Skripsi Adalah: Arti, Struktur, Tahapan, dan Aturannya
DITULIS OLEH
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
DIREVIEW OLEH
Sudah Direview Oleh Expert
Dibuat pada 9 Okt 2026
Diubah pada 15 Okt 2026
24
Skripsi adalah salah satu tahap penting sebelum menyelesaikan kuliah. Prosesnya mencakup penelitian, pengolahan data, hingga penyusunan hasil secara sistematis.
Agar nggak bingung, kamu perlu memahami struktur, tahapan, dan aturan penulisan skripsi sejak awal. Dengan begitu, proses pengerjaannya bisa terasa lebih terarah.
Setelah skripsi selesai, kamu juga bisa menyiapkan skill praktis untuk dunia kerja melalui Bootcamp Dibimbing. Yuk, pahami dulu apa itu skripsi, struktur, tahapan, dan aturannya.
Baca Juga: 13 Cara Mendapatkan Kerja Bagi Fresh Graduate, Simak!
Apa Itu Skripsi?
Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang disusun mahasiswa berdasarkan penelitian terhadap suatu permasalahan tertentu. Penulisannya dilakukan secara sistematis dengan menggunakan teori, metode penelitian, data, serta pembahasan yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
Skripsi umum digunakan sebagai salah satu bentuk tugas akhir pada pendidikan sarjana. Namun, bentuk tugas akhir dapat berbeda sesuai program studi serta kebijakan perguruan tinggi masing-masing.
Jadi, skripsi bukan sekadar tugas menulis dalam jumlah halaman yang banyak. Kamu perlu menentukan masalah, mencari referensi, mengumpulkan dan menganalisis data, kemudian menarik kesimpulan berdasarkan hasil penelitian.
Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Fresh Graduate serta Tips Karier
Apa Tujuan Skripsi?
Tujuan skripsi bukan hanya untuk menyelesaikan salah satu tahapan akademik sebelum lulus. Proses penyusunannya juga membantu mahasiswa melatih kemampuan penelitian dan menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.
Berikut beberapa tujuan penyusunan skripsi.
1. Melatih Kemampuan Melakukan Penelitian
Skripsi membantu mahasiswa memahami proses penelitian secara sistematis, mulai dari menentukan masalah hingga membuat kesimpulan. Kamu juga belajar memilih metode dan teknik pengumpulan data yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.
Kemampuan ini dapat berguna ketika kamu perlu melakukan riset dalam dunia kerja. Misalnya, melakukan riset pasar, menganalisis pelanggan, atau mengevaluasi suatu program.
2. Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis
Dalam skripsi, kamu nggak hanya mengumpulkan teori dari berbagai sumber. Kamu perlu membandingkan informasi, melihat hubungan antardata, serta membuat pembahasan berdasarkan bukti yang ditemukan.
Proses tersebut melatih kemampuan berpikir kritis dan analitis. Kamu juga belajar membedakan antara pendapat pribadi dengan kesimpulan yang memang didukung oleh data penelitian.
3. Menerapkan Ilmu Selama Perkuliahan
Skripsi memberikan kesempatan untuk menggunakan teori yang sebelumnya dipelajari di kelas. Topik penelitian biasanya masih berkaitan dengan bidang keilmuan program studi masing-masing.
Mahasiswa Sistem Informasi, misalnya, dapat meneliti penerimaan suatu aplikasi. Sementara mahasiswa pemasaran dapat membahas perilaku konsumen atau efektivitas strategi pemasaran tertentu.
4. Melatih Penulisan Ilmiah
Penyusunan skripsi juga melatih mahasiswa menulis menggunakan struktur dan kaidah akademik. Kamu perlu memperhatikan penggunaan bahasa, sitasi, daftar pustaka, tabel, hingga penyajian hasil penelitian.
Kemampuan menulis seperti ini tidak hanya berguna di lingkungan akademik. Dalam dunia profesional, kamu mungkin perlu membuat laporan, proposal, dokumentasi, maupun hasil analisis.
5. Memberikan Kontribusi dari Hasil Penelitian
Hasil skripsi dapat memberikan informasi tambahan mengenai suatu permasalahan. Penelitian juga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi organisasi atau referensi untuk penelitian berikutnya.
Kontribusinya tentu bergantung pada ruang lingkup dan kualitas penelitian. Karena itu, topik dan tujuan penelitian perlu ditentukan secara jelas sejak awal.
Baca Juga: 8 Perbedaan Kuliah dan Bootcamp untuk Pilihan Karier
Bagaimana Tahapan Membuat Skripsi?
Mengerjakan skripsi perlu melalui beberapa tahap, mulai dari menentukan masalah sampai menyelesaikan hasil penelitian. Setiap tahapan saling berhubungan sehingga sebaiknya dilakukan secara sistematis.
Supaya lebih mudah dipahami, berikut tahapan membuat skripsi beserta contoh sederhananya.
1. Menentukan Topik dan Masalah Penelitian
Tahap pertama adalah menentukan topik yang sesuai dengan bidang studi dan menarik untuk diteliti. Setelah itu, topik perlu dipersempit menjadi permasalahan yang lebih spesifik supaya penelitian tidak terlalu luas.
Kamu bisa menemukan masalah dari fenomena di sekitar, pengalaman magang, berita, maupun penelitian terdahulu.
Contoh: Kamu tertarik melihat kebiasaan mahasiswa membeli produk setelah melihat konten TikTok. Dari fenomena tersebut, kamu mengambil topik “Pengaruh Penggunaan TikTok terhadap Minat Belanja Mahasiswa.”
2. Mencari Referensi dan Menyusun Rumusan Masalah
Setelah memiliki topik, cari referensi yang relevan melalui jurnal ilmiah, buku, prosiding, laporan resmi, maupun penelitian terdahulu. Referensi membantu memahami teori sekaligus mengetahui penelitian apa saja yang sudah dilakukan sebelumnya.
Dari proses tersebut, kamu dapat menentukan rumusan masalah serta tujuan penelitian yang ingin dicapai.
Contoh: Kamu mencari jurnal menggunakan kata kunci seperti TikTok purchase intention, social media marketing, dan buying interest. Setelah membaca beberapa penelitian, kamu membuat rumusan masalah “Apakah penggunaan TikTok berpengaruh terhadap minat belanja mahasiswa?”
3. Menentukan Metode Penelitian
Tahap berikutnya adalah menentukan bagaimana penelitian akan dilakukan. Kamu perlu memilih pendekatan penelitian, responden atau sumber data, instrumen, teknik pengumpulan data, hingga metode analisis.
Metode penelitian dapat berupa kuantitatif, kualitatif, maupun pendekatan lainnya. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian.
Contoh: Kamu menggunakan metode kuantitatif dengan kuesioner untuk mengetahui pengaruh penggunaan TikTok terhadap minat belanja mahasiswa.
4. Mengumpulkan Data Penelitian
Setelah metode ditentukan, kamu dapat mulai melakukan pengumpulan data. Sumber data perlu sesuai dengan karakteristik atau kriteria yang sebelumnya telah ditentukan.
Data dapat dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dokumentasi, maupun focus group discussion (FGD). Teknik yang digunakan bergantung pada desain penelitian.
Contoh: Kamu menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa pengguna TikTok yang pernah melihat konten promosi produk melalui platform tersebut.
5. Mengolah dan Membahas Data
Data yang terkumpul selanjutnya diolah menggunakan teknik analisis yang sesuai. Penelitian kuantitatif dapat menggunakan perangkat lunak seperti SPSS atau R, sedangkan penelitian kualitatif dapat melalui proses kategorisasi dan interpretasi data.
Setelah itu, hasil analisis dibahas dengan menghubungkannya pada teori dan penelitian terdahulu. Pembahasan inilah yang membantu menjawab rumusan masalah penelitian.
Contoh: Kamu mengolah hasil kuesioner menggunakan SPSS untuk mengetahui apakah penggunaan TikTok memiliki pengaruh terhadap minat belanja mahasiswa. Hasil analisis kemudian dibandingkan dengan penelitian sebelumnya.
6. Menyusun Kesimpulan dan Menyelesaikan Skripsi
Tahap terakhir adalah menyusun kesimpulan berdasarkan hasil penelitian. Kesimpulan perlu menjawab rumusan masalah tanpa menambahkan informasi baru yang sebelumnya belum dibahas.
Setelah naskah mendapatkan persetujuan pembimbing, mahasiswa biasanya mengikuti ujian atau sidang dan melakukan revisi. Skripsi kemudian dapat masuk ke tahap pengesahan atau pengumpulan akhir sesuai prosedur kampus.
Contoh: Kamu menyimpulkan hasil penelitian mengenai hubungan penggunaan TikTok dan minat belanja, lalu mempresentasikannya ketika sidang. Apabila dosen penguji memberikan catatan, revisi dilakukan sebelum naskah dikumpulkan dalam versi final.
Baca Juga: Kisah Nabila: Mahasiswi Semester 7 Teknik Komputer Dapat Kerja di Surabaya
Bagaimana Struktur Skripsi?
Sumber: Desain oleh Dibimbing
Struktur skripsi adalah susunan yang digunakan agar penelitian dapat disampaikan secara sistematis. Formatnya bisa berbeda tergantung program studi, metode penelitian, hingga pedoman perguruan tinggi.
Meski begitu, skripsi umumnya memiliki bagian awal, bagian utama, dan bagian akhir. Berikut gambaran struktur yang sering digunakan.
1. Bagian Awal Skripsi
Bagian awal berisi berbagai informasi pendukung sebelum memasuki pembahasan penelitian. Susunan pastinya perlu mengikuti pedoman dari masing-masing perguruan tinggi.
Bagian ini dapat meliputi:
- Halaman sampul, berisi judul penelitian dan identitas mahasiswa.
- Halaman judul, menampilkan informasi penelitian secara formal.
- Lembar persetujuan, menunjukkan bahwa naskah telah mendapatkan persetujuan pihak terkait.
- Lembar pengesahan, digunakan sebagai bukti pengesahan skripsi.
- Abstrak, berisi ringkasan tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan penelitian.
- Kata pengantar, berisi pengantar serta ucapan terima kasih penulis.
- Daftar isi, menunjukkan susunan halaman dan pembahasan dalam skripsi.
- Daftar tabel dan gambar, membantu pembaca menemukan tabel atau gambar tertentu.
2. BAB I Pendahuluan
BAB I menjelaskan masalah yang menjadi dasar penelitian. Kamu perlu memberikan konteks, data pendukung, dan argumentasi agar pembaca memahami mengapa suatu topik layak diteliti.
Secara umum, BAB I dapat memuat beberapa bagian berikut:
- Latar Belakang, menjelaskan fenomena, masalah, atau kondisi yang menjadi dasar penelitian.
- Rumusan Masalah, memuat pertanyaan utama yang ingin dijawab melalui penelitian.
- Tujuan Penelitian, menjelaskan hasil yang ingin dicapai dan biasanya disesuaikan dengan rumusan masalah.
- Manfaat Penelitian, menjelaskan kontribusi penelitian secara akademis maupun praktis.
- Sistematika Penulisan, memberikan gambaran singkat mengenai pembahasan pada setiap bab.
Pada beberapa kampus, BAB I juga dapat memuat batasan masalah atau ruang lingkup penelitian. Karena itu, susunannya tetap perlu disesuaikan dengan pedoman skripsi yang berlaku.
3. BAB II Kajian Pustaka
BAB II berisi teori serta penelitian terdahulu yang mendukung penelitian. Bagian ini membantu menunjukkan dasar ilmiah yang digunakan dalam menganalisis permasalahan.
Isi BAB II dapat meliputi:
- Landasan teori, membahas teori yang berkaitan dengan variabel atau objek penelitian.
- Penelitian terdahulu, membandingkan penelitian yang sedang dilakukan dengan studi sebelumnya.
- Kerangka berpikir, menjelaskan hubungan konsep yang digunakan dalam penelitian.
- Hipotesis, berisi dugaan sementara yang nantinya diuji, apabila diperlukan.
Referensi pada bagian ini sebaiknya berasal dari sumber ilmiah yang relevan. Kamu juga perlu memastikan setiap teori atau gagasan dari penulis lain dilengkapi dengan sitasi.
4. BAB III Metode Penelitian
BAB III menjelaskan proses yang digunakan untuk menjalankan penelitian. Tujuannya agar pembaca memahami bagaimana data diperoleh dan dianalisis.
Bagian ini dapat mencakup:
- Jenis penelitian, seperti kuantitatif atau kualitatif.
- Subjek atau objek penelitian, menjelaskan pihak maupun hal yang diteliti.
- Populasi dan sampel, digunakan pada penelitian tertentu untuk menentukan responden.
- Teknik pengumpulan data, seperti kuesioner, wawancara, atau observasi.
- Instrumen penelitian, menjelaskan alat yang digunakan untuk memperoleh data.
- Teknik analisis data, menjelaskan bagaimana data akan diolah.
Isi metode akan sangat bergantung pada jenis penelitian. Penelitian kuantitatif tentunya dapat memiliki struktur yang berbeda dengan penelitian kualitatif.
5. BAB IV Hasil dan Pembahasan
BAB IV berisi temuan yang diperoleh setelah proses pengumpulan dan pengolahan data. Hasil penelitian dapat ditampilkan menggunakan narasi, tabel, grafik, gambar, maupun bentuk lainnya.
Pada bagian pembahasan, kamu perlu menjelaskan makna dari temuan tersebut. Jangan hanya menampilkan angka, tetapi hubungkan hasil penelitian dengan teori dan penelitian terdahulu yang relevan.
6. BAB V Penutup
BAB V menjadi bagian akhir dari pembahasan utama penelitian. Bagian ini umumnya berisi kesimpulan serta saran berdasarkan hasil penelitian.
Kesimpulan perlu menjawab rumusan masalah yang sebelumnya telah dibuat. Sementara saran sebaiknya disusun berdasarkan hasil, keterbatasan, atau peluang pengembangan penelitian selanjutnya.
7. Bagian Akhir Skripsi
Setelah pembahasan utama, skripsi biasanya dilengkapi bagian akhir sebagai pendukung penelitian. Dokumen di dalamnya perlu disesuaikan dengan metode serta kebutuhan penelitian.
Bagian akhir dapat berupa:
- Daftar pustaka, berisi seluruh sumber yang digunakan dalam penelitian.
- Instrumen penelitian, seperti daftar pertanyaan kuesioner atau wawancara.
- Data penelitian, berisi data pendukung yang diperlukan.
- Dokumentasi, menunjukkan bukti pelaksanaan kegiatan tertentu.
- Surat izin penelitian, apabila penelitian membutuhkan izin.
- Lampiran hasil analisis, misalnya hasil pengujian statistik atau dokumentasi lainnya.
Baca Juga: Alumni Dibimbing Sukses Switch Career dari Astronomi ITB ke IT
Apa Saja Aturan Penulisan dalam Skripsi?
Sumber: Desain oleh Dibimbing
Selain memahami struktur, kamu juga perlu memperhatikan aturan penulisan skripsi agar dokumen lebih rapi, konsisten, dan sesuai standar akademik.
Namun, detail teknisnya bisa berbeda di setiap kampus, jadi tetap gunakan pedoman resmi program studi sebagai acuan utama. Berikut lima aturan penulisan skripsi yang paling penting untuk diperhatikan.
1. Format Dokumen
Format dokumen mencakup margin, ukuran kertas, jenis font, ukuran huruf, dan spasi. Beberapa kampus menggunakan kertas A4, Times New Roman 12 pt, serta margin tertentu, tetapi ketentuannya bisa berbeda.
Karena itu, sebaiknya atur format dokumen sejak awal sesuai pedoman kampus. Cara ini bisa mengurangi revisi teknis ketika skripsi hampir selesai.
2. Struktur Judul dan Penomoran
Judul bab, subbab, nomor halaman, tabel, serta gambar harus ditulis secara konsisten. Hierarki judul juga perlu dibuat jelas agar pembaca mudah memahami susunan pembahasan.
Misalnya, BAB I digunakan untuk pendahuluan, sedangkan subbab dapat menggunakan format 1.1, 1.2, dan seterusnya. Sistem penomorannya tetap perlu disesuaikan dengan ketentuan kampus.
3. Penggunaan Bahasa Akademik
Skripsi perlu menggunakan bahasa yang jelas, formal, dan sesuai kaidah bahasa Indonesia. Hindari bahasa percakapan, kalimat ambigu, atau pernyataan yang tidak memiliki dasar.
Istilah asing juga perlu ditulis sesuai aturan penulisan ilmiah, misalnya menggunakan format italic apabila diperlukan. Gunakan istilah secara konsisten dari awal sampai akhir.
4. Sitasi dan Daftar Pustaka
Setiap teori, data, kutipan, atau gagasan dari sumber lain harus dicantumkan sitasinya. Hal ini penting untuk menunjukkan asal informasi dan menghindari plagiarisme.
Gaya sitasi dapat menggunakan APA, IEEE, Harvard, atau format lainnya sesuai pedoman kampus. Pastikan setiap sumber yang dikutip dalam isi juga tercantum di daftar pustaka.
5. Penulisan Tabel, Gambar, dan Lampiran
Tabel dan gambar perlu diberi nomor, judul, serta sumber apabila menggunakan data dari pihak lain. Penempatannya juga sebaiknya dekat dengan bagian pembahasan yang berkaitan.
Lampiran dapat digunakan untuk menyimpan dokumen pendukung seperti kuesioner, hasil pengujian, transkrip wawancara, atau dokumentasi penelitian. Formatnya tetap harus mengikuti pedoman skripsi yang berlaku.
Baca Juga: Anak IT Dapat Kerja dalam 2 Bulan Setelah Lulus Bootcamp
Kesimpulan
Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang disusun mahasiswa melalui proses penelitian. Dalam pengerjaannya, kamu perlu memahami tujuan, tahapan, struktur, dan aturan penulisan agar prosesnya lebih terarah.
Karena setiap kampus memiliki ketentuan berbeda, pastikan kamu tetap mengikuti pedoman resmi dan arahan dosen pembimbing. Dengan perencanaan yang rapi, pengerjaan skripsi bisa terasa lebih mudah dan terstruktur.
Sudah Paham Skripsi? Saatnya Pilih Bootcamp Dibimbing Terbaik
Setelah memahami skripsi dan menyelesaikan tahapan kuliah, kamu juga perlu mulai mempersiapkan skill untuk dunia kerja. Bootcamp Dibimbing bisa menjadi pilihan untuk belajar secara praktis, membangun portofolio, dan mendapatkan dukungan karier sesuai program yang dipilih.
Melalui Bootcamp Dibimbing, kamu bisa mendapatkan berbagai fasilitas seperti:
- Live Class: Belajar langsung bersama mentor dan praktisi berpengalaman.
- Assignment & Portfolio: Mengerjakan tugas dan proyek untuk membangun portofolio.
- Career Preparation: Mendapatkan bantuan CV, LinkedIn, konsultasi karier, hingga latihan interview.
- Mentoring: Mendapatkan pendampingan selama proses pembelajaran.
- Penyaluran Kerja: Mengakses peluang kerja melalui jaringan 1.100+ hiring partners.
- Akses Materi: Mempelajari kembali materi sesuai fasilitas program yang dipilih.
Pilihan Bootcamp Dibimbing:
Kamu bisa memilih program sesuai bidang dan target karier, seperti:
- Bootcamp Data Analytics
- Bootcamp Data Science & AI Machine Learning
- Bootcamp Full-Stack Web Development
- Bootcamp Digital Marketing
- Bootcamp Human Resources
- Bootcamp Finance & Accounting
- Bootcamp Business Analyst & Product Strategy
Masih Bingung Pilih Bootcamp yang Cocok?
Setiap program memiliki fokus skill dan prospek karier yang berbeda. Jadi, pilih bootcamp berdasarkan minat, latar belakang, dan pekerjaan yang ingin kamu tuju.
Yuk, hubungi tim Dibimbing untuk konsultasi dan temukan Bootcamp Dibimbing terbaik yang sesuai dengan target kariermu!
FAQ
1. Apa Itu Skripsi?
Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang disusun mahasiswa berdasarkan proses penelitian untuk menjawab suatu permasalahan tertentu. Skripsi umumnya menjadi salah satu bentuk tugas akhir pada program sarjana.
2. Apa Tujuan Skripsi?
Tujuan skripsi adalah melatih mahasiswa melakukan penelitian, berpikir kritis, dan menerapkan ilmu yang dipelajari selama kuliah. Selain itu, skripsi juga membantu mahasiswa memahami proses penulisan karya ilmiah secara sistematis.
3. Bagaimana Tahapan Skripsi?
Tahapan skripsi biasanya dimulai dari menentukan topik, mencari referensi, menyusun rumusan masalah, memilih metode, mengumpulkan data, hingga membuat kesimpulan. Setelah itu, mahasiswa biasanya mengikuti sidang skripsi dan melakukan revisi jika diperlukan.
4. Bagaimana Struktur Skripsi?
Struktur skripsi umumnya terdiri dari bagian awal, BAB I Pendahuluan, BAB II Kajian Pustaka, BAB III Metode Penelitian, BAB IV Hasil dan Pembahasan, BAB V Penutup, serta bagian akhir. Detail struktur skripsi dapat berbeda tergantung pedoman kampus.
5. Apa Saja Aturan Penulisan Skripsi?
Aturan penulisan skripsi mencakup format dokumen, penggunaan bahasa akademik, sitasi, daftar pustaka, penomoran, serta penulisan tabel dan gambar. Saat mencari cara membuat skripsi, pastikan kamu tetap mengikuti pedoman tugas akhir dari kampus agar penelitian ilmiah yang disusun sesuai ketentuan.
Kategori:
Penulis
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
