dibimbing.id - Apa Itu Heatmap? Definisi, Fungsi, Tipe, dan Contoh

Apa Itu Heatmap? Definisi, Fungsi, Tipe, dan Contoh

Farijihan Putri

•

05 August 2024

•

1791

Image Banner

Heatmap adalah alat visualisasi yang sangat berguna dalam dunia UI/UX design untuk memahami bagaimana pengguna berinteraksi dengan halaman web atau aplikasi. 

Melalui peta warna yang menampilkan intensitas interaksi, kamu bisa melihat area mana yang paling menarik perhatian dan mana yang mungkin terlewatkan. 

Dalam artikel ini, MinDi akan membahas secara lengkap apa itu heatmap, fungsinya, tipe-tipenya, dan beberapa contoh aplikasinya. 

Jadi, jika kamu penasaran bagaimana heatmap dapat membantu meningkatkan pengalaman pengguna dan mengoptimalkan desainmu, yuk, simak pembahasannya di sini!


Apa Itu Heatmap?

Heatmap adalah representasi visual dari data yang menggunakan warna untuk menunjukkan tingkat intensitas atau frekuensi kejadian di berbagai lokasi atau waktu. 

Dalam dunia UI/UX, heatmap adalah alat yang sangat berguna untuk memahami bagaimana pengguna berinteraksi dengan desain antarmuka. 

Dengan menggunakan heatmap, desainer dapat melihat area pada halaman web atau aplikasi yang paling sering dikunjungi atau diabaikan oleh pengguna. 

Warna yang lebih terang atau lebih gelap pada heatmap akan menunjukkan titik-titik panas atau dingin. Hal ini memberikan wawasan tentang elemen mana yang menarik perhatian dan mana yang tidak efektif.

Fungsi heatmap dalam UI/UX adalah untuk membantu desainer membuat keputusan yang lebih baik mengenai tata letak dan elemen desain. 

Misalnya, jika heatmap menunjukkan bahwa pengguna jarang mengklik tombol penting di halaman utama, ini bisa menjadi tanda tombol tersebut perlu diubah posisinya atau tampilannya agar lebih menonjol. 

Dengan demikian, heatmap membantu dalam mengoptimalkan pengalaman pengguna, memastikan navigasi dan interaksi di dalam aplikasi atau situs web menjadi lebih intuitif dan menyenangkan.


5 Fungsi Heatmap


Sumber: Freepik

Sobat MinDi sudah mengetahui pengertian heatmap bukan? Nah, sekarang saatnya kamu mengetahui fungsi heatmap. Berikut adalah 5 fungsi utamanya.


1. Identifikasi Pola Penggunaan

Heatmap membantu dalam mengidentifikasi pola penggunaan pada sebuah halaman atau aplikasi. 

Selain itu, melalui visualisasi, desainer dapat melihat area yang paling sering dikunjungi atau digunakan oleh pengguna, sehingga dapat menyesuaikan desain sesuai kebutuhan.


2. Optimalisasi Tata Letak

Selain itu, heatmap memberikan wawasan yang diperlukan untuk mengoptimalkan tata letak elemen di halaman. 

Misalnya, jika suatu elemen penting ternyata kurang terlihat, desainer dapat memindahkannya ke lokasi yang lebih strategis.


3. Evaluasi Efektivitas Desain  

Kemudian, heatmap berperan dalam mengevaluasi efektivitas desain antarmuka. 

Jika ada area yang tidak menerima banyak perhatian, hal tersebut bisa menunjukkan bahwa elemen di area tersebut kurang menarik atau tidak relevan bagi pengguna.


4. Meningkatkan Konversi

Selanjutnya, heatmap dapat kamu gunakan untuk meningkatkan konversi dengan menunjukkan bagian halaman yang paling efektif dalam menarik perhatian pengguna. 

Informasi ini sangat penting untuk memposisikan tombol call-to-action atau promosi di tempat yang optimal.


5. Analisis Performa Konten  

Fungsi heatmap adalah membantu menganalisis performa konten. Heatmap memungkinkan analisis performa konten di halaman web. 

Melalui peta visual, tim pemasaran dapat melihat konten mana yang paling menarik perhatian dan mana yang kurang efektif, sehingga bisa melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk meningkatkan engagement pengguna.

Baca Juga: Intip Prospek Kerja UI/UX, Jenjang Karier hingga Gajinya!


Tipe-Tipe Heatmap

Setelah mengetahui fungsinya, sekarang Sobat MinDi perlu memahami tipe-tipe heatmap. Di bawah ini adalah penjelasan mengenai 5 tipe heatmap.


1. Click Heatmap

Pertama, click heatmap menunjukkan di mana pengguna paling sering mengklik pada sebuah halaman web atau aplikasi. 

Warna yang lebih intens di area tertentu menandakan bahwa area tersebut menerima banyak klik, memberikan wawasan tentang elemen-elemen yang menarik perhatian pengguna.


2. Scroll Heatmap

Selanjutnya, scroll heatmap menggambarkan seberapa jauh pengguna menggulir halaman.

Area yang lebih berwarna menunjukkan bahwa lebih banyak pengguna yang melihat bagian tersebut, sedangkan area yang lebih redup menunjukkan sebaliknya. 

Hal ini berguna untuk memahami apakah pengguna melihat seluruh konten di halaman atau tidak.


3. Move Heatmap

Kemudian, move heatmap melacak gerakan kursor pengguna di halaman web. 

Meskipun tidak selalu akurat dalam menunjukkan perhatian pengguna, move heatmap dapat memberikan gambaran tentang area mana yang paling sering dilewati kursor.

Kondisi ini kemungkinan dapat menunjukkan minat atau kebingungan pengguna.


4. Attention Heatmap

Attention heatmap menggabungkan data dari berbagai sumber, seperti waktu yang dihabiskan pengguna di halaman, klik, dan gerakan kursor, untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang area yang paling menarik perhatian. 

Heatmap ini memberikan insight yang lebih komprehensif mengenai keterlibatan pengguna.


5. Eye-Tracking Heatmap

Terakhir, eye-tracking heatmap adalah tipe yang paling akurat karena didasarkan pada gerakan mata pengguna. 

Peta ini menunjukkan secara tepat di mana pengguna melihat saat menjelajahi halaman web atau aplikasi. 

Meskipun membutuhkan peralatan khusus untuk diimplementasikan, eye-tracking heatmap sangat berguna dalam penelitian UX untuk memahami fokus visual pengguna.


Contoh Heatmap

Sebagai contoh, bayangkan sebuah toko online yang menggunakan heatmap untuk menganalisis halaman beranda mereka. 

Click heatmap akan menunjukkan area mana yang paling sering diklik oleh pengguna, seperti tombol "Beli Sekarang" atau link ke kategori produk tertentu. 

Misalnya, jika tombol "Beli Sekarang" di pojok kanan atas mendapatkan banyak klik, area tersebut akan ditampilkan dalam warna yang lebih intens, seperti merah atau oranye.

Scroll heatmap dapat menunjukkan seberapa jauh pengguna menggulir halaman. 

Misalnya, jika sebagian besar pengguna hanya menggulir hingga separuh halaman, area bawah halaman mungkin ditampilkan dalam warna biru atau hijau yang lebih redup, menunjukkan bahwa konten tersebut jarang dilihat.

Move heatmap mungkin menunjukkan pengguna sering menggerakkan kursor mereka di sekitar gambar produk, tetapi jarang mengarahkannya ke deskripsi produk. 

Attention heatmap, yang menggabungkan data dari klik, gerakan kursor, dan waktu yang dihabiskan, mungkin menunjukkan bahwa pengguna lebih tertarik pada gambar dan harga daripada detail produk.

Akhirnya, eye-tracking heatmap, jika digunakan, dapat menunjukkan bahwa pengguna memusatkan pandangan mereka pada area tertentu, seperti gambar produk utama atau promosi khusus. 

Hal ini bisa membantu pemilik toko memahami penempatan informasi penting untuk memastikan pengguna melihatnya. 

Contoh-contoh ini menunjukkan bagaimana berbagai jenis heatmap dapat digunakan.

Tujuannya untuk memberikan wawasan yang mendalam tentang perilaku pengguna. Hingga pada akhirnya, membantu dalam mengoptimalkan desain dan peningkatan konversi.

Berikut adalah ilustrasi heatmap untuk menggambarkan interaksi pengguna pada halaman web. Semoga bisa memberikan gambaran yang lebih jelas.

Baca Juga: Mengenal Hierarki Visual & Prinsipnya dalam Desain UI/UX


Ingin Belajar Lebih dalam tentang UI/UX Design?

Melalui penggunaan heatmap, kamu sudah melihat betapa pentingnya memahami interaksi pengguna untuk menciptakan desain yang efektif dan intuitif. 

Namun, heatmap hanyalah salah satu dari banyak alat yang dapat membantu dalam perjalananmu menjadi seorang UI/UX designer. 

Jika kamu ingin mendalami lebih lanjut dan mempelajari berbagai teknik dan alat lainnya, yuk bergabung dengan Program Bootcamp UI/UX dibimbing.id!

Di program ini, kamu akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan praktis dari para ahli di bidangnya. 

Selain heatmap, kamu akan belajar berbagai aspek penting dalam UI/UX design. Mulai dari riset pengguna, pembuatan prototipe, hingga pengujian kegunaan. 

Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk mengasah kemampuanmu dan membuat pengalaman pengguna yang lebih baik. Daftar sekarang di sini dan mulai perjalananmu menjadi seorang UI/UX designer yang handal!


Referensi

  1. Heat map (heatmap) [Buka]
  2. What is a heatmap? How to create and analyze them [Buka]
  3. What is a Heatmap and How To Use It: The Ultimate Guide [Buka]


Share

Author Image

Farijihan Putri

Farijihan is a passionate Content Writer with 3 years of experience in crafting compelling content, optimizing for SEO, and developing creative strategies for various brands and industries.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!