15 Contoh Tes Psikotes untuk Rekrutmen Karyawan & Panduannya
DITULIS OLEH
Farijihan Putri
DIREVIEW OLEH
dibimbing.id
Dibuat pada 5 Sep 2025
Diubah pada 23 Sep 2026
940
Catatan Redaksi:
Artikel ini pertama kali diterbitkan pada September 2025 dan diperbarui pada 10 Juli 2026 untuk memastikan informasi tetap akurat dan relevan.
Tes psikotes menjadi salah satu metode yang banyak digunakan perusahaan untuk membantu proses rekrutmen karyawan secara lebih objektif. Selain soal pengalaman atau hasil wawancara, memilih kandidat yang juga mempertimbangkan kemampuan, kepribadian, dan potensi yang dimiliki.
Dilansir Faltara, kesalahan dalam perekrutan dapat merugikan perusahaan hingga tiga kali lipat gaji tahunan karyawan, sementara penggunaan penilaian dan tes profesional terbukti mampu mengurangi kesalahan perekrutan hingga 36%.
Nah, lewat artikel ini, Anda akan mempelajari 15 contoh tes psikotes yang umum digunakan dalam rekrutmen beserta fungsi dan panduan memilihnya sesuai kebutuhan perusahaan.
Mengapa Tes Psikotes Penting dalam Rekrutmen?
Penelitian Minarwati dkk. (2024) menunjukkan penggunaan hasil tes psikotes yang dipadukan dengan sistem pendukung keputusan mampu membuat proses seleksi lebih objektif karena setiap kandidat dinilai berdasarkan bobot kompetensi yang telah ditentukan.
Temuan tersebut menunjukkan tes psikotes tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, tetapi membantu perusahaan mengurangi subjektivitas saat menentukan kandidat yang paling sesuai.
Oleh karena itu, tes psikotes menjadi salah satu tahapan penting dalam proses rekrutmen karena mampu memberikan gambaran mengenai kemampuan, potensi, hingga karakter kandidat.
Selain melengkapi hasil wawancara, penggunaan psikotes juga membantu perusahaan mengambil keputusan yang lebih akurat dan berbasis data.
Alasan lain mengapa tes psikotes penting dalam proses rekrutmen antara lain:
- Mengukur kemampuan kognitif kandidat
- Menilai kepribadian serta gaya kerja
- Mengurangi bias dalam proses seleksi
- Membantu menentukan posisi yang tepat
- Meningkatkan kualitas keputusan rekrutmen
Baca Juga: 5 Bentuk CSR Beserta Contoh dan Tips Memaksimalkannya
15 Contoh Tes Psikotes yang Digunakan HR
Setelah memahami pentingnya psikotes dalam proses seleksi, langkah berikutnya adalah mengenali berbagai contoh tes psikotes yang umum digunakan perusahaan.
1. Logika Aritmatika
Setiap tes memiliki tujuan berbeda sehingga HR dapat memilih jenis tes psikotes yang paling sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan posisi yang sedang direkrut.
Nah, tes logika aritmatika digunakan untuk mengukur kemampuan kandidat dalam mengenali pola angka dan menyelesaikan persoalan secara logis. Oleh karena itu, tes psikotes rekrutmen ini sering diterapkan pada posisi yang membutuhkan kemampuan analitis.
Aspek yang dinilai:
- Kemampuan berhitung
- Analisis pola angka
- Pemecahan masalah
- Berpikir logis
2. Deret Huruf
Selanjutnya, tes deret huruf bertujuan menguji kemampuan mengenali pola berdasarkan susunan alfabet. Selain itu, tes ini juga membantu menilai penalaran abstrak kandidat.
Aspek yang dinilai:
- Logika abstrak
- Kemampuan mengenali pola
- Ketelitian
- Konsentrasi
3. Analogi Verbal
Analogi verbal termasuk contoh tes psikotes yang digunakan untuk menilai kemampuan memahami hubungan antarkata, seperti sinonim, antonim, maupun padanan makna.
Aspek yang dinilai:
- Pemahaman kosakata
- Penalaran verbal
- Kemampuan komunikasi
- Hubungan antar konsep
4. Logika Penalaran (Silogisme)
Tes silogisme menguji kemampuan kandidat menarik kesimpulan berdasarkan beberapa premis atau pernyataan. Akibatnya, HR dapat melihat kemampuan berpikir kritis sebelum mengambil keputusan.
Aspek yang dinilai:
- Berpikir logis
- Analisis argumen
- Pengambilan keputusan
- Penalaran deduktif
5. Psikotes Spasial
Berbeda dengan tes sebelumnya, psikotes spasial merupakan tes visual yang mengukur kemampuan membayangkan bentuk, arah, maupun rotasi objek tiga dimensi. Psikotes karyawan ini umum digunakan pada posisi yang berkaitan dengan desain, teknik, atau manufaktur.
Aspek yang dinilai:
- Visualisasi ruang
- Rotasi objek
- Ketelitian visual
- Persepsi bentuk
6. Tes Kraepelin / Pauli (Tes Koran)
Tes Kraepelin atau Pauli meminta kandidat menjumlahkan angka secara berurutan dalam batas waktu tertentu. Namun, fokus utamanya bukan kemampuan berhitung, melainkan konsistensi dan daya tahan kerja.
Aspek yang dinilai:
- Konsentrasi
- Kecepatan kerja
- Ketelitian
- Daya tahan
7. Tes Wartegg
Sumber: Pinterest
Tes Wartegg meminta peserta melengkapi gambar sederhana menjadi bentuk yang lebih utuh. Selanjutnya, hasil gambar dianalisis untuk memahami cara berpikir dan karakter kandidat.
Aspek yang dinilai:
- Kreativitas
- Cara berpikir
- Pengambilan keputusan
- Kepribadian
8. Draw A Man (DAM)
Draw A Man (DAM) merupakan salah satu alat tes psikologi kerja berbasis gambar yang meminta kandidat menggambar sosok manusia. Hasilnya kemudian dianalisis oleh psikolog untuk melihat aspek kepribadian tertentu.
Aspek yang dinilai:
- Persepsi diri
- Kepercayaan diri
- Kondisi emosional
- Karakter dasar
9. Tes Menggambar Pohon (Baum Test)
Tes Baum meminta peserta menggambar sebuah pohon. Di samping itu, setiap bagian gambar dapat memberikan gambaran mengenai karakter maupun kestabilan emosi kandidat.
Aspek yang dinilai:
- Stabilitas emosi
- Kepribadian
- Cara beradaptasi
- Ekspresi diri
10. House-Tree-Person (HTP)
Sumber: TheCollector
HTP mengkombinasikan gambar rumah, pohon, dan manusia untuk mengevaluasi dinamika psikologis kandidat. Oleh sebab itu, tes ini sering digunakan sebagai pelengkap asesmen kepribadian.
Aspek yang dinilai:
- Hubungan sosial
- Persepsi diri
- Kondisi emosional
- Cara berinteraksi
11. MBTI (Myers-Briggs Type Indicator)
MBTI digunakan untuk mengidentifikasi preferensi kepribadian berdasarkan empat dimensi utama. Namun, hasilnya sebaiknya dikombinasikan dengan jenis tes psikotes lain agar keputusan rekrutmen lebih komprehensif.
Aspek yang dinilai:
- Preferensi bekerja
- Cara berkomunikasi
- Pengambilan keputusan
- Interaksi sosial
12. DISC
DISC merupakan tes psikotes rekrutmen yang mengukur gaya perilaku kandidat berdasarkan empat dimensi, yaitu Dominance, Influence, Steadiness, dan Conscientiousness.
Aspek yang dinilai:
- Gaya komunikasi
- Kepemimpinan
- Kerja sama tim
- Respons terhadap tekanan
13. PAPI Kostick
PAPI Kostick digunakan untuk mengukur 20 aspek kepribadian yang berkaitan dengan motivasi, kebutuhan, dan gaya kerja profesional. Lagipula, tes ini cukup sering digunakan untuk seleksi maupun promosi jabatan.
Aspek yang dinilai:
- Motivasi kerja
- Kepemimpinan
- Tanggung jawab
- Orientasi hasil
14. EPPS (Edwards Personal Preference Schedule)
EPPS membantu perusahaan memahami kebutuhan psikologis dan motivasi dasar kandidat dalam lingkungan kerja. Psikotes karyawan tersebut juga dapat digunakan untuk melihat kesesuaian individu dengan budaya organisasi.
Aspek yang dinilai:
- Motivasi
- Kebutuhan berprestasi
- Hubungan interpersonal
- Kemandirian
15. Big Five Personality
Akhirnya, Big Five Personality menjadi salah satu alat tes psikologi kerja yang banyak digunakan karena didukung berbagai penelitian ilmiah. Tes ini mengukur lima dimensi utama kepribadian sehingga perusahaan memperoleh gambaran karakter kandidat secara lebih menyeluruh.
Aspek yang dinilai:
- Keterbukaan (Openness)
- Kesadaran (Conscientiousness)
- Ekstraversi (Extraversion)
- Keramahan (Agreeableness)
- Stabilitas emosi (Neuroticism)
Baca Juga: 4 Pendekatan CSR Beserta Contohnya
Bagaimana Memilih Tes Psikotes yang Tepat?
Setelah mengetahui berbagai jenis tes psikotes yang umum digunakan, langkah berikutnya adalah menentukan tes yang paling sesuai dengan tujuan rekrutmen perusahaan.
1. Sesuaikan dengan Kompetensi yang Ingin Diukur
Pertama, tentukan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan pada posisi yang sedang dibuka, seperti kemampuan analitis, kepemimpinan, atau komunikasi. Oleh karena itu, setiap jabatan tidak selalu memerlukan kombinasi psikotes yang sama.
2. Kombinasikan Beberapa Jenis Tes
Selanjutnya, hindari mengandalkan satu jenis psikotes saja karena setiap tes memiliki fungsi yang berbeda. Misalnya, perusahaan dapat menggabungkan tes kemampuan kognitif dengan tes kepribadian agar memperoleh gambaran kandidat secara lebih menyeluruh.
Selain itu, kombinasi beberapa metode juga membantu meminimalkan bias dalam proses seleksi.
3. Libatkan Profesional dalam Proses Asesmen
Pastikan hasil psikotes dianalisis oleh psikolog atau tenaga profesional yang berkompeten. Namun, hasil tes tetap perlu dipadukan dengan wawancara, pengalaman kerja, dan kebutuhan perusahaan. Dengan demikian, keputusan rekrutmen menjadi lebih objektif sekaligus akurat.
Kesimpulan
Tes psikotes salah satu metode yang membantu perusahaan menilai kemampuan, potensi, dan karakter kandidat secara lebih objektif selama proses rekrutmen. Jika memilih jenis psikotes yang tepat dan mengkombinasikannya dengan metode seleksi lainnya, perusahaan dapat meningkatkan kualitas keputusan perekrutan sekaligus mengurangi risiko salah memilih karyawan.
Program CSR Dibimbing Terbaik untuk Pengembangan Talenta!
Selain menerapkan proses rekrutmen yang tepat, perusahaan juga dapat berkontribusi menciptakan talenta berkualitas melalui Program CSR Dibimbing.
Program ini terbukti membantu 1.100+ Mitra Perusahaan dengan 10.000+ Talenta Diberdayakan dan 500+ Program Berhasil Dieksekusi dengan menghadirkan inisiatif tanggung jawab sosial yang berdampak sekaligus mendukung pengembangan keterampilan masyarakat agar lebih siap menghadapi dunia kerja.
Melalui Program CSR Dibimbing, perusahaan dapat memperoleh berbagai manfaat, seperti:
- Program pelatihan yang dapat disesuaikan dengan tujuan dan target penerima manfaat perusahaan.
- Materi berbasis kebutuhan industri yang mencakup digital skill, teknologi, data, bisnis, hingga soft skill.
- Mentor praktisi berpengalaman dari berbagai perusahaan ternama.
- Metode pembelajaran interaktif melalui workshop, bootcamp, webinar, maupun kelas intensif.
- Laporan pelaksanaan dan dampak program sebagai bentuk evaluasi serta dokumentasi kegiatan CSR.
- Mendukung peningkatan employability peserta sehingga program CSR memberikan dampak sosial yang lebih berkelanjutan.
Jika Anda masih memiliki pertanyaan atau ingin merancang program CSR yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, konsultasi dengan tim Dibimbing sekarang!
Tim Dibimbing siap membantu Anda menyusun program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan talenta yang relevan dengan kebutuhan industri.
FAQ
1. Apakah semua perusahaan menggunakan tes psikotes saat rekrutmen?
Tidak selalu. Namun, banyak perusahaan menggunakan tes psikotes sebagai pelengkap wawancara untuk memperoleh gambaran kemampuan dan kepribadian kandidat secara lebih objektif.
2. Apakah satu jenis tes psikotes sudah cukup untuk menilai kandidat?
Tidak. Sebaiknya perusahaan mengkombinasikan beberapa jenis tes psikotes, seperti tes kemampuan kognitif dan tes kepribadian, agar hasil asesmen lebih komprehensif.
3. Siapa yang sebaiknya menganalisis hasil tes psikotes?
Idealnya, hasil tes psikotes dianalisis oleh psikolog atau tenaga profesional yang memiliki kompetensi dalam bidang asesmen psikologi agar interpretasinya lebih akurat.
Referensi
Kategori:
Penulis
Farijihan Putri adalah SEO Content Writer dengan pengalaman 4+ tahun menulis dan mengoptimalkan konten untuk berbagai topik. Di Dibimbing, ia mengolah beragam insight seputar karier dan industri, mulai dari digital marketing, HR, data, finance, business, hingga technology. Melalui tulisannya, Jihan membantu pembaca memahami skill yang dibutuhkan di dunia kerja serta menemukan informasi yang relevan untuk mendukung perkembangan karier mereka.
Reviewer
Ditulis oleh tim diimbing.id, platform pembelajaran dan persiapan karir digital terkemuka di Indonesia. Mendapatkan penghargaan Startup Terpilih oleh Kominfo tahun 2021 dan telah mendapat akreditasi oleh KemdikbudRistek sebagai penyelenggara pendidikan. Beberapa referensi terpercaya: Media Indonesia, Dailysocial, Suara.com, Liputan6, Times Indonesia, Tribunnews, dan sebagainya.
