dibimbing.id - Kepemimpinan Situasional Adalah: Pengertian, Gaya dan Contohnya

Kepemimpinan Situasional Adalah: Pengertian, Gaya dan Contohnya

Salsabila Annisa

07 December 2025

136

Image Banner

Di lingkungan kerja modern yang cepat berubah, Anda maupun pemimpin di perusahaan Anda tidak bisa hanya mengandalkan satu gaya. Memimpin tim yang heterogen, mulai dari fresh graduate hingga manajer, tentunya menuntut fleksibilitas. 

Fleksibilitas itu semakin diperlukan saat tim harus menghadapi tantangan baru, seperti mengimplementasikan program atau inisiatif kompleks yang baru.

Dalam situasi seperti ini, pemahaman mendalam tentang kepemimpinan situasional adalah keharusan. Model kepemimpinan ini memungkinkan manajer menyesuaikan pendekatan mereka agar sesuai dengan tingkat kesiapan dan kemampuan setiap individu atau tugas spesifik.

Dalam artikel ini, MinDi akan meyakinkan Anda bahwa kepemimpinan situasional adalah kunci utama untuk mengoptimalkan potensi tim Anda.


Apa itu Kepemimpinan Situasional?

Kepemimpinan situasional adalah kepemimpinan yang mengadopsi pendekatan fleksibel terhadap tantangan dan tugas di tempat kerja. Alih-alih mengidentifikasi satu metode terbaik, strategi yang dipilih bergantung pada tugas yang ada saat itu.

Model ini dikembangkan oleh Paul Hersey pada tahun 1969. Menurut pendapat mereka, kepemimpinan situasional menekankan bahwa kesuksesan seorang pemimpin bergantung pada seberapa siap tim untuk melaksanakan tugas, fungsi, atau tujuan spesifik. 

Kepemimpinan situasional didasarkan pada dua dimensi yang dapat diadaptasi oleh pemimpin: 

  1. Perilaku Tugas (Task Behavior atau Directive): Sejauh mana pemimpin memberikan arahan spesifik, menetapkan tujuan, dan mengawasi pelaksanaan.
  2. Perilaku Hubungan (Relationship Behavior atau Supportive): Sejauh mana pemimpin memberikan dukungan emosional, dorongan, dan memfasilitasi komunikasi dua arah.


4 Gaya Kepemimpinan Situasional

Empat gaya kepemimpinan ini digunakan untuk merespons empat tingkat kesiapan anggota tim Anda. Berikut adalah penjelasannya.


1. Mengarahkan (Directing)

  1. Fokus: Perilaku Tugas Tinggi, Perilaku Hubungan Rendah.
  2. Tujuan: Pemimpin membuat keputusan, memberikan instruksi yang jelas dan mengawasi pelaksanaan secara ketat.


2. Melatih (Coaching)

  1. Fokus: Perilaku Tugas Tinggi, Perilaku Hubungan Tinggi.
  2. Tujuan: Pemimpin masih membuat keputusan, tetapi memberikan konteks. Misalnya seperti menjelaskan mengapa suatu pendekatan dipilih dan memberikan dukungan emosional serta dorongan untuk membangun komitmen anggota tim.


3. Mendukung (Participating)

  1. Fokus: Perilaku Tugas Rendah, Perilaku Hubungan Tinggi.
  2. Tujuan: Pemimpin berbagi tanggung jawab pengambilan keputusan dengan tim, mendorong input, dan menggunakan perilaku suportif untuk meningkatkan kepercayaan diri anggota tim.


4. Mendelegasikan (Delegating)

  1. Fokus: Perilaku Tugas Rendah, Perilaku Hubungan Rendah.
  2. Tujuan: Pemimpin menyerahkan sebagian besar tanggung jawab kepada tim, hanya memberikan batasan dan memantau kemajuan. 

Baca Juga: 15 Materi Pelatihan Leadership paling Penting


Pro dan Kontra Kepemimpinan Situasional

Meskipun cukup fleksibel dalam fungsinya menghadapi tantangan, kepemimpinan situasional adalah kepemimpinan yang masih memiliki kekurangan. Namun, kekurangan ini akan menjadi kelebihan apabila Anda menyadarinya. 

Berikut adalah pro dan kontra penggunaan kepemimpinan situasional di perusahaan Anda.

Kelebihan (Pro)

Kekurangan (Kontra)

Peningkatan Keterlibatan: Pemimpin dapat memotivasi tim secara efektif dengan memberikan umpan balik dan pengembangan keterampilan yang disesuaikan. 

Memakan Waktu: Penerapannya dapat memakan banyak waktu karena pemimpin harus terus-menerus mendiagnosis situasi. 

Adaptif dan Fleksibel: Efektif karena dapat menyesuaikan gaya berdasarkan suasana tempat kerja, tingkat motivasi saat ini, dan budaya perusahaan. 

Inkonsistensi dan Ketergantungan: Dapat membuat tim merasa kewalahan dan bingung jika pemimpin terlalu sering mengganti gaya.

Pengembangan Karyawan: Membantu karyawan meningkatkan keterampilan dan kemampuan mereka. 

Berpotensi Membuat Karyawan Bergantung: Jika diterapkan terlalu lama, tim berpotensi menjadi terlalu bergantung pada arahan pemimpin. 

Peningkatan Komunikasi: Pemimpin harus mengkomunikasikan ekspektasi secara teratur dan jelas (salah satu ciri utama). 

Kesalahan Diagnosa: Efektivitas hilang jika pemimpin salah dalam menilai tingkat kompetensi atau komitmen bawahan. 

Baca Juga: 11 Leadership Style Terbaik dan Cara Memilih yang Tepat


Contoh Kepemimpinan Situasional yang Tepat dan Implementasinya

Sumber: Freepik

Kepemimpinan situasional adalah kepemimpinan yang paling terlihat efektif saat berhadapan dengan perubahan besar dalam lingkungan perusahaan. Berikut ini contoh dan implementasi yang tepat.


1. Kasus Karyawan Baru 

Seorang karyawan baru direkrut untuk proyek Philanthropic investments yang belum pernah ia tangani. Meskipun bersemangat, kompetensinya masih rendah.

  1. Implementasi: Gaya Mengarahkan. Pemimpin memberikan instruksi yang sangat jelas, mencontohkan tugas, dan melakukan check-in secara teratur.


2. Kasus Proyek Skala Besar dengan Tekanan Waktu

Tim berpengalaman ditugaskan memimpin inisiatif Reduce Packaging dengan target ketat. Mereka menghadapi kesulitan teknis dan mulai kehilangan motivasi.

  1. Implementasi: Gaya Melatih. Pemimpin menjelaskan mengapa keputusan tertentu diambil, memberikan pelatihan, dan mendengarkan masalah tim, sambil tetap mengawasi tenggat waktu. 


3. Kasus Perubahan Ekosistem

Manajer berpengalaman harus mengadopsi software baru (misalnya, AI untuk utilisasi program pendidikan), tetapi merasa tidak nyaman dan cemas.

  1. Implementasi: Gaya Mendukung. Pemimpin memberikan dukungan emosional, mendengarkan masukan tentang software baru, dan melibatkan mereka dalam keputusan implementasi, tanpa perlu mengarahkan caranya secara detail.

Baca Juga: Leadership Training: Pengertian, Manfaat, & Materinya


Kembangkan Kepemimpinan Situasional dalam Tim Anda

Jangan biarkan gaya kepemimpinan yang kaku menghambat potensi tim dan pertumbuhan bisnis Anda. Kepemimpinan situasional adalah skill utama yang dibutuhkan setiap pemimpin di era bisnis yang dinamis.

Investasikan budget Anda pada pengembangan 4 ciri inti kepemimpinan situasional untuk para manajer Anda. MinDi siap membantu Anda merancang program pelatihan yang fokus pada peningkatan daya saing SDM melalui budaya kerja yang adil dan memberdayakan.

Percayakan Program Corporate Training Anda pada Dibimbing. Kami menyediakan beragam program pelatihan untuk perusahaan mulai dari Soft Skill Training, Digital Training, hingga Customizable Training sesuai kebutuhan spesifik organisasi Anda dengan harga kompetitif mulai dari 7 juta rupiah saja.

Tidak perlu ragu lagi, kami menyediakan 338+ Mentor Berkualitas yang telah membantu 58+ perusahaan terkemuka di Indonesia mencapai tingkat kepuasan 90%!

Konsultasi gratis bersama dibimbing.id untuk membantu merancang solusi training terbaik. Percayakan pengembangan SDM perusahaan Anda pada dibimbing.id yang pasti #BimbingSampeJadi!


Referensi

  1. What is the Situational Leadership Model? (4 Styles and Examples) [Buka]
  2. Four Examples of Situational Leadership [Buka]
  3. The Four Leadership Styles of the Situational Leadership Model [Buka]

Share

Author Image

Salsabila Annisa

Salsabila Annisa is an accomplished SEO Content Writer and Copywriter who believes the best content is a perfect blend of search engine logic and human empathy. With experience crafting words that are both informative and rank-worthy, she/he is dedicated to transforming complex topics into flowing, crisp, and highly readable articles.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!