Dibimbing - GMAT Adalah: Pengertian, Skor, Biaya, dan Contoh Soal
Blog
Business Analyst

GMAT Adalah: Pengertian, Skor, Biaya, dan Contoh Soal

Author

DITULIS OLEH 

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 27 Okt 2026

Diubah pada 31 Okt 2026

19

Image Thumbnail

GMAT adalah tes standar untuk calon mahasiswa MBA dan pascasarjana bisnis yang menguji kemampuan logika, matematika, dan analisis data. Hasilnya membantu sekolah bisnis mempertimbangkan kesiapan akademik pendaftar.


Namun, jenis soal dan sistem penilaiannya sering membingungkan pemula. Kemampuan analitis yang relevan dengan tes ini juga bisa kamu kembangkan melalui Bootcamp Business Analyst & Product Strategy Dibimbing.


Nah, Warga Bimbingan, bagaimana cara mempersiapkannya? Yuk, simak penjelasan MinDi tentang jenis soal, biaya, skor, dan tips GMAT berikut ini!


Baca Juga: Roadmap Business Analyst: Panduan Lengkap Pemula



Apa Itu GMAT

GMAT adalah singkatan dari Graduate Management Admission Test, yaitu ujian standar untuk menilai kemampuan penalaran calon mahasiswa program MBA dan magister bisnis lainnya. Skornya digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam proses penerimaan di berbagai sekolah bisnis.


Tes GMAT menguji tiga kemampuan utama:

  1. Penalaran kuantitatif: Menggunakan konsep matematika untuk memecahkan masalah dan menarik kesimpulan.
  2. Penalaran verbal: Memahami bacaan, mengevaluasi argumen, dan menilai kesimpulan secara logis.
  3. Analisis data: Menafsirkan tabel, grafik, serta informasi dari berbagai sumber untuk menjawab pertanyaan.


Fokus GMAT adalah penerapan pengetahuan dan kemampuan berpikir kritis. Misalnya, kamu dapat diminta membaca grafik penjualan, membandingkan data, atau menilai apakah sebuah argumen didukung oleh informasi yang tersedia.


Kemampuan tersebut membantu menggambarkan kesiapan peserta dalam mengikuti pembelajaran bisnis yang membutuhkan analisis dan pengambilan keputusan berdasarkan informasi. Dalam perkuliahan, peserta perlu memahami informasi sebelum menyusun kesimpulan atau memilih solusi.


Tujuan dan Manfaat Tes GMAT

Tujuan utama GMAT adalah membantu sekolah bisnis mengevaluasi kemampuan akademik calon mahasiswa menggunakan standar penilaian yang sama. Hasil tes melengkapi informasi lain dalam berkas pendaftaran calon mahasiswa.


Selain itu, berikut beberapa manfaat mengikuti GMAT.


1. Mendukung Pendaftaran Program MBA

Hasil GMAT dapat digunakan sebagai salah satu komponen seleksi program Master of Business Administration (MBA). 


Namun, tidak semua universitas mewajibkan GMAT karena sebagian menerima GRE atau menyediakan alternatif persyaratan lainnya.


2. Mengukur Kemampuan Berpikir Kritis

GMAT menguji kemampuan peserta dalam memahami informasi, mengevaluasi argumen, dan menarik kesimpulan secara logis. 


Keterampilan ini penting dalam pembelajaran bisnis, terutama ketika harus mempertimbangkan berbagai pilihan sebelum mengambil keputusan.


3. Mengembangkan Kemampuan Analisis Data

Melalui bagian Data Insights, peserta diuji dalam membaca grafik, tabel, dan informasi dari beberapa sumber. 


Kemampuan tersebut membantu membangun kebiasaan menganalisis data secara sistematis untuk menyelesaikan masalah.


4. Mendukung Peluang Beasiswa

Hasil GMAT yang kompetitif dapat memperkuat profil akademik saat mendaftar program MBA atau beasiswa tertentu. 


Meski demikian, keputusan penerimaan dan beasiswa tetap mempertimbangkan persyaratan serta penilaian masing-masing institusi.


Jenis-jenis Soal dalam Tes GMAT


Jenis-jenis Soal dalam Tes GMAT

Sumber: Desain oleh Dibimbing


Berdasarkan informasi resmi GMAC, format GMAT saat ini terdiri dari tiga bagian dengan total 64 soal.


Durasi ujian adalah 2 jam 15 menit, dengan pilihan satu kali istirahat selama 10 menit di luar waktu pengerjaan. Saat berlatih, pisahkan waktu istirahat dari waktu pengerjaan agar simulasi lebih terarah.


Berikut pembagian jenis soal dan waktunya.


Bagian Tes

Jumlah Soal

Durasi

Quantitative Reasoning

21

45 menit

Verbal Reasoning

23

45 menit

Data Insights

20

45 menit

Total

64

135 menit


1. Quantitative Reasoning

Quantitative Reasoning menguji kemampuan menyelesaikan permasalahan matematika menggunakan logika dan penalaran.


Materinya berfokus pada aritmetika, aljabar, serta penerapan konsep matematika dasar. Kamu perlu memahami hubungan antarangka dan memilih cara penyelesaian yang tepat.


Contoh kemampuan yang diuji meliputi:

  1. Menghitung persentase dan perbandingan.
  2. Menyelesaikan persamaan aljabar.
  3. Menganalisis informasi numerik.
  4. Memilih solusi berdasarkan perhitungan.


Peserta tidak diperbolehkan menggunakan kalkulator pada bagian ini.


2. Verbal Reasoning

Verbal Reasoning mengukur kemampuan memahami bacaan dan mengevaluasi argumen dalam bahasa Inggris.


Terdapat dua jenis soal utama, yaitu:

  1. Reading Comprehension: Menguji pemahaman bacaan, gagasan utama, dan kesimpulan.
  2. Critical Reasoning: Menguji kemampuan mengevaluasi argumen, mengenali asumsi, serta menilai kekuatan suatu pernyataan.


Bagian ini lebih menekankan pemahaman dan penalaran daripada hafalan kosakata. Karena itu, latihan perlu mencakup alasan suatu argumen kuat atau lemah.


3. Data Insights

Data Insights menguji kemampuan menganalisis dan menginterpretasikan informasi dari berbagai sumber untuk mengambil keputusan. Peserta perlu memilih informasi yang relevan dan menghubungkannya dengan pertanyaan.


Terdapat lima jenis soal, yaitu:

  1. Data Sufficiency: Menentukan apakah informasi yang tersedia cukup untuk menyelesaikan masalah.
  2. Multi-Source Reasoning: Menganalisis informasi dari beberapa sumber.
  3. Table Analysis: Membaca dan mengevaluasi data dalam tabel.
  4. Graphics Interpretation: Menginterpretasikan informasi dalam grafik.
  5. Two-Part Analysis: Menyelesaikan masalah yang memiliki dua komponen jawaban.


Berbeda dari bagian kuantitatif, peserta dapat menggunakan kalkulator yang tersedia pada layar dalam Data Insights. Meski ada alat bantu, kamu tetap perlu memahami data dan menentukan perhitungan yang diperlukan.


Apa Perbedaan GMAT Lama dan Terbaru

GMAT mengalami perubahan format pada 2023, dan edisi sebelumnya tidak lagi digunakan sejak Februari 2024. Perbedaan utamanya terletak pada struktur ujian, durasi, dan sistem penilaian.


Aspek

GMAT Lama

GMAT Terbaru

Jumlah bagian

4

3

Durasi pengerjaan

3 jam 7 menit

2 jam 15 menit

Rentang skor

200–800

205–805

Analytical Writing

Ada

Tidak ada

Data Insights

Belum menjadi bagian tersendiri

Ada


Karena sistem skornya berbeda, nilai GMAT lama tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan skor terbaru. Jadi, pastikan kamu menggunakan materi persiapan yang sesuai dengan format GMAT saat ini.


Bagaimana Sistem Penilaian GMAT?

Sistem penilaian GMAT terbaru menggunakan rentang skor total 205–805 dengan kenaikan 10 poin. Artinya, skor total selalu berakhiran angka 5, seperti 545, 655, atau 705.


Menurut GMAC, ketiga bagian ujian memiliki kontribusi yang sama terhadap skor total.


Berikut rentang penilaian setiap bagian.


Komponen

Rentang Skor

Quantitative Reasoning

60–90

Verbal Reasoning

60–90

Data Insights

60–90

Skor Total

205–805


Skor total tidak diperoleh dengan menjumlahkan ketiga skor bagian secara langsung, melainkan melalui sistem penilaian GMAT. Karena itu, hindari menghitung perkiraan skor total hanya dengan penjumlahan sederhana.


Selain itu, hasil ujian berlaku selama lima tahun sejak tanggal pelaksanaan.


Berapa Skor GMAT yang Bagus

Tidak ada satu skor GMAT yang dianggap bagus untuk semua sekolah bisnis. Setiap universitas memiliki standar penerimaan yang berbeda berdasarkan program dan profil pendaftar.


Oleh karena itu, kamu sebaiknya memeriksa rata-rata atau median skor mahasiswa yang diterima pada program tujuan. Gunakan informasi tersebut untuk menentukan target yang realistis sebelum mengikuti ujian.



Berapa Biaya Tes GMAT

Biaya GMAT dapat berbeda berdasarkan lokasi dan metode pelaksanaan ujian.


Untuk peserta di Indonesia, biaya perlu diperiksa dengan memilih Indonesia pada halaman pembayaran resmi atau saat pendaftaran. Periksa harga untuk metode ujian yang dipilih sebelum menyelesaikan pembayaran.


Namun, nominal akhir dapat berubah sesuai lokasi, pajak, dan ketentuan pembayaran.


Secara umum, terdapat dua metode pelaksanaan:

  1. GMAT Test Center: Ujian dilakukan secara langsung di pusat tes resmi menggunakan fasilitas yang telah disediakan.
  2. GMAT Online: Ujian dilakukan dari lokasi yang memenuhi persyaratan teknis dengan sistem pengawasan daring.


Selain biaya pendaftaran, peserta mungkin dikenakan biaya tambahan ketika mengubah jadwal atau membatalkan ujian.


Untuk mengetahui biaya yang berlaku di Indonesia, kunjungi halaman pembayaran GMAT dan pilih Indonesia sebagai lokasi ujian.


Baca Juga: Kelas Business Analyst Online: Praktek Nyata & Dapat Magang!


Bagaimana Cara Daftar Tes GMAT?

Pendaftaran GMAT dilakukan secara daring melalui situs resmi mba.com.


Berikut langkah-langkahnya.

  1. Buat Akun: Kunjungi mba.com dan buat akun menggunakan informasi pribadi.
  2. Lengkapi Identitas: Masukkan data sesuai dokumen identitas resmi yang dipersyaratkan.
  3. Pilih Metode Ujian: Tentukan apakah kamu ingin mengikuti tes secara online atau di pusat ujian.
  4. Tentukan Jadwal: Pilih tanggal dan waktu sesuai ketersediaan.
  5. Lakukan Pembayaran: Selesaikan biaya pendaftaran melalui metode pembayaran yang tersedia.
  6. Periksa Konfirmasi: Pastikan jadwal, identitas, dan ketentuan pelaksanaan sudah sesuai.


Sebelum mengikuti tes, periksa kembali persyaratan dokumen identitas dan aturan ujian agar tidak mengalami kendala pada hari pelaksanaan. Pastikan data pendaftaran sesuai dengan dokumen identitas yang akan digunakan.


Contoh Soal GMAT dan Pembahasannya

Agar lebih mudah dipahami, berikut dua contoh soal sederhana yang menggambarkan kemampuan penalaran dalam GMAT. Gunakan pembahasannya untuk memahami langkah penyelesaian dan alasan pemilihan jawaban.


1. Contoh Soal Quantitative Reasoning

Sebuah perusahaan menjual 200 produk pada bulan Januari. Penjualan meningkat sebesar 30% pada Februari.


Berapa jumlah produk yang terjual pada Februari?


Pembahasan:

  1. Penjualan awal = 200 produk.
  2. Kenaikan = 30% × 200 = 60 produk.
  3. Total penjualan = 200 + 60 = 260 produk.

Jawaban: 260 produk.


2. Contoh Soal Data Insights

Sebuah perusahaan memiliki data penjualan berikut.


Produk

Penjualan

Target

A

150

120

B

180

200

C

240

200


Produk manakah yang memiliki persentase pencapaian target tertinggi?


Pembahasan:

  1. Produk A = 150 ÷ 120 × 100% = 125%.
  2. Produk B = 180 ÷ 200 × 100% = 90%.
  3. Produk C = 240 ÷ 200 × 100% = 120%.

Jawaban: Produk A dengan pencapaian target 125%.


Catatan: Kedua soal tersebut merupakan ilustrasi pembelajaran, bukan soal resmi GMAT. Tingkat kesulitan ujian sebenarnya dapat lebih tinggi.


Untuk latihan dengan format yang lebih representatif, gunakan contoh soal resmi GMAT. Setelah mengerjakan latihan, catat kesalahan dan pelajari kembali cara penalarannya.


Baca Juga: 15 Skill Wajib Business Analyst untuk Karier 2026


Bagaimana Tips Persiapan Menghadapi GMAT

Persiapan GMAT sebaiknya dilakukan secara terstruktur agar kamu memahami materi sekaligus terbiasa dengan batas waktu pengerjaan. Mulailah dengan menilai kemampuan awal, kemudian susun prioritas belajar berdasarkan hasil latihan.


Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan.


1. Pahami Struktur Ujian

Pelajari ketiga bagian GMAT beserta jumlah soal dan durasi pengerjaannya. Dengan begitu, kamu dapat menentukan bagian yang membutuhkan latihan lebih intensif.  


Kenali juga bentuk pertanyaannya agar kamu tahu kemampuan apa yang perlu dilatih pada setiap bagian.


2. Kerjakan Practice Test

Mulailah dengan mengikuti practice test untuk mengetahui kemampuan awal. Evaluasi hasilnya agar kamu dapat mengidentifikasi kesalahan dan materi yang perlu dipelajari kembali.  


Catat jenis soal yang paling sering keliru sebagai dasar untuk menentukan fokus latihan berikutnya.


3. Buat Jadwal Belajar

Susun jadwal latihan yang mencakup penalaran kuantitatif, verbal, dan analisis data. Misalnya, kamu bisa mengalokasikan waktu belajar yang lebih banyak untuk bagian dengan skor latihan terendah.  


Tetapkan target mingguan yang realistis dan sisihkan waktu untuk mengulas kesalahan dari latihan sebelumnya.


4. Latih Manajemen Waktu

Setiap bagian GMAT memiliki durasi 45 menit sehingga kemampuan mengatur waktu sangat penting. Biasakan mengerjakan soal menggunakan pengatur waktu agar terbiasa menghadapi kondisi ujian.  


Setelah latihan, periksa soal yang paling banyak menghabiskan waktu dan cari langkah penyelesaian yang lebih efisien.


5. Gunakan Materi Resmi

Manfaatkan GMAT Official Prep untuk mempelajari materi dan latihan yang sesuai dengan format terbaru. Selain mengerjakan soal, pahami alasan jawaban benar atau salah agar kemampuan penalaran semakin berkembang.  


Gunakan catatan evaluasi tersebut untuk mengulang konsep yang belum dikuasai sebelum mencoba soal berikutnya.


Baca Juga: Business Analyst: Tugas, Skill, Gaji, dan Cara Mulai Karier


Apa Hubungan GMAT dengan Business Analyst?

GMAT dirancang untuk seleksi pendidikan bisnis, bukan sebagai sertifikasi atau persyaratan wajib untuk menjadi Business Analyst. Meski demikian, beberapa kemampuan yang diuji memiliki keterkaitan dengan pekerjaan analisis bisnis.


Contohnya meliputi:

  1. Analytical Thinking: Menganalisis informasi untuk memahami masalah bisnis.
  2. Critical Reasoning: Mengevaluasi argumen sebelum mengambil keputusan.
  3. Problem Solving: Mengidentifikasi solusi berdasarkan logika dan data.
  4. Data Interpretation: Membaca tabel, grafik, dan informasi numerik.


Dalam dunia kerja, seorang Business Analyst menggunakan kemampuan tersebut untuk menganalisis kebutuhan perusahaan dan memberikan rekomendasi bisnis. Namun, profesi ini juga membutuhkan keterampilan praktis seperti SQL, business process mapping, dokumentasi kebutuhan, dan product strategy.


Baca Juga: Kisah Haifa Dari Bootcamp Dibimbing hingga ke detikcom


Rekomendasi Bootcamp Business Analyst Terbaik dengan Jaminan Kerja 

Kemampuan berpikir kritis, logika, dan analisis data yang diuji melalui GMAT juga relevan dengan kebutuhan dunia bisnis. Namun, untuk berkarier sebagai Business Analyst, kamu perlu mengembangkan keterampilan praktis seperti SQL, analisis proses bisnis, dan strategi produk.


Nah, berbagai kemampuan tersebut bisa kamu pelajari melalui Bootcamp Business Analyst & Product Strategy Dibimbing. Program ini menggabungkan kelas interaktif, praktik studi kasus, pembangunan portofolio, serta pendampingan mentor profesional.


Program Bootcamp Business Analyst & Product Strategy Dibimbing:

  1. Kelas Interaktif: Ikuti 60+ live class dan 7+ sesi tambahan bersama mentor ahli.
  2. Portofolio Profesional: Kerjakan weekly assignment terstruktur untuk membangun portofolio.
  3. Technical Problem Class: Asah kemampuan problem solving teknis sebagai Business Analyst dan Product Manager.
  4. Konsultasi 1-on-1: Dapatkan sesi konsultasi personal tanpa batas bersama instruktur ahli.
  5. Pendampingan Mentor: Nikmati dukungan fasilitator dan mentor berdedikasi yang tersedia 24/7.
  6. Pengalaman Magang: Dapatkan kesempatan magang selama 12 minggu di perusahaan mitra sesuai ketentuan program.
  7. Penyaluran Kerja: Ikuti program graduation dan penyaluran kerja melalui jaringan 1.100+ perusahaan mitra.
  8. Komunitas Profesional: Bergabung dengan komunitas Business Analyst & Product Strategy untuk memperluas koneksi.


Siap Mengembangkan Karier sebagai Business Analyst?

Warga Bimbingan, kemampuan analisis dan penalaran bisa menjadi fondasi untuk memahami permasalahan bisnis. Namun, pengalaman praktik dan penguasaan tools juga penting agar kamu mampu menerapkannya dalam pekerjaan.


Yuk, konsultasikan rencana kariermu bersama MinDi melalui Bootcamp Business Analyst & Product Strategy Dibimbing dan persiapkan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja! Pilih pembelajaran yang sesuai dengan tujuan karier dan kemampuan yang ingin kamu kembangkan.


FAQ:

1. Apa Itu GMAT dan Apa Tujuan Tes GMAT?

GMAT (Graduate Management Admission Test) adalah tes standar untuk mengukur kemampuan penalaran kuantitatif, verbal, dan analisis data. Tes GMAT umumnya digunakan sebagai salah satu persyaratan seleksi program MBA dan pascasarjana bisnis.


2. Apa Saja Contoh Soal GMAT?

Contoh soal GMAT mencakup perhitungan matematika, pemahaman bacaan, penalaran logis, dan analisis data. Misalnya, menghitung persentase pertumbuhan penjualan, mengevaluasi argumen bisnis, atau membaca informasi dari grafik dan tabel.


3. Berapa Biaya GMAT di Indonesia?

Biaya GMAT untuk peserta di Indonesia mengikuti harga yang ditampilkan setelah memilih negara dan metode ujian pada proses pendaftaran. Periksa total pembayaran beserta pajak atau biaya tambahan yang berlaku sebelum membayar.


4. Berapa Skor GMAT yang Bagus untuk Masuk MBA?

Skor GMAT terbaru berkisar antara 205–805. Tidak ada skor minimum yang berlaku untuk semua program MBA karena setiap universitas memiliki standar penerimaan berbeda. Sebaiknya, sesuaikan target skor dengan persyaratan universitas tujuan.


5. Bagaimana Cara Daftar GMAT Secara Online?

Cara daftar GMAT dimulai dengan membuat akun di situs resmi GMAT, melengkapi identitas, memilih metode dan jadwal ujian, lalu melakukan pembayaran. Setelah pendaftaran berhasil, peserta akan menerima konfirmasi beserta informasi pelaksanaan tes.

Kategori:

Share:

Penulis

Penulis Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!