Analisis Regresi Pemula: Kapan Dipakai dan Contohnya
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
•
19 February 2026
•
172
Analisis regresi sering dianggap rumit karena banyak angka dan istilah statistik. Padahal, konsep ini sangat berguna untuk memahami hubungan antar data.
Di artikel ini, MinDi akan membahas kapan analisis regresi digunakan dan bagaimana membacanya, Warga Bimbingan. Pembahasannya disesuaikan untuk pemula agar mudah dipahami.
Kamu juga akan melihat contoh penerapan regresi dalam kasus bisnis sederhana. Yuk, pelajari regresi agar makin siap masuk ke dunia data.
Apa Itu Analisis Regresi?
Analisis regresi adalah metode statistik yang digunakan untuk melihat hubungan antara satu variabel dengan satu atau lebih variabel lainnya.
Metode ini membantu kita memahami bagaimana perubahan pada variabel bebas dapat memengaruhi variabel terikat.
Dalam praktik data dan bisnis, analisis regresi sering digunakan untuk melakukan prediksi dan menguji pengaruh suatu faktor.
Karena itulah, regresi menjadi salah satu teknik dasar yang penting dalam analisis data dan pengambilan keputusan.
Baca juga: Panduan Memilih Bootcamp Data Engineering Terbaik untuk Karier
Kapan Analisis Regresi Digunakan?
Analisis regresi digunakan ketika kamu ingin memahami hubungan data secara lebih terukur dan objektif. Metode ini membantu menjawab pertanyaan berbasis angka yang sering muncul dalam analisis bisnis dan data.
1. Saat Ingin Mengetahui Hubungan Antar Variabel
Analisis regresi digunakan ketika kamu ingin mengetahui apakah perubahan pada satu variabel memiliki hubungan atau pengaruh terhadap variabel lainnya.
Metode ini membantu mengukur seberapa besar dan ke arah mana pengaruh tersebut terjadi. Contohnya, melihat hubungan antara anggaran iklan dan penjualan.
2. Saat Membuat Prediksi Berdasarkan Pola Data
Ketika kamu perlu memperkirakan nilai di masa depan berdasarkan data historis, analisis regresi menjadi pilihan yang tepat.
Model regresi memanfaatkan pola yang terbentuk dari data sebelumnya. Hal ini sering digunakan dalam peramalan penjualan, permintaan, atau pendapatan.
3. Saat Mengukur Dampak Suatu Keputusan
Analisis regresi digunakan untuk mengevaluasi dampak dari suatu kebijakan atau keputusan yang telah diterapkan.
Dengan regresi, kamu bisa melihat apakah perubahan yang terjadi benar-benar disebabkan oleh keputusan tersebut. Contohnya, mengukur pengaruh diskon terhadap peningkatan jumlah pelanggan.
4. Saat Membutuhkan Dasar Kuantitatif untuk Keputusan
Ketika keputusan penting harus diambil, regresi membantu memberikan dasar kuantitatif yang lebih kuat dibandingkan intuisi semata.
Hasil analisis regresi dapat digunakan sebagai bukti pendukung dalam pengambilan keputusan. Ini sangat berguna dalam konteks bisnis dan analisis data profesional.
Baca juga: One Hot Encoding adalah: Arti, Manfaat, dan Penerapannya
Jenis Analisis Regresi yang Paling Umum
Sumber: Canva
Dalam praktik analisis data dan bisnis, tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan satu jenis regresi. Karena itu, penting memahami beberapa jenis analisis regresi yang paling sering digunakan beserta bentuk rumusnya.
1. Regresi Linear Sederhana
Regresi linear sederhana digunakan ketika hanya ada satu variabel bebas yang memengaruhi satu variabel terikat.
Jenis regresi ini cocok untuk melihat hubungan langsung antara dua variabel numerik. Contohnya, pengaruh harga terhadap jumlah penjualan.
Rumus regresi linear sederhana:
y = a + bx
Keterangan:
- y = variabel terikat (dependent)
- x = variabel bebas (independent)
- a = intercept (nilai y saat x = 0)
- b = koefisien regresi (besar pengaruh x terhadap y)
2. Regresi Linear Berganda
Regresi linear berganda digunakan ketika terdapat lebih dari satu variabel bebas yang memengaruhi satu variabel terikat.
Jenis regresi ini sering digunakan dalam analisis bisnis dan data science karena kondisi nyata biasanya melibatkan banyak faktor. Contohnya, pengaruh harga, iklan, dan kualitas produk terhadap penjualan.
Rumus regresi linear berganda:
Keterangan:
= variabel bebas
= koefisien masing-masing variabel
- Variabel lain sama seperti regresi linear sederhana
3. Regresi Logistik
Regresi logistik digunakan ketika variabel terikat bersifat kategori atau biner, misalnya ya/tidak atau 0/1. Jenis regresi ini sering dipakai untuk klasifikasi sederhana, seperti prediksi pelanggan churn atau tidak. Meskipun namanya regresi, hasilnya berupa probabilitas.
Rumus regresi logistik:
Keterangan:
- P(y=1) = probabilitas kejadian
- e = bilangan eksponensial
- a dan b = parameter model
4. Regresi Non-Linear
Regresi non-linear digunakan ketika hubungan antara variabel tidak membentuk garis lurus. Jenis ini cocok jika pola data melengkung atau kompleks. Regresi non-linear sering digunakan dalam sains, ekonomi, dan machine learning.
Contoh bentuk regresi non-linear:
atau
Baca juga: Apa Itu DML? Pengertian, Perintah, dan Manfaat untuk Bisnis
Cara Membaca dan Interpretasi Output Regresi
Gambar Output SPSS regresi linear
Setelah menjalankan analisis regresi linear di SPSS, kamu akan mendapatkan beberapa tabel utama yang saling berkaitan.
Untuk memahami hasil analisis dengan benar, setiap tabel perlu dibaca secara berurutan dan tidak terpisah-pisah.
1. Tabel Variabel Penelitian (Variables Involved)
Langkah pertama adalah mengenali variabel yang digunakan dalam analisis regresi. Variabel dependen biasanya muncul sebagai Constant atau dijelaskan sebelumnya dalam model, sedangkan variabel independen tercantum sebagai baris di tabel koefisien.
Dari output ini, kita bisa memastikan variabel mana yang berperan sebagai faktor penjelas dan mana yang dijelaskan.
2. Ringkasan Model (Model Summary)
Tabel Model Summary digunakan untuk melihat seberapa baik model regresi menjelaskan data. Nilai R Square menunjukkan proporsi variasi variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independen. Semakin mendekati 1, semakin baik model dalam menjelaskan hubungan antar variabel.
Selain itu, Adjusted R Square digunakan ketika jumlah variabel lebih dari satu karena sudah menyesuaikan dengan kompleksitas model. Nilai ini lebih sering digunakan sebagai acuan kualitas model dibanding R Square biasa.
3. Tabel ANOVA
Tabel ANOVA digunakan untuk melihat apakah model regresi secara keseluruhan signifikan atau tidak. Perhatikan nilai Sig. (significance) pada baris Regression. Jika nilai Sig. < 0,05, maka model regresi dianggap layak digunakan.
Nilai F menunjukkan kekuatan model secara keseluruhan. Semakin besar nilai F dan semakin kecil nilai Sig., semakin kuat bukti bahwa variabel independen secara bersama-sama memengaruhi variabel dependen.
4. Tabel Koefisien (Coefficients)
Tabel Coefficients adalah bagian paling penting untuk interpretasi hasil regresi. Kolom B (Unstandardized Coefficients) digunakan untuk membentuk persamaan regresi.
Nilai ini menunjukkan seberapa besar perubahan variabel dependen jika variabel independen naik satu satuan.
Kolom Sig. pada tabel ini digunakan untuk melihat signifikansi masing-masing variabel. Jika nilai Sig. < 0,05, maka variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
Sementara itu, nilai Beta (Standardized Coefficients) digunakan untuk membandingkan pengaruh antar variabel independen.
Baca juga: Feature Engineering: Panduan Lengkap untuk Pemula dalam ML
Contoh Kasus Bisnis Menggunakan Analisis Regresi
Analisis regresi membantu bisnis memahami hubungan antar data dan membuat keputusan berbasis angka. Berikut tiga contoh kasus nyata yang menunjukkan manfaat langsung dari hasil regresi.
1. Harga dan Penjualan
Sebuah toko ritel menganalisis data penjualan selama 12 bulan dengan harga produk antara Rp80.000 hingga Rp120.000. Selama periode tersebut, penjualan turun dari 1.500 unit menjadi 900 unit saat harga meningkat.
Harga dijadikan variabel independen dan jumlah penjualan sebagai variabel dependen. Hasil regresi menunjukkan koefisien -8, artinya setiap kenaikan harga Rp1.000 menurunkan penjualan sekitar 8 unit. Insight ini membantu bisnis menentukan strategi harga agar penjualan tetap stabil.
2. Biaya Iklan dan Pendapatan
Sebuah perusahaan e-commerce mencatat biaya iklan bulanan sebesar Rp10–50 juta dengan pendapatan Rp200–500 juta. Perusahaan ingin mengetahui apakah kenaikan biaya iklan benar-benar berdampak pada pendapatan.
Biaya iklan digunakan sebagai variabel independen dan pendapatan sebagai variabel dependen. Hasil regresi menunjukkan koefisien 4,2, yang berarti setiap tambahan Rp1 juta biaya iklan meningkatkan pendapatan sekitar Rp4,2 juta. Dari sini, perusahaan mengetahui bahwa investasi iklan masih memberikan return yang positif.
3. Waktu dan Permintaan
Sebuah perusahaan distribusi menganalisis data penjualan selama 24 bulan dengan penjualan rata-rata 3.000–5.000 unit per bulan. Tujuannya adalah memprediksi permintaan bulan berikutnya untuk perencanaan stok.
Waktu digunakan sebagai variabel independen dan jumlah penjualan sebagai variabel dependen. Hasil regresi menunjukkan tren kenaikan 120 unit per bulan, sehingga permintaan bulan berikutnya diperkirakan sekitar 5.120 unit. Insight ini membantu perusahaan mengatur produksi dan stok dengan lebih efisien.
Baca juga: 10 Contoh Data Engineer Portfolio dan Cara Membuatnya
Siap Naik Level Menjadi Data Engineer Profesional?
Jika kamu ingin belajar data engineering secara serius, terstruktur, dan berorientasi karier, Bootcamp Premium Data Engineering di dibimbing dirancang khusus untuk membentuk talenta siap industri. Program ini bukan kelas biasa, melainkan bootcamp intensif dengan pendampingan menyeluruh.
Dengan mengikuti bootcamp premium ini, kamu akan mendapatkan benefit unggulan berikut:
- 50+ Live Class dan 38 Sesi Praktik bersama Praktisi Ahli
- 21+ Assignment untuk Portfolio Building
- Final Project Berbasis Standar Industri Terkini
- Akses ke Tools Cloud Profesional Google Cloud Platform (GCP)
- Dampingan Fasilitator dan Mentor Berdedikasi yang Tersedia 24/7
- Program Graduation dan Penyaluran Kerja ke 840+ Perusahaan (Job Connect)
Bootcamp premium ini membekalimu dengan skill teknis, pengalaman praktik, serta dukungan karier yang nyata untuk memasuki dunia Data Engineering.
Daftar sekarang disini dan mulai perjalanan kariermu melalui bootcamp premium Data Engineering yang siap membawamu ke level profesional.
FAQ
1. Apakah bootcamp ini cocok untuk pemula tanpa latar belakang data?
Ya, bootcamp ini dirancang agar bisa diikuti oleh pemula maupun career switcher. Materi dimulai dari fundamental data seperti SQL dan Python sebelum masuk ke topik data engineering yang lebih kompleks.
2. Apa yang membedakan bootcamp premium ini dengan kelas data biasa?
Bootcamp premium menawarkan kurikulum yang lebih mendalam, sesi praktik intensif, dan pendampingan mentor secara berkelanjutan. Selain itu, peserta juga mendapatkan final project berbasis industri serta dukungan penyaluran kerja.
3. Apakah peserta akan mendapatkan portofolio setelah lulus?
Ya, peserta akan mengerjakan berbagai assignment dan satu final project yang dapat digunakan sebagai portofolio. Portofolio ini dirancang agar relevan dengan kebutuhan industri Data Engineering.
4. Apakah dibimbing membantu penyaluran kerja setelah bootcamp?
Ya, melalui program Job Connect, peserta mendapatkan dukungan graduation program dan akses ke lebih dari 840 hiring partner. Tim dibimbing juga memberikan pendampingan karier untuk membantu persiapan melamar kerja.
Tags
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
