3 Contoh Benchmarking untuk Tingkatkan Kinerja Bisnis

Nadia L Kamila

27 January 2024

5270

Image Banner

Di artikel kali ini, MinDi akan ajak kamu untuk mempelajari studi kasus dan contoh benchmarking. 

Benchmarking sendiri adalah strategi yang digunakan oleh perusahaan untuk membandingkan produk mereka dengan produk kompetitor yang telah menjadi market leader. 

Biasanya proses ini dikepalai oleh seorang product manager yang memiliki tanggung jawab penuh dalam mengembangkan produknya.


Mengenal Benchmarking dari Sudut Pandang Product Manager

Dari sudut pandang seorang Product Manager, benchmarking adalah alat strategis yang dapat digunakan untuk memastikan produk yang dikelola tetap kompetitif di pasar yang terus berubah. 

Seorang Product Manager bertanggung jawab untuk memastikan bahwa produk tersebut memenuhi atau bahkan melampaui ekspektasi pasar. 

Berikut adalah fungsi benchmarking dari sudut pandang seorang product manager:


1.Memahami Kebutuhan dan Ekspektasi Pelanggan

Seorang Product Manager dapat menggunakan benchmarking untuk memahami harapan pelanggan terhadap produk. 

Dengan membandingkan produk dengan produk pesaing atau produk terbaik di industri, mereka dapat mengidentifikasi fitur dan fungsi yang dianggap penting oleh pelanggan.

  1. Peningkatan Fitur dan Fungsionalitas

Dengan melihat produk-produk terbaik di industri, seorang Product Manager dapat mengidentifikasi fitur dan fungsionalitas yang dapat ditingkatkan atau ditambahkan untuk meningkatkan daya saing produk mereka. 

Benchmarking membantu mengidentifikasi tren terbaru dan inovasi di pasar.

  1. Evaluasi Kinerja Produk

Product Manager dapat menggunakan benchmarking untuk menilai kinerja produknya dibandingkan dengan produk serupa di pasar. Evaluasi yang dilakukan mencakup kualitas, keandalan, dan kecepatan produk, serta tingkat kepuasan pelanggan.

  1. Penentuan Harga yang Kompetitif

Benchmarking membantu Product Manager dalam menetapkan harga produk yang kompetitif. 

Dengan memahami harga pesaing dan nilai yang diberikan oleh produk sebanding, mereka dapat membuat keputusan yang lebih baik tentang penetapan harga.

  1. Perencanaan Roadmap Produk

Melalui benchmarking, seorang Product Manager dapat merencanakan roadmap produk dengan mempertimbangkan tren industri, teknologi baru, dan perubahan kebutuhan pelanggan. 

Roadmap produk berguna untuk membantu menciptakan strategi jangka panjang untuk pengembangan produk.

  1. Inovasi dan Diferensiasi

Dengan memahami praktik terbaik dan inovasi dalam industri, seorang Product Manager dapat menciptakan strategi diferensiasi. Mereka dapat mengeksplorasi cara-cara baru untuk membedakan produk mereka dari pesaing.

  1. Mengukur Keberhasilan Produk

Benchmarking memberikan tolok ukur untuk mengevaluasi keberhasilan produk. Dengan membandingkan kinerja produk terhadap standar industri, Product Manager dapat menentukan apakah produk mereka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.




Studi Kasus dan Contoh Benchmarking

Contoh Benchmarking

MinDi akan berikan contoh benchmarking berupa studi kasus dari tiga jenis benchmarking di bawah ini:

1.Contoh Internal Benchmarking

Internal benchmarking fokus pada perbandingan kinerja dan praktik bisnis diantara divisi atau departemen di perusahaan yang sama.

Misalnya, perusahaan retail bernama RetailMaju memutuskan untuk melakukan benchmarking internal untuk meningkatkan kinerja cabang-cabang mereka yang tersebar di seluruh kota. 

Fokus utama mereka adalah pada efisiensi layanan pelanggan dan pengelolaan stok. Dalam upaya ini, mereka memilih beberapa cabang yang telah menunjukkan kinerja tinggi sebagai subjek benchmarking internal.

Langkah pertama yang diambil oleh RetailMaju adalah mengidentifikasi tujuan spesifik yaitu peningkatan tingkat layanan pelanggan dan pengurangan waktu tunggu di kasir. 

Perusahaan memilih beberapa cabang dengan kinerja tinggi sebagai unit benchmarking internal, sementara cabang lainnya menjadi objek evaluasi.

Perbandingan kinerja melibatkan pengumpulan data dari kedua jenis cabang. Mulai dari waktu respons terhadap pelanggan, kecepatan transaksi kasir, hingga tingkat persediaan barang. 

Selanjutnya RetailMaju menganalisis perbedaan dalam praktik operasional, layanan pelanggan, dan manajemen stok antara kedua kelompok cabang.

Hasilnya, mereka berhasil mengidentifikasi praktik terbaik dari cabang-cabang dengan kinerja tinggi, termasuk strategi pelayanan pelanggan yang lebih efisien dan manajemen stok yang lebih akurat. 

RetailMaju kemudian menerapkan perubahan ini pada cabang-cabang lainnya. Seiring waktu, mereka melihat peningkatan signifikan dalam tingkat kepuasan pelanggan, pengurangan waktu tunggu, dan pengelolaan stok yang lebih baik.

Proses benchmarking internal ini memberikan RetailMaju insight tentang praktik terbaik di dalam organisasi mereka sendiri. Dengan mengadopsi praktik-praktik yang telah terbukti berhasil, mereka berhasil meningkatkan kinerja dan efisiensi di seluruh jaringan cabang mereka.

  1. Contoh Eksternal Benchmarking

Contoh benchmarking yang kedua berfokus pada perbandingan kinerja maupun produk dengan perusahaan kompetitor yang dianggap sebagai market leader.

Studi kasus ini membahas tentang perusahaan teknologi bernama XYZ Tech yang beroperasi dalam industri inovasi perangkat lunak. XYZ Tech menjalankan proses benchmarking eksternal untuk meningkatkan daya saingnya. 

Mereka memilih perusahaan A, yang dikenal sebagai pemimpin industri dalam pengembangan solusi serupa. XYZ Tech bertujuan untuk memahami praktik terbaik yang telah membantu perusahaan A mencapai keunggulan di tengah persaingan yang kompetitif.


Dalam tahap identifikasi tujuan, XYZ Tech menetapkan kriteria kinerja yang mencakup kecepatan pengembangan produk, respons terhadap pelanggan, dan inovasi. 

Setelah memilih perusahaan A sebagai sumber benchmarking eksternal, mereka mengumpulkan data sebanyak mungkin mengenai strategi pemasaran, model bisnis, dan pendekatan pengembangan produk yang telah digunakan oleh perusahaan A.

Hasilnya menunjukkan bahwa perusahaan A sukses karena fokus pada riset pasar yang mendalam, respons cepat terhadap tren industri dan penggunaan metodologi pengembangan yang adaptif. 

XYZ Tech kemudian mengadopsi beberapa praktik ini. Mulai dari mempercepat siklus pengembangan produk mereka, dan memperkuat hubungan dengan pelanggan. 

Setelah dilakukan adopsi strategi pemasaran yang lebih baik, maka lambat laun XYZ Tech berhasil menarik lebih banyak pelanggan dan meningkatkan pangsa pasar mereka. 

  1. Contoh Functional Benchmarking

Functional benchmarking fokus pada fungsi atas proses tertentu di dalam sebuah organisasi. Studi kasus yang diambil adalah perusahaan ManufakturMaju yang melakukan benchmarking untuk meningkatkan efisiensi dalam proses produksi mereka.

Fokus utama perusahaan ini adalah pada fungsi produksi dan distribusi. Mereka memilih perusahaan B, yang terkenal karena mampu mengelola rantai pasokan mereka dengan sangat efisien, sebagai subjek benchmarking fungsional.

ManufakturMaju menetapkan tujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi biaya logistik dan meningkatkan respons terhadap permintaan pelanggan. 

Mereka mulai dengan mengidentifikasi unit fungsional dalam rantai pasokan mereka yang dapat dijadikan pembanding dengan perusahaan B. Proses ini melibatkan unit produksi, manajemen persediaan, dan logistik distribusi.

Selanjutnya, ManufakturMaju mengumpulkan data terkait proses-proses di unit fungsional tersebut. Mulai dari waktu siklus produksi, pengelolaan persediaan, hingga rata-rata waktu pengiriman produk. 

Setelah membandingkan data ini dengan praktik-praktik yang telah terbukti dari perusahaan B, ManufakturMaju mengidentifikasi di area mana saja yang akan dilakukan peningkatan efisiensi.

Hasilnya, ManufakturMaju berhasil mengadopsi beberapa praktik terbaik dari perusahaan B. Praktik ini seperti penggunaan teknologi otomatisasi dalam manajemen persediaan, pemilihan pemasok yang lebih efisien, dan optimalisasi rute distribusi. 

Akhirnya, mereka bisa mencapai peningkatan signifikan dalam produktivitas, pengurangan biaya logistik, dan peningkatan kepuasan pelanggan.


Itulah tiga studi kasus yang bisa Sobat MinDi jadikan contoh benchmarking yang biasa dilakukan perusahaan untuk meningkatkan kinerja mereka.

Jika Sobat MinDi tertarik untuk belajar lebih mendalam tentang bagaimana peran product manager selama proses benchmarking, yuk ikuti Bootcamp Product and Project Development dari Dibimbing!

Selain belajar bersama mentor, kamu juga berkesempatan untuk bergabung dengan komunitas expertise product and project development bersama peserta lainnya.

Jangan lewatkan kesempatan ini dan daftar sekarang ya!

Share

Author Image

Nadia L Kamila

Nadia adalah seorang penulis yang berfokus pada pengembangan dan peningkatan keterampilan di tempat kerja. Ia punya passion yang tinggi dalam memberikan konten-konten edukatif terutama di topik-topik seperti carreer preparation dan digital marketing.

dibimbing

PT. Dibimbing Digital Indonesia

Plaza CityView Lantai 2
Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

Subscribe Email

Get the best new products in your inbox, every day. Get the latest content first.

Copyright © 2024. PT Dibimbing Digital Indonesia. All Rights Reserved