Dibimbing - Testimoni Corporate Training PT XLT Group bersama Dibimbing
Blog
Corporate Training

Testimoni Corporate Training PT XLT Group bersama Dibimbing

Author

DITULIS OLEH 

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 7 Okt 2026

Diubah pada 7 Okt 2026

14

Image Thumbnail

Sudah meeting seharian dan mengerjakan banyak hal, tetapi pekerjaan utama justru belum selesai? Bisa jadi masalahnya bukan pada jumlah waktu kerja, melainkan cara menentukan pekerjaan yang harus diprioritaskan.

PT XLT Group bersama Dibimbing mengadakan Productivity Training bertema The Art of Prioritization: The 4D Method in Action. Melalui Soft Skill Training Dibimbing, peserta belajar menentukan prioritas, mengelola fokus, hingga merespons pekerjaan baru secara lebih terstruktur.

Lalu, bagaimana pengalaman peserta mengikuti training ini dan materi apa saja yang mereka pelajari? Yuk, simak testimoni Productivity Training PT XLT Group x Dibimbing berikut ini!

Baca Juga: Testimoni Leadership & Adaptive Communication Training Dibimbing x Halodoc


Tentang Productivity Training Dibimbing x PT XLT Group

PT XLT Group bersama Dibimbing menyelenggarakan The Art of Prioritization: The 4D Method in Action pada 8 Oktober 2025. Program berdurasi sekitar 2 jam ini dirancang untuk membantu peserta mengelola prioritas dan pekerjaan secara lebih terstruktur.

Dalam training, peserta tidak hanya membahas cara menentukan pekerjaan yang perlu diselesaikan terlebih dahulu. Materinya juga menyentuh pengelolaan fokus, pengambilan keputusan, multitasking, komunikasi prioritas, hingga penerapan 4D Method.

Berikut gambaran pelaksanaan training tersebut.

Informasi

Detail

Perusahaan

PT XLT Group

Program

Corporate Training

Materi

The Art of Prioritization: The 4D Method in Action

Tanggal

8 Oktober 2025

Durasi

2 Jam

Fokus Training

Produktivitas, prioritas kerja, fokus, dan manajemen waktu

Training juga dikemas melalui aktivitas interaktif seperti diskusi, praktik, presentasi, dan pembahasan situasi kerja. Dengan begitu, peserta dapat menghubungkan materi yang diberikan dengan aktivitas pekerjaan sehari-hari.

Baca Juga: Dibimbing x Pertamina: Tingkatkan Skill Karyawan Lewat Pelatihan Excel


Kenapa Produktivitas Bisa Menurun Meski Sudah Sibuk Seharian?

Sibuk belum tentu sama dengan produktif. Seseorang bisa menghabiskan banyak waktu untuk bekerja, tetapi pekerjaan dengan dampak terbesar justru belum selesai.

Nah, ada beberapa kondisi yang dapat membuat pengelolaan pekerjaan menjadi kurang efektif.


1. Terlalu Banyak Melakukan Multitasking

Mengerjakan dua atau tiga pekerjaan dalam waktu bersamaan mungkin terasa lebih cepat. Namun, perhatian harus terus berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya.

Dalam sesi training, peserta diarahkan untuk lebih fokus pada satu tugas sebelum berpindah ke pekerjaan berikutnya. Yahya Aditya selaku mentor juga menekankan bahwa terlalu banyak multitasking bisa membuat hasil pekerjaan kurang maksimal.

“Teman-teman nih multitasking gitu ya, ngerjain satu, dua task atau tiga task dalam satu waktu, itu hasilnya nggak akan maksimal. Fokus di satu task dan clear sampai selesai gitu ya.”

— Yahya Aditya, Strategic Management Consultant / Mentor


2. Semua Pekerjaan Terlihat Sama Penting

Ketika banyak permintaan datang bersamaan, menentukan tugas pertama yang harus dikerjakan menjadi lebih sulit. Akhirnya, seseorang berpotensi berpindah-pindah pekerjaan tanpa urutan yang jelas.

Karena itu, kemampuan memilah pekerjaan berdasarkan urgensi dan kepentingannya diperlukan agar waktu dan energi dapat diberikan pada pekerjaan yang benar-benar menjadi prioritas.


3. Pekerjaan Baru Datang di Tengah Prioritas yang Sudah Berjalan

Perencanaan kerja juga dapat berubah ketika muncul tugas baru. Tantangannya adalah menentukan apakah pekerjaan tersebut memang perlu menggeser prioritas yang sebelumnya sudah dibuat.

Jika pekerjaan baru bersifat urgent dan important, perubahan tersebut perlu dinilai sekaligus dikomunikasikan kepada pihak terkait.


4. Fokus Mudah Terpecah

Produktivitas tidak hanya dipengaruhi oleh banyaknya tugas. Konsistensi dan kemampuan mempertahankan fokus juga berperan ketika seseorang ingin menyelesaikan pekerjaan.

Salah satu teknik yang dibahas peserta adalah memilih satu tugas, mengerjakannya selama sekitar 25 menit, kemudian mengambil jeda sebelum melanjutkan pekerjaan.

“Sebenarnya tuh kuncinya tuh konsisten dan fokus. Memilih sebuah tugas, habis itu kita kerjakan selama 25 menit. Setelah 25 menit kita take a break.”

— Joelian Rezky Oetomo, Senior Associate Legal XLT Law Office


Apa Saja yang Dipelajari dalam Productivity Training PT XLT Group?

Productivity training ini nggak hanya membahas bagaimana bekerja lebih cepat. Peserta justru diajak memahami bagaimana memilih pekerjaan, menggunakan fokus, dan mengambil keputusan secara lebih tepat.

Berikut beberapa materi yang terlihat diterapkan selama training.


1. The 4D Method

Salah satu materi utama dalam The Art of Prioritization adalah 4D Method. Framework ini membantu peserta menentukan tindakan terhadap pekerjaan yang sedang mereka hadapi.

Metodenya terdiri dari:

  1. Do: mengerjakan pekerjaan yang memang perlu diselesaikan.
  2. Delegate: menyerahkan pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh pihak lain.
  3. Defer: menjadwalkan pekerjaan untuk dikerjakan pada waktu lain.
  4. Delete/Remove: mengevaluasi aktivitas yang nggak lagi perlu menjadi prioritas.

Dengan framework tersebut, peserta tidak harus melihat seluruh pekerjaan sebagai tugas yang harus diselesaikan sendiri dan dalam waktu bersamaan.


2. Menentukan Tugas Urgent dan Important

Peserta juga belajar melihat apakah pekerjaan yang datang memang membutuhkan perhatian segera. Hal ini menjadi penting ketika prioritas yang sudah disusun harus berhadapan dengan tugas baru.

Yahya menjelaskan bahwa tugas baru yang bersifat urgent dan important perlu dipilah secara bijak sekaligus dikomunikasikan kepada stakeholder.

“Ketika memang ada task yang baru datang, adalah urgent dan important, itu kita bisa memilah dan memilih dengan bijak gitu ya dan dikomunikasikan kepada seluruh stakeholder.”

— Yahya Aditya, Strategic Management Consultant / Mentor

Dengan demikian, perubahan prioritas tidak hanya terjadi di dalam daftar pekerjaan pribadi. Pihak lain yang terdampak juga mengetahui kondisi dan prioritas yang sedang berjalan.


3. Mengelola Fokus dan Mengurangi Multitasking

Menyelesaikan banyak tugas bukan berarti semuanya harus dilakukan bersamaan. Peserta justru belajar menjaga perhatian pada satu pekerjaan sebelum beralih ke pekerjaan berikutnya.

Pendekatan tersebut dapat membantu mengurangi perpindahan fokus dan membuat pekerjaan yang sedang menjadi prioritas memiliki kesempatan lebih besar untuk benar-benar selesai.

Teknik fokus sekitar 25 menit yang disampaikan peserta juga menjadi salah satu contoh sederhana yang dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.


4. Mengomunikasikan Prioritas kepada Atasan

Prioritas kerja juga berkaitan dengan komunikasi. Ketika ada perubahan pekerjaan, karyawan perlu mengetahui bagaimana menyampaikan situasi tersebut kepada atasan.

Drisamaeta Cahyastri selaku Junior Associate Legal XLT Law Office mengatakan salah satu insight yang paling ia ingat adalah pentingnya memahami karakter orang yang menjadi lawan bicara.

“Yang paling aku ingat dari kata-kata mentor, karena tadi aku sempat nanya terkait bagaimana cara mengkomunikasikan kepada atasan terkait tugas yang diberikan oleh atasan. Mentor tadi menjawab yaitu mungkin harus bisa melihat karakter orangnya terlebih dahulu, apakah dia alpha, beta, dan lain sebagainya.”

— Drisamaeta Cahyastri, Junior Associate Legal XLT Law Office

Artinya, komunikasi prioritas bukan hanya soal apa yang disampaikan. Cara menyampaikan informasi juga perlu disesuaikan dengan orang yang menerima komunikasi tersebut.


5. Mengubah Prioritas Menjadi Tindakan

Mengetahui pekerjaan yang penting saja belum cukup. Prioritas perlu diterjemahkan menjadi tindakan konkret agar pekerjaan benar-benar bergerak.

Melalui praktik yang dilakukan selama training, peserta dapat mencoba memilah pekerjaan, mendiskusikan keputusan, hingga mempresentasikan hasilnya. Proses ini membantu materi menjadi lebih dekat dengan kondisi kerja yang mereka hadapi.


Bagaimana Metode Productivity Training PT XLT Group?

Salah satu hal yang terlihat dari pelaksanaan training adalah pendekatannya yang interaktif. Peserta nggak hanya duduk mendengarkan mentor menjelaskan materi selama dua jam.

Training melibatkan diskusi, penggunaan sticky notes, latihan menentukan prioritas, hingga presentasi hasil pembahasan. Peserta juga mendapat kesempatan untuk berdiskusi langsung mengenai situasi yang dapat muncul dalam pekerjaan.

Joelian menilai pendekatan yang digunakan mentor membuat materi dapat langsung dipraktikkan.

“Jujur mentor sangat eksploratif, dan metodenya itu kalau saya tidak salah dengar 70-20-10. Jadi memang kita full practice, kita melakukan sebuah presentasi dan kita juga bisa mengimplementasikan langsung apa yang diajarkan sama trainer hari ini.”

— Joelian Rezky Oetomo, Senior Associate Legal XLT Law Office

Pendekatan seperti ini membuat peserta nggak hanya mengetahui definisi 4D atau konsep prioritas. Mereka juga mendapat ruang untuk mencoba bagaimana konsep tersebut digunakan dalam sebuah situasi.


Bagaimana Testimoni Peserta Productivity Training PT XLT Group?

Dari video training, peserta menyoroti beberapa hal yang berbeda. Ada yang tertarik dengan teknik fokus, komunikasi kepada atasan, hingga penggunaan 4D Method dalam memilah pekerjaan.


1. Drisamaeta Cahyastri: Komunikasi Prioritas ke Atasan

Bagi Drisamaeta, salah satu insight yang paling berkesan adalah cara mengomunikasikan tugas kepada atasan. Menurutnya, karakter lawan bicara perlu dipahami agar penyampaian prioritas dapat dilakukan dengan lebih tepat.

“Yang paling aku ingat dari kata-kata mentor, karena tadi aku sempat nanya terkait bagaimana cara mengkomunikasikan kepada atasan terkait tugas yang diberikan oleh atasan. Mentor tadi menjawab yaitu mungkin harus bisa melihat karakter orangnya terlebih dahulu, apakah dia alpha, beta, dan lain sebagainya.” — Drisamaeta Cahyastri, Junior Associate Legal XLT Law Office

Insight tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan produktivitas juga berkaitan dengan komunikasi, terutama ketika ada perubahan tugas atau prioritas yang perlu disampaikan kepada atasan.


2. Joelian Rezky Oetomo: 4D Membantu Memilah Pekerjaan

Joelian menyoroti cara training membantu peserta mengelompokkan pekerjaan ke dalam beberapa tindakan yang berbeda.

“Diajarkan bagaimana kita memilah-milah sebuah pekerjaan menjadi ada beberapa kategori, yaitu ada do, defer, delegate, dan remove. Jujur di sini saya juga merasa sangat dibantu.”

— Joelian Rezky Oetomo, Senior Associate Legal XLT Law Office

Bagi Joelian, konsep tersebut membantu memberikan perspektif lain ketika menghadapi pekerjaan. Sebuah tugas tidak selalu harus langsung dikerjakan saat itu juga.

Ada pekerjaan yang dapat dijadwalkan, diberikan kepada pihak lain, atau dievaluasi kembali berdasarkan kebutuhan dan prioritasnya.


3. Materi Bisa Langsung Diterapkan

Training juga memberikan ruang yang cukup besar untuk praktik. Peserta terlihat melakukan diskusi kelompok, menyusun prioritas menggunakan sticky notes, dan mempresentasikan hasil pembahasan.

Pendekatan tersebut membantu peserta nggak berhenti pada teori. Mereka dapat mencoba langsung bagaimana konsep prioritas digunakan dalam sebuah kasus sebelum diterapkan pada aktivitas kerja sebenarnya.

Baca Juga: 7 Materi Pelatihan dan Pengembangan Karyawan yang Efektif


Apa Manfaat Productivity Training bagi Karyawan?

Productivity training dapat membantu karyawan mengevaluasi cara mereka menggunakan waktu, fokus, dan energi ketika bekerja. Tujuannya bukan sekadar membuat seseorang mengerjakan lebih banyak tugas.

Berikut beberapa manfaat yang dapat diperoleh.


1. Membantu Menentukan Prioritas Kerja

Framework seperti 4D memberikan struktur ketika karyawan harus menghadapi beberapa pekerjaan sekaligus.

Mereka dapat menentukan tugas mana yang perlu langsung dilakukan, ditunda, didelegasikan, atau dievaluasi kembali.


2. Membantu Karyawan Bekerja Lebih Fokus

Prioritas yang lebih jelas membuat perhatian nggak harus terus berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain.

Karyawan dapat memberikan fokus pada pekerjaan yang sedang dikerjakan sebelum beralih ke aktivitas berikutnya.


3. Membuat Pengelolaan Waktu Lebih Terstruktur

Menentukan prioritas menjadi dasar sebelum seseorang mengalokasikan waktu kerja. Dengan mengetahui pekerjaan yang perlu didahulukan, waktu dapat digunakan pada aktivitas yang lebih relevan dengan target dan tanggung jawab pekerjaan.


4. Membantu Mengurangi Tekanan akibat Deadline

Banyaknya pekerjaan dapat terasa semakin berat ketika nggak ada urutan yang jelas. Dengan memilah pekerjaan berdasarkan tingkat kepentingan dan urgensinya, karyawan memiliki gambaran mengenai pekerjaan mana yang perlu mendapatkan perhatian terlebih dahulu.


5. Meningkatkan Komunikasi terkait Prioritas

Ketika prioritas berubah, karyawan perlu menyampaikan perubahan tersebut kepada pihak yang berkaitan.

Komunikasi membantu atasan, rekan kerja, maupun stakeholder memiliki pemahaman yang sama mengenai pekerjaan yang sedang diprioritaskan.


6. Mendukung Produktivitas Kerja

Produktivitas bukan berarti mengisi seluruh waktu dengan sebanyak mungkin aktivitas. Karyawan justru perlu menentukan pekerjaan yang tepat, memberikan fokus yang cukup, dan menyelesaikannya dengan cara yang lebih terstruktur.


Kenapa Productivity Training Penting untuk Perusahaan?

Produktivitas karyawan nggak hanya bergantung pada kompetensi teknis. Cara tim mengatur prioritas, mengambil keputusan, dan mengelola fokus juga berpengaruh terhadap pekerjaan sehari-hari.

Ketika pengelolaan pekerjaan belum terstruktur, beberapa kondisi dapat muncul, seperti:

  1. Karyawan terlihat sibuk tetapi pekerjaan utama tertunda.
  2. Terlalu banyak pekerjaan dikerjakan secara bersamaan.
  3. Tim sulit menentukan tingkat urgensi sebuah tugas.
  4. Perubahan prioritas tidak dikomunikasikan dengan jelas.
  5. Fokus mudah terpecah ketika tugas baru datang.
  6. Deadline terasa semakin menumpuk karena nggak ada urutan pekerjaan.

Karena itu, productivity training dapat menjadi bagian dari program pengembangan soft skill karyawan.

Perusahaan dapat membantu tim membangun sistem kerja yang lebih terarah sekaligus memberikan framework yang dapat digunakan ketika menghadapi banyak pekerjaan dan perubahan prioritas.

Baca Juga: Jasa Corporate Training Indonesia Terbaik & Terpercaya


Siapa yang Cocok Mengikuti Productivity Training?

Materi mengenai produktivitas dan manajemen prioritas dapat digunakan di berbagai posisi. Terutama bagi karyawan yang harus menangani beberapa pekerjaan, permintaan, atau deadline secara bersamaan.

Berikut beberapa posisi yang dapat mengikuti training ini.


1. Individual Contributor

Cocok untuk karyawan yang mengelola pekerjaan hariannya sendiri dan ingin menentukan prioritas secara lebih sistematis.

Peserta dapat belajar membedakan pekerjaan yang harus segera diselesaikan dengan pekerjaan yang masih dapat ditunda atau didelegasikan.


2. Team Leader dan Supervisor

Pemimpin tim nggak hanya perlu mengelola pekerjaannya sendiri. Mereka juga harus menentukan pekerjaan yang dapat diberikan kepada anggota tim.

Konsep seperti delegate dalam 4D Method dapat membantu membangun pembagian pekerjaan yang lebih terstruktur.


3. Professional Services Team

Tim legal, konsultan, finance, hingga fungsi profesional lainnya sering berhadapan dengan berbagai permintaan dan tenggat waktu.

Training dapat membantu tim menentukan prioritas ketika beberapa kebutuhan harus ditangani pada periode yang sama.


4. Manager

Manager perlu membagi perhatian antara pekerjaan operasional dan aktivitas yang bersifat lebih strategis.

Kemampuan menentukan prioritas dapat membantu manager memilih pekerjaan yang memang membutuhkan keterlibatan langsung dan pekerjaan yang dapat didelegasikan.


Kesimpulan

Melalui The Art of Prioritization: The 4D Method in Action, PT XLT Group bersama Dibimbing membantu peserta memahami cara mengelola pekerjaan secara lebih terstruktur.

Peserta mempelajari 4D Method, cara menentukan pekerjaan urgent dan important, menjaga fokus, mengurangi multitasking, hingga mengomunikasikan perubahan prioritas kepada atasan maupun stakeholder.

Training juga dikemas secara interaktif sehingga peserta memiliki kesempatan untuk mempraktikkan materi. Dengan pendekatan tersebut, pembelajaran dapat lebih mudah dihubungkan dengan situasi kerja sehari-hari.


Rekomendasi Productivity Training untuk Perusahaan di Indonesia

Training The Art of Prioritization bersama PT XLT Group menunjukkan bahwa meningkatkan produktivitas nggak selalu berarti membuat karyawan bekerja lebih banyak. Tim juga perlu mengetahui pekerjaan mana yang perlu diprioritaskan dan bagaimana mengelolanya secara efektif.

Setiap perusahaan tentu mempunyai tantangan produktivitas yang berbeda. Ada tim yang kesulitan mengelola banyak deadline, mengalami terlalu banyak multitasking, atau membutuhkan cara yang lebih sistematis untuk menentukan prioritas.

Melalui Corporate Training Dibimbing, perusahaan dapat merancang program pengembangan karyawan sesuai kebutuhan kompetensi dan tantangan yang dihadapi tim.

Selain productivity training melalui Soft Skill Training, perusahaan juga dapat memilih program pengembangan kompetensi lainnya sesuai kebutuhan.


Benefit Corporate Training Dibimbing

Dengan mengikuti Corporate Training Dibimbing, perusahaan dapat memperoleh berbagai benefit, antara lain:

  1. Sertifikat BNSP dan internasional
  2. Kurikulum sesuai kebutuhan perusahaan dengan praktik nyata
  3. Fasilitas pelatihan lengkap
  4. Pelatihan berorientasi pada hasil yang terukur
  5. Metode pembelajaran fleksibel dan adaptif
  6. Dipercaya 200+ mitra, dengan 1.200+ sesi pelatihan dan 93% tingkat kepuasan

Punya kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas, manajemen waktu, atau kemampuan menentukan prioritas kerja tim?

Konsultasikan Corporate Training bersama tim Dibimbing untuk menentukan materi dan format training yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.


FAQ

1. Apa Itu Productivity Training?

Productivity training adalah pelatihan karyawan yang membantu peserta mengelola waktu, fokus, dan prioritas agar produktivitas kerja meningkat. Program ini juga dapat menjadi bagian dari soft skill training perusahaan.

2. Apa Bedanya Productivity Training dan Time Management Training?

Productivity training membahas cara bekerja lebih efektif secara menyeluruh, sedangkan time management training lebih fokus pada pengelolaan waktu. Keduanya sama-sama membantu karyawan bekerja lebih terstruktur.

3. Apa Itu 4D Method?

4D Method adalah metode dalam pelatihan prioritas kerja yang terdiri dari Do, Delegate, Defer, dan Delete/Remove. Metode ini membantu karyawan menentukan tindakan yang tepat untuk setiap pekerjaan.

4. Apa yang Dipelajari dalam Training PT XLT Group?

Dalam productivity training PT XLT Group, peserta belajar 4D Method, menentukan pekerjaan urgent dan important, menjaga fokus, mengurangi multitasking, serta mengomunikasikan prioritas.

5. Apakah Corporate Training Dibimbing Bisa Disesuaikan?

Bisa. Dibimbing Corporate Training menyediakan program corporate training yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, termasuk productivity training, soft skill training, dan time management training.

Kategori:

Share:

Penulis

Penulis Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!