Dibimbing - STP Adalah: Pengertian, Strategi, & Contohnya dalam Pemasaran
Blog
Digital Marketing

STP Adalah: Pengertian, Strategi, & Contohnya dalam Pemasaran

Author

DITULIS OLEH 

Farijihan Putri

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 8 Okt 2026

Diubah pada 22 Okt 2026

37

Image Thumbnail

Segmentation, targeting, dan positioning (STP) adalah strategi pemasaran yang membantu bisnis menentukan siapa targetnya, kebutuhan apa yang ingin dilayani, dan bagaimana merek ingin dipersepsikan. 

Bayangin kamu punya produk bagus, tapi promosinya ditujukan ke semua orang tanpa tahu siapa yang benar-benar membutuhkan. Pesan akhirnya bisa terasa terlalu umum dan budget marketing pun berisiko terbuang ke audiens yang kurang relevan. 

Kalau Warga Bimbingan ingin memahami strategi pemasaran lebih dalam sekaligus mempersiapkan karier, Bootcamp Digital Marketing dengan penyaluran kerja bisa menjadi tempat belajar yang menarik.


Apa Itu STP dalam Pemasaran?

STP merupakan singkatan dari segmentation, targeting, dan positioning, yaitu pendekatan untuk menentukan kelompok konsumen, memilih target utama, lalu membangun posisi produk di benak mereka.

Ketiga tahap tersebut saling berhubungan. Bisnis perlu memahami pasar terlebih dahulu sebelum menentukan target dan merancang positioning yang sesuai.

Baca Juga: Cerita Lusi: Raih 3 Tawaran Kerja Sampai Malaysia Bareng Dibimbing


Bagaimana Cara Melakukan Segmentation dalam Pemasaran?

Segmentation membantu bisnis membagi pasar yang luas menjadi kelompok konsumen dengan karakteristik atau kebutuhan tertentu.


1. Definisi Segmentation Pemasaran

Definisi segmentation pemasaran adalah proses membagi pasar ke dalam kelompok konsumen berdasarkan karakteristik, kebutuhan, perilaku, atau kondisi tertentu.

Pendekatan ini membuat segmentasi pasar lebih terarah karena bisnis dapat melihat perbedaan antara satu kelompok konsumen dengan kelompok lainnya.


2. Jenis Segmentasi Pasar

Jenis segmentasi pasar yang umum digunakan meliputi:

  1. Demografis: usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendapatan, dan pendidikan.
  2. Geografis: lokasi, wilayah, kota, atau kondisi lingkungan.
  3. Psikografis: gaya hidup, nilai, minat, dan kepribadian.
  4. Perilaku: kebiasaan membeli, penggunaan produk, loyalitas, dan respons terhadap promosi.


3. Kriteria Segmentasi yang Efektif

Segmentasi yang baik perlu menghasilkan kelompok yang bisa diidentifikasi dan ditindaklanjuti.

Beberapa kriteria segmentasi pasar yang efektif meliputi:

  1. Ukurannya dapat diidentifikasi.
  2. Memiliki kebutuhan atau karakteristik yang cukup jelas.
  3. Bisa dijangkau melalui strategi pemasaran.
  4. Memiliki potensi bisnis.
  5. Dapat dilayani dengan penawaran yang relevan.


4. Mengapa Segmentasi Pasar Penting?

Pentingnya segmentasi pasar terlihat ketika bisnis harus menentukan kemana sumber daya pemasaran sebaiknya diarahkan.

Daripada membuat satu pesan untuk semua orang, bisnis dapat menyesuaikan produk, komunikasi, harga, dan channel dengan karakteristik kelompok tertentu.


Bagaimana Menentukan Target Pasar?

bagaimana-menentukan-target-pasar

Sumber: Magnific

Setelah pasar dibagi, tahap berikutnya adalah memilih kelompok yang paling relevan untuk menjadi sasaran utama pemasaran.


1. Definisi Targeting Pemasaran

Definisi targeting pemasaran adalah proses mengevaluasi beberapa segmen pasar lalu memilih segmen yang ingin dilayani oleh bisnis.

Targeting membantu bisnis menentukan target audiens berdasarkan potensi, kebutuhan, kemampuan dijangkau, dan kesesuaiannya dengan produk.


2. Mengapa Targeting Pasar Penting?

Pentingnya targeting pasar terletak pada kemampuan bisnis memusatkan sumber daya kepada konsumen yang memiliki peluang lebih besar untuk membutuhkan produk.

Targeting juga membantu menentukan gaya komunikasi, channel, jenis konten, hingga penawaran yang lebih relevan.


3. Strategi Penargetan Pasar

Strategi penargetan pasar dapat disesuaikan dengan kondisi bisnis, misalnya:

  1. Undifferentiated targeting: menawarkan produk kepada pasar secara luas dengan pendekatan yang relatif seragam.
  2. Differentiated targeting: menyasar beberapa segmen dengan penawaran atau pesan berbeda.
  3. Concentrated targeting: fokus pada satu segmen tertentu yang dianggap paling relevan.
  4. Micromarketing: menyesuaikan penawaran dengan kelompok atau individu yang lebih spesifik.

Baca Juga: Nekat Ikut Bootcamp Agar Lebih Perform di Kantor


Bagaimana Membangun Positioning Produk?

Positioning menjadi tahap yang menentukan bagaimana konsumen memahami dan mengingat sebuah produk dibandingkan alternatif lainnya.


1. Definisi Positioning Pemasaran

Definisi positioning pemasaran adalah proses membentuk persepsi tertentu mengenai produk atau merek di benak target konsumen.

Positioning menjawab pertanyaan sederhana: “Kalau dibandingkan dengan pilihan lain, produk ini ingin dikenal sebagai apa?”


2. Mengapa Positioning Merek Penting?

Pentingnya positioning merek muncul ketika konsumen memiliki banyak pilihan dengan fungsi yang serupa.

Positioning yang jelas membantu bisnis menentukan pesan, keunggulan, gaya komunikasi, dan pengalaman yang ingin diberikan kepada target audiens.


3. Cara Melakukan Positioning Produk

Cara melakukan positioning produk dapat dimulai dengan beberapa langkah:

  1. Pahami kebutuhan target konsumen.
  2. Identifikasi keunggulan produk.
  3. Analisis posisi kompetitor.
  4. Tentukan pembeda utama.
  5. Susun pesan yang sederhana dan konsisten.
  6. Uji apakah persepsi konsumen sesuai dengan positioning yang diinginkan.


4. Contoh Pernyataan Positioning

Contoh pernyataan positioning bisa dibuat dengan pola “Untuk [target], [produk] adalah [kategori] yang [keunggulan utama] karena [alasan yang mendukung].”

Misalnya, sebuah aplikasi belajar dapat memposisikan diri sebagai platform belajar digital untuk profesional pemula yang ingin meningkatkan skill kerja melalui pembelajaran praktis.


5. Apa Itu Peta Positioning Pemasaran?

Peta positioning pemasaran adalah visualisasi yang membantu bisnis melihat posisi merek dibandingkan kompetitor berdasarkan atribut tertentu.

Misalnya, sumbu horizontal menunjukkan harga murah hingga premium, sedangkan sumbu vertikal menunjukkan pengalaman sederhana hingga fitur kompleks.

Dari peta tersebut, bisnis dapat melihat apakah produknya berada di area yang terlalu padat atau memiliki ruang diferensiasi.

Baca Juga: Rekomendasi Kursus Google Ads Offline untuk Pemula


Mengapa STP Penting untuk Strategi Digital Marketing?

STP membantu aktivitas digital marketing memiliki arah yang lebih jelas sebelum bisnis menghabiskan budget untuk iklan, konten, atau influencer.

Dengan memahami segmentasi, target audiens, dan positioning merek, marketer bisa membuat pesan yang lebih relevan untuk orang yang memang ingin dijangkau.

MinDi juga melihat STP sebagai dasar yang menarik untuk dipelajari kalau kamu ingin masuk ke digital marketing. 

Kamu jadi nggak sekadar belajar membuat iklan, tetapi memahami kenapa iklan tersebut ditujukan kepada orang tertentu dengan pesan tertentu.


Kesimpulan

STP adalah pendekatan pemasaran yang menghubungkan proses segmentasi, targeting, dan positioning agar strategi bisnis lebih terarah. 

Dengan memahami ketiganya, kamu bisa menyusun pemasaran berdasarkan siapa konsumennya, apa kebutuhannya, dan bagaimana produk ingin dipersepsikan.


Rekomendasi Bootcamp Digital Marketing Penyaluran Kerja Terbaik di Indonesia

Kalau kamu ingin memperdalam strategi digital marketing sekaligus membangun portfolio untuk persiapan karier, kamu bisa belajar di Bootcamp Digital Marketing Dibimbing.


Benefit Bootcamp Digital Marketing Online Dibimbing

  1. 60+ Live Class dan 15+ Extra Video Learning Bersama Mentor Ahli
  2. 20+ Assignment & Real Case dengan UMKM untuk Portfolio Building
  3. Pendanaan s.d. Rp1 juta untuk Campaign Ads
  4. 1-on-1 Unlimited Personalized Session Bersama Instruktur Expert
  5. Dampingan Fasilitator & Mentor Berdedikasi yang Tersedia 24/7
  6. 2,5 Bulan Pengalaman Magang di Hiring Company Dibimbing
  7. Program Graduation & Penyaluran Kerja ke 1.100+ Perusahaan
  8. Bergabung di Komunitas Expertise Digital Marketing


Benefit Bootcamp Digital Marketing Offline Dibimbing Jakarta

  1. 100+ Offline Class & 24+ Extra Video Learning
  2. 20+ English Class untuk Persiapan Karier
  3. 20+ Assignment & Real Case dengan UMKM
  4. Pendanaan s.d. Rp1.7 juta untuk Campaign Ads
  5. 1-on-1 Konsultasi Tanpa Batas dengan Instruktur
  6. Dampingan Fasilitator & Mentor 24/7
  7. 3 Bulan Magang di Hiring Company
  8. Penyaluran Kerja ke 1100+ Perusahaan
  9. Ruang Kelas yang Nyaman & Modern
  10. Gabung di Komunitas Expertise Digital Marketing

Kalau Warga Bimbingan punya pertanyaan seperti kurikulum, jadwal kelas, dan mekanisme penyaluran kerja, konsultasi Bootcamp Digital Marketing ke tim Dibimbing sekarang yang pasti #BimbingSampeJadi karier impianmu!


FAQ

1. Apakah STP hanya digunakan untuk bisnis yang menjual produk?

Tidak. STP juga dapat digunakan untuk jasa, aplikasi, platform digital, pendidikan, layanan profesional, dan berbagai model bisnis lainnya.

2. Apa hubungan STP dengan buyer persona?

STP membantu menentukan segmen dan target pasar, sedangkan buyer persona menggambarkan karakteristik target konsumen secara lebih mendalam, termasuk kebutuhan, perilaku, dan pain point.

3. Apakah STP perlu dibuat ulang setiap kali membuat campaign?

Tidak selalu. Framework STP dapat menjadi fondasi strategi jangka panjang, tetapi segmentasi, targeting, dan positioning tetap perlu dievaluasi ketika pasar, produk, kompetitor, atau perilaku konsumen berubah.

Kategori:

Share:

Penulis

Penulis Image

Farijihan Putri

Farijihan Putri adalah SEO Content Writer dengan pengalaman 4+ tahun menulis dan mengoptimalkan konten untuk berbagai topik. Di Dibimbing, ia mengolah beragam insight seputar karier dan industri, mulai dari digital marketing, HR, data, finance, business, hingga technology. Melalui tulisannya, Jihan membantu pembaca memahami skill yang dibutuhkan di dunia kerja serta menemukan informasi yang relevan untuk mendukung perkembangan karier mereka.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!