bersamaan dapat mengalami congestion. Akibatnya, paket data perlu menunggu sebelum diteruskan.

Kondisi seperti ini dapat terjadi saat trafik internet sedang tinggi atau kapasitas jaringan tidak mencukupi kebutuhan.


3. Perangkat Jaringan

Router, switch, firewall, dan perangkat lainnya ikut memproses paket data. Perangkat yang lambat, mengalami masalah, atau memiliki konfigurasi kurang optimal dapat menambah waktu tunda.

Semakin banyak perangkat yang dilewati, kemungkinan munculnya tambahan latency juga semakin besar.


4. Kualitas Koneksi

Jenis koneksi juga memengaruhi respons jaringan. Kabel fiber, Wi-Fi, jaringan seluler, dan koneksi satelit memiliki karakteristik yang berbeda.

Gangguan sinyal, interferensi Wi-Fi, atau koneksi yang nggak stabil dapat membuat waktu pengiriman data meningkat.


5. Beban Server Tinggi

Masalah nggak selalu berada pada jaringan pengguna. Server yang menerima terlalu banyak permintaan juga membutuhkan waktu lebih lama untuk memberikan respons.

Karena itu, pengelolaan kapasitas server dan load balancing menjadi penting pada aplikasi dengan pengguna dalam jumlah besar.


6. Pemrosesan Aplikasi

Permintaan pengguna dapat melewati database, API, autentikasi, dan berbagai layanan lain sebelum respons dikirimkan.

Semakin kompleks prosesnya, semakin banyak pula waktu yang mungkin dibutuhkan sebelum pengguna menerima hasil.

Baca Juga: Prospek Karir Network Engineer: Gaji, Skill, dan Peluang


Bagaimana Cara Mengukur Latency?

Latency biasanya diukur dalam satuan milidetik (ms). Semakin kecil angka yang diperoleh, semakin cepat respons jaringan.

Salah satu pengukuran yang umum digunakan adalah Round-Trip Time (RTT). RTT menunjukkan total waktu yang dibutuhkan permintaan untuk mencapai tujuan dan respons kembali ke perangkat asal. 

Beberapa metode yang dapat digunakan antara lain:

  1. Ping: Mengirim paket ke tujuan untuk melihat waktu responsnya.
  2. Traceroute: Melihat jalur atau hop yang dilewati paket menuju tujuan.
  3. Network Monitoring: Memantau performa jaringan secara berkala menggunakan tools khusus.
  4. Application Monitoring: Mengukur waktu respons layanan, API, atau aplikasi.

Sebagai contoh, ping sebesar 20 ms menunjukkan bahwa respons jaringan lebih cepat dibandingkan koneksi dengan ping 150 ms apabila kondisi pengujiannya setara.

Baca Juga: Upskilling Cyber Security Meski Sudah Kerja IT


Apa Perbedaan Latency, Bandwidth, dan Throughput?

Ketiganya sering digunakan untuk membahas performa jaringan, tetapi memiliki arti yang berbeda. Koneksi dengan bandwidth besar pun masih bisa terasa lambat apabila latency-nya tinggi.

Aspek

Latency

Bandwidth

Throughput

Pengertian

Waktu tunda pengiriman data

Kapasitas maksimum jalur

Data aktual yang berhasil dikirim

Satuan

ms

Mbps/Gbps

Mbps/Gbps

Fokus

Kecepatan respons

Kapasitas jaringan

Performa transfer aktual

Semakin baik jika

Lebih rendah

Lebih tinggi

Lebih tinggi

Contoh

Ping 20 ms

Internet 100 Mbps

Transfer aktual 80 Mbps

AWS membedakan bandwidth sebagai kapasitas maksimum transfer jaringan, sementara throughput merupakan kecepatan aktual data yang berhasil ditransfer. 


Apa Dampak Latency Tinggi?

apa-dampak-latency-tinggi

Sumber: Desain oleh Dibimbing

Latency yang terlalu tinggi bisa membuat layanan digital terasa lambat meskipun koneksi masih tersedia. Dampaknya akan semakin terasa pada aplikasi yang membutuhkan pertukaran data secara cepat.

Beberapa contoh dampaknya meliputi:


1. Website Lebih Lambat

Latency tinggi membuat permintaan antara browser dan server membutuhkan waktu lebih lama. Akibatnya, halaman website terasa kurang responsif meskipun koneksi internet masih tersedia.


2. Game Mengalami Lag

Dalam game online, perintah pemain perlu dikirim ke server sebelum diproses. Jika latency tinggi, gerakan atau tindakan pemain bisa muncul terlambat dan membuat pengalaman bermain kurang nyaman.


3. Video Call Terlambat

Latency tinggi dapat menyebabkan suara dan gambar sampai lebih lambat dari seharusnya. Kondisi ini membuat percakapan terasa tidak sinkron atau muncul jeda antara ucapan.


4. Aplikasi Kurang Responsif

Aplikasi berbasis cloud sering berkomunikasi dengan server untuk mengambil atau memperbarui data. Jika waktu respons terlalu tinggi, aplikasi bisa terasa lambat saat dibuka atau digunakan.


5. Transfer Data Kurang Optimal

Latency dapat memengaruhi efisiensi komunikasi jaringan, terutama pada aplikasi yang membutuhkan banyak proses permintaan dan respons. Semakin besar waktu tundanya, semakin lama pula proses pertukaran data berlangsung.

Baca Juga: Bagaimana Cara Kerja Cloud Computing? Ini Panduan Lengkapnya


Bagaimana Cara Mengurangi Latency?

Mengurangi latency memerlukan identifikasi sumber masalah terlebih dahulu. Solusinya dapat berbeda tergantung apakah keterlambatan berasal dari jaringan, perangkat, server, atau aplikasi.


1. Gunakan Server yang Lebih Dekat

Memilih server dengan lokasi geografis lebih dekat dapat mengurangi jarak yang ditempuh paket data. Pendekatan ini banyak digunakan pada layanan global dengan beberapa lokasi data center.

Website juga dapat menggunakan Content Delivery Network atau CDN agar konten dikirim melalui server yang lebih dekat dengan pengguna.


2. Optimalkan Konfigurasi Jaringan

Periksa konfigurasi router, switch, firewall, dan jalur jaringan. Konfigurasi yang kurang efisien dapat menyebabkan paket melewati rute lebih panjang dari yang diperlukan.

Tim jaringan juga dapat menerapkan Quality of Service atau QoS untuk memberikan prioritas pada trafik tertentu. Materi monitoring dan QoS termasuk bagian penting dalam operasional jaringan.


3. Gunakan Koneksi Kabel

Koneksi Ethernet biasanya lebih stabil dibandingkan Wi-Fi untuk penggunaan yang membutuhkan respons konsisten. Wi-Fi lebih rentan terhadap gangguan sinyal dan interferensi.

Namun, hasilnya tetap bergantung pada kualitas jaringan serta perangkat yang digunakan.


4. Kurangi Kemacetan Jaringan

Batasi aktivitas yang menggunakan jaringan secara berlebihan saat layanan sensitif terhadap latency sedang digunakan.

Perusahaan juga dapat meningkatkan kapasitas jaringan apabila penggunaan trafik terus mendekati batas maksimal.


5. Optimalkan Server dan Aplikasi

Perbaikan performa nggak berhenti pada jaringan. Database, API, kode aplikasi, hingga proses komputasi juga perlu dioptimalkan.

Teknik seperti caching, load balancing, dan optimasi query dapat membantu mengurangi waktu respons sistem.


6. Lakukan Monitoring Secara Berkala

Pemantauan membantu tim mengetahui kapan latency meningkat dan bagian mana yang menjadi penyebabnya.

Dengan data historis, tim juga lebih mudah mendeteksi pola masalah sebelum berdampak besar pada pengguna.

Baca Juga: Kak Zaidan Dari Sastra Arab Kini Jadi Cyber Security


Apakah Latency Penting untuk Network Engineer?

Ya. Network engineer bertanggung jawab memastikan jaringan dapat beroperasi secara stabil, cepat, dan aman sehingga pemahaman terhadap latency menjadi salah satu konsep fundamental dalam pekerjaan jaringan.

Profesional di bidang ini juga berhubungan dengan TCP/IP, routing, switching, monitoring, QoS, keamanan jaringan, hingga cloud networking.

Beberapa posisi yang berkaitan dengan skill tersebut antara lain:

  1. Network Engineer
  2. Network Administrator
  3. Network Operations Engineer
  4. Cloud Network Engineer
  5. Network Security Engineer
  6. Infrastructure Engineer

Kalau tertarik mendalami dunia jaringan, kamu dapat melihat berbagai pilihan Bootcamp Dibimbing untuk mengembangkan keterampilan teknis dan membangun portofolio. 

Program bootcamp Dibimbing menyediakan pembelajaran bersama mentor serta dukungan persiapan karier.

Baca Juga: Alumni Dibimbing Sukses Switch Career dari Astronomi ITB ke IT


Kesimpulan

Latency adalah waktu tunda yang terjadi saat data berpindah dalam jaringan. Jika nilainya terlalu tinggi, koneksi bisa terasa lambat atau mengalami lag.

Untuk menguranginya, kamu bisa memilih server yang lebih dekat serta mengoptimalkan jaringan dan aplikasi agar respons lebih cepat.


Rekomendasi Bootcamp DevOps Engineering Terbaik

Kalau kamu tertarik memahami latency lebih dalam, skill DevOps juga relevan karena berkaitan dengan performa aplikasi, cloud infrastructure, deployment, hingga monitoring sistem. Di bidang ini, kamu nggak hanya belajar menjalankan aplikasi, tetapi juga memastikan sistem tetap stabil, cepat, dan efisien.

Kamu bisa memperdalam skill tersebut melalui Bootcamp DevOps Engineering Dibimbing. Program ini membahas CI/CD, cloud computing, containerization, deployment, hingga pengelolaan infrastruktur secara praktis.


Benefit Bootcamp DevOps Engineering Dibimbing:

  1. 45+ Live Class & 25+ Sesi Praktik: Belajar langsung bersama mentor ahli.
  2. 25+ Case Study & 10+ Project: Membangun portofolio melalui studi kasus dan proyek praktis.
  3. Akses Virtual Machine & Cloud: Praktik langsung menggunakan lingkungan server dan cloud.
  4. Pendampingan 24/7: Mendapat dukungan fasilitator dan mentor selama proses belajar.
  5. Konsultasi 1-on-1: Sesi konsultasi tanpa batas bersama instruktur expert.
  6. Penyaluran Kerja: Kesempatan mengikuti program penyaluran kerja ke 1.100+ perusahaan.
  7. Komunitas DevOps: Bergabung dengan komunitas untuk memperluas wawasan dan relasi.
  8. Kurikulum Berbasis Industri: Materi dirancang agar tetap beginner-friendly dan relevan dengan kebutuhan industri.


Siap Berkarier sebagai DevOps Engineer?

Memahami konsep seperti latency, jaringan, server, dan cloud bisa menjadi bekal penting saat bekerja di bidang DevOps. Kamu juga akan banyak berhubungan dengan monitoring performa, otomatisasi, CI/CD, hingga infrastruktur aplikasi.

Yuk, tingkatkan skill melalui Bootcamp DevOps Engineering Dibimbing dan mulai bangun pengalaman praktik serta portofolio untuk mempersiapkan karier di bidang DevOps.


FAQ

1. Apa Itu Latency Jaringan?

Latency jaringan adalah waktu tunda yang terjadi saat data dikirim dari satu titik ke titik lain. Dalam network latency, nilai yang lebih rendah biasanya menunjukkan respons jaringan yang lebih cepat.

2. Apa Penyebab Latency Tinggi?

Penyebab latency bisa berasal dari jarak server, kemacetan jaringan, perangkat yang lambat, hingga koneksi yang kurang stabil. Beban server dan proses aplikasi juga dapat menambah waktu tunda.

3. Apa Dampak Latency Tinggi?

Dampak latency tinggi dapat berupa lag, video call terlambat, website terasa lambat, atau aplikasi kurang responsif. Kondisi ini akan lebih terasa pada layanan yang membutuhkan komunikasi secara real-time.

4. Bagaimana Cara Mengatasi dan Mengurangi Latency?

Cara mengatasi latency dapat dilakukan dengan memilih server yang lebih dekat, menggunakan koneksi stabil, dan mengurangi kemacetan jaringan. Cara mengurangi latency juga bisa dilakukan melalui optimasi router, aplikasi, serta infrastruktur jaringan.

5. Apa Bedanya Latency, Ping, Bandwidth, dan Throughput?

Latency menunjukkan waktu tunda, sedangkan ping adalah salah satu metode untuk mengukur waktu respons jaringan. Sementara itu, bandwidth menunjukkan kapasitas jaringan dan throughput menunjukkan jumlah data aktual yang berhasil dikirim, konsep yang juga penting dipahami oleh seorang network engineer.

Kategori:

Share:

Penulis

Penulis Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!