Contoh Desain Brief untuk Berbagai Proyek dan Cara Membuat
DITULIS OLEH
Farijihan Putri
DIREVIEW OLEH
Sudah Direview Oleh Expert
Dibuat pada 15 Okt 2026
Diubah pada 20 Okt 2026
36
Contoh desain brief bisa membantumu memahami cara menyampaikan kebutuhan desain dengan jelas kepada desainer. Dokumen ini penting supaya hasil desain sesuai tujuan, target audiens, dan identitas brand.
MinDi akan membagikan contoh untuk berbagai proyek sekaligus cara menyusunnya agar mudah dipraktikkan.
Buat kamu yang ingin mengembangkan skill desain dan mempersiapkan karier di industri kreatif, Bootcamp Graphic Design dengan penyaluran kerja bisa menjadi salah satu pilihan untuk belajar lebih terarah.
Apa Itu Desain Brief?
Desain brief adalah dokumen yang berisi arahan, kebutuhan, dan tujuan sebuah proyek desain. Dokumen ini menjadi acuan bagi desainer untuk memahami apa yang perlu dibuat, siapa targetnya, dan hasil seperti apa yang diharapkan.
Dengan brief yang jelas, proses kerja lebih terarah dan risiko revisi akibat miskomunikasi bisa dikurangi.
Komponen desain brief umumnya mencakup:
- Latar belakang: alasan proyek perlu dibuat.
- Tujuan desain: hasil yang ingin dicapai.
- Target audiens: orang yang akan melihat atau menggunakan desain.
- Pesan utama: informasi yang perlu disampaikan.
- Referensi visual: contoh gaya desain yang diinginkan.
- Output dan spesifikasi: jenis file, ukuran, serta media penggunaan.
- Deadline dan anggaran: batas waktu dan biaya pengerjaan.
Baca Juga:
- Panduan Kursus Desain Grafis dan Peluang Kariernya
- Nekat Resign Demi Karier UI/UX Design yang Lebih Cerah
- Bootcamp Graphic Design Terbaik di Indonesia
5 Contoh Desain Brief Berbagai Proyek
Sumber: Pexels
Setiap proyek punya kebutuhan berbeda, jadi isi brief perlu disesuaikan dengan tujuan dan media desainnya.
1. Desain Logo Brand
Contoh ini cocok untuk bisnis baru yang membutuhkan identitas visual.
- Nama brand: Karsa Coffee
- Jenis bisnis: Kedai kopi lokal
- Tujuan: Membangun identitas brand yang mudah dikenali.
- Target audiens: Anak muda dan pekerja berusia 18–35 tahun.
- Konsep visual: Minimalis, hangat, dan modern.
- Warna: Cokelat, krem, dan hitam.
- Output: Logo utama, logo alternatif, dan file PNG transparan serta SVG.
- Deadline: 7 hari kerja.
2. Desain Poster Promosi
Untuk proyek ini, contoh desain brief perlu menjelaskan informasi promosi yang harus langsung dipahami audiens.
- Nama proyek: Promo Grand Opening
- Tujuan: Menarik pengunjung ke toko saat pembukaan.
- Target audiens: Warga sekitar berusia 18–40 tahun.
- Pesan utama: Diskon 20% selama tiga hari pertama.
- Konsep visual: Cerah, menarik, dan mudah dibaca.
- Output: Poster digital ukuran 1080 × 1350 piksel dan versi cetak A3.
- Deadline: 5 hari kerja.
3. Desain Kemasan Produk
Brief kemasan harus memperhatikan daya tarik visual sekaligus informasi produk yang wajib dicantumkan.
- Nama produk: Granola Pagi
- Tujuan: Membuat produk terlihat sehat dan praktis.
- Target audiens: Konsumen yang mencari camilan sehat.
- Konsep visual: Natural dengan ilustrasi bahan baku.
- Informasi wajib: Nama produk, komposisi, berat bersih, dan informasi sesuai ketentuan label pangan.
- Output: Desain kemasan siap cetak.
- Deadline: 10 hari kerja.
4. Desain Konten Media Sosial
Contoh desain brief berikut bisa digunakan untuk kebutuhan promosi Instagram sebuah bisnis fashion lokal.
- Nama proyek: Kampanye Koleksi Baru
- Tujuan: Meningkatkan jangkauan dan kunjungan ke toko online.
- Target audiens: Perempuan berusia 18–30 tahun.
- Pesan utama: Koleksi baru dengan desain simpel untuk aktivitas sehari-hari.
- Konsep visual: Minimalis, kasual, dan konsisten dengan identitas brand.
- Output: Lima desain feed Instagram dan tiga Instagram Story.
- Deadline: 6 hari kerja.
5. Desain Landing Page Website
Brief website perlu menjelaskan kebutuhan pengguna dan tindakan yang diharapkan setelah mereka membuka halaman.
- Nama proyek: Landing Page Kursus Online
- Tujuan: Mendorong pengunjung mendaftar kelas.
- Target audiens: Mahasiswa dan profesional muda.
- Informasi utama: Keunggulan kelas, kurikulum, mentor, harga, dan testimoni.
- Konsep visual: Bersih, modern, dan mudah dinavigasi.
- Output: Desain desktop dan mobile di Figma.
- Deadline: 12 hari kerja.
6. Desain Brief untuk Logo Brand Milk Tea
Lima contoh sebelumnya bisa Warga Bimbingan kembangkan menjadi brief yang lebih lengkap seperti contoh berikut.
Kali ini, MinDi pakai studi kasus Mellowcha, brand milk tea fiktif yang ingin membangun identitas visual menarik untuk menyasar mahasiswa dan anak muda.
Ringkasan Proyek
Komponen | Detail |
Nama proyek | Desain Logo dan Identitas Visual |
Brand | Mellowcha |
Jenis bisnis | Minuman milk tea |
Target audiens | Mahasiswa dan anak muda usia 18–28 tahun |
Deadline | 10 hari kerja |
Anggaran | Rp5–8 juta |
Tujuan desain | Membangun identitas brand yang playful, kekinian, dan mudah dikenali |
Konsep dan Spesifikasi Desain
Komponen | Detail |
Konsep visual | Playful, minimalis, dan cozy |
Warna utama | Coklat susu, krem, dan dusty pink |
Tipografi | Rounded sans-serif yang ramah dan mudah dibaca |
Elemen visual | Ilustrasi gelas milk tea atau daun teh sederhana |
File master | AI, EPS, atau SVG |
Format ekspor | PNG transparan, JPG, dan PDF |
Variasi logo | Logo utama, logo alternatif, dan ikon untuk profil media sosial |
Kebutuhan Penggunaan
Media | Kebutuhan |
Kemasan | Gelas, tutup, dan stiker |
Media sosial | Foto profil, feed promosi, dan Instagram Story |
Materi promosi | Menu minuman dan poster promo |
Merchandise | Tote bag atau stiker brand |
Referensi dan Arahan Kreatif
Komponen | Detail |
Referensi visual | Moodboard dengan gaya playful dan warna lembut |
Kesan yang ingin dibangun | Akrab, menyenangkan, dan cocok untuk nongkrong |
Do’s | Logo sederhana, mudah dibaca, dan tetap jelas dalam ukuran kecil |
Don’ts | Terlalu banyak detail, warna berlebihan, atau ilustrasi yang sulit diaplikasikan pada gelas |
Timeline Pengerjaan
Tahap | Waktu |
Riset dan pengembangan konsep | Hari 1–2 |
Pengajuan 3 alternatif logo | Hari 3–5 |
Revisi desain | Hari 6–8 |
Finalisasi dan penyerahan file | Hari 9–10 |
Brief ini bisa dikembangkan lagi dengan menambahkan kontak person, tautan referensi, dan aturan penamaan file.
Dari contoh desain brief Mellowcha, Warga Bimbingan bisa melihat bahwa desain brief bukan cuma menentukan warna atau bentuk logo, tetapi juga memastikan desain siap digunakan di berbagai kebutuhan bisnis.
Baca Juga:
- Cara Menjadi Remote Graphic Designer dan Mendapat Peluang Kerja dari Luar Negeri
- Kisah Ivan Jadi Full-Time UI/UX Designer Bersama Dibimbing
- Bootcamp Desain Grafis Terbaik dengan Penyaluran Kerja
Bagaimana Cara Membuat Desain Brief yang Efektif?
Supaya brief tidak sekadar menjadi dokumen formal, susun isinya dengan tiga langkah praktis berikut.
1. Pahami Kebutuhan Proyek
Pertama, cari tahu masalah yang ingin diselesaikan melalui desain. Tanyakan kepada klien atau tim mengenai tujuan, target audiens, pesan utama, dan media yang akan digunakan.
Misalnya, desain untuk meningkatkan penjualan tentu membutuhkan arahan berbeda dari desain yang bertujuan membangun brand awareness. Catat jawaban tersebut sebelum menentukan konsep visual.
2. Susun Informasi secara Terstruktur
Selanjutnya, masukkan informasi yang sudah dikumpulkan ke dalam template desain brief. Gunakan kalimat spesifik, seperti “meningkatkan pendaftaran kelas melalui landing page”, daripada arahan umum seperti “membuat website yang menarik”.
Sertakan referensi visual untuk memperjelas ekspektasi tanpa membatasi kreativitas desainer. Pastikan juga ukuran, format file, jumlah desain, dan deadline sudah disepakati.
3. Tinjau Brief Bersama Tim
Sebelum pengerjaan dimulai, periksa kembali dokumen bersama klien atau pihak terkait. Pastikan setiap kebutuhan penting sudah tercatat dan tidak ada arahan yang saling bertentangan.
Setelah disepakati, gunakan dokumen tersebut sebagai acuan saat menerima masukan atau revisi. Perbarui brief apabila ada perubahan kebutuhan agar seluruh tim tetap menggunakan informasi yang sama.
Mengapa Desain Brief Penting bagi Desainer Grafis?
Desain brief membantu desainer bekerja dengan arah yang jelas, mulai dari memahami masalah hingga menentukan solusi visual.
Kemampuan menerjemahkan kebutuhan klien menjadi arahan desain juga menjadi bekal penting dalam lingkungan kerja profesional.
Manfaatnya antara lain:
- Membantu desainer menentukan konsep visual yang sesuai.
- Mengurangi revisi akibat ekspektasi yang tidak jelas.
- Memudahkan komunikasi dengan klien dan tim.
- Membantu mengatur waktu serta ruang lingkup pekerjaan.
- Melatih kemampuan memahami kebutuhan bisnis dan audiens.
Rekomendasi Graphic Design & UI/UX dengan Penyaluran Kerja Terbaik di Indonesia
Kemampuan membuat brief merupakan salah satu bagian dari proses desain yang perlu kamu kuasai.
Untuk membangun kesiapan kerja, kamu juga perlu mengembangkan keterampilan visual, menyusun portofolio, dan terbiasa menyelesaikan proyek berdasarkan kebutuhan nyata.
MinDi merekomendasikan Bootcamp Graphic Design & UI/UX Online Dibimbing untuk kamu yang ingin belajar secara terarah melalui kelas, praktik, dan pendampingan mentor.
Keunggulan program kelas Graphic Design & UI/UX Dibimbing:
- 40+ Live Class dan 10+ sesi praktik bersama mentor ahli.
- Portofolio dari 20+ proyek dan real case.
- Proyek akhir sesuai standar industri.
- Pendampingan fasilitator dan mentor 24/7.
- Program penyaluran kerja ke 1.100+ perusahaan.
- Mentoring 1-on-1 tanpa batas dengan instruktur expert.
- Akses komunitas Graphic Design & UI/UX Expert.
- Simulasi tes rekrutmen kerja.
Punya pertanyaan seputar pembuatan portofolio ataupun penyaluran kerja? Konsultasi Bootcamp Graphic Design dengan tim Dibimbing sekarang yang pasti bantu #BimbingSampeJadi impian karier kamu!
FAQ
1. Apa perbedaan desain brief dan creative brief?
Desain brief berfokus pada kebutuhan dan arahan sebuah proyek desain, sedangkan creative brief biasanya menekankan strategi kreatif, pesan, dan konsep kampanye. Keduanya bisa saling melengkapi sesuai kebutuhan proyek.
2. Apakah desain brief harus dibuat dalam format formal?
Tidak harus. Kamu bisa menggunakan dokumen sederhana, formulir, atau template digital selama informasi penting tersampaikan dengan jelas dan mudah diakses oleh pihak terkait.
3. Siapa yang bertanggung jawab membuat desain brief?
Brief bisa disusun oleh klien, marketing team, project manager, atau desainer bersama pihak terkait. Hal terpenting adalah memastikan kebutuhan proyek telah dipahami dan disepakati sebelum proses desain dimulai.
Kategori:
Penulis
Farijihan Putri adalah SEO Content Writer dengan pengalaman 4+ tahun menulis dan mengoptimalkan konten untuk berbagai topik. Di Dibimbing, ia mengolah beragam insight seputar karier dan industri, mulai dari digital marketing, HR, data, finance, business, hingga technology. Melalui tulisannya, Jihan membantu pembaca memahami skill yang dibutuhkan di dunia kerja serta menemukan informasi yang relevan untuk mendukung perkembangan karier mereka.
