Cara Membuat PT Perorangan, Syarat, dan Langkahnya
DITULIS OLEH
Farijihan Putri
DIREVIEW OLEH
Sudah Direview Oleh Expert
Dibuat pada 26 Okt 2026
Diubah pada 27 Okt 2026
9
Cara membuat PT perorangan bisa jadi langkah awal buat kamu yang ingin punya bisnis dengan legalitas yang jelas. Proses pendiriannya dapat dilakukan secara online melalui sistem Administrasi Hukum Umum (AHU).
Warga Bimbingan yang tertarik mendalami aturan bisnis dan regulasi perusahaan, kamu juga bisa upgrade skill lewat Bootcamp Legal & Policy online.
Yuk, Warga Bimbingan, MinDi bahas syarat, biaya, dan tahapan pendiriannya!
Apa Itu PT Perorangan?
PT perorangan adalah badan hukum yang dapat didirikan oleh satu orang untuk menjalankan usaha yang memenuhi kriteria usaha mikro dan kecil (UMK). Pemiliknya bertindak sebagai pemegang saham sekaligus direktur sehingga pengelolaan bisnis bisa dilakukan secara lebih praktis.
Bentuk badan usaha ini cocok buat freelancer, pemilik toko online, penyedia jasa, hingga pelaku usaha kecil yang ingin mengembangkan bisnis secara profesional.
Legalitas perusahaan juga bisa membantu meningkatkan kepercayaan calon klien, mitra bisnis, dan pihak yang ingin bekerja sama.
Syarat Pendirian PT Perorangan
Sebelum mulai mendaftar, pastikan kamu sudah memenuhi persyaratan berikut.
- Warga Negara Indonesia (WNI): Pendiri harus merupakan WNI yang memenuhi persyaratan hukum.
- Usia minimal 17 tahun atau sudah menikah: Pastikan juga kamu memenuhi ketentuan kecakapan hukum yang berlaku.
- Didirikan oleh satu orang: Pendiri menjadi pemegang saham sekaligus direktur.
- Memenuhi kriteria UMK: Modal usaha mengikuti ketentuan yang berlaku untuk usaha mikro dan kecil.
- Menyiapkan identitas pribadi: Siapkan KTP, NPWP pribadi jika dipersyaratkan, serta email aktif.
- Menentukan nama perusahaan: Pilih nama yang sesuai ketentuan dan belum digunakan dalam pendaftaran.
Kamu juga perlu menyiapkan alamat usaha, bidang kegiatan usaha, dan informasi modal perusahaan.
Untuk menentukan bidang usaha, gunakan kode KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) yang sesuai dengan aktivitas bisnis kamu.
Baca Juga:
- Cara Menjadi Legal Officer: Langkah dan Skill
- Daftar Legalitas Perusahaan Startup yang Wajib Dimiliki
- Rekomendasi Bootcamp Legal and Policy dengan Jaminan Kerja Terbaik
Langkah-Langkah Cara Membuat PT Perorangan
Sumber: Pexels
Kalau persyaratannya sudah siap, kamu bisa mengikuti tahapan berikut melalui layanan AHU.
1. Buat Akun AHU Online
Buka situs AHU Online untuk memulai pendaftaran. Lakukan registrasi dengan mengisi data yang diminta, seperti NIK, nama lengkap, tanggal lahir, NPWP jika dipersyaratkan, dan email aktif.
Setelah itu, ikuti proses aktivasi akun melalui email. Pastikan data yang kamu masukkan sesuai dokumen identitas agar proses pendaftaran berjalan lancar.
2. Pilih Nama PT dan Bayar Biaya Pendaftaran
Setelah berhasil masuk ke akun, pilih menu Perseroan Perorangan, lalu lanjutkan ke bagian pendirian. Masukkan nama perusahaan yang kamu inginkan dan ikuti proses pemeriksaan nama sesuai ketentuan sistem.
Biaya pendaftaran pendirian Perseroan Perorangan tercantum sebesar Rp50.000 per permohonan pada informasi resmi AHU. Ikuti instruksi pembayaran yang muncul di sistem dan simpan bukti pembayarannya.
3. Isi Formulir Pendirian Perusahaan
Berikutnya, kamu perlu mengisi data perusahaan secara lengkap. Informasi yang biasanya perlu disiapkan meliputi:
- Nama dan alamat perusahaan.
- Email perusahaan.
- Kegiatan usaha beserta kode KBLI.
- Modal dasar dan modal yang ditempatkan.
- Data pendiri serta pemilik manfaat (beneficial owner).
Periksa kembali bidang usaha yang kamu pilih. Kode KBLI akan berkaitan dengan perizinan usaha yang perlu kamu urus pada tahap berikutnya.
4. Periksa data dan terbitkan sertifikat
Setelah formulir selesai, periksa kembali seluruh informasi sebelum menyimpan dan mengkonfirmasi permohonan. Ikuti batas waktu konfirmasi yang tercantum pada sistem supaya permohonan tidak kedaluwarsa.
Jika proses pendaftaran berhasil, kamu akan memperoleh sertifikat pendaftaran pendirian Perseroan Perorangan secara elektronik. Simpan dokumen tersebut dengan baik karena bisa diperlukan saat mengurus administrasi perusahaan.
5. Urus NIB Melalui OSS
Tahap berikutnya adalah mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem OSS. NIB merupakan identitas resmi pelaku usaha yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan bisnis sesuai ketentuan perizinan berbasis risiko.
Masukkan data usaha sesuai informasi perusahaan yang telah didaftarkan. Setelah itu, ikuti tahapan yang diminta sistem untuk memperoleh NIB dan perizinan lain yang sesuai dengan bidang usaha kamu.
Berapa Biaya Membuat PT Perorangan
Biaya pendaftaran pendirian melalui AHU tercantum sebesar Rp50.000 per permohonan. Kamu juga perlu menyiapkan kemungkinan biaya lain sesuai kebutuhan bisnis, misalnya untuk konsultasi profesional atau pemenuhan persyaratan perizinan tertentu.
Jadi, hitung kebutuhan administrasi sejak awal supaya anggaran pendirian usaha lebih terencana.
Baca Juga:
- Prospek Kerja Jurusan Hukum & Besaran Gajinya
- Kursus Legal Online dengan Penyaluran Kerja
- Prospek Karir Legal: Gaji, Peluang, dan Perkembangan
Apa yang Harus Dilakukan Setelah PT Perorangan Berdiri
Punya sertifikat pendirian dan NIB menjadi awal pengelolaan bisnis yang lebih tertata. Kamu juga perlu menjaga kepatuhan perusahaan setelah resmi terdaftar.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Pisahkan keuangan pribadi dan perusahaan agar transaksi bisnis lebih mudah dipantau.
- Simpan dokumen transaksi seperti invoice, bukti pembayaran, dan catatan pengeluaran.
- Penuhi kewajiban laporan keuangan sesuai ketentuan yang berlaku. Perseroan Perorangan wajib menyampaikan laporan keuangan secara elektronik paling lambat enam bulan setelah akhir periode laporan.
- Periksa kewajiban perizinan usaha sesuai bidang dan tingkat risiko kegiatan bisnis.
Kebiasaan ini membantu kamu mengelola bisnis secara lebih profesional sekaligus mempermudah persiapan ketika ingin mengembangkan usaha.
Upgrade karier dan Skill sebagai Legal & Policy di Bootcamp Dibimbing
Memahami cara membuat PT perorangan juga membuka kesempatan untuk mempelajari aspek hukum bisnis, kepatuhan, dan administrasi perusahaan.
Kalau kamu ingin berkarier di bidang legal, policy, atau compliance, kemampuan membaca regulasi dan menganalisis kasus bisa menjadi bekal penting.
Kamu bisa mempertimbangkan kursus legal & policy online untuk memperdalam pemahaman melalui pembelajaran terarah dan latihan berbasis kasus.
Rekomendasi Bootcamp Legal & Policy dengan Jaminan Kerja di Indonesia
Memahami cara membuat PT perorangan membantu kamu mengenali proses legalitas bisnis dan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi. Yuk, tingkatkan kemampuan profesional lewat Bootcamp Legal & Policy Dibimbing!
Benefit kelas Legal & Policy:
- 40+ live class dan 30+ sesi praktik bersama praktisi ahli.
- 20+ assignment untuk membangun portofolio.
- Final project berbasis standar industri terkini.
- Konsultasi 1-on-1 tanpa batas bersama instruktur expert, khusus program Job Connect.
- Pendampingan fasilitator dan mentor berdedikasi yang tersedia 24/7.
- Program graduation dan penyaluran kerja ke 1.100+ perusahaan, khusus program Job Connect.
- Akses ke komunitas expertise Legal & Policy.
Kamu bisa konsultasi Bootcamp Legal & Policy dengan tim Dibimbing untuk mencari tahu program yang paling sesuai dengan tujuan karier.
FAQ
1. Apakah PT perorangan harus menggunakan jasa notaris?
Pendirian Perseroan Perorangan dilakukan melalui pernyataan pendirian secara elektronik, sehingga pada proses pendirian dasarnya tidak memerlukan akta notaris.
2. Berapa lama proses pembuatan PT perorangan?
Waktunya bergantung pada kelengkapan data, pembayaran, dan penyelesaian tahapan pada sistem AHU. Pastikan seluruh informasi benar dan konfirmasi permohonan sesuai tenggat yang tercantum.
3. Apakah PT perorangan wajib memiliki NIB?
NIB diperlukan sebagai identitas pelaku usaha untuk menjalankan kegiatan usaha sesuai ketentuan perizinan yang berlaku. Pengurusannya dilakukan melalui sistem OSS.
Kategori:
Penulis
Farijihan Putri adalah SEO Content Writer dengan pengalaman 4+ tahun menulis dan mengoptimalkan konten untuk berbagai topik. Di Dibimbing, ia mengolah beragam insight seputar karier dan industri, mulai dari digital marketing, HR, data, finance, business, hingga technology. Melalui tulisannya, Jihan membantu pembaca memahami skill yang dibutuhkan di dunia kerja serta menemukan informasi yang relevan untuk mendukung perkembangan karier mereka.
