10 Contoh Green Building di Indonesia & Dunia yang Inspiratif
Farijihan Putri
•
22 December 2025
•
255
Mimpi berkarier di sektor Environmental, Social, and Governance (ESG) atau Sustainability mungkin terasa menarik, tetapi bagaimana cara membuktikan kompetensimu kepada perusahaan besar?
Saat ini, recruiter sangat membutuhkan profesional yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga implementasi nyata di lapangan, salah satunya melalui konsep green building. Sayangnya, materi praktis yang membedah studi kasus dan contoh green building yang sukses sering sulit ditemukan, membuatmu bingung harus memulai dari mana.
Padahal, penguasaan isu ini adalah salah satu kunci untuk mendapatkan peran strategis di perusahaan yang berkomitmen pada keberlanjutan. Jangan khawatir, MinDi siap memandu kamu!
Warga Bimbingan, keahlian ini bisa kamu kuasai secara intensif dalam 6 bulan. MinDi mengajak kamu untuk mengikuti Bootcamp ESG & Sustainability Management Dibimbing!
Baca Juga: Biaya Bootcamp ESG & Sustainability Management? Cek Di Sini
Apa Itu Green Building?
Green building atau bangunan hijau adalah pendekatan dalam pembangunan yang mempertimbangkan dampak lingkungan dari sebuah struktur sepanjang siklus hidupnya. Mulai dari perencanaan, desain, konstruksi, hingga operasional dan pembongkaran, semuanya dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.
Tujuannya adalah menciptakan lingkungan binaan yang lebih sehat dan efisien dalam penggunaan sumber daya alam, seperti energi, air, dan material.
Bangunan hijau sering mengintegrasikan alam ke dalam desainnya untuk meningkatkan kualitas hidup penghuni. Proses ini penting untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan.
Karakteristik Green Building
Bangunan yang mendapatkan label hijau memiliki karakteristik utama yang membedakannya dari bangunan konvensional. Berikut 4 karakteristik utamanya.
1. Efisiensi Energi
Bangunan menggunakan pencahayaan alami dan sensor gerak untuk mengurangi konsumsi listrik. Selanjutnya, penggunaan lampu LED dan isolasi termal yang baik membantu menjaga suhu ruangan tetap stabil tanpa terlalu bergantung pada pendingin udara.
2. Pengelolaan Air
Sistem pengumpulan dan daur ulang air hujan sangat vital untuk mengurangi penggunaan air bersih. Selain itu, grey water (air limbah dari wastafel atau mandi) dapat didaur ulang untuk menyiram tanaman atau keperluan non-potable lainnya.
3. Material Berkelanjutan
Proses konstruksi memprioritaskan penggunaan material yang telah didaur ulang. Dengan demikian, penggunaan material lokal atau yang bersumber dari wilayah terdekat membantu mengurangi jejak karbon akibat transportasi material.
4. Kualitas Udara Dalam Ruangan
Desain bangunan memaksimalkan sirkulasi udara alami dan meminimalkan penggunaan bahan kimia berbahaya. Peningkatan sirkulasi udara ini penting untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan penghuni bangunan.
Baca Juga: Penerapan ESG di Indonesia: Regulasi, Tantangan, dan Solusi
10 Contoh Green Building di Indonesia dan Dunia
Memahami teori saja tidak cukup; sebagai calon profesional ESG, kamu harus melihat implementasi nyata dari konsep bangunan hijau. Berikut 10 contoh green building yang sukses di Indonesia dan di berbagai belahan dunia.
1. Menara BCA (Jakarta)
Gedung Menara BCA merupakan salah satu pelopor penerapan teknologi hijau di kawasan perkantoran Jakarta. Bangunan ini memanfaatkan kaca berlapis ganda (double glazing) pada fasadnya yang berfungsi meredam panas matahari.
Pemanfaatan teknologi ini bertujuan untuk mengurangi beban kerja sistem pendingin udara secara signifikan, sehingga konsumsi energi listrik pun menurun.
2. Pacific Place Mall (Jakarta)
Pusat perbelanjaan mewah ini merupakan salah satu contoh green building yang mendapatkan sertifikasi platinum dari lembaga penguji kredibel. Bangunan ini memiliki sistem daur ulang air yang canggih untuk memenuhi kebutuhan non-potable di dalam gedung, seperti toilet dan penyiraman.
Selain itu, penggunaan sensor lampu LED di berbagai area umum turut memaksimalkan efisiensi energi.
3. Kementerian Pekerjaan Umum (PUPR)
Sumber: Bisnis Today
Gedung Kementerian ini menjadi model percontohan bagi bangunan publik dalam hal efisiensi sumber daya. Gedung menggunakan sensor lampu otomatis yang hanya menyala saat ada pergerakan, meminimalkan pemborosan daya.
Ditambah lagi, bangunan ini mendaur ulang air dan menggunakan jendela besar untuk memaksimalkan masuknya cahaya matahari.
4. BSD Green Office Park (Tangerang)
Kawasan ini merupakan distrik pertama di Indonesia yang secara kolektif mendapat sertifikasi green district.
Seluruh bangunan perkantoran di distrik ini mewajibkan penggunaan energi terbarukan dan memiliki sistem pengelolaan limbah terpadu. Pendekatan holistik ini menjadikan kawasan tersebut studi kasus penting bagi pengembangan wilayah perkotaan berkelanjutan.
5. Sequis Tower (Jakarta)
Bangunan bertingkat tinggi ini menerapkan konsep hijau melalui desain fasad yang unik dan strategis. Bentuk bangunan didesain untuk memaksimalkan daylight harvesting, memanfaatkan cahaya matahari secara optimal. Selain itu, struktur bangunan ini juga menggunakan material yang ramah lingkungan.
6. Shanghai Tower (Tiongkok)
Sumber: The Guardian
Gedung pencakar langit yang memiliki desain berpilin (spiral) unik yang berfungsi mengurangi beban angin.
Shanghai Tower ini mengumpulkan dan mendaur ulang air hujan serta limbah air internal untuk digunakan kembali. Integrasi turbin angin vertikal di puncaknya juga membantu menghasilkan energi listrik.
7. Cube Berlin (Jerman)
Bangunan kantor futuristik ini merupakan contoh green building yang memiliki fasad kaca unik yang bertindak layaknya kulit termal.
Fasad ini tidak hanya menghasilkan energi surya, tetapi juga memiliki sistem pintar yang secara otomatis menyesuaikan ventilasi dan pencahayaan. Sistem cerdas ini bekerja untuk menghemat energi pendingin dan pemanas.
8. Albion District Library (Kanada)
Perpustakaan ini berfokus pada integrasi alam dan sistem pengelolaan air yang alami. Bangunan ini menciptakan lahan basah buatan untuk menampung dan memurnikan air hujan yang jatuh di area sekitarnya. Selain itu, landscaping menggunakan tanaman asli lokal yang minim membutuhkan air.
9. Wat Pa Maha Chedi Kaew (Thailand)
Kuil Buddha yang luar biasa ini seluruhnya dibangun dari lebih dari satu juta botol bir bekas berwarna hijau dan coklat.
Proyek unik ini merupakan simbol daur ulang ekstrem, menunjukkan bahwa material limbah dapat digunakan untuk konstruksi skala besar. Botol-botol tersebut berfungsi sebagai isolator panas dan cahaya.
10. The Bullitt Center (AS)
The Bullitt Center mengklaim diri sebagai salah satu bangunan komersial paling hijau di dunia, bertujuan mencapai status net zero energy dan net zero water.
Atapnya dipenuhi panel surya, dan seluruh air yang dibutuhkan berasal dari pengumpulan air hujan. Sistem pembuangan limbahnya juga mengolah kotoran di tempat.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Bootcamp ESG & Sustainability Management
Ambil Langkah Nyata di Bootcamp ESG & Sustainability Management
Warga Bimbingan, pemahaman mendalam tentang contoh green building dan implementasi keberlanjutan adalah tiket emas menuju karier ESG yang sukses. Untuk menguasai skill implementasi ini dan mendapatkan bimbingan dalam membedah case study ESG dari berbagai industri, gabung aja di Bootcamp ESG & Sustainability Management Dibimbing.
Kamu akan mendapatkan gratis mengulang kelas dan 40+ Live Class bersama Praktisi Ahli. Pembelajaranmu diperkuat oleh 20+ Weekly Assignment untuk Portfolio Building dan Case Study dari berbagai industri. Kamu akan mendapat Konsultasi 1-on-1, serta Final Project dan Exam Penyaluran untuk Persiapan Karier.
Semua didukung Career Preparation Service (Review CV & LinkedIn, Career Class) dan kesempatan Bergabung di Komunitas Expert ESG & Sustainability Management. Faktanya, 96% alumni sudah berhasil kerja berkat dukungan 840+ hiring partner.
Masih ragu atau punya pertanyaan seperti, "Apakah sertifikasi yang didapat diakui secara global?" atau "Bagaimana proses penyaluran kerjanya?" Konsultasi gratis aja sekarang, karena dibimbing.id pasti #BimbingSampeJadi ESG profesional yang kamu impikan!
Tags
