dibimbing.id - Cara Menjadi QA Engineer untuk Pemula di 2026

Cara Menjadi QA Engineer untuk Pemula di 2026

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

13 April 2026

133

Image Banner

Cara menjadi QA engineer untuk pemula di 2026 makin banyak dicari, apalagi buat kamu warga bimbingan yang lagi tertarik masuk dunia tech. Profesi ini cukup menarik karena perannya penting dalam menjaga kualitas aplikasi.

Banyak yang masih bingung harus mulai dari mana, padahal langkahnya bisa dipelajari secara bertahap. Kamu bisa mulai dari basic dulu tanpa harus langsung jago coding.

Di artikel ini, kita bakal bahas langkah-langkah jadi QA engineer dengan cara yang simple dan mudah dipahami. Yuk, simak biar kamu punya gambaran jelas dan bisa mulai dari sekarang.


Apa Itu QA Engineer?

QA Engineer adalah seseorang yang bertugas memastikan sebuah aplikasi atau software berjalan sesuai fungsi, kebutuhan, dan standar kualitas yang sudah ditetapkan. 

Dalam proses kerjanya, QA Engineer akan memeriksa apakah ada bug, error, atau masalah lain yang bisa mengganggu pengalaman pengguna. 

Posisi QA Engineer ini juga punya peran penting dalam membantu tim developer menemukan masalah lebih awal sebelum produk dirilis ke user. 

Jadi, bisa dibilang QA Engineer adalah bagian penting dalam pengembangan software karena bertanggung jawab menjaga kualitas produk tetap baik.

Baca juga: Panduan Memilih Bootcamp Quality Assurance Terbaik 2026


7 Cara Menjadi QA Engineer untuk Pemula

Sumber: Canva

Kalau kamu ingin memulai karier sebagai QA engineer, ada beberapa langkah yang bisa dipelajari secara bertahap. 

Kabar baiknya, bidang ini cukup ramah untuk pemula karena kamu bisa mulai dari dasar terlebih dulu. Nah, berikut 7 cara menjadi QA engineer untuk pemula yang bisa kamu ikuti.


1. Pahami dasar software testing

Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah memahami konsep dasar software testing. Kamu perlu kenal dengan istilah seperti bug, test case, test scenario, dan defect supaya tidak bingung saat belajar lebih jauh.

Pemahaman ini penting karena QA engineer bertugas memastikan aplikasi berjalan sesuai kebutuhan. Dengan dasar yang kuat, kamu akan lebih mudah memahami proses testing yang lebih kompleks.

Beberapa hal yang perlu kamu pelajari antara lain:

  1. Bug dan error
  2. Test case dan test scenario
  3. Test plan dan defect report
  4. Testing lifecycle (STLC)
  5. Jenis-jenis testing dasar


2. Pelajari manual testing

Setelah memahami dasar, kamu bisa lanjut belajar manual testing sebagai pintu masuk paling umum untuk pemula. Di tahap ini, kamu akan menguji aplikasi secara langsung tanpa bantuan script otomatis.

Manual testing membantu kamu memahami alur aplikasi dan melatih ketelitian saat menemukan bug. Ini juga jadi fondasi penting sebelum masuk ke automation testing.

Beberapa jenis testing yang bisa kamu pelajari:

  1. Functional testing
  2. Exploratory testing
  3. Regression testing
  4. Smoke testing
  5. Usability testing


3. Belajar membuat test case dan bug report

Seorang QA engineer harus bisa mendokumentasikan proses testing dengan jelas dan rapi. Karena itu, kamu perlu belajar membuat test case yang mudah dipahami oleh tim.

Selain itu, kemampuan membuat bug report juga sangat penting agar developer bisa memperbaiki masalah dengan cepat. Dokumentasi yang baik akan membuat proses kerja jadi lebih efisien.

Beberapa hal yang perlu kamu kuasai:

  1. Menulis langkah pengujian (step by step)
  2. Expected result vs actual result
  3. Format bug report yang jelas
  4. Severity dan priority bug
  5. Screenshot atau evidence bug


4. Kenali tools QA engineer

Supaya lebih siap masuk dunia kerja, kamu juga perlu mengenal tools yang sering digunakan QA engineer. Tools ini membantu proses testing jadi lebih terstruktur dan efisien.

Dengan memahami tools, kamu akan lebih mudah beradaptasi saat bekerja di tim produk atau engineering. Ini juga jadi nilai tambah saat melamar kerja.

Beberapa tools yang bisa kamu pelajari:

  1. Jira atau Trello (bug tracking)
  2. Postman (API testing)
  3. TestRail / spreadsheet (test case management)
  4. Chrome DevTools
  5. Git dasar untuk kolaborasi


5. Mulai belajar automation testing

Walaupun banyak pemula memulai dari manual testing, kamu tetap perlu mengenal automation testing secara bertahap. Automation membantu mempercepat proses testing, terutama untuk fitur yang berulang.

Di tahap ini, kamu juga akan mulai mengenal dasar coding yang dibutuhkan dalam automation. Skill ini jadi salah satu pembeda utama antara QA biasa dan QA yang lebih advanced.

Beberapa tools dan skill yang bisa dipelajari:

  1. Selenium
  2. Cypress
  3. Playwright
  4. Dasar JavaScript atau Python
  5. Konsep automation testing


6. Bangun portofolio QA

Jika kamu belum punya pengalaman kerja, portofolio bisa jadi cara terbaik untuk menunjukkan kemampuanmu. Kamu bisa membuat project sederhana sebagai bukti skill yang kamu miliki.

Portofolio akan membantu recruiter melihat bahwa kamu benar-benar paham proses QA. Ini juga meningkatkan peluang kamu untuk lolos tahap seleksi awal.

Beberapa ide portofolio yang bisa dibuat:

  1. Contoh test case dari aplikasi populer
  2. Dokumentasi bug report
  3. Hasil testing website atau aplikasi
  4. Project automation sederhana
  5. Upload di GitHub atau Notion


7. Ikut bootcamp atau lamar posisi entry-level

Setelah punya dasar yang cukup, kamu bisa mempercepat proses belajar dengan ikut bootcamp atau kursus QA. Program seperti ini biasanya lebih terarah dan sesuai kebutuhan industri.

Setelah itu, kamu bisa mulai melamar posisi entry-level untuk mendapatkan pengalaman pertama. Praktik langsung akan membantu kamu berkembang lebih cepat.

Beberapa langkah yang bisa kamu lakukan:

  1. Ikut bootcamp QA atau kursus online
  2. Melamar junior QA / intern
  3. Mempersiapkan CV dan portofolio
  4. Latihan interview QA
  5. Bangun networking di LinkedIn

Baca juga: Panduan Lengkap Roadmap QA Engineer dari Nol Sampai Ahli


Skill yang Harus Dimiliki QA Engineer

Selain memahami cara menjadi QA engineer, kamu juga perlu tahu skill apa saja yang dibutuhkan di bidang ini. 

Skill ini penting karena akan menentukan seberapa cepat kamu berkembang dan peluang kamu diterima kerja. Nah, berikut beberapa skill yang wajib dimiliki QA engineer.


1. Ketelitian dan perhatian terhadap detail

Ketelitian menjadi skill utama yang harus dimiliki QA engineer karena pekerjaan ini berfokus pada menemukan kesalahan kecil dalam aplikasi. 

Hal yang terlihat sepele bisa berdampak besar jika tidak terdeteksi sejak awal. Dengan ketelitian yang baik, kamu bisa memastikan kualitas aplikasi tetap terjaga sebelum digunakan pengguna.


2. Pemahaman alur aplikasi

QA engineer perlu memahami bagaimana sebuah aplikasi berjalan dari awal hingga akhir. Hal ini membantu kamu menguji fitur dengan lebih efektif dan memahami potensi masalah yang mungkin terjadi. Semakin paham alurnya, semakin mudah kamu menemukan bug yang tersembunyi.


3. Kemampuan teknis dasar

Walaupun tidak harus langsung jago coding, QA engineer tetap perlu memiliki kemampuan teknis dasar. 

Misalnya memahami pengujian API, database, dan penggunaan tools testing. Dengan kemampuan ini, kamu bisa melakukan pengujian yang lebih mendalam dan meningkatkan nilai kamu di dunia kerja.


4. Komunikasi dan pemecahan masalah

QA engineer harus bisa bekerja sama dengan tim seperti developer dan product manager. Karena itu, kemampuan komunikasi penting agar hasil testing bisa disampaikan dengan jelas. 

Selain itu, kemampuan memecahkan masalah juga dibutuhkan untuk menganalisis dan menemukan solusi dari bug yang ada.

Baca juga: 10 Contoh KPI Quality Assurance untuk Ukur Performa QA


Apakah QA Engineer Cocok untuk Pemula?

QA engineer termasuk salah satu profesi di bidang tech yang cukup ramah untuk pemula. Banyak orang memulai karier dari posisi ini karena tidak harus langsung memiliki kemampuan coding yang tinggi.

Dengan belajar dasar software testing dan memahami alur aplikasi, kamu sudah bisa mulai masuk ke dunia QA. Skill lainnya bisa dikembangkan secara bertahap seiring pengalaman dan latihan.

Selain itu, peluang kerja QA engineer juga cukup terbuka di berbagai perusahaan teknologi. Jadi, kalau kamu serius belajar dan konsisten, karier di bidang QA sangat layak untuk dicoba.

Baca juga: 7 Perbedaan QA dan QC demi Proses Bisnis yang Efektif


Ingin Jadi QA Engineer Profesional?

Setelah memahami cara menjadi QA engineer untuk pemula, sekarang saatnya kamu mulai action dan membangun skill yang dibutuhkan di dunia kerja!

Yuk, ikuti Bootcamp Quality Assurance di dibimbing! Di sini, kamu akan mempelajari mulai dari dasar software testing, manual testing, automation testing, hingga penggunaan tools QA yang sering dipakai di industri.

Belajar langsung dari mentor berpengalaman dengan kurikulum yang aplikatif dan praktis, sehingga kamu bisa memahami alur kerja QA secara nyata dan siap terjun ke dunia kerja.

Dengan lebih dari 840+ hiring partner dan tingkat keberhasilan alumni hingga 96%, peluang kariermu di dunia tech sebagai QA engineer semakin terbuka lebar!

Jadi, tunggu apa lagi? Daftar sekarang disini dan mulai perjalananmu menjadi QA Engineer profesional. #BimbingSampeJadi!


FAQ


1. Bisa jadi QA engineer tanpa pengalaman?

Ya, kamu tetap bisa menjadi QA engineer tanpa pengalaman sebelumnya. Kamu bisa mulai dengan belajar dasar software testing dan memahami alur aplikasi. Setelah itu, bangun portofolio sederhana untuk menunjukkan kemampuanmu.

2. Berapa lama belajar QA engineer?

Waktu belajar QA engineer biasanya sekitar 2–6 bulan tergantung konsistensi. Jika kamu rutin belajar dan praktik, prosesnya bisa lebih cepat. Kunci utamanya adalah sering latihan dan mencoba project.

3. Harus bisa coding jadi QA engineer?

Tidak harus bisa coding untuk memulai sebagai QA engineer. Kamu bisa mulai dari QA manual tanpa kemampuan coding. Namun, coding akan dibutuhkan jika ingin berkembang ke QA automation.

4. QA engineer harus lulusan apa?

QA engineer tidak harus berasal dari jurusan IT. Banyak orang dari berbagai latar belakang bisa masuk ke bidang ini. Yang penting adalah memiliki skill dasar dan kemauan untuk belajar.

Share

Author Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!