Testimoni Training NestJS & Next.js DJP bersama Dibimbing
DITULIS OLEH
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
DIREVIEW OLEH
Sudah Direview Oleh Expert
Dibuat pada 5 Nov 2026
Diubah pada 5 Nov 2026
11
Training NestJS dan Next.js menjadi salah satu langkah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dalam meningkatkan kompetensi pengembangan aplikasi tim IT. Melalui Corporate Training Dibimbing, peserta mempelajari teknologi back-end dan front-end untuk mendukung kebutuhan pengembangan sistem digital.
Pelatihan ini berlangsung pada 17–21 Februari 2025 dan diikuti 12 anggota tim IT DJP. Peserta mempelajari pengembangan aplikasi menggunakan NestJS dan Next.js, termasuk konsep microservices, serverless, serta deployment.
Hasilnya, pelatihan mencatat tingkat kepuasan 95% dan rating 4,83/5. Yuk, simak pengalaman peserta mengikuti Corporate Training Digital Skill Dibimbing berikut ini!
Baca Juga: Corporate Training Digital Skill Terbaik untuk Karyawan
Tentang Corporate Training Web Development DJP bersama Dibimbing
Direktorat Jenderal Pajak bersama Dibimbing menyelenggarakan pelatihan Full-Stack Web Development Using NestJS & Next.js pada 17–21 Februari 2025. Program ini bertujuan memperkuat keterampilan pengembangan aplikasi bagi 12 anggota tim IT DJP.
Pelatihan mencakup pemahaman back-end dan front-end, praktik pengembangan aplikasi, serta evaluasi melalui post-test dan final project. Dengan demikian, peserta tidak hanya mempelajari konsep, tetapi juga memperoleh pengalaman menerapkannya.
Berikut gambaran pelaksanaan training tersebut.
Informasi | Detail |
Instansi | Direktorat Jenderal Pajak (DJP) |
Penyelenggara | Dibimbing |
Program | Corporate Training Web Development |
Materi | Full-Stack Web Development Using NestJS & Next.js |
Tanggal | 17–21 Februari 2025 |
Durasi | 5 Hari |
Peserta | 12 Anggota Tim IT |
Mentor | Anggiet Bracmatya |
Metode | Pembelajaran tatap muka dan praktik |
Evaluasi | Post-test dan Final Project |
Tingkat Kepuasan | 95% |
Rating Peserta | 4,83/5 |
Program ini dipandu oleh Anggiet Bracmatya selaku mentor yang membimbing peserta memahami pengembangan back-end menggunakan NestJS dan front-end melalui Next.js.
Selama pelatihan, peserta juga mengikuti diskusi, praktik pengembangan aplikasi, dan sesi tanya jawab. Pendekatan tersebut membantu materi menjadi lebih relevan dengan kebutuhan pekerjaan tim IT.
Baca Juga: Training BUMN: Data Engineer Bootcamp BNI bersama Dibimbing
Mengapa DJP Mengadakan Training NestJS dan Next.js?
Pengembangan aplikasi digital membutuhkan teknologi yang mampu mendukung kebutuhan sistem serta memberikan pengalaman penggunaan yang baik.
Dua framework yang dapat digunakan dalam proses tersebut adalah NestJS dan Next.js. Keduanya memiliki fokus berbeda, tetapi dapat dikombinasikan untuk membangun aplikasi web.
Secara umum, perbedaan keduanya adalah sebagai berikut:
- NestJS: Framework berbasis Node.js yang digunakan untuk membangun aplikasi sisi server, termasuk API, layanan back-end, dan pengelolaan logika bisnis.
- Next.js: Framework berbasis React yang digunakan untuk membangun aplikasi web dengan kemampuan front-end dan fitur full-stack.
Dalam arsitektur yang menggabungkan keduanya, NestJS dapat menangani layanan API dan logika bisnis, sedangkan Next.js menangani antarmuka serta interaksi pengguna.
Bagi tim IT, memahami kedua framework tersebut dapat memberikan fleksibilitas dalam menentukan arsitektur aplikasi sesuai kebutuhan.
Melalui pelatihan bersama Dibimbing, peserta DJP mendapatkan kesempatan mempelajari pendekatan pengembangan aplikasi yang menghubungkan sisi back-end dan front-end.
Apa Saja Materi Training NestJS dan Next.js DJP?
Pelatihan Web Development DJP membahas sejumlah konsep yang berkaitan dengan pengembangan aplikasi menggunakan NestJS dan Next.js.
Dari dokumentasi video, pembelajaran juga menyinggung microservices, serverless, Docker, serta proses deployment aplikasi.
Berikut beberapa materi yang dibahas selama pelatihan.
1. Back-End Development Menggunakan NestJS
Materi pertama berfokus pada pengembangan back-end menggunakan NestJS, yaitu framework berbasis Node.js yang mendukung penggunaan TypeScript.
NestJS menyediakan struktur pengembangan aplikasi yang dapat membantu tim mengelola kode secara lebih terorganisasi.
Beberapa konsep yang relevan dengan pembelajaran ini meliputi:
- Struktur aplikasi dan penggunaan module.
- Pembuatan controller untuk menangani permintaan.
- Pengelolaan logika bisnis melalui service.
- Pengembangan Application Programming Interface (API).
- Pemisahan komponen aplikasi agar lebih mudah dikelola.
Dengan memahami konsep tersebut, peserta memperoleh dasar untuk mengembangkan layanan back-end yang dapat digunakan oleh aplikasi web.
2. Front-End Development Menggunakan Next.js
Setelah mempelajari back-end, peserta juga mendalami pengembangan front-end menggunakan Next.js.
Framework ini memungkinkan pengembang membuat antarmuka aplikasi berbasis React dengan berbagai fitur pendukung pengembangan web.
Beberapa kemampuan yang relevan untuk dipelajari antara lain:
- Membuat halaman dan komponen antarmuka.
- Mengatur navigasi ant halaman.
- Mengintegrasikan antarmuka dengan API.
- Mengelola proses pengambilan data.
- Memahami proses rendering aplikasi web.
Melalui pembelajaran tersebut, peserta dapat memahami bagaimana sisi front-end berinteraksi dengan layanan back-end.
3. Microservices dan Serverless
Materi berikutnya berkaitan dengan konsep microservices dan serverless dalam pengembangan aplikasi.
Microservices merupakan pendekatan arsitektur yang memecah aplikasi menjadi beberapa layanan dengan tanggung jawab tertentu.
Sementara itu, serverless memungkinkan pengembang menjalankan fungsi atau layanan tanpa perlu mengelola infrastruktur server secara langsung pada tingkat yang sama seperti arsitektur tradisional.
Pemahaman kedua konsep tersebut membantu peserta mengenali pilihan arsitektur yang dapat digunakan sesuai kebutuhan pengembangan sistem.
4. Deployment dan Docker
Selain pengembangan aplikasi, peserta juga diperkenalkan pada proses deployment untuk mempersiapkan aplikasi agar dapat dijalankan pada lingkungan yang dituju.
Materi yang disebutkan dalam video mencakup deployment back-end dan front-end ke lingkungan produksi serta penggunaan Docker.
Docker merupakan teknologi containerization yang memungkinkan aplikasi dijalankan bersama dependensinya dalam lingkungan yang lebih konsisten.
Bagi tim pengembang, pemahaman tersebut relevan untuk mendukung proses pengujian, distribusi, dan pengelolaan aplikasi.
Baca Juga: Apa Itu Corporate Training? Panduan Lengkap
Bagaimana Pelaksanaan Training Web Development DJP?
Dokumentasi pelatihan Dirjen Pajak bersama Dibimbing | diskusi peserta.
Corporate Training NestJS dan Next.js DJP dilaksanakan melalui pembelajaran tatap muka yang melibatkan penjelasan mentor dan praktik langsung. Dalam dokumentasi kegiatan, peserta terlihat menggunakan laptop untuk mengikuti proses pengembangan aplikasi serta berdiskusi mengenai materi.
Berikut beberapa pendekatan yang digunakan selama pelatihan.
1. Pembelajaran Bersama Mentor
Dokumentasi pelatihan Dirjen Pajak bersama Dibimbing | pendampingan mentor.
Peserta mendapatkan penjelasan mengenai pengembangan back-end dan front-end menggunakan NestJS serta Next.js.
Mentor Anggiet Bracmatya menjelaskan bahwa kedua framework dipelajari untuk membantu peserta memahami proses pengembangan aplikasi dari sisi server hingga antarmuka pengguna.
Dengan pembelajaran langsung, peserta dapat memperoleh penjelasan ketika menemukan konsep yang belum dipahami.
2. Praktik Pengembangan Aplikasi
Dokumentasi pelatihan Dirjen Pajak bersama Dibimbing | praktik pengembangan aplikasi.
Selain penjelasan teori, peserta mengikuti sesi praktik menggunakan perangkat kerja masing-masing.
Aktivitas ini membantu peserta memahami hubungan antara konsep pemrograman dan penerapannya dalam pengembangan aplikasi web.
Melalui praktik tersebut, peserta dapat mempelajari proses pengembangan aplikasi secara lebih terarah.
3. Evaluasi Melalui Post-Test
Peserta juga mendapatkan post-test sebagai salah satu metode untuk mengevaluasi pemahaman materi.
Evaluasi ini dapat digunakan untuk melihat sejauh mana peserta memahami konsep yang diberikan selama pembelajaran.
Hasilnya menjadi bagian dari penilaian proses pelatihan, meskipun nilai rata-rata post-test tidak disebutkan dalam informasi program yang tersedia.
4. Pengerjaan Final Project
Selain post-test, peserta berkesempatan mengerjakan final project sebagai bentuk penerapan materi.
Proyek akhir memberikan kesempatan untuk menghubungkan konsep pengembangan aplikasi dengan keterampilan teknis yang telah dipelajari.
Aktivitas tersebut juga dapat membantu mengevaluasi kemampuan peserta dalam menyelesaikan pekerjaan pengembangan aplikasi.
Baca Juga: Pelatihan Data Analytics Rucika bersama Dibimbing dengan Power BI
Bagaimana Testimoni Peserta Training NestJS dan Next.js DJP?
Salah satu bagian menarik dari Corporate Training ini adalah tanggapan peserta mengenai materi yang dipelajari dan relevansinya dengan pekerjaan mereka.
Dalam video dokumentasi Dibimbing, Aziz Khoirul Fikri dan Sheilla Adila membagikan pengalaman mengikuti pelatihan.
1. Aziz Khoirul Fikri: Materi Relevan untuk Kebutuhan DJP
Dokumentasi pelatihan Dirjen Pajak bersama Dibimbing | testimoni Aziz Khoirul Fikri.
Aziz Khoirul Fikri selaku Programmer / Pranata Komputer Terampil menyoroti sejumlah materi teknis yang dipelajari selama pelatihan.
Materi tersebut mencakup microservices, serverless, serta proses deployment back-end dan front-end ke lingkungan produksi.
Menurutnya, keterampilan tersebut memiliki potensi untuk diterapkan dalam pekerjaan DJP mendatang.
"Itu tuh bakal akan digunakan di DJP ke depannya." Aziz Khoirul Fikri, Programmer / Pranata Komputer Terampil
Tanggapan ini menunjukkan bahwa peserta melihat relevansi materi dengan kebutuhan pengembangan aplikasi di lingkungan kerjanya.
2. Anggiet Bracmatya: Membangun Back-End dan Front-End
Dokumentasi pelatihan Dirjen Pajak bersama Dibimbing | penjelasan mentor Anggiet Bracmatya.
Anggiet Bracmatya selaku mentor menjelaskan fokus pembelajaran yang diberikan kepada peserta. Dalam pelatihan, peserta diperkenalkan pada penggunaan NestJS untuk membangun back-end dan Next.js untuk mengembangkan front-end.
Pendekatan tersebut membantu peserta memahami bagaimana kedua teknologi dapat digunakan dalam proses pengembangan aplikasi web.
Dengan begitu, peserta tidak hanya mengenal satu framework, tetapi juga memperoleh gambaran hubungan antara berbagai komponen aplikasi.
3. Sheilla Adila: Membantu Persiapan Proyek Mendatang
Dokumentasi pelatihan Dirjen Pajak bersama Dibimbing | testimoni Sheilla Adila.
Sheilla Adila selaku Programmer / Pranata Komputer Terampil turut memberikan tanggapan mengenai manfaat pembelajaran.
Menurutnya, materi NestJS dan Next.js dapat membantu memberikan pengetahuan dasar yang relevan dengan pekerjaan pengembangan aplikasi di masa depan.
"Itu sangat membantu sekali ya untuk basic, dasar dalam menjalankan project mendatang sih." Sheilla Adila, Programmer / Pranata Komputer Terampil
Pengalaman ini menunjukkan bahwa pelatihan dapat menjadi salah satu bentuk persiapan kompetensi teknis sebelum karyawan terlibat dalam proyek berikutnya.
Hasil Training NestJS dan Next.js DJP: Kepuasan 95%
Corporate Training Web Development DJP bersama Dibimbing menunjukkan respons positif berdasarkan evaluasi kepuasan peserta.
Selain itu, peserta memperoleh kesempatan menguji pemahaman melalui post-test dan pengerjaan proyek akhir. Berikut tiga hasil utama yang tercatat dari pelatihan tersebut.
1. Tingkat Kepuasan Peserta Mencapai 95%
Pelatihan mencatat tingkat kepuasan peserta sebesar 95% berdasarkan evaluasi program. Hasil ini menunjukkan respons positif terhadap pengalaman pembelajaran NestJS dan Next.js bersama Dibimbing.
Angka tersebut menjadi salah satu indikator penerimaan peserta terhadap pelaksanaan training.
2. Rating Pelatihan Mencapai 4,83 dari 5
Selain tingkat kepuasan, program memperoleh rating peserta sebesar 4,83 dari skala maksimal 5.
Penilaian tersebut memberikan gambaran tambahan mengenai pengalaman peserta selama mengikuti pelatihan. Hasil rating menunjukkan bahwa program mendapatkan evaluasi yang positif dari peserta.
3. Peserta Mengikuti Post-Test dan Final Project
Sebanyak 12 anggota tim IT mendapatkan kesempatan mengikuti evaluasi post-test dan mengerjakan final project.
Kedua aktivitas tersebut digunakan untuk menilai pemahaman serta penerapan materi pengembangan aplikasi. Dengan begitu, evaluasi pembelajaran tidak hanya bergantung pada respons kepuasan peserta.
Baca Juga: Testimoni United Tractors Ikuti Corporate Training Dibimbing
Apa Manfaat Training NestJS dan Next.js bagi Perusahaan?
Pengalaman DJP menunjukkan bagaimana pelatihan teknologi dapat diarahkan pada kebutuhan pengembangan kompetensi tim IT.
Bagi perusahaan maupun instansi yang mengelola aplikasi digital, pembelajaran NestJS dan Next.js dapat memberikan beberapa manfaat potensial.
1. Memperkuat Kompetensi Full-Stack Development
Karyawan dapat memahami hubungan antara pengembangan antarmuka dan layanan back-end. Pengetahuan ini membantu tim mengenali proses pengembangan aplikasi secara lebih menyeluruh.
2. Mendukung Pengembangan API dan Aplikasi Web
NestJS dapat dimanfaatkan untuk membangun layanan API, sedangkan Next.js membantu pengembangan aplikasi web berbasis React.
Penguasaan keduanya dapat memperluas pilihan teknologi yang digunakan tim dalam mengembangkan sistem.
3. Mengenalkan Arsitektur Aplikasi Modern
Pembelajaran microservices dan serverless membantu peserta mengenali pendekatan arsitektur yang dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan.
Pemahaman ini relevan bagi tim yang terlibat dalam pengembangan atau pemeliharaan sistem digital.
4. Meningkatkan Kesiapan Kompetensi Tim IT
Pelatihan memberikan kesempatan bagi karyawan untuk mempelajari keterampilan yang berkaitan dengan kebutuhan proyek.
Melalui praktik dan evaluasi, perusahaan juga dapat mengidentifikasi kompetensi yang masih perlu dikembangkan.
Baca Juga: Pelatihan Data Analytics dan Visualization IIRC dan Star Capital bersama Dibimbing
Siapa yang Cocok Mengikuti Corporate Training NestJS dan Next.js?
Pelatihan NestJS dan Next.js relevan bagi karyawan yang terlibat dalam pengembangan, pengelolaan, maupun integrasi aplikasi digital.
Berikut beberapa posisi yang dapat mempertimbangkan program tersebut.
1. Back-End Developer
Back-End Developer dapat mempelajari penggunaan NestJS untuk membangun API, mengelola logika aplikasi, serta memahami struktur layanan berbasis Node.js.
Pelatihan juga dapat disesuaikan untuk memperdalam keterampilan pengembangan aplikasi sisi server.
2. Front-End Developer
Front-End Developer dapat memperdalam pemahaman Next.js untuk mengembangkan antarmuka aplikasi berbasis React.
Materi dapat mencakup pengembangan komponen, pengelolaan data, dan integrasi dengan API.
3. Full-Stack Developer
Full-Stack Developer membutuhkan pemahaman mengenai pengembangan aplikasi dari sisi pengguna hingga layanan server.
Kombinasi NestJS dan Next.js dapat menjadi salah satu pilihan teknologi untuk mendukung kebutuhan tersebut.
4. Software Engineer dan Tim IT
Software Engineer maupun tim IT yang menangani pengembangan sistem digital dapat mengikuti program sesuai tingkat kompetensinya.
Materi juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan, teknologi yang digunakan, dan target pengembangan sistem perusahaan.
Baca Juga: DPMPTSP Kalteng: Corporate Training Digital Business Proposal
Ingin Meningkatkan Skill Web Development Tim IT seperti DJP?
Pengalaman Direktorat Jenderal Pajak menunjukkan bahwa pelatihan NestJS dan Next.js dapat menjadi langkah untuk memperkuat kompetensi pengembangan aplikasi bagi karyawan IT. Melalui pembelajaran dan praktik langsung, tim dapat mempelajari teknologi yang relevan dengan kebutuhan proyek digital.
Melalui Corporate Training Dibimbing, perusahaan dapat mengembangkan berbagai kompetensi profesional. Salah satunya melalui program Corporate Training Digital Skill yang mencakup Web Development, Data Analytics, UI/UX Design, AI, dan keterampilan digital lainnya.
Apa Saja yang Bisa Dipelajari dalam Web Development Training?
Program Web Development Training dapat dirancang sesuai kebutuhan perusahaan, dengan pilihan materi seperti:
- Back-End Development: Pengembangan API dan aplikasi sisi server menggunakan NestJS, Node.js, serta TypeScript.
- Front-End Development: Pembuatan antarmuka aplikasi web menggunakan React dan Next.js.
- Full-Stack Development: Integrasi front-end, back-end, dan database dalam pengembangan aplikasi.
- Microservices Architecture: Pengenalan arsitektur layanan untuk mendukung pengembangan sistem.
- Deployment & Docker: Pemahaman proses distribusi serta pengelolaan lingkungan aplikasi.
- Project-Based Learning: Praktik pengembangan aplikasi melalui studi kasus sesuai kebutuhan perusahaan.
Keunggulan Corporate Training Dibimbing
Berikut beberapa keunggulan Corporate Training Dibimbing untuk pengembangan kompetensi karyawan:
- Kurikulum Fleksibel: Materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan kompetensi tim.
- Mentor Profesional: Pembelajaran dipandu praktisi berpengalaman sesuai bidangnya.
- Berbasis Praktik: Peserta belajar melalui studi kasus, simulasi, dan proyek yang relevan dengan pekerjaan.
- Metode Fleksibel: Tersedia pelatihan online, offline, maupun hybrid.
- Dukungan Learning Management System: Membantu perusahaan mengelola proses pembelajaran.
- Berbagai Level Peserta: Program dapat dirancang untuk tingkat pemula hingga lanjutan.
- Evaluasi Pembelajaran: Pemahaman peserta dapat dinilai melalui tes maupun proyek akhir.
- Berpengalaman Melayani Perusahaan: Dibimbing telah bekerja sama dengan 200+ mitra, menyelenggarakan 1.200+ sesi intensif, dan mencatat tingkat kepuasan 93%.
Siap Mengembangkan Kompetensi Digital Tim Anda?
Tingkatkan kemampuan web development dan keterampilan digital karyawan melalui program yang relevan dengan kebutuhan organisasi.
Yuk, konsultasikan kebutuhan Corporate Training perusahaan Anda bersama Tim Dibimbing! Untuk pengembangan keterampilan NestJS, Next.js, maupun teknologi lainnya, eksplorasi Corporate Training Digital Skill Dibimbing dan rancang pelatihan sesuai kebutuhan tim.
FAQ:
1. Apa Itu Training NestJS dan Next.js?
Training NestJS dan Next.js adalah pelatihan pengembangan aplikasi web menggunakan kedua framework tersebut. Materinya dapat mencakup pembuatan API, antarmuka aplikasi, integrasi sistem, dan proses deployment.
2. Apa Perbedaan NestJS dan Next.js?
NestJS merupakan framework Node.js yang berfokus pada pengembangan aplikasi sisi server. Sementara itu, Next.js merupakan framework React untuk membangun aplikasi web dengan kemampuan front-end dan fitur full-stack.
3. Apa Saja Materi Training NestJS dan Next.js DJP?
Pelatihan DJP membahas pengembangan back-end dan front-end menggunakan NestJS serta Next.js. Dalam dokumentasi video, peserta juga menyebut materi microservices, serverless, Docker, dan deployment.
4. Bagaimana Hasil Corporate Training DJP Bersama Dibimbing?
Pelatihan memperoleh tingkat kepuasan peserta 95% dan rating 4,83/5. Sebanyak 12 anggota tim IT mengikuti program yang berlangsung pada 17–21 Februari 2025.
5. Apakah Corporate Training Web Development Bisa Disesuaikan?
Ya. Corporate Training Dibimbing menyediakan program yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, tingkat kemampuan karyawan, dan tujuan pengembangan kompetensi.
Kategori:
Penulis
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
