Dibimbing - Carbon Accounting Specialist: Tugas, Skill, Gaji, & Prospek Karier di Era ESG
Blog
ESG

Carbon Accounting Specialist: Tugas, Skill, Gaji, & Prospek Karier di Era ESG

Author

DITULIS OLEH 

Farijihan Putri

Dibuat pada 15 Jun 2026

Diubah pada 10 Jul 2026

73

Image Thumbnail

Carbon Accounting Specialist menjadi salah satu profesi yang semakin banyak dicari seiring meningkatnya penerapan ESG, sustainability reporting, dan target net zero emission di berbagai industri.

Banyak perusahaan kini tidak hanya dituntut menghasilkan keuntungan, tetapi juga mampu menunjukkan dampak lingkungan yang mereka kelola secara transparan.

Tantangannya, tidak semua organisasi memiliki tenaga ahli yang memahami cara mengukur, menganalisis, dan melaporkan emisi karbon secara akurat.

Kabar baiknya, kebutuhan tersebut membuka peluang karier baru yang menjanjikan bagi profesional yang ingin terjun ke bidang keberlanjutan.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Bootcamp ESG & Sustainability Management


Apa Itu Carbon Accounting Specialist dan Mengapa Profesi Ini Semakin Dibutuhkan?

Carbon accounting specialist adalah profesional yang bertugas mengukur, mencatat, menganalisis, dan melaporkan emisi karbon yang dihasilkan suatu organisasi. 

Perannya membantu perusahaan memahami dampak lingkungan dari aktivitas operasionalnya secara lebih terukur. Selain itu, posisi ini juga mendukung kebutuhan sustainability reporting dan ESG reporting yang semakin berkembang.

Tugas utamanya meliputi pengumpulan data emisi, perhitungan carbon footprint, hingga penyusunan laporan keberlanjutan. 

Selain itu, mereka juga memastikan data yang digunakan sesuai dengan standar pelaporan yang berlaku. Hasil analisis tersebut kemudian menjadi dasar pengambilan keputusan perusahaan terkait strategi pengurangan emisi.

Meningkatnya regulasi ESG dan tuntutan transparansi lingkungan membuat perusahaan membutuhkan tenaga ahli yang memahami laporan karbon.

Bahkan, 2025 Sustainability Recruitment Market Report menunjukkan bahwa kebutuhan profesional sustainability dan climate reporting terus meningkat di berbagai sektor.

Sejalan dengan itu, EHS Careers (2025) melaporkan sekitar 90% perusahaan S&P 500 telah menerbitkan ESG report, sehingga kebutuhan talenta di bidang ini diproyeksikan terus bertambah.


Skill Apa Saja yang Harus Dimiliki Carbon Accounting Specialist?

Sumber: Pexels

Agar mampu menjalankan tugasnya secara efektif, ada beberapa kompetensi yang perlu dikuasai.


1. Memahami Perhitungan Emisi Karbon

Seorang profesional perlu memahami konsep Scope 1, Scope 2, dan Scope 3 emissions. Pengetahuan ini membantu dalam mengidentifikasi sumber emisi yang berasal dari aktivitas operasional maupun rantai pasok perusahaan. Dengan begitu, proses pengukuran dapat dilakukan secara lebih akurat.


2. Menguasai Sustainability Reporting dan ESG

Selain menghitung emisi, kemampuan menyusun laporan keberlanjutan juga sangat penting. Menurut penelitian Marliani dan Yusnaini (2026), implementasi carbon accounting yang selaras dengan framework global seperti GHG Protocol dan IFRS S2 mampu meningkatkan transparansi serta kualitas sustainability reporting perusahaan.


3. Memiliki Kemampuan Analisis Data

Pengelolaan data menjadi bagian besar dari pekerjaan ini. Oleh sebab itu, kemampuan menggunakan spreadsheet, dashboard, atau tools analisis data akan sangat membantu dalam mengolah informasi emisi menjadi insight yang dapat ditindaklanjuti.


4. Memahami Regulasi dan Standar Lingkungan

Perkembangan regulasi lingkungan berlangsung sangat cepat. Oleh karena itu, Carbon Accounting Specialist perlu terus mengikuti standar terbaru terkait ESG, sustainability disclosure, dan kebijakan karbon yang berlaku secara global maupun nasional.


Bagaimana Prospek Kerja Carbon Accounting Specialist di Masa Depan?

Warga Bimbingan, jika kamu sedang mencari karier yang relevan dengan tren masa depan, bidang ini patut dipertimbangkan.


1. Green Jobs Tumbuh Seiring Transformasi ESG

Perusahaan kini semakin serius membangun strategi keberlanjutan. Akibatnya, kebutuhan terhadap profesional ESG, sustainability, dan carbon accounting juga meningkat di berbagai sektor industri.


2. Industri yang Membutuhkan Carbon Accounting Specialist

Posisi ini tidak hanya dibutuhkan perusahaan energi atau manufaktur. Sektor perbankan, logistik, FMCG, hingga teknologi juga mulai membutuhkan tenaga ahli yang mampu mengelola data keberlanjutan secara profesional.


3. Teknologi Membuka Peluang Karier yang Lebih Besar

Menurut Fortune Business Insights (2025), pasar global carbon accounting software diperkirakan mencapai USD 22,51 miliar pada 2025 dan berpotensi tumbuh menjadi USD 136,44 miliar pada 2034.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan semakin banyak berinvestasi pada sistem pengelolaan emisi dan membutuhkan SDM yang mampu mengoperasikannya.


4. Mengapa Karier Ini Sulit Digantikan AI?

AI memang dapat membantu mengolah data lebih cepat. Namun, interpretasi regulasi, komunikasi dengan stakeholder, serta penyusunan strategi keberlanjutan tetap membutuhkan pertimbangan manusia yang tidak bisa sepenuhnya diotomatisasi.

Baca Juga: Rekomendasi ESG Management Course Terbaik


Apa Tantangan dan Peran Strategis Carbon Accounting Specialist dalam Bisnis?

Sumber: Pexels

Di balik meningkatnya kebutuhan pasar, profesi ini juga memiliki peran strategis yang cukup besar.


1. Menjamin Akurasi Data Emisi Perusahaan

Data yang tidak akurat dapat menyebabkan kesalahan dalam pengambilan keputusan. Menurut penelitian Marliani dan Yusnaini (2026), salah satu tantangan terbesar carbon accounting adalah inkonsistensi metode pengukuran emisi yang berpotensi menurunkan kualitas laporan keberlanjutan.


2. Mencegah Greenwashing dan Meningkatkan Kredibilitas

Laporan keberlanjutan yang transparan membantu perusahaan membangun kepercayaan publik. Penelitian Marliani dan Yusnaini (2026) juga menunjukkan carbon accounting berperan penting dalam meningkatkan legitimasi sosial perusahaan melalui pelaporan yang lebih terukur dan berbasis data ilmiah.


3. Mendukung Pengambilan Keputusan Berkelanjutan

Menurut penelitian Indriani, Kurniasih, dan Soraya (2025), carbon accounting membantu organisasi mengukur, melaporkan, dan mengelola emisi karbon untuk mendukung langkah konkret dalam mitigasi perubahan iklim.

Temuan ini menunjukkan data emisi bukan sekadar angka, melainkan dasar bagi keputusan bisnis yang lebih berkelanjutan.


4. Berkontribusi pada Target Net Zero Emission

Perusahaan tidak dapat menurunkan emisi jika tidak mengetahui titik awalnya. Oleh sebab itu, peran profesional di bidang ini sangat penting dalam menentukan baseline emisi dan menyusun strategi pengurangan yang realistis.


Bagaimana Cara Menjadi Carbon Accounting Specialist?

Kabar baiknya, jalur menuju profesi ini cukup terbuka bagi berbagai latar belakang pendidikan.


1. Pelajari Dasar ESG dan Sustainability Reporting

Langkah awal yang dapat dilakukan adalah memahami konsep ESG, sustainability reporting, dan net zero emission. Pemahaman ini akan membantu kamu melihat hubungan antara data lingkungan dan strategi bisnis perusahaan.


2. Kuasai Carbon Accounting dan GHG Protocol

GHG Protocol merupakan salah satu standar yang paling banyak digunakan dalam pengukuran emisi karbon. Menurut penelitian Marliani dan Yusnaini (2026), penerapan carbon accounting yang mengacu pada framework ini berkontribusi besar terhadap kualitas pelaporan keberlanjutan perusahaan.


3. Bangun Portofolio Analisis ESG dan Emisi Karbon

Portofolio akan membantu recruiter melihat kemampuan praktismu. Misalnya, kamu dapat membuat simulasi carbon footprint analysis, ESG assessment, atau sustainability reporting sederhana menggunakan data publik.


4. Ikuti Pelatihan atau Bootcamp yang Relevan

Belajar secara terstruktur dapat mempercepat proses penguasaan skill. Selain teori, pilih program yang menyediakan studi kasus, project nyata, dan pendampingan mentor agar pengalaman belajarmu lebih aplikatif.


5. Mulai dari Posisi ESG atau Sustainability Analyst

Banyak profesional memulai karier dari posisi ESG Analyst, Sustainability Analyst, atau Sustainability Consultant. Dari sana, kamu dapat mengembangkan spesialisasi menuju bidang carbon accounting yang lebih mendalam.

Baca Juga: Berapa Biaya Bootcamp ESG Dibimbing? Cek Infonya


Ingin Berkarier sebagai Carbon Accounting Specialist?

Menjadi Carbon Accounting Specialist membutuhkan kombinasi skill ESG, sustainability reporting, analisis data, dan pemahaman regulasi yang terus berkembang. 

Jika ingin mempelajarinya secara praktis, kamu bisa mengikuti Bootcamp ESG & Sustainability Management Online Dibimbing yang menghadirkan 40+ Live Class, Case Study dari berbagai industri, 20+ Weekly Assignment untuk Portfolio Building, Final Project, serta Konsultasi 1-on-1 Tanpa Batas bersama mentor berpengalaman.

Selain itu, tersedia Career Preparation Service berupa review CV, optimasi LinkedIn, dan career class, ditambah kesempatan gratis mengulang kelas.

Menariknya lagi, Dibimbing telah membantu 96% alumni mendapatkan pekerjaan dan memiliki 1.100+ hiring partner untuk mendukung penyaluran kerja.

Kalau masih punya pertanyaan seperti "Apakah saya bisa mengikuti bootcamp meski belum punya pengalaman ESG sama sekali?" atau "Bagaimana peluang kerja setelah menyelesaikan program ESG & Sustainability Management?", konsultasi gratis di sini saja!

Dibimbing siap #BimbingSampeJadi ESG & Sustainability Professional andal!


FAQ

1. Apakah Carbon Accounting Specialist harus menguasai akuntansi secara mendalam?

Tidak harus. Pemahaman dasar akuntansi membantu, tetapi banyak profesional di bidang ini berasal dari latar belakang lingkungan, teknik, manajemen, hingga data analytics.

2. Apakah sertifikasi ESG penting untuk berkarier di bidang ini?

Sertifikasi dapat meningkatkan kredibilitas dan memperkuat CV, terutama jika kamu ingin melamar posisi sustainability atau ESG specialist.

3. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk belajar carbon accounting?

Tergantung latar belakang masing-masing. Dengan pembelajaran yang terstruktur dan praktik proyek nyata, pemahaman dasar biasanya dapat dibangun dalam beberapa bulan.


Referensi

  1. 2025 Sustainability Recruitment Market: Insights, Trends, Key Roles and Salaries [Buka]
  2. How to Hire Carbon Accounting Specialist: Guide [Buka]
  3. Smart Strategies, Giving Speed to your Growth Trajectory [Buka]
  4. Carbon Accounting and Sustainability Reporting: A Systematic Literature Review on Sustainability Accounting Research [Buka]
  5. Sustainability Accounting Compliance Under IFRS S2: Carbon Emission Disclosure in Indonesian State-Owned Enterprises Across Three Regulatory Phases [Buka]
  6. Developing circular accounting for carbon emissions measurementin Indonesia:aliterature review [Buka]

Kategori:

ESG

Share:

Penulis

Penulis Image

Farijihan Putri

Farijihan is a passionate Content Writer with 3 years of experience in crafting compelling content, optimizing for SEO, and developing creative strategies for various brands and industries.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!