Dibimbing - UGC Adalah: Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Contohnya
Blog
Digital Marketing

UGC Adalah: Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Contohnya

Author

DITULIS OLEH 

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

dibimbing.id

Dibuat pada 14 Jul 2026

Diubah pada 24 Agt 2026

148

Image Thumbnail

Pernah nggak kamu melihat video review produk di TikTok atau Instagram yang terasa lebih meyakinkan dibandingkan iklan biasa? Konten seperti ini sering kali membuat seseorang tertarik mencari tahu hingga akhirnya membeli suatu produk.

Nah, salah satu bentuk konten tersebut dikenal sebagai UGC atau User Generated Content. UGC adalah konten yang dibuat oleh pengguna berdasarkan pengalaman, opini, atau interaksi mereka dengan suatu produk maupun layanan, dan strategi seperti ini juga bisa kamu pelajari lebih dalam melalui Bootcamp Digital Marketing Dibimbing.

Dalam digital marketing, UGC berperan penting dalam membangun kepercayaan dan menghadirkan social proof bagi calon pelanggan. Bahkan, penelitian kuantitatif Saroor dan Khan (2025) terhadap 300 responden menunjukkan bahwa UGC secara signifikan memprediksi niat beli konsumen dengan menjelaskan 39,2% varians.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa konten dari pengguna bukan sekadar tren, tetapi dapat berkontribusi terhadap keputusan konsumen di platform digital. Lantas, apa itu UGC, apa saja manfaat dan jenisnya, serta bagaimana contohnya? Yuk, pelajari selengkapnya melalui pembahasan berikut!

Baca Juga: Digital Marketing Adalah: Arti, Manfaat, Jenis & Peluang Karir


Apa Itu UGC?

UGC adalah singkatan dari User Generated Content, yaitu berbagai bentuk konten yang dibuat dan dibagikan oleh pengguna, pelanggan, atau komunitas mengenai suatu produk, layanan, maupun brand. Konten ini dapat berupa foto, video, ulasan, testimoni, komentar, hingga unggahan di media sosial.

Berbeda dengan konten promosi yang diproduksi langsung oleh perusahaan, UGC umumnya berasal dari pengalaman nyata pengguna. Misalnya, pelanggan mengunggah video review produk di TikTok, memberikan ulasan di marketplace, atau membagikan foto saat menggunakan produk tertentu.

Karena dibuat dari sudut pandang pengguna, UGC cenderung terasa lebih autentik dan dapat menjadi bentuk social proof bagi calon pelanggan. Dalam strategi digital marketing, konten ini dapat dimanfaatkan untuk membangun kepercayaan, meningkatkan interaksi audiens, dan mendukung keputusan pembelian.


Manfaat UGC untuk Bisnis

UGC penting karena di tengah banyaknya iklan dan konten promosi di platform digital, audiens cenderung lebih percaya pada pengalaman nyata dari pengguna lain sebelum membeli suatu produk. 

Konten dari pengguna juga bisa menjadi bukti bahwa produk atau layanan memang digunakan, dinilai, dan dipercaya oleh pelanggan.


1. Membangun Kepercayaan Audiens

UGC menampilkan pengalaman nyata dari pengguna yang sudah mencoba produk atau layanan, sehingga calon pelanggan bisa melihat sudut pandang yang lebih objektif sebelum mengambil keputusan. 

Konten seperti review, testimoni, dan video penggunaan produk terasa lebih natural dibandingkan promosi langsung dari brand. Hal ini membantu calon pelanggan merasa lebih yakin sebelum membeli.


2. Menghadirkan Social Proof

Calon pelanggan sering melihat pengalaman orang lain sebagai bahan pertimbangan sebelum membeli suatu produk. 

Ketika banyak pengguna membagikan pengalaman positif, produk akan terlihat lebih kredibel. Inilah yang membuat UGC menjadi bentuk social proof yang kuat.


3. Meningkatkan Engagement Audiens

UGC membuka peluang interaksi yang lebih aktif antara brand dan konsumennya di berbagai platform digital. 

Pengguna bisa memberikan komentar, membagikan konten, atau menandai akun brand. Interaksi ini membantu membangun hubungan yang lebih dekat dengan audiens.


4. Mendukung Keputusan Pembelian

Banyak konsumen mencari ulasan dan pengalaman pengguna lain sebelum membeli suatu produk. 

UGC memberikan gambaran nyata tentang kualitas, manfaat, dan cara penggunaan produk. Dengan begitu, calon pelanggan memiliki pertimbangan yang lebih kuat.


5. Mendukung Strategi Digital Marketing

UGC bisa digunakan di berbagai kanal pemasaran untuk memperkuat pesan brand secara lebih autentik dan relevan.

Kanal tersebut bisa meliputi media sosial, website, landing page, hingga iklan digital. Jadi, UGC bukan hanya konten tambahan, tetapi juga aset penting dalam digital marketing.


Jenis-Jenis UGC

jenis-jenis-ugc

Sumber: Desain oleh Dibimbing

UGC dapat dibedakan berdasarkan format dan media yang digunakan pengguna untuk membagikan pengalaman mereka. Berikut enam jenis UGC yang umum ditemukan di berbagai platform digital beserta contohnya:


1. Ulasan (Review) dan Testimoni

Ulasan dan testimoni merupakan UGC yang berisi pendapat atau pengalaman pengguna setelah mencoba suatu produk maupun layanan. Konten ini biasanya membahas kualitas, manfaat, kelebihan, kekurangan, hingga tingkat kepuasan pengguna.

Contoh UGC jenis ini adalah pelanggan yang memberikan review bintang lima setelah membeli produk di marketplace dan menjelaskan kualitas barang yang diterima. Contoh lainnya, peserta bootcamp membagikan testimoni mengenai pengalaman belajar dan dampaknya terhadap perkembangan karier.


2. Konten Visual dan Video

Konten visual dan video merupakan UGC dalam bentuk foto atau rekaman yang memperlihatkan pengalaman pengguna saat mencoba suatu produk. Jenis konten ini dapat menunjukkan produk secara lebih nyata sehingga audiens memperoleh gambaran mengenai tampilan maupun penggunaannya.

Contoh UGC visual adalah pelanggan yang membuat video unboxing produk elektronik di TikTok atau mengunggah foto outfit of the day (OOTD) menggunakan pakaian dari brand tertentu. Video before-after setelah menggunakan produk perawatan kulit juga termasuk dalam jenis ini.


3. Konten Media Sosial

Konten media sosial adalah unggahan yang dibuat pengguna melalui platform seperti TikTok, Instagram, X, atau Facebook. Bentuknya dapat berupa foto, video pendek, story, utas, hingga postingan yang membahas pengalaman terhadap suatu produk atau layanan.

Contoh UGC di media sosial adalah pengguna yang mengunggah Instagram Story saat menikmati makanan di sebuah restoran lalu menandai akun bisnis tersebut. Contoh lainnya, pengguna TikTok membuat video singkat mengenai pengalaman mencoba aplikasi atau layanan digital tertentu.


4. Konten Blog

Konten blog merupakan tulisan yang membahas pengalaman pengguna secara lebih mendalam dibandingkan unggahan singkat di media sosial. Jenis UGC ini biasanya memuat cerita penggunaan, kelebihan dan kekurangan, perbandingan, hingga opini pribadi mengenai suatu produk atau layanan.

Contoh UGC dalam format blog adalah artikel mengenai pengalaman menggunakan aplikasi pengelola keuangan selama enam bulan. Penulis dapat menjelaskan fitur yang paling membantu, kendala yang ditemukan, serta pendapat pribadi setelah menggunakan aplikasi tersebut.


5. Konten Forum

Konten forum merupakan diskusi, pertanyaan, jawaban, atau pengalaman pengguna yang dibagikan melalui komunitas online. Jenis UGC ini sering muncul secara organik karena pengguna berdiskusi untuk mencari solusi, meminta rekomendasi, atau bertukar pengalaman.

Contoh UGC di forum adalah seseorang yang membuat diskusi di Reddit untuk menanyakan pengalaman pengguna lain sebelum membeli laptop tertentu. Di Indonesia, diskusi serupa juga dapat ditemukan di Kaskus ketika anggota forum berbagi pengalaman menggunakan produk atau layanan.


6. Konten Kompetisi

Konten kompetisi adalah karya yang dibuat pengguna untuk mengikuti kontes, challenge, atau kampanye yang diselenggarakan oleh brand. Jenis UGC ini biasanya mendorong partisipasi audiens melalui tema, aturan, atau hashtag tertentu.

Contoh UGC jenis ini adalah video TikTok yang dibuat pelanggan untuk mengikuti kompetisi dari suatu brand. Peserta dapat menunjukkan cara kreatif menggunakan produk, lalu mengunggahnya dengan hashtag kampanye tertentu sesuai ketentuan kompetisi.


Cara Membuat Strategi UGC

Strategi UGC perlu dibuat dengan jelas agar konten dari pengguna tidak hanya ramai secara interaksi, tetapi juga mendukung tujuan bisnis. 

Mulai dari menentukan tujuan, memilih platform, sampai mengevaluasi performa, semuanya perlu disusun agar hasilnya lebih maksimal. Berikut adalah cara membuat ugc yang benar diantaranya:


1. Tentukan Tujuan Kampanye UGC

Langkah pertama adalah menentukan tujuan utama dari kampanye UGC yang ingin dijalankan. Tujuan ini akan membantu brand memilih format konten, platform, dan metrik yang paling sesuai. Dengan begitu, strategi UGC tidak hanya berjalan kreatif, tetapi juga terukur.

Beberapa tujuan yang bisa digunakan antara lain:

  1. Meningkatkan brand awareness.
  2. Meningkatkan engagement media sosial.
  3. Membangun kepercayaan pelanggan.
  4. Mendorong traffic ke website.
  5. Meningkatkan konversi atau penjualan.


2. Kenali Target Audiens

Brand perlu memahami siapa audiens yang ingin dijangkau melalui strategi UGC. Pemahaman ini penting agar konten yang dikumpulkan sesuai dengan kebutuhan, kebiasaan, dan gaya komunikasi audiens. Jika audiensnya tepat, peluang konten mendapatkan respons positif juga lebih besar.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

  1. Usia dan karakter audiens.
  2. Platform yang paling sering digunakan.
  3. Jenis konten yang disukai.
  4. Masalah atau kebutuhan audiens.
  5. Gaya bahasa yang sesuai.


3. Buat Ajakan yang Mudah Diikuti

UGC akan lebih efektif jika pengguna memahami apa yang perlu mereka lakukan. Karena itu, brand perlu membuat ajakan yang sederhana, jelas, dan mudah diikuti. Semakin mudah mekanismenya, semakin besar peluang audiens ikut membuat konten.

Beberapa bentuk ajakan yang bisa digunakan antara lain:

  1. Menggunakan hashtag khusus.
  2. Menandai akun resmi brand.
  3. Membuat review produk.
  4. Mengikuti challenge tertentu.
  5. Mengunggah foto atau video pengalaman.


4. Kurasi dan Gunakan Konten dengan Izin

Tidak semua konten dari pengguna bisa langsung dipakai untuk kebutuhan pemasaran. Brand perlu memilih konten yang sesuai dengan pesan, identitas, dan standar kualitas yang ingin ditampilkan. Selain itu, izin dari pemilik konten tetap penting agar penggunaan UGC lebih etis dan profesional.

Beberapa hal yang perlu dilakukan adalah:

  1. Pilih konten yang relevan dengan brand.
  2. Pastikan kualitas foto atau video cukup baik.
  3. Hindari konten yang berpotensi menyesatkan.
  4. Minta izin kepada pemilik konten.
  5. Berikan kredit jika diperlukan.


5. Ukur Performa Kampanye UGC

Setelah kampanye berjalan, brand perlu mengukur hasilnya secara berkala. Evaluasi ini membantu mengetahui jenis konten mana yang paling efektif dan platform mana yang memberikan hasil terbaik. Dari data tersebut, strategi UGC berikutnya bisa dibuat lebih tepat sasaran.

Beberapa metrik yang bisa diukur adalah:

  1. Jumlah konten UGC yang masuk.
  2. Reach dan impresi.
  3. Engagement rate.
  4. Klik menuju website atau landing page.
  5. Konversi atau penjualan.


Perbedaan UGC dan Influencer Marketing

perbedaan-ugc-dan-influencer-marketing

Sumber: Desain oleh Dibimbing

UGC dan influencer marketing sama-sama memanfaatkan konten untuk membangun kepercayaan serta memengaruhi keputusan audiens. Namun, keduanya memiliki perbedaan dari sisi pembuat konten, tujuan, gaya penyampaian, hingga biaya yang dibutuhkan.

Aspek

UGC

Influencer Marketing

Pembuat konten

Pengguna, pelanggan, atau komunitas

Influencer atau kreator dengan audiens tertentu

Tujuan utama

Membagikan pengalaman nyata terkait produk atau layanan

Mempromosikan produk kepada audiens influencer

Gaya konten

Cenderung autentik, natural, dan berdasarkan pengalaman

Lebih terencana sesuai kebutuhan kampanye brand

Jangkauan audiens

Bergantung pada pengguna, platform, dan distribusi konten

Bergantung pada jumlah serta karakter pengikut influencer

Biaya

Bisa muncul secara organik atau melalui insentif tertentu

Umumnya membutuhkan biaya kerja sama

Kontrol brand

Relatif terbatas karena konten berasal dari pengguna

Lebih besar karena biasanya terdapat brief kampanye

Tingkat kepercayaan

Kuat karena menampilkan pengalaman pengguna

Bergantung pada kredibilitas dan relevansi influencer

Contoh

Review pelanggan, video unboxing, testimoni, dan unggahan pengguna

Video promosi, sponsored post, atau kolaborasi dengan influencer

Secara sederhana, UGC lebih menekankan pengalaman autentik dari pengguna, sedangkan influencer marketing memanfaatkan pengaruh dan jangkauan kreator untuk menyampaikan pesan promosi. Keduanya dapat digunakan secara bersamaan sesuai tujuan dan strategi digital marketing yang dijalankan brand.

Baca Juga: Kisah Kak Khoulah Menjadi Digital Strategist di Usia Muda


Kesimpulan

UGC adalah konten dari pengguna yang dapat membantu brand membangun kepercayaan, memperkuat social proof, dan mendorong keputusan pembelian. Bentuknya bisa berupa review, testimoni, foto, video, konten media sosial, blog, forum, hingga konten kompetisi.

Dalam digital marketing, UGC bukan hanya konten tambahan, tetapi juga aset yang bisa memperkuat hubungan antara brand dan audiens. Dengan strategi yang tepat, UGC dapat membantu bisnis terlihat lebih autentik, relevan, dan dekat dengan pelanggan.


Bootcamp Digital Marketing Terbaik di Indonesia: Dibimbing

Kalau kamu ingin berkarier di bidang digital marketing, memahami UGC saja belum cukup. Kamu juga perlu menguasai strategi pemasaran digital secara lebih luas, mulai dari SEO, media sosial, content marketing, hingga praktik menjalankan kampanye iklan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Bootcamp Digital Marketing Dibimbing dirancang untuk membantu kamu mengembangkan keterampilan tersebut melalui pembelajaran interaktif, praktik, assignment, dan pendampingan mentor. Programnya tersedia dalam pilihan kelas online maupun offline di Jakarta dan Surabaya sehingga kamu bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan belajar.


Program Bootcamp Digital Marketing Dibimbing

  1. Live Class: 63+ kelas interaktif bersama mentor ahli dan 16+ video learning untuk mendukung proses belajar.
  2. Assignment & Portofolio: 26+ assignment yang dapat membantu kamu mengasah keterampilan sekaligus membangun portofolio.
  3. Praktik Campaign Ads: Pendanaan hingga Rp1 juta untuk sesi praktik menjalankan kampanye iklan secara langsung.
  4. Mentoring: Pendampingan fasilitator dan mentor yang berdedikasi serta tersedia 24/7 selama proses belajar.
  5. Penyaluran Kerja: Kesempatan terhubung melalui program penyaluran kerja ke 1.100+ perusahaan mitra.
  6. Simulasi Rekrutmen: Technical Case Study Class untuk melatih kemampuan menghadapi proses rekrutmen dan meningkatkan kepercayaan diri.
  7. Konsultasi: Konsultasi one-on-one tanpa batas bersama instruktur ahli untuk membahas kebutuhan belajar.
  8. Komunitas: Akses ke komunitas Expert Digital Marketing untuk memperluas relasi dan bertukar wawasan.


Siap Berkarier di Bidang Digital Marketing?

Kalau kamu ingin menguasai digital marketing melalui pembelajaran yang lebih terstruktur dan berbasis praktik, Bootcamp Digital Marketing Dibimbing bisa menjadi langkah untuk mengembangkan keterampilanmu. Kamu tidak hanya mempelajari konsep, tetapi juga mengerjakan assignment, praktik kampanye iklan, dan mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan industri.

Tertarik untuk bergabung? Yuk, kunjungi Bootcamp Digital Marketing Dibimbing untuk melihat kurikulum, pilihan kelas, jadwal, dan informasi pendaftaran. Mulai perjalananmu untuk mengembangkan karier di bidang digital marketing bersama Dibimbing!


FAQ

Apa yang dimaksud UGC?

UGC adalah konten yang dibuat oleh pengguna atau pelanggan berdasarkan pengalaman mereka menggunakan suatu produk atau layanan.

Apa manfaat UGC?

UGC membantu meningkatkan kepercayaan pelanggan, engagement, brand awareness, dan konversi penjualan.

Apa contoh UGC?

Contohnya adalah review produk, video unboxing, testimoni pelanggan, hingga unggahan di media sosial.

Apa bedanya UGC dan influencer?

UGC berasal dari pengguna biasa, sedangkan influencer marketing dibuat oleh kreator yang bekerja sama dengan brand.

Kategori:

Share:

Penulis

Penulis Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Reviewer

Reviewer Image

dibimbing.id

Ditulis oleh tim diimbing.id, platform pembelajaran dan persiapan karir digital terkemuka di Indonesia. Mendapatkan penghargaan Startup Terpilih oleh Kominfo tahun 2021 dan telah mendapat akreditasi oleh KemdikbudRistek sebagai penyelenggara pendidikan. Beberapa referensi terpercaya: Media Indonesia, Dailysocial, Suara.com, Liputan6, Times Indonesia, Tribunnews, dan sebagainya.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!