Nekat Ikut Bootcamp Agar Lebih Perform di Kantor
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
•
09 March 2026
•
110
Kalau kamu merasa sudah kerja tapi masih ingin lebih jago, cerita Muhammad Yusuf Abdullah ini mungkin relate. Ia adalah Marketing Communication di PT Radiant Utama Interinsco Tbk sekaligus alumni Bootcamp Digital Marketing Dibimbing batch 32.
Meski sudah berkarier, Yusuf merasa masih ada gap skill yang perlu ditutup agar bisa lebih perform di kantor. Ia pun memutuskan ikut bootcamp untuk belajar Digital Marketing secara lebih terstruktur, mulai dari end-to-end campaign, SEM, hingga CMS.
Keputusan itu ternyata berdampak besar pada cara ia bekerja dan memahami strateginya. Yuk, simak cerita lengkapnya sampai habis!
Baca juga: Panduan Memilih Bootcamp Digital Marketing Terbaik di 2026
Sudah Bekerja Tapi Masih Merasa Kurang
Setelah lulus kuliah, Yusuf langsung mendapatkan pekerjaan yang berkaitan dengan Digital Marketing. Meski sudah bekerja, ia menyadari bahwa skill yang dimilikinya belum cukup kuat untuk benar-benar maksimal di perannya.
Ia sempat mencoba belajar secara otodidak lewat TikTok dan berbagai artikel. Namun, materi yang didapat terasa tidak terstruktur dan membuatnya tetap merasa kurang.
Semakin lama bekerja, rasa kurang percaya diri itu makin terasa karena masih banyak hal teknis yang belum ia pahami secara menyeluruh. Ia tahu, jika ingin lebih perform di kantor, perlu belajar dengan kurikulum yang jelas dan terarah.
“Aku ngerasa harus belajar dari awal biar lebih paham dan gak setengah-setengah,” ujar Muhammad Yusuf Abdullah, Alumni Digital Marketing Batch 32.
ari situlah ia akhirnya memutuskan mengajukan training dan ikut Bootcamp Digital Marketing Dibimbing.
Baca juga: Apa yang Dipelajari Digital Marketing? Cek Informasinya
Keputusan untuk Upgrade Skill
Merasa tidak ingin terus berada di titik yang sama, Yusuf akhirnya mengambil keputusan untuk upgrade skill secara serius di dibimbing. Ia sadar bahwa untuk bisa lebih perform di kantor, belajar harus lebih terarah dan terstruktur.
“Aku butuh belajar yang runtut dari dasar sampai praktiknya,” ujar Muhammad Yusuf Abdullah, Alumni Digital Marketing Batch 32.
Berikut beberapa alasan yang mendorongnya mengambil keputusan tersebut:
1. Belajar Otodidak Terasa Tidak Terarah
Yusuf sempat belajar lewat TikTok dan artikel online untuk memahami Digital Marketing. Namun, materi yang ia pelajari terasa terpisah-pisah dan tidak memiliki alur yang jelas.
“Belajarnya loncat-loncat, jadi susah ngerti gambaran besarnya,” ungkap Muhammad Yusuf Abdullah, Alumni Digital Marketing Batch 32.
2. Ingin Lebih Perform di Kantor
Sebagai Marketing Communication, ia ingin hasil kerjanya lebih maksimal dan terukur. Ia merasa masih ada gap skill yang membuatnya kurang percaya diri saat mengelola campaign.
“Aku pengen kerja lebih rapi dan ngerti kenapa strategi itu dipakai,” jelas Muhammad Yusuf Abdullah, Alumni Digital Marketing Batch 32.
3. Membutuhkan Kurikulum yang Praktis dan Relevan
Yusuf mencari program yang tidak hanya teori, tetapi juga bisa langsung dipraktikkan. Ia ingin memahami end-to-end campaign, SEM, dan CMS secara menyeluruh.
Karena itu, ia memilih Bootcamp Digital Marketing Dibimbing yang menurutnya sesuai dengan kebutuhan kerjanya saat ini.
Baca juga: Kursus Digital Marketing Jakarta yang Cocok untuk Pemula
Pengalaman Belajar di Bootcamp Dibimbing
Mengikuti Bootcamp Digital Marketing Dibimbing menjadi pengalaman belajar yang berbeda bagi Yusuf. Ia tidak lagi belajar secara terpisah-pisah, melainkan memahami materi secara runtut dari dasar hingga praktik langsung.
Selama bootcamp, ia mempelajari end-to-end campaign, SEM, hingga CMS yang ternyata sangat relevan dengan pekerjaannya. Materi yang diberikan bukan hanya teori, tetapi juga studi kasus dan best practice dari brand-brand besar sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan.
Yusuf juga merasa terbantu dengan sistem pembelajaran yang tertata rapi. Kelas berjalan on time, community manager responsif, dan rekaman materi lengkap di LMS sehingga bisa diakses kembali untuk brush up kapan saja dibutuhkan.
“Sekarang aku jadi lebih paham apa saja yang perlu disiapin sebelum bikin campaign,” ujar Muhammad Yusuf Abdullah, Alumni Digital Marketing Batch 32.
Menurutnya, pengalaman belajar ini membuat cara kerjanya lebih terstruktur dan jauh lebih percaya diri saat mengerjakan strategi Digital Marketing di kantor.
Baca juga: Apa itu Iklan Media Digital? Arti, Manfaat, Jenis, & Tips
Dampak Setelah Upgrade Skill
Setelah menyelesaikan bootcamp, Yusuf mulai merasakan perubahan nyata dalam cara ia bekerja.
Upgrade skill yang ia lakukan bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri dan performanya di kantor. Berikut tiga dampak yang paling ia rasakan:
1. Lebih Paham Alur dan Strategi Campaign
Sebelumnya, Yusuf mengaku belum memiliki template dan belum memahami pipeline pembuatan campaign secara menyeluruh.
Setelah belajar end-to-end campaign, ia jadi tahu apa saja yang perlu disiapkan dari awal hingga evaluasi. Hal ini membuat pekerjaannya lebih terarah dan tidak lagi trial and error.
2. Pekerjaan Jadi Lebih Terstruktur
Dengan pemahaman yang lebih kuat tentang SEM, CMS, dan strategi digital, ia kini bekerja dengan alur yang jelas.
Setiap campaign memiliki perencanaan yang matang, bukan sekadar eksekusi spontan. Hasilnya, performa kerja menjadi lebih rapi, sistematis, dan profesional.
3. Lebih Percaya Diri dan Bisa Berbagi Ilmu
Upgrade skill membuat Yusuf lebih percaya diri saat berdiskusi maupun mengeksekusi strategi.
Ia bahkan bisa membimbing anak magang karena sudah memahami konsep dan praktiknya dengan baik. Baginya, belajar bukan hanya soal meningkatkan diri, tapi juga soal bisa memberikan dampak ke orang lain.
Tertarik Upgrade Skill dan Lebih Perform di Kantor?
Kalau kamu merasa sudah bekerja tapi masih ingin lebih maksimal, mungkin ini saatnya upgrade skill lewat Bootcamp Dibimbing. Program ini dirancang untuk membantu kamu belajar secara terstruktur, praktis, dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Dibimbing langsung oleh mentor berpengalaman, kamu akan mempelajari materi lengkap mulai dari Digital Marketing, data, career development, hingga English class. Semua dirancang berbasis praktik nyata agar kamu punya portfolio dan benar-benar siap meningkatkan performa kerja.
Kamu juga bisa mengulang kelas secara gratis dan mengakses rekaman lengkap di LMS untuk brush up kapan saja. Sudah ada 3400+ career shifter yang terbantu, 840+ hiring partner, dan tingkat keberhasilan alumni mencapai 96%.
Kalau masih punya pertanyaan soal materi, sistem belajar, atau peluang karier, kamu bisa konsultasi gratis disini. Yuk, saatnya #BimbingSampeJadi dan upgrade skill kamu sekarang!
Tags
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
