Dibimbing - 8 Daftar Legalitas Perusahaan Startup yang Wajib Dimiliki

8 Daftar Legalitas Perusahaan Startup yang Wajib Dimiliki

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

04 Juni 2026

441

Image Banner

Apakah legalitas perusahaan startup yang kamu bangun sudah lengkap? Banyak founder terlalu fokus mengembangkan produk, padahal legalitas yang tidak lengkap dapat menghambat pendanaan, kerjasama bisnis, hingga operasional perusahaan.

Bagi Warga Bimbingan yang sedang merintis startup, memahami dokumen legal yang diperlukan merupakan langkah penting. Selain meningkatkan kredibilitas perusahaan, legalitas juga dapat membantu bisnis berkembang dengan lebih aman.

Namun, masih banyak founder yang bingung harus mengurus dokumen apa terlebih dahulu. Yuk, simak 8 daftar legalitas perusahaan startup yang wajib dimiliki beserta fungsi dan cara mengurusnya berikut ini.


Apa Itu Legalitas Perusahaan Startup?

Legalitas perusahaan startup adalah kumpulan dokumen, izin, dan persyaratan hukum yang menunjukkan bahwa sebuah startup telah berdiri dan beroperasi secara sah sesuai peraturan yang berlaku. 

Legalitas ini mencakup berbagai dokumen penting, seperti akta pendirian perusahaan, Nomor Induk Berusaha (NIB), NPWP perusahaan, hingga perizinan usaha sesuai bidang bisnis yang dijalankan. 

Keberadaan legalitas tidak hanya membantu startup memenuhi kewajiban hukum, tetapi juga meningkatkan kepercayaan pelanggan, mitra bisnis, dan investor. 

Oleh karena itu, mengurus legalitas perusahaan startup sejak awal menjadi langkah penting untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang aman dan berkelanjutan.

Baca juga: Panduan Memilih Bootcamp Legal & Policy Terbaik 2026


Mengapa Legalitas Startup Penting?

Legalitas merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun startup yang berkelanjutan. Berikut beberapa alasan mengapa setiap startup perlu memiliki legalitas yang lengkap.


1. Meningkatkan Kredibilitas Bisnis

Legalitas menunjukkan bahwa startup telah beroperasi secara resmi dan mematuhi peraturan yang berlaku. Keberadaan dokumen legal dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan, mitra bisnis, maupun investor terhadap perusahaan. 

Semakin tinggi tingkat kepercayaan tersebut, semakin besar peluang startup untuk berkembang.


2. Mempermudah Mendapatkan Pendanaan

Investor umumnya lebih tertarik pada startup yang memiliki legalitas lengkap dan jelas. Dokumen legal menjadi bukti bahwa bisnis dikelola secara profesional dan memiliki struktur yang teratur. 

Kondisi ini dapat meningkatkan peluang startup untuk memperoleh pendanaan dari investor maupun lembaga keuangan.


3. Mengurangi Risiko Hukum

Legalitas membantu startup menjalankan kegiatan usaha sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan memenuhi persyaratan hukum, perusahaan dapat mengurangi potensi sanksi, denda, atau sengketa di kemudian hari. Operasional bisnis pun dapat berjalan dengan lebih aman dan terarah.


4. Mendukung Pertumbuhan Bisnis

Legalitas yang lengkap menjadi fondasi penting bagi perkembangan startup di masa depan. Ketika bisnis mulai berkembang, proses ekspansi, kerja sama, hingga pencarian investor akan lebih mudah dilakukan. 

Oleh sebab itu, mengurus legalitas sejak awal merupakan langkah penting untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Baca juga: Gaji Analis Kebijakan di Indonesia Terbaru (PNS & Swasta)


Daftar Legalitas Perusahaan Startup

Sumber: Canva

Memiliki legalitas yang lengkap merupakan langkah penting dalam membangun startup yang profesional dan berkelanjutan. 

Berikut 8 legalitas perusahaan startup yang sebaiknya dimiliki sejak awal beserta fungsi dan cara mendapatkannya.


1. Akta Pendirian Perusahaan

Akta pendirian merupakan dokumen resmi yang menandai berdirinya suatu perusahaan secara hukum. Dokumen ini memuat informasi penting seperti nama perusahaan, bidang usaha, modal, dan susunan pemegang saham.

Untuk mendapatkannya, pendiri perlu mengajukan pembuatan akta melalui notaris yang berwenang. Setelah ditandatangani oleh para pendiri, akta akan menjadi dasar untuk mengurus legalitas perusahaan lainnya.


2. SK Kemenkumham

SK Kemenkumham adalah surat pengesahan badan hukum yang diterbitkan oleh Kementerian Hukum dan HAM. Dokumen ini menjadi bukti bahwa perusahaan telah diakui secara resmi oleh negara.

SK Kemenkumham biasanya diurus setelah akta pendirian selesai dibuat oleh notaris. Pengajuannya dilakukan secara elektronik melalui sistem administrasi badan hukum yang terhubung dengan Kemenkumham.


3. Nomor Induk Berusaha (NIB)

NIB merupakan identitas resmi perusahaan yang diterbitkan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Dokumen ini berfungsi sebagai nomor registrasi usaha sekaligus syarat untuk mengurus berbagai perizinan lainnya.

Cara mendapatkannya cukup mudah, yaitu dengan mendaftarkan perusahaan melalui portal OSS. Setelah data perusahaan diverifikasi, NIB akan diterbitkan secara elektronik.


4. NPWP Perusahaan

NPWP Perusahaan adalah nomor identitas pajak yang digunakan untuk memenuhi kewajiban perpajakan badan usaha. Dokumen ini diperlukan untuk berbagai aktivitas bisnis, seperti pelaporan pajak dan pembukaan rekening perusahaan.

NPWP dapat diperoleh melalui kantor pajak atau layanan administrasi perpajakan secara online. Pengurus perusahaan perlu menyiapkan dokumen legal perusahaan sebagai syarat pendaftaran.


5. Sertifikat Standar atau Izin Usaha

Beberapa jenis startup memerlukan sertifikat standar atau izin usaha sesuai bidang bisnis yang dijalankan. Dokumen ini menunjukkan bahwa perusahaan telah memenuhi persyaratan operasional yang ditetapkan pemerintah.

Pengurusannya dilakukan melalui sistem OSS dengan menyesuaikan tingkat risiko usaha. Persyaratan yang dibutuhkan dapat berbeda tergantung sektor bisnis masing-masing startup.


6. Founders Agreement

Founders Agreement adalah perjanjian yang mengatur hak, kewajiban, serta pembagian kepemilikan antara para pendiri startup. Dokumen ini membantu mencegah konflik yang dapat muncul selama perjalanan bisnis.

Pembuatan Founders Agreement dapat dilakukan secara mandiri maupun dengan bantuan konsultan hukum. Isi perjanjian sebaiknya disepakati oleh seluruh pendiri sebelum bisnis berkembang lebih jauh.


7. Merek Dagang

Merek dagang berfungsi untuk melindungi nama, logo, atau identitas bisnis dari penggunaan oleh pihak lain. Perlindungan merek menjadi penting agar startup memiliki hak eksklusif atas identitas yang digunakan.

Pendaftaran merek dapat dilakukan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Setelah proses pemeriksaan selesai dan disetujui, pemilik akan memperoleh sertifikat merek terdaftar.


8. Kebijakan Privasi dan Terms & Conditions

Dokumen ini mengatur cara perusahaan mengelola data pengguna serta hak dan kewajiban pengguna layanan. Keberadaannya sangat penting terutama bagi startup yang memiliki website atau aplikasi digital.

Kebijakan privasi dan syarat ketentuan dapat dibuat dengan bantuan tim legal atau konsultan hukum. Dokumen tersebut perlu disesuaikan dengan model bisnis dan regulasi perlindungan data yang berlaku.

Baca juga: Gaji Legal Drafter Terbaru & Faktor yang Mempengaruhi


Cara Mengurus Legalitas Perusahaan Startup

Legalitas startup dapat diurus secara bertahap sesuai kebutuhan bisnis. Berikut beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk memperoleh legalitas perusahaan.


1. Menentukan Bentuk Badan Usaha

Langkah pertama adalah memilih bentuk badan usaha yang sesuai dengan kebutuhan bisnis, seperti PT Perorangan, PT, atau CV. 

Pemilihan badan usaha akan memengaruhi proses perizinan, perpajakan, dan struktur kepemilikan perusahaan. Oleh karena itu, penting untuk memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing bentuk usaha sebelum mengambil keputusan.


2. Membuat Akta Pendirian dan Pengesahan Perusahaan

Setelah menentukan badan usaha, pendiri perlu membuat akta pendirian melalui notaris. Akta tersebut kemudian diajukan untuk memperoleh pengesahan badan hukum dari Kementerian Hukum dan HAM. Dokumen ini menjadi dasar untuk mengurus legalitas perusahaan lainnya.


3. Mengurus NIB dan NPWP Perusahaan

Langkah berikutnya adalah mendaftarkan perusahaan melalui sistem Online Single Submission (OSS) untuk memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB). 

Selain itu, perusahaan juga perlu mengurus NPWP sebagai identitas perpajakan badan usaha. Kedua dokumen ini menjadi syarat penting untuk menjalankan kegiatan bisnis secara legal.


4. Melengkapi Perizinan dan Dokumen Pendukung

Setiap startup mungkin memerlukan izin tambahan sesuai dengan bidang usaha yang dijalankan. 

Selain perizinan, perusahaan juga dapat mulai mengurus merek dagang, founders agreement, serta kebijakan privasi jika memiliki layanan digital. Dengan legalitas yang lengkap, startup akan lebih siap untuk berkembang dan menjalin kerja sama bisnis.

Baca juga: Apa Itu Legal Compliance? Tugas, Contoh, dan Gaji Profesional


Ingin Berkarier di Bidang Legal & Policy?

Setelah memahami legalitas perusahaan startup, kini saatnya memperdalam pengetahuanmu tentang hukum bisnis, kepatuhan, dan regulasi yang dibutuhkan oleh banyak perusahaan.

Yuk, ikuti Bootcamp Legal & Policy di Dibimbing! Di sini, kamu akan mempelajari berbagai materi penting seperti legal due diligence, contract drafting, legal research, compliance, hingga corporate law langsung dari mentor berpengalaman.

Dengan lebih dari 1.100+ hiring partner dan tingkat keberhasilan alumni mencapai 96%, Dibimbing siap membantu kamu mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Jadi, tunggu apa lagi? Daftar sekarang disini dan mulai perjalananmu menjadi profesional Legal & Policy yang siap menghadapi dunia kerja. #BimbingSampeJadi!

Share

Author Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!