Rekonsiliasi Bank: Pengertian, Tujuan, Cara Membuat, dan Contoh
DITULIS OLEH
Farijihan Putri
DIREVIEW OLEH
Sudah Direview Oleh Expert
Dibuat pada 26 Okt 2026
Diubah pada 26 Okt 2026
0
Rekonsiliasi bank adalah proses yang perlu kamu pahami kalau ingin berkarier di bidang akuntansi atau audit. Lewat proses ini, kamu belajar mencocokkan transaksi perusahaan dengan catatan dari bank dan mencari penyebab selisihnya.
Kalau ingin mengasah kemampuan tersebut lewat praktik dan studi kasus, kamu bisa ikut Bootcamp Audit online dari Dibimbing.
Yuk, Warga Bimbingan, simak pembahasan MinDi tentang tujuan, cara membuat, dan contoh perhitungannya sebagai bekal mengembangkan skill audit!
Apa Itu Rekonsiliasi Bank
Rekonsiliasi bank merupakan proses membandingkan catatan kas internal dengan rekening koran yang diterbitkan bank untuk periode tertentu. Tujuannya memastikan transaksi sudah tercatat dengan benar dan setiap perbedaan saldo bisa dijelaskan.
Misalnya, perusahaan mencatat pembayaran kepada pemasok, sementara transaksi tersebut belum muncul di rekening koran. Kondisi seperti ini perlu ditelusuri agar laporan keuangan tetap akurat.
Dalam pekerjaan sehari-hari, proses ini juga membantu staf keuangan dan auditor memahami aliran uang, menemukan kesalahan, serta menyiapkan bukti pendukung ketika laporan diperiksa.
Baca Juga:
- Rekomendasi Bootcamp Audit dengan Jaminan Kerja Terbaik di Indonesia
- Panduan Sukses Switch Career ke Auditor Profesional
- Kode Etik Auditor Internal dan Eksternal, Wajib Tahu!
Apa Saja Tujuan dan Fungsi Rekonsiliasi Bank
Proses ini membantu perusahaan menjaga ketepatan pencatatan keuangan sekaligus memperkuat pengawasan transaksi.
- Memastikan Ketepatan Saldo: Membantu mencocokkan saldo rekening koran dengan catatan internal.
- Mendeteksi Kesalahan: Menemukan transaksi yang terlewat, salah nominal, atau tercatat dua kali.
- Mengontrol Arus Kas: Membantu perusahaan memantau uang masuk dan keluar.
- Mendukung Pemeriksaan Audit: Menyediakan dokumentasi yang bisa ditelusuri saat pemeriksaan berlangsung.
- Mengidentifikasi Transaksi Mencurigakan: Membantu menemukan aktivitas yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Apa Saja Penyebab Perbedaan Saldo
Perbedaan saldo bisa terjadi karena waktu pencatatan transaksi, biaya bank, atau kesalahan administrasi. Berikut penyebab yang perlu kamu kenali.
- Deposit in Transit: Setoran sudah dicatat perusahaan, tetapi belum muncul di rekening koran karena masih dalam proses.
- Cek Beredar: Cek sudah dicatat perusahaan, tetapi belum dicairkan penerima sehingga belum tercatat sebagai pengurang saldo bank.
- Biaya Administrasi Bank: Bank sudah memotong biaya layanan, tetapi perusahaan belum mencatatnya.
- Bunga Bank: Bunga sudah masuk ke rekening, tetapi belum tercatat dalam pembukuan.
- Kesalahan Pencatatan: Nominal transaksi bisa salah tulis atau tercatat dua kali di pembukuan maupun bank.
- Transaksi Otomatis: Pembayaran atau debit langsung sudah diproses bank, tetapi belum diketahui bagian keuangan perusahaan.
Memahami faktor penyebab perbedaan saldo kas dan bank membantu kamu menentukan penyesuaian yang sesuai dengan kondisi transaksi.
Bagaimana Cara Membuat Rekonsiliasi Bank?
Sumber: Pexels
Supaya hasil pemeriksaan mudah ditelusuri, kamu bisa mengikuti tahapan berikut secara berurutan.
1. Siapkan Dokumen Pendukung
Kumpulkan rekening koran dan catatan kas perusahaan untuk periode yang sama. Siapkan juga bukti transfer, kuitansi, cek, serta dokumen transaksi lain yang diperlukan.
2. Cocokkan Setiap Transaksi
Berikutnya, bandingkan tanggal, nominal, dan keterangan transaksi pada kedua catatan. Tandai transaksi yang sudah cocok agar item yang belum sesuai lebih mudah ditemukan.
3. Identifikasi Penyebab Selisih
Setelah itu, kelompokkan perbedaan berdasarkan penyebabnya, seperti setoran dalam perjalanan, cek beredar, atau biaya bank. Periksa bukti pendukung sebelum menentukan penyesuaian.
4. Buat Penyesuaian Pembukuan
Catat transaksi yang sudah muncul di rekening bank tetapi belum masuk pembukuan, seperti biaya administrasi dan bunga. Transaksi yang masih dalam proses bank diperhitungkan dalam rekonsiliasi sesuai kondisinya.
5. Hitung Saldo Akhir
Terakhir, hitung saldo setelah penyesuaian dari sisi bank dan pembukuan. Pastikan kedua hasilnya sama dan simpan dokumentasi untuk pemeriksaan berikutnya.
Baca Juga:
- Apa Saja Jenis Bukti Audit? Karakteristik dan Contohnya
- Panduan Sertifikasi Internal Audit untuk Calon Auditor
- Kursus Audit Laporan Keuangan: Praktek Magang Biar Siap Kerja!
Contoh Rekonsiliasi Bank
Misalnya, PT Maju Lancar memiliki saldo rekening koran sebesar Rp14.500.000 per 31 Januari 2026. Sementara itu, catatan kas perusahaan menunjukkan saldo Rp15.500.000.
Setelah ditelusuri, ditemukan setoran dalam perjalanan sebesar Rp2.000.000, cek beredar sebesar Rp1.000.000, biaya administrasi bank Rp100.000, dan bunga bank Rp100.000.
1. Perhitungan dari Sisi Bank
Keterangan | Jumlah |
Saldo rekening koran | Rp14.500.000 |
Tambah: deposit in transit | Rp2.000.000 |
Kurang: cek beredar | (Rp1.000.000) |
Saldo setelah rekonsiliasi | Rp15.500.000 |
Setoran dalam perjalanan ditambahkan karena perusahaan sudah mencatat setoran tersebut, sementara bank belum memprosesnya. Cek beredar dikurangkan karena pencairannya belum tercermin dalam saldo bank.
2. Perhitungan dari Sisi Pembukuan
Keterangan | Jumlah |
Saldo menurut pembukuan | Rp15.500.000 |
Kurang: biaya administrasi bank | (Rp100.000) |
Tambah: bunga bank | Rp100.000 |
Saldo setelah penyesuaian | Rp15.500.000 |
Dari perhitungan tersebut, kedua sisi menghasilkan saldo akhir Rp15.500.000. Artinya, selisih yang ditemukan sudah dapat dijelaskan berdasarkan transaksi yang diperiksa.
Hal penting yang perlu kamu ingat: kalau saldo masih berbeda, telusuri transaksi yang belum cocok dan periksa bukti pendukungnya. Jangan langsung mengubah angka hanya agar hasil perhitungan terlihat sama.
Skill Penting untuk Berkarier sebagai Auditor
Menguasai rekonsiliasi bank bisa menjadi bekal untuk pekerjaan yang berkaitan dengan pemeriksaan transaksi dan laporan keuangan. Kamu juga perlu melatih ketelitian, kemampuan analisis, dokumentasi, serta komunikasi profesional.
Skill yang bisa kamu kembangkan meliputi:
- Analytical Thinking: Menganalisis transaksi dan menemukan pola yang tidak biasa.
- Ketelitian: Memeriksa angka dan dokumen secara konsisten.
- Pemahaman Prosedur Audit: Menjalankan pengujian sesuai tujuan pemeriksaan.
- Komunikasi Profesional: Menjelaskan temuan dengan jelas dan berdasarkan bukti.
Kalau ingin belajar lebih terarah, kamu bisa mengikuti kursus External & Internal Audit untuk memperdalam materi dan berlatih melalui studi kasus yang relevan dengan kebutuhan industri.
Rekomendasi Bootcamp Audit Terbaik dengan Jaminan Kerja di Indonesia
Rekonsiliasi bank menjadi salah satu keterampilan dasar yang berguna untuk mempersiapkan karier di bidang audit dan pemeriksaan laporan keuangan.
Yuk, ikuti Bootcamp External & Internal Audit Dibimbing untuk memperkuat kemampuan lewat praktik, studi kasus, dan pendampingan mentor.
Benefit Bootcamp External & Internal Audit:
- 58+ Live Class bersama ahli dengan sesi presentasi dan role play.
- 12 minggu magang sebagai auditor di perusahaan nyata.
- Pendampingan fasilitator dan mentor berdedikasi 24/7.
- Program graduation dan penyaluran kerja ke 1.100+ perusahaan.
- 15+ project dan studi kasus nyata untuk membangun portofolio.
- Final project di bidang internal dan eksternal audit.
- Konsultasi 1-on-1 tanpa batas bersama instruktur expert.
- Assessment dan sertifikasi untuk membuktikan kemampuanmu.
Benefit Kelas Internal Audit:
- 50+ Live Class interaktif bersama mentor ahli.
- Portofolio dari 15+ project dan studi kasus nyata.
- Mentoring 1-on-1 tanpa batas dengan instruktur expert.
- Pendampingan fasilitator dan mentor 24/7.
- Materi dasar yang bisa dipelajari mandiri sebelum kelas.
- Proyek akhir sesuai standar industri.
- Persiapan karier dan simulasi interview.
- Penyaluran kerja ke 1.100+ perusahaan.
Mau tahu program yang paling sesuai dengan tujuan karier? Konsultasi Bootcamp Audit bersama tim Dibimbing untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang pilihan kelas dan sistem penyaluran kerjanya.
FAQ
1. Seberapa sering rekonsiliasi bank dilakukan?
Umumnya, proses ini dilakukan setiap bulan setelah rekening koran tersedia. Perusahaan dengan transaksi padat bisa melakukannya lebih sering sesuai kebutuhan pengendalian kas.
2. Apakah saldo bank dan pembukuan harus sama?
Saldo setelah seluruh penyesuaian yang valid seharusnya sama dari kedua sisi. Jika masih terdapat selisih, periksa kembali transaksi yang belum teridentifikasi.
3. Siapa yang bertanggung jawab membuat rekonsiliasi bank?
Biasanya, staf akuntansi atau bagian keuangan menangani proses ini. Auditor dapat memeriksa hasil rekonsiliasi dan bukti pendukung sebagai bagian dari prosedur audit.
Kategori:
Penulis
Farijihan Putri adalah SEO Content Writer dengan pengalaman 4+ tahun menulis dan mengoptimalkan konten untuk berbagai topik. Di Dibimbing, ia mengolah beragam insight seputar karier dan industri, mulai dari digital marketing, HR, data, finance, business, hingga technology. Melalui tulisannya, Jihan membantu pembaca memahami skill yang dibutuhkan di dunia kerja serta menemukan informasi yang relevan untuk mendukung perkembangan karier mereka.
