Ketahui Pentingnya Link Internal Dalam SEO

Anisa Fitri Maulida

18 December 2023

428

Image Banner

Link internal seringkali dianggap sebagai salah satu elemen penting dalam SEO. Pernahkah kamu bertanya-tanya apa itu link internal dan mengapa mereka sangat penting bagi website kamu? Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang pentingnya link internal dan strategi optimasi efektif untuk meningkatkan performa website-mu di mata mesin pencari.


Apa Itu Internal Linking atau Link Internal?


Internal Linking adalah sebuah proses halaman web di dalam sebuah website, saling terhubung satu sama lain melalui hyperlink. Dalam konteks ini, hyperlink atau tautan tersebut hanya mengarah ke halaman lain di dalam domain yang sama, bukan ke luar domain tersebut.


Misalnya, jika kamu mengunjungi sebuah halaman di website contohsitus.com dan menemukan tautan yang ketika di klik membawamu ke halaman lain di contohsitus.com, itulah yang disebut dengan link internal. Link tersebut bisa berada di dalam konten, sebagai bagian dari menu navigasi, atau di tempat lain di halaman tersebut. 


Teknisnya, link internal ini dibuat menggunakan tag HTML standar dengan atribut href yang menunjuk ke URL (alamat web) halaman di dalam situs yang sama. Misalnya, <a href="/halaman-kedua">Kunjungi Halaman Kedua</a> adalah contoh dari pembuatan link internal.


Jika Sobat MinDi belum memahaminya, coba kamu temukan tulisan ‘Baca Juga’ yang ada pada artikel ini. Setelah menemukannya, coba klik tulisan yang ada di sebelah kanannya dan tulisan tersebut akan membawa kamu, menuju tautan yang masih ada di dalam website yang sama.


Jika ada internal linking, pasti ada external linking. Sobat MinDi tahu apa perbedaannya? Sambil menebak, kita baca perbedaannya di bawah sini ya!


Perbedaan Internal Linking dengan External Linking


Walaupun sama-sama menghubungkan atau menautkan suatu konten, terdapat perbedaan antara internal dan external linking. Apa bedanya, ya?


Internal Linking


  1. Definisi: Internal Linking adalah ketika sebuah halaman di sebuah website menyediakan link atau tautan yang mengarah ke halaman lain di dalam website yang sama. Misalnya, sebuah artikel di website contohsitus.com memberikan link yang mengarah ke halaman kontak di contohsitus.com.

  2. Fungsi: Tautan ini digunakan untuk navigasi di dalam website, membantu pengunjung menemukan konten terkait, dan memfasilitasi pengorganisasian struktur konten di dalam website.

  3. Contoh: Sebuah tautan di footer website yang mengarah ke halaman "Tentang Kami" di website yang sama.


External Linking


  1. Definisi: External Linking adalah ketika sebuah halaman di sebuah website menyediakan link yang mengarah ke website lain. Link ini merupakan tautan yang keluar dari domain website tersebut.

  2. Fungsi: Tautan ini sering digunakan untuk merujuk ke sumber eksternal, menunjukkan referensi, atau mengarahkan pengunjung ke website lain yang memiliki informasi tambahan atau relevan.

  3. Contoh: Sebuah artikel di website contohsitus.com yang memberikan link ke sebuah studi atau artikel terkait di website situslain.com.


Dengan demikian, perbedaan utama antara keduanya terletak pada tujuan dan arah tautan. Internal Linking bertujuan untuk mempertahankan pengunjung di dalam website yang sama, sedangkan External Linking mengarahkan pengunjung ke luar dari website tersebut ke domain lain. 


Semuanya tentu punya peran yang berbeda dan memiliki kepentingan masing-masing bagi Google. Sekarang, apa pentingnya link internal dalam SEO terutama Google, yang menjadi ‘kiblat’ SEO?


Kenapa Internal Linking Penting bagi Google?


Dalam konteks mesin pencari seperti Google, internal linking memiliki beberapa aspek penting:


1. Membantu Pengindeksan


Link internal memudahkan bot mesin pencari Google, untuk menemukan dan mengindeks halaman di dalam website. Ini penting untuk halaman, yang mungkin tidak mudah diakses melalui navigasi standar atau yang baru dibuat.


2. Memahami Struktur Website


Google menggunakan link internal untuk memahami struktur website. Struktur ini membantu Google menentukan halaman mana yang penting dan bagaimana halaman-halaman tersebut saling terhubung.


3. Mendistribusikan Otoritas Halaman (PageRank)


Google menggunakan sistem PageRank untuk menilai pentingnya halaman web. Link internal membantu mendistribusikan nilai PageRank ini di seluruh website, memungkinkan beberapa halaman mendapat penilaian yang lebih tinggi berdasarkan link yang mereka terima dari halaman lain di dalam website yang sama.


4. Meningkatkan Relevansi Konten


Dengan menggunakan link internal yang relevan, website memberi sinyal kepada Google tentang hubungan antara berbagai halaman dan konten. Membantu Google, dalam memahami konteks dan relevansi konten terhadap query pencarian.


5. Mengurangi Tingkat Bounce Rate


Website dengan navigasi internal yang baik cenderung membuat pengunjung menghabiskan lebih banyak waktu di situs, yang berpotensi menurunkan bounce rate. Google memperhatikan metrik ini, sebagai indikator kualitas dan kegunaan website.


6. Meningkatkan Pengalaman Pengguna


Meskipun ini secara tidak langsung mempengaruhi ranking, Google mengutamakan pengalaman pengguna. Link internal yang baik membantu pengunjung menemukan informasi yang mereka butuhkan dengan mudah, yang pada gilirannya bisa berdampak positif pada performa website di hasil pencarian.


Baca Juga: Baru! Kenali Update Algoritma Google 2023


Singkatnya, internal linking sangat penting bagi Google karena membantu dalam mengindeks dan memahami struktur website, mendistribusikan nilai halaman, meningkatkan relevansi dan kualitas konten. Selain itu, internal linking digunakan untuk menyediakan pengalaman pengguna yang lebih baik.


Berbicara soal pengalaman pengguna, Sobat MinDi perlu tahu bahwa SEO adalah ilmu yang tidak hanya berguna bagi bisnis tapi juga masyarakat. Dengan semua konten yang diproduksi, kamu diminta untuk membuat konten itu dilihat dengan mudah, salah satunya dengan menggunakan SEO.


Jika Sobat MinDi semakin penasaran dan ingin mempelajari SEO lebih lanjut, maka Sobat MinDi bisa mengikuti Bootcamp Digital Marketing. Di sana, kamu akan mengenal SEO dan bidang Digital Marketing lainnya, mulai dari dasar hingga expert. 


Selain diberi pembekalan pendidikan, kamu juga akan dilibatkan oleh project khusus yang bekerjasama dengan perusahaan besar, lho! Project itu bisa kamu masukan ke dalam portofolio, untuk digunakan saat melamar kerja.


Bagaimana Membuat Internal Linking yang Baik?


Membuat internal linking yang baik melibatkan beberapa langkah strategis dan pertimbangan untuk memastikan bahwa link tersebut efektif dan bermanfaat bagi pengguna serta SEO. Berikut adalah beberapa tips untuk membuat internal linking yang baik:


1. Pilih Halaman Target dengan Bijak


Fokuskan link internal ke halaman yang relevan dengan konten halaman sumber. Hal ini membantu pembaca menemukan informasi tambahan yang berhubungan dengan topik yang mereka baca.


2. Gunakan Anchor Text yang Deskriptif


Anchor text adalah teks yang terlihat dan dapat di klik pada hyperlink. Pastikan menggunakan anchor text yang jelas dan deskriptif, yang mencerminkan isi halaman target. Ini membantu pembaca dan mesin pencari memahami konten halaman yang dituju.


3. Seimbangkan Jumlah Link


Jangan terlalu banyak atau sedikit memasukkan link internal dalam satu halaman. Terlalu banyak link dapat membingungkan pembaca dan mesin pencari, sementara terlalu sedikit mungkin tidak memberikan navigasi yang cukup.


4. Hindari Deep Linking yang Berlebihan


Usahakan agar link internal tidak terlalu dalam atau tersembunyi. Link ke halaman yang mudah diakses dan sering dikunjungi akan lebih efektif.


5. Periksa Broken Link


Pastikan semua link internal berfungsi dengan baik. Link yang rusak atau tidak mengarah ke mana pun dapat mengganggu pengalaman pengguna dan menurunkan kredibilitas website.


6. Gunakan Breadcrumbs untuk Navigasi


Breadcrumbs adalah cara yang baik untuk menunjukkan jalur navigasi pada website dan memberikan link internal yang efektif ke halaman sebelumnya atau ke halaman utama kategori.


7. Perbarui Konten Lama dengan Link Baru


Jika kamu memiliki konten lama, perbaruilah dengan menambahkan link internal ke konten baru yang relevan. Ini membantu mendistribusikan otoritas halaman dan menjaga konten tetap segar.


8. Pertahankan Konsistensi


Pastikan semua link internal konsisten dalam gaya, format, dan cara penampilannya. Ini membantu pengguna mengenali dan memanfaatkan link internal dengan lebih mudah.


9. Integrasikan dengan Strategi Konten


Link internal harus menjadi bagian integral dari strategi konten. Ketika membuat konten baru, pertimbangkan bagaimana konten tersebut bisa dihubungkan dengan konten yang sudah ada.


Dengan mengikuti tips ini, kamu dapat menciptakan sistem Internal Linking yang efektif, yang tidak hanya membantu pengguna menemukan informasi yang mereka butuhkan dengan mudah tetapi juga meningkatkan kinerja SEO website-mu.


Setelah kamu membuatnya, saatnya kita buat link internal tersebut semakin bagus. Sebab, pentingnya link internal dalam SEO akan terasa juga ketika kita menggunakannya dengan baik.


Intinya, pentingnya link internal dalam SEO ada begitu banyak. Tapi yang perlu Sobat MinDi ingat bahwa penggunaan link internal berlebihan juga bisa membuat website rusak. Untuk lebih idealnya, kamu bisa berkonsultasi dengan mentor saat mengikuti pembelajaran SEO seperti di Bootcamp Digital Marketing. Selamat belajar, Sobat MinDi!



Share

Author Image

Anisa Fitri Maulida

Anisa merupakan penulis lepas dengan 4+ tahun pengalaman . Ia memiliki passion yang tinggi dalam dunia digital marketing. Kontribusi tulisanya dapat ditemukan di berbagai platform, dari mulai industri hiburan, pemerintahan, portal berita, hingga Edutech.

Hi!👋

Kalau kamu butuh bantuan,

hubungi kami via WhatsApp ya!